
Lu Tian Memasuki dimensi Mogu untuk kedua kalinya. Pertama Lu Tian hanya melihat suasana dan melihat perbedaan waktu di dimensi Mogu. Lu Tian menjelajah Hutan dan menemukan beberapa siluman kuat.
"Siluman ini baru usia seribu tahun tapi kekuatannya setara sepuluh ribu tahun. Menarik, coba kumasak apakah khasiatnya juga bagus?" Lu Tian memasukan jasad siluman kedalam cincin.
Lu Tian duduk sambil menikmati daging siluman yang tadi dikalahkan. "Emm...ternyata energi yang terkandung pada dagingnya juga sangat baik". Lu Tian mengingat kembali tujuanya ke Dimensi Mogu sambil memandangi langit.
*
Lu Tian Berdiri di sebuah batu dengan sebuah simbol formasi gerbang.
"Yinyin, Apa sudah siap?" Lu Tian menatap Yin Meiyin sambil tersenyum.
"Em..." Yin Meiyin wajahnya memerah malu
"Kakek, Ayah. Kami berangkat dulu" Lu Tuan dan Yin Meiuin Memberi hormat pada Kakek Bing dan Pangeran Yin Jun
Satu bulan lalu, Lu Tian menikah dengan Yin Meiyin acara tidak besar hanya di hadiri beberapa keluarga kerjaan dan tetua sekte pedang bayangan dan tetua Pulau Es.
Liang Mei, Zhu Xinxin, Fan Weili yang berada di sekte pedang bayangan berkumpul bersama karena sedang bersedih mengalami patah hati. Murid laki-laki menjadi korban mereka, selama seharian mereka menyerang setiap laki-laki yang mereka lihat. Sampai-sampai mereka di juluki 'tiga dewi patah hati'.
Dua minggu setelah menikah Lu Tian mengantarkan murid yang akan menjalani pelatihan ke Huming. Lu Tian tidak berlatih bersama mereka karena dia harus mengantarkan Yin Meiyin berlatih di sebuah tempat bernama Gunung Hilayan di dunia Morland.
*
Gerbang dimensi terbuka, Lu Tian Keluar dan sudah ada wanita cantik menunggu mereka di depan gerbang dimensi. Wanita tersebut menatap tajam memperhatikan.
"Ternyata pasangan masa lalu masih dipersatukan kembali di masa kini ya?" Wanita tersebut buka suara, sedangkan Lu Tian dan Yin Meiyin bingung dengan maksudnya.
"Hahahha...., kalian pasti bingung ya? tapi kalian nantinya akan paham apa maksudku. Master Key dan Dewi Es. Emmm... tidak... tidak..., Lu Tian dan Yin Meiyin" wanita tersebut kembali membuat bingung. bagai mana dia bisa tau nama mereka. Yin Meiyin dan Lu Tian sedikit waspada.
"Hei..hei.., kalian tenang saja. Saya tidak mungkin menyakiti keluarga sendiri. Apa kakek mu Lu Sean tidak menceritakan mengenai diriku?" wanita itu bertanya.
"Ja...ja..jangan- jangan kau, Nenek Lu Shu Lia?" Lu Tian.
"Diam..."Lu Shi Lia marah "apa kamu tidak bisa membedakan nenek peot dan wanita cantik? jangan pernah kamu memanggilku nenek, panggil aku apa ya?" Lu Shi Lia berpikir "bagaimana kalau kalian memanggilku kakak? Tidak... tidak..., panggil aku Bibi Lu saja ya" Lu Shi Lia tersenyum.
"Baik Ne.., Bibi" Lu Tian dan Yin Meiyin
"Kalian ikuti aku" Lu Shi Lia membawa mereka ke sebuah ruangan."Duduklah.., kalian belum memperkenalkan diri" Lu Shi Lia
"Haahh.., Bukannya Bibi sudah mengetahui nama kami?" Lu Tian bingung.
__ADS_1
"Astaga.. , kalian sudah berengkarnasi tapi masih saja memakai nama yang sama, benar-benar tidak kreatif" Lu Shi Lia.
"Maksud Bibi?" Yin Meiyin masih tidak mengerti.
"Kalian lihat lukisan di dinding itu" Lu Shi Lia menunjuk dinding kuil.
"Bagaimana ada lukisan kami di sini" Yin Meiyin
"Hahaha..., mereka adalah Lu Tian dan Yin Meiyin atau bisa dikatakan kehidupan kalian sebelumnya. Kalian berdua besama saya, Lu Sean, dan Lu Mao menghadapi keserakahan Lu Bian untuk menyelamatkan manusia di 3 dunia yang tersisa.
Morland ini adalah tempat asal Dewi Es. Manusia Morland terakhir yang selamat dari Lu Bian. Jasad Lu Bian sudah lama binasa namun dia memasukan Rohnya ke dalam pedangnya. Dan lenyap entah kemana.
Menurut ramalan naga, saat Lonceng kuil 7 dunia berbunyi. itu tanda seseorang telah berhasil menemukan pedang Lu Bian.
Saat Lonceng kuil berbunyi untuk kedua kalinya menandakan rengkarnasi sang Master Key sudah lahir kedunia. Dan akan banyak kekacauan yang terjadi dimana-mana. Namun sang Master Key di bantu 12 orang yang berhasil menembus langit akan mengatasi semua kekacauan.
Dan saat lonceng berbunyi untuk yang ke 3 kalinya menandakan Lu Bian sudah menghilang seutuhnya.
Apa kalian mengerti apa makna dari ramalan ini?" Lu Shi Lia bertanya.
"Saya mengerti, itu sebabnya saya kemari ingin bertanya mengenai hal ini" Lu Tian.
Lu Shi Lia mengeluarkan peta dan memberinya kepada Lu Tian.
"Kamu pergilah ke tempat yang di tunjuk peta tersebut, tempat tersebut bernama Dimensi Mogu. Di dalam ada sebuah pohon yang memiliki buah yang memiliki khasiat seperti mutiara pohon suci. Buah tersebut benama buah darah"
"Buah darah?? kenapa di catatan 7 dunia tidak memberitahukan Buah darah?" Lu Tian.
"tentu saja itu hanya nama yang ku berikan hihihu...., daging buah itu bisa meningkatkan kualitas darah sampai tahap darah Suci. Dan bijinya sama seperti mutiara phon suci, bedanya bijih buah darah harus di minum dengan air mata Phoeniks Es" Lu Shi Lia
"Baik kalau begitu kami akan berangkat besok" Lu Tian
"Bocah bodoh..., siapa yang menyuruhmu berangkat dengannya? saya menyuruhmu berangkat sendiri. Biarkan dia berlatih disini" Lu Shi Lia
"Baik Bibi" Lu Tian hanya bisa melemas
"kenapa kamu lemas begitu? apa kamu takut istrimu kumakan hah..." Lu Shi Lia
"bu..bu..bukan" Lu Tian
"Atau kamu ingin secepatnya melakukan ritual keseimbangan dengan istrimu?" Lu Shi Lia tersenyum licik.
__ADS_1
"Bukan seperti itu, Besok aku akan berangkat" Lu Tian dengan semangat. Sedangkan wajah Yin Meiyin memerah malu.
"Hahahh..., sudah lama aku tidak menggoda kalian. Kalian benar-benar tidak berubah masih malu-malu seperti dulu, kamu panenlah buah itu sebanyak-banyaknya. untuk memasuki tahap pendekar bumi setidaknya butuh 10 biji buah darah" Lu Shi Lia.
*
Lu Tian bangun di pagi hari dan terbang melanjutkan perjalanan. Setelah terbang seharian Lu Tian mengerutkan kening karena mendengar suara minta tolong dikejauhan.
Lu Tian sampai di tempat asal suara tersebut.
"Bukannya kata Bibi Lu tidak ada manusia di sini?" Lu Tian masih mengamati apa yang terjadi.
"Sebaiknya menyerah saja, atau kami tidak akan segan melakukan kekerasan" salah satu penjahat
"Lebih baik mati dari pada menyerah pada kalian" wanita tersebut bersiap menerima serangan.
Para penjahat melemoarkan pisau ke arah wanita tersebut, namun wanita tersebut sudah berpindah dan menyerang salah satu penjahat. kemudian wanita tersebut membuka sebuah gulungan dan keluar berbagai macam pisau yang menyebar ke berbagai arah hingga mengenai beberapa penjahat.
Lu Tian memperhatikan sebagian jurus yang digunakan.
"jurus mereka sedikit mirip seperti Shinobi, melakukan beberapa gerakan segel tangan sebelum mengeluarkan jurus" Lu Tian berpikir
Pertarungan mereka semakin sengit namun sepertinya si wanita mulai terdesak dan terluka karena serangan. Lu Tian akhirnya memutuskan turun tangan.
"jika kalian masih tidak pergi aku akan membunuh kalian" Lu Tian.
Semua penjahat yang bersiap menyerang wanita tersebut kaget dan memandangi seorang pria yang melayang di udara.
"Siapa kamu, kenapa ikut campur?" pemimpin kelompok
"apa kalian mempunyai hak untuk bertanya? jika kalian masih bertanya lagi kalian akan bernasip sama seperti ini" Lu Tian sudah ada disamping pemimpin yang tadi bertanya.
para penjahat kaget, dan lebih mengagetkan lagi kepala pemimpin sudah mengelinding jatuh. segera para penjahat melarikan diri.
setelah para penjahat pergi, wanita yang tadi di serang menghampiri Lu Tian
"terimakasih sudah menolong saya, nama saya Sakura Yamatachi, kalau boleh tau siapa nama tuan. sepertinya tuan bukan orang sini" Sakura.
"makanlah ini, ini akan menyembuhkan lukamu. Nama saya Lu Tian, saya memang bukan berasal dari daerah ini. saya kesini ingin mencari sesuatu" Lu Tian.
"terimakasih tuan, kalau boleh tau apa yang tuan cari barangkali saya bisa membantu" Sakura.
__ADS_1
"saya mencari buah seperti di lukisan ini" Lu Tian menunjukan lukisan yang diberikan Lu Shi Lia.