
Di hari keempat, Lu Tian dan Yin Meiyin terbangun setelah melakukan pergelutan selama tiga hari. Wajah Yin Meiyin memerah karena malu, apalagi saat dia mengingat kejadian semalam.
"Sayang, sudah bangun" Lu Tian memecah keheningan.
"Em" Yin Meiyin mengaguk sambil senyum tersipu.
Lu Tian mengecup kening Yin Meiyin, lalu duduk untuk memeriksa kondisinya. Dia merasa setelah melakukan ritual keseimbangan segel bumi sudah sampai pada tahap gerbang keenam.
Yin Meiyin juga bangun dengan selimut menutupi tubuhnya yang polos tanpa pakaian. Dia juga memeriksa kondisinya dan mendapati peningkatan yang di alaminya sangat besar. Sekarang dia sudah membuka gerbang kelima.
"Aku sudah membuka gerbang kelima" Yin Meiyin masih tidak percaya.
"Coba Biar saya periksa" Lu Tian
Setelah memeriksa Lu Tian tersenyum.
"Harusnya sekarang kondisi Tubuh Yin sudah bisa di kontrol dengan baik, dan memang setelah Ritual sekarang Yinyin sudah membuka gerbang kelima dan saya juga berhasil menguasai segel bumi sampai tahap gerbang keenam" Lu Tian.
"Sayang, apakah kita harus melakukan ritual keseimbangan setiap kali ingin melakukannya?" Yin Meiyin
"Tidak, untuk kedepannya kita bisa melakukannya secara normal" Lu Tian. Yin Meiyin tersipu malu, lalu mereka kembali melakukannya.
Di hari ketujuh Lu Tian dan Yin Meiyin keluar dari ruangan. Hewan-hewan suci sudah malas menunggu sehingga ada yang tidur dan bermalas-malasan.
Lu Tian keluar dengan bersemangat, kulit Yin Meiyin terasa berbeda, sebelumnya kulitnya putih pucat bagai es. Setelah ritual keseimbangan kulitanya menjadi lebih normal layaknya manusia hidup.
Tidak lama setelah Lu Tian keluar Lu Shi Lia juga kembali dengan wajah ceria, sambil bernyanyi dan menari.
"Kenapa Bibi senang sekali?" Lu Tian.
"Memangnya hanya kalian yang boleh bersenang-senang?. Huuh..." Lu Shi Lia kembali menari dan bernyanyi.
__ADS_1
"Tian'er, biarkan saja wanita tua itu. Dia sudah menunggu seorang pria selama ribuan tahun, wajar dia bahagia" Nenek Walet
"Heehh..., siapa yang kau sebut Wanita tua?, dia bilang aku masih cantik dan sexy" Lu Shi Lia dengan wajah memerah.
*
Lu Tian, Yin Meiyin dan Lu Shi Lia menaiki Phoenix es terbang menuju Pulau Jiwo. Di Pulau Jiwo siluman tidak seperti di tempat lain. Pulau ini dibagi menjadi beberapa bagian yang masing masing wilayahnya berisi siluman yang di kelompokan berdasarkan umur. Sepuluh ribu tahun kebawah berada di wilayah utara. Di wilayah Barat berisi siluman lima puluh ribu tahun kebawah. Di sisi selatan berumur seratus ribu tahun kebawah. Di sisi timur berisi siluman seratus ribu tahun ke atas.
Yang menarik di tengah pulau ada wilayah yang di sebut kerajaan siluman. Siluman-siluman ini memiliki kecerdasan yang sangat tak biasa. Wujudnya seperti manusia, kekuatannya setara pendekar bumi.
Lu Tian, Yin Meiyin, Lu Shi Lia turun di pulau sisi selatan. Lu Tian mengeluarkan semua hewan suci Termasuk Nenek Walet yang sebelum berangkat segelnya sudah diperbarui.
"Kalian makanlah ini untuk menaikan tingkatan kalian" Lu Tian memberikan pil berwarna jingga kepada para hewan suci. Setelah memakan pil tersebut mereka merasakan sebuah energi besar masuk lalu tiba-tiba lenyap. Di kening mereka terdapat lingkaran segel.
"Sekarang, Kalian bisa berburu siluman dan menyerap cahaya rohnya, setelah lingkaran di kening kalian bersinar penuh kalian akan berevolusi" Lu Tian
Setelah itu mereka berpencar mencari siluman yang kuat. Yin Meiyin di temani Lu Shi Lia juga berlatih dan menyerap banyak energi di sebuah gua yang mirip gua kematian di Huming.
Lu Tian dan para hewan suci mencari siluman-siluman kuat. Lu Tian yang sudah mencapai tahap pendekar Bumi merasa berlatih wilayah ini sama sekali tidak ada tantangan.
"Benar mereka hanya bisa bertahan dalam beberapa tarikan napas" jawab Raja Naga mengeluh. Hanya Boya dan Garo yang tidak mengeluh karena secara kekuatan mereka jauh di bawah yang lainnya. Mereka tergolong hewan suci yang masih muda.
"Kalau begitu, kalian jaga Garo dan Boya dulu, saya akan melihat Yinyin" Lu Tian kemudian terbang menuju Gua tempat Yin Meiyin menyerap energi permata siluman.
Sesampainya di Gua, Lu Shi Lia menyambut
"Kenapa sudah kembali? sudah kubilang sebaiknya kalian menyerang wilayah tengah saja. Biarkan Meiyin di sini" Lu Shi Lia
"Ya.. kami sudah membantai banyak siluman tapi peningkatannya sangat sedikit. Kalau begitu katakan pada Yinyin kami akan ke wilayah tengah" Lu Tian
Lu Tian terbang kembali ke tempat Garo dan Boya bertarung dengan siluman. Setelah menyelesaikan pertarungan Lu Tian membawa semua hewan suci ke wilayah tengah.
__ADS_1
Serangan di lancarkan pasukan siluman penjaga ke arah Lu Tian yang sedang terbang.
"Semuanya saatnya kita bertarung" Lu Tian, kemudian semua Hewan suci keluar untuk bertarung.
Lu Tian juga memakai langkah kilat untuk menyerang para siluman, siluman yang ada di wilayah ini sangat cerdas, mereka bahkan bisa membedakan mana serangan yang harus dihindari dan serangan yang mampu mereka tahan.
Lu Tian masih bertukar serangan dengan salah satu pasukan. Para hewan suci juga masih bertarung. Mereka juga bersemangat melawan siluman-siluman tersebut. Satu persatu mereka berhasil mengalahkan para siluman. Dan sesuai dugaan ketika bisa mengalahkan siluman-siluman di wilayah tengah peningkatan yang mereka alami juga besar, cahaya segel di kening mereka juga lebih cepat meningkat.
Lu Tian juga mengalami peningkatan yang banyak setelah mengalahkan 2 sampai 5 siluman dia mampu menguasai segel bumi sampai gerbang ketujuh. Saat sedang asik bertarung melawan siluman penjaga. Sebuah serangan yang sangat kuat menuju mereka.
Lu Tian dan para hewan suci merasakan ada bahaya yang mendekat. Mereka berbegas menghindar, sepuluh siluman menyerang mereka dengan kekuatan yang dasyat.
"Kalian semua mundur, mereka bukan lawan kalian" seorang Siluman Rubah api hitam berbicara.
"cepat mundur...., cepat mundur..., cepat mundur...., jendral dan raja sudah datang" teriak para siluman
"Siapa kalian berani mengacau di wilayah kami" Siluman Singa.
"kami adalah pemburu siluman" Lu Tian.
"Hahaha... mahluk hina seperti kalian berani mengacau wilayah kami. Akan kami pastikan kalian menjadi makanan pasukanku" Siluman Singa
"Semuanya bersiap energi yang mereka miliki pasti besar" Lu Tian
Kedua kubu langsung bergerak, Lu Tian langsung menuju siluman Singa. Lu Tian melakukan tebasan kuat, Siluman singa menangkis serangan tersebut dan melesatkan cakar yang penuh aura membunuh.
Lu Tian menendang udara untuk berbelok dan menebas punggung siluman singga. Siluman singa menyadari serangan tersebut lalu cepat berbalik untuk menahan serangan Lu Tian. Siluman singa terpental beberapa langkah.
Siluman singa menarik napas dalam dan mengaum
'Rrrooooaaarrrgggg' jurus auman singa menghantam Lu Tian, tapi sekali lagi giok yang melindunginya di hutan kematian bereaksi membentuk pelindung sehingga Lu Tian tidak mendapatkan dampak apapun.
__ADS_1
Siluman singa tercengang karena Lu Tian dapat menahan serangan tersebut. Lu Tian melepaskan aura dewa naga, Siluman Singa merasakan tubuhnya lebih berat. Tetapi tetap tidak berdampak banyak. Karena kemampuannya tidak berbeda jauh dengan Lu Tian. Lu Tian kembali menyerang, dengan kondisi yang tertekan aura dewa naga. Lu Tian mampu menebas tubuh siluman singa dan melukainya.
Di sisi lain para hewan roh juga bersemangat bertemu siluman yang kuat. Ini pertama kalinya setelah ratusan tahun mereka bertemu dengan siluman yang mampu mengimbangi mereka.