Master Key

Master Key
Siapakah Dia?


__ADS_3

malam hari Lu Tian duduk di atas pohon sambil memandang bintang dan bulan yang sedang purnama. meskipun suhu dingin namun Lu Tian tetap merasa hangat. dia teringat wajah kedua orang tuanya yang memeluknya saat di daratan huming, saat keadaan tertentu Lu Tian bisa berkomunikasi dengan roh orang tuanya. ketenangan suasana saat itu membuat Lu Tian tidak terasa tertidur di sebuah cabang pohon.


pagi hari yang cerah ditemani semilir angin segar. Lu Tian masih tenang menutup matanya, namun instingnya merasakan sebuah bahaya. sebuah energi tebasan pedang memaksa Lu Tian membuka. dan turun dari pohon. semula Lu Tian ingin menyerang balik, namun dia melihat gadis cantik yang sedang berlatih keras. Lu Tian pun duduk di bawah pohon sambil memperhatikan gadis tersebut berlatih pedang.


gadis tersebut berlatih dengan serius, bahkan sampai tidak sadar sudah di tonton pemuda selama berjam- jam. sampai saat dia merasa lelah dan tak sengaja memandang ke arah Lu Tian.


"siapa kamu? apa yang kamu lakukan disini?" tanya gadis tersebut dengan waspada


"ahh... maaf saya hanya tidak sengaja melihatmu berlatih. sebelumnya saya sedang tidur di cabang pohon" Lu Tian menunjuk ke atas." namun energi serangan pedangmu hampir membunuhku. jadi aku turun dan melihatmu dari sini" Lu Tian menjelaskan


wanita tersebut berpikir sejenak dan masih curiga."atau jangan- jangan kamu ingin mencuri jurus sekte kami" gadis tersebut menuduh


"hufft...., sepertinya saya tidak perlu mencuri jurus kalian. saya salah satu tetua yang akan menghadiri pertemuan aliansi. tentu saya memiliki jurus pedang sendiri" Lu Tian menunjukan lencana tetua sekte pedang bayangan.


"tetua sekte...?, senior saya minta maaf karena sembarang menuduh" gadis tersebut meminta maaf


"sudah... sudah..., tidak perlu meminta maaf, nona tidak bersalah. kalau begitu saya kembali dulu" Lu Tian melangkahkan kaki. baru beberapa langkah Lu Tian berhenti. "emm... kalau nona mau mendengarkan saranku, saya ada sedikit masukan. pertama. cara nona memegang pedang kurang tepat, coba turunkan sekitar seruas jari. yang ke dua, sepertinya gerakan nona sedikit kaku. beberapa hari ini pasti merasa sedikit nyeri di beberapa titik. kalau tebakanku benar, nona pasti mempelajari 2 jurus pedang beda gaya secara bersamaan. sebaiknya bila nona ingin mempelajari keduanya. nona minimal harus menguasai 70% salah satu jurus, kemudian baru bisa mempelajari jurus lainnya" Lu Tian menjelaskan tersenyum lalu pergi


setelah Lu Tian pergi. gadis tersebut kembali berlatih, setelah memikirkan kata- kata Lu Tian dia berpikir ingin mencoba masukan Lu Tian. setelah mencoba saran Lu Tian beberapa saat, gadis tersebut merasa gerakannya lebih baik dari sebelumnya.


"aku harus berterimakasih kepadanya. berkat saran darinya gerakanku jadi lebih baik" gadis tetsebut tersenyum manis sambil mengingat wajah Lu Tian yang tersenyum. namun tiba- tiba dia baru sadar kalau dia belum tau nama pemuda yang baru ditemuinya." Huffft... Bodoh...Bodoh...Bodoh, bisa- bisanya aku lupa menanyakan namanya" gadis tersebut kesal dengan kebodohannya


setelah lelah berlatih gadis tersebut kembali ke kediamanya dan kebetulan kakeknya baru saja kembali dari menjalankan misi.


"kakek, saya mau memperlihatkan gerakan pedangku" gadis tersebut bersemangat.


"Xin'er, sepertinya kamu bersemangat sekali" Zhu Zhishu


Zhu Xinxin menunjukan gerakannya yang jauh lebih baik dan lebih indah dari gerakannya di hari- hari sebelumnya.

__ADS_1


"wah... Xin'er, kemajuanmu semakin sangat baik sekali. kamu pasti sudah berlatih keras beberapa hari ini" Zhu Zhishu


"tentu kakek, saya gak mau mengecewakan kakek" Zhu Xinxin


"Xin'er. kebetulan sekali, kakek mau mengenalkanmu pada seseorang" Zhu Zhishu


"kakek, ini bukan masalah kakek mau menjodohkan Xin'er kan?" Zhu Xinxin


"emm..., sebenarnya kakek baru mendengar kemarin Lu Tian sudah tiba di sini. jadi kakek mau mengenalkanmu ke Lu Tian" Zhu Zhishu


"kakek, Xin'er sudah bilang beberapa kali, Xin'er gak mau di jodohkan dengannya. lagi pula...lagi pula..., Xin'er sudah menemukan pemuda yang Xin'er suka" Zhu Xinxin


"aa..., siapa pemuda itu. apa dia murid sekte kita?" tanya Zhu Zhishu


"dia pemuda yang membantu memperbaiki gerakan pedang yang Xin'er latih. masalahnya Xin'er lupa bertanya siapa namanya" Zhu Xinxin


"Baik kakek" jawab Zhu Xinxin sambil tersenyum teringat senyum Lu Tian


"tapi Xin'er tetap harus ikut kakek bertemu dengan Lu Tian nanti " Zhu Zhishu


"Baik kakek" Zhu Xinxin lemas


"Xin'er harus ingat, tidak boleh bersikap tidak sopan kepadanya. biarpun kalian seumuran, dia tetap seorang tetua sekte" Zhu Zhishu


"apa benar dia tetua sekte? apa sektenya sangat kekurangan orang. sampai menjadikan anak kecil tetua?" Zhu Xinxin masih tidak percaya kemampuan Lu Tian.


"Xin'er boleh tidak mau di jodohkan dengannya. tapi Xin'er tidak boleh meragukan kemampuannya. bahkan dia bisa mengalahkan pendekar raja tingkat akhir" Zhu Zhishu


"Biarpun dia sehebat itu, Xin'er tetap tidak mau dijodohkan denganya" Zhu Xinxin

__ADS_1


"hufft..., ia kakek tidak akan memaksa lagi. yang penting harus Xin'er ingat, Xin'er tidak boleh menyesal keputusan yang sudah diambil, lagi pula meskipun Xin'er mau belum tentu dia juga mau" Zhu Zhishu pasrah


"tetua Zhu bagai mana apa Xin'er mau di jodohkan dengan Lu Tian?" Lin Yihua


"Nenek Lin, apa nenek juga mendukung keputusan kakek?" tanya Zhu Xinxin


"hahaha...., awalnya nenek mendukung tapi setelah bertemu kemarin nenek berubah pikiran, nenek justru mendukungmu menolak" Lin Yihua


"dasar nenek cerewet. pasti kamu juga ingin menjodohkan Lu Tian dengan cucumu" Zhu Zhishu


"hahaha..., siapa yang tidak tertarik dengan pemuda yang cerdas seperti dia. apa kamu tau hadiah apa yang dibawa kemari?" Lin Yihua


"apa jangan- jangan arak itu?" Zhu Zhishu


"ya, tapi ini khasiatnya lebih baik lagi. 500 lingkaran" Lin Yihua


"bolehkah membagiku seteguk?" Zhu Zhishu


"hihihi....tentu saja aku akan berbagi dengan siapa saja kecuali si tua Zhou" Lin Yihua


"huh... dasar kalian kakek nenek kalau sudah bertemu Xin'er tidak diperhatikan" Zhu Xinxin segera berlalu pergi


sesampainya kamar Zhu Xinxin memikirkan cerita nenek Lin.


"apa dia sehebat itu?, sudahlah... lagi pula aku tidak perduli tentang dia" gumam Zhu Xinxin lalu pikirannya melayang mengingat senyum Lu Tian


"Siapa dia?, apa kita bisa bertemu lagi? hufff..., kenapa aku lupa menanyakan namamu??" wajah Zhu Xinxin memerah. karena malu memikirkan Lu Tian


sore hari Zhu Xinxin asik memilih pakaian, namun pikirannya teralihkan karena melihat Lu Tian yang melintas di depan toko pakaian.

__ADS_1


__ADS_2