
Semua orang yang masih memulihkan diri dan membersihkan korba, serta menahan anggota sekte aliran hitam yang menyerah. tiba-tiba perasaan semua orang mengalami tertekan, aura membunuh yang pekat dapat dirasakan meskipun pertarungan Lu Tian jauh di atas hutan utara, suara benturan pedang dan hancurnya pepohonan yang tumbang akibat bentrokan pendekar hebat.
Tim penyelamat yang di pimpin Lao Lee dan Bing Kun bergegas menuju lokasi Lu Tian bertarung. Di kejauhan Nampak sosok hitam yang mengamuk, kondisi Lu Tian tampak Buruk tapi sepertinya dia masih tenang.
"Kita tidak bisa kesana, sebaiknya kita cari tempat amam untuk mengamati mereka. Kehadiran kita hanya akan menggangu Lu Tian" Lao Lee.
mereka mencari tempat untuk mengamati dari jarak yang aman.
"seseorang, kembali ke sekte beritahu Tetua Chen untuk memberi pesan Tetua Luo dan Tetua Bai kemari. hanya mereka yang bisa membantu Lu Tian" Lao Lee. dan salah satu pasukan khusus bergegas kembali ke sekte pedang tunggal.
*
"Sepertinya harus meminjam kekuatan guru semua" Lu Tian.
"Dasar anak Bodoh, seharusnya kamu meminta bantuan kami dari tadi" Walet Emas
"kalau begitu mohon bantuannya Guru" Lu Tian
Lingkaran sihir muncul dari pedang, kedua cincin, kalung giok, topeng, dan perut Lu Tian. perlahan Lingkaran sihir menyatu dan menjadi likaran sihir yang besar berwarna emas.
Shi Quan mencoba menggalkan formasi sihir Lu Tian dengan melesatkan tebasan beraura hitam pekat. namun pedang terbang menyambut serangan tersebut untuk menahannya.
Rambut Lu Tian berubah putih dan panjang, bajunya juga seperti dilapisi jubah putih panjang, di belakang 3 pasang sayap energi muncul sepasang sepasang sayap walet, sayap naga, dan sepasang sayap Phoeniks.
Lu Tian melesat cepat menyerang Shi Quan, tebasan cepat pedang Dewa Roh mengarah tepat ke arah Shi Quan. Shi Quan menahan serangan Lu Tian namun energi besar serangan tersebut membuatnya terlempar hingga ratusan langkah dan menumbangkan beberapa pohon di hutan.
Shi Quan berdiri dan memuntahkan darah, "Aaakkkkkkhhhhhh" Shi Quan berteriak dan mengeluarkan aura membunuh pekat, hewan-hewan dan siluman dalam radius ratusan meter menjauh karena merasakan bahaya yang mengerikan. Tubuh Shi Quan yang sempat terluka kembali menutup.
"Tian'er, kamu harus cepat membunuh orang itu. jika dia sampai dikendalikan penuh oleh iblis hati maka dia akan mampu membentuk pohon Bumi. jika sampai itu terjadi akan lebih sulit mengalahkanya" Berang-berang sakti.
"Baik Guru, akan kita selesaikan ini dengan cepat" Lu Tian.
Dengan kecepatan cahaya. hanya dalam 1 kedipan mata Lu Tian sudah muncul di hadapan Shi Quan dan menebaskan pedangnya. Shi Quan mengamuk dan menyerang membabi buta.
"Rantai segel" Lu tian memunculkan dua lingkaran sihir, dari lingkaran sihir keluar rantai yang melilit tangan Shi Quan. meski sudah di rantai tangannya, Shi Quan menendang udara hingga membentuk pisau angin mengarah ke Lu Tian.
Dengan sigap Lu Tian menangkis serangan tersebut.
"ternyata kakimu tidak bisa diam ya? Rantai segel level 2" dari 2 lingkaran tersebut keluar lagi 2 rantai yang masing-masing mengikat kaki Shi Quan.
Shi Quan sudah tidak bisa bergerak lagi, hanya bisa berteriak dan meronta. tiba-tiba dari mulut iblis tersebut keluar auman yang mengerikan yang bisa membuat orang yang mendengarnya mengalami tuli bahakan bisa meledakan kepala seseorang. Untungnya giok yang membawa Lu Tian masuk ke hutan kematian bereaksi dan melindungi Lu Tian.
Lu Tian segera menusukan pedang Dewa Roh ke jantung Shi Quan. perlahan aura membunuh yang pekat tersebut hilang. Dan tubuh dua pendekar kembar tersebut terpisah.
kondisi mayat kedua pendekar tersebut sangat mengenaskan. seluruh tubuhnya kurus dan menghitam. Lu Tian segera membakar kedua mayat tersebut. karena mayat tersebut mengandung racun kematian yang pekat. bila orang yang tidak tahu menyentuh mayat tersebut kondisinya akan bernasib sama seperti mayat.
setelah selesai bertarung Lu Tian terbang menuju Yin Meiyin. dalam beberapa kedipan Lu Tian sudah sampai ke tempat Yin Meiyin. Yin Meiyin melihat tampilan Lu Tian masih dengan mode Roh Hewan sedikit takut. namun setelah memperhatikan topeng yang dikenakan dia akhirnya yakin bahwa itu Lu Tian.
"Tian'er apakah itu kamu?" Yin Meiyin
"Ahhh... Maaf Yinyin. apakah tampilanku menakutimu?" Lu Tian
"heheh.. sedikit, kamu seperti orang ya berbeda" Lin Meiyin.
Lu Tian membuka formasi dan menutupnya lagi. lalu tampilannya kembali normal. Lu Tian melemas dan berbaring, paha Yin Meiyin di jadikan bantal.
"pertarungan ini menghabiskan tenaga, aku ingin beristirahat sejenak. gunakan kunci ini untuk membuka formasi bila tim penyelamat datang kemari" Lu Tian lalu membuka topengnya dan tertidur.
Yin Meiyin hanya tersenyum memandangi wajah Lu Tian sambil mengelus kepala Lu Tian yang bersandar di pahanya.
*
Tetua Bai dan Tetua Luo datang menghampiri tim penyelamat.
"Bagai mana keadaanya?" Luo Xin
"pertarungan sudah berhenti beberapa saat lalu, tapi tidak ada tanda-tanda aura musuh atau Lu Tian" Lao Lee
"Lapor Tetua, ada asap terlihat di sisi sana, apa sebaiknya kita segera kesana?" salah satu pasukan khusus yang memantau.
__ADS_1
"ayo kita segera kesana" Lao Lee
kelompok tersebut bergegas menuju lokasi. Sesampainya disana mereka hanya menemukan dua mayat pendekar yang sudah terbakar.
"Racun kematian, Lu Tian kemungkinan berhasil mengalahkan musuh, tapi konsisi mayat terkontaminasi racun kematian. kita harus bergegas mencari Tian'er. jika dia terkena racun kematian akan sulit menanganinya jika terlambat" Lao Lee.
"Segera menyebar dan cari di sekitar sini" Tetua Bai.
"senior Bing, anda akan kemana?" Luo Xin
"saya akan mencari Meiyin, Lu Tian kemari ingin menyelamatkan Meiyin" Bing Kun
"Kalau begitu akua akan ikut denganmu, kemungkinan Tian'er juga akan ketempat Meiyin" Luo Xin
mereka belum berangkat Luo Xin mendengar suara Master merpati.
"tidak perlu mencari lagi, segera ikuti arah merpati" Luo Xin.
beberapa saat kemudian mereka tiba di lokasi. seorang pemuda sedang tertidur di pangkuan seorang gadis cantik yang juga tertidur bersandar pada batu. sekitarnya dikelilingi formasi pelindung.
"sebaiknya kita bangunkan mereka, agar mereka bisa segera mendapat perawatan" Tetua Bai. "Bocah ini, pintar juga mencari kesempatan berduaan dengan gadis cantik, Huuh.. bikin iri saja" pikir Tetua Bai dalam hati sambil membayangkan kapan dia bisa bermesraan dengan wanita seperti itu. namun lamunanya dia hentikan karena wajah dua orang yang berkelahi memperebutkan dirinya dan membuatnya sakit kepala.
"Biarkan saja mereka sebentar, lagi pula sebentar lagi mereka menjadi pasangan sah" Bing Kun.
"maksud senior?" Luo Xin
"Tian'er itu tunangan Meiyin, mereka sudah dijodohkan dari bayi" Bing Kun
"A..aa...apa???" Luo Xin kaget. bukan karena apa. kalau Lu Tian Tunangan Yin Meiyin berarti dia menantu kerjaan.
"Xin'er kenapa reaksimu seperti itu? kamu jadi menggagu mereka" Tetua Bai protes
Luo Xin langsung mengoncang tubuh Tetua Bai. "apa kamu tidak tau gadis yang di sana siapa?" Luo Xin, Tetua Bai menggeleng tidak tahu.
"Huffttt..., nanti saja kita bicarakan" Luo Xin
karena mendengar suara Luo Xin yang kaget Yin Meiyin membuka mata dan menemukan mereka sudah dikelilingi tim penolong.
*
3 hari sudah berlalu, Lu Tian Baru membuka mata, dan melihat Yin Meiyin duduk ditepi tempat tidur sedang mengusap-usap tanganya dengan kain basah.
"Yinyin, berapa hari aku tertidur" Lu Tian tersenyum.
"istirahatlah lebih lama lagi, tubuhmu masih terluka" Yin Meiyin.
"emm..., terimakasih sudah menemaniku" Lu Tian. kemudian lanjut tertidur
keesokan paginya Sima Quon mengadakan perkumpulan.
"Tetua sekalian seperti yang sudah kalian saksikan sendiri bagaimana pendekar dari kekaisaran lain yang memasuki wilayah kita, bahkan dengan kekuatan mereka, mereka dapat meratakan sebuah sekte kecil seorang diri.
Hari ini saya bicara disini karena ingin membawa murid-murid yang sudah saya pilih untuk berlatih di tempat khusus selama 1 tahun. murid-murid terpilih yang ikut berlatih nantinya akan ikut bersama saya untuk menjaga sekte-sekte anggota aliansi putih netral dari pendekar-pendekar yang sudah mencapai pendekar suci tingkat akhir atau bahkan yang mampu menerobos ke tingkat Bumi.
saya berharap tetua sekalian mau mempertimbangkan dan niat saya dan memberi izin mereka berlatih. saya akan memberikan daftar nama yang akan mengikuti saya, saya harap tetua sekalian bisa memberikan jawaban secepatnya. pelatihan akan di adakan 3 bulan lagi" Lu Tian menyampaikan niatannya.
setelah kembali ke sekte Lu Tian mulai membuka peta lokasi keberadaan gerbang dimensi yang berada di Tiga kekaisaran.
Lu Tian meminta izin untuk mencari informasi mengenai dimensi-dimensi tersebut. sekaligus dia ingin mengurus urusan pribadinya dan di beberapa tempat.
sebelum memulai perjalanannya. Lu Tian menuju Huming memberitahu Lu Sean mengenai rencananya. sekaligus menyalin kitab Dewa es, kitab pemurni es, kitab Yin dan Yang. setelah selesai menyalin kitab. Lu Tian kembali bersama Tetua He dan para pasukan khusus yang ikut pelatihan di Huming.
setelah 2 bulan berlalu, jawaban dari para pemimpin sekte tentang niatan Lu Tian sudah terjawab.
perjalanan pertama Lu Tian menuju sekte Lonceng Emas, menjemput Shi Qu. perjalanan ini berlangsung cepat dan lancar karena prosesnya mengunakan jalan kilat. jadi selain menjemput murid yang akan ikut pelatihan, sekaligus mengetes jalur khusus yang sudah rampung di bangun.
tujuan berikutnya menuju sekte gunung bunga persik. menjemput 4 orang murid yaitu Zhu Xinxin, Fan Weili, Luo Gu, dan Zheng Furu.
Sekte pedang tunggal, menjemput Gao Nian dan Thoilu yang memang berjanji bertemu di sekte pedang tunggal.
__ADS_1
"Ketua Sima masalah pusaka yang kalian simpan apakah bisa menyerahkannya padaku?" Lu Tian
"sepertinya memang lebih aman bila kotak ini dirimu yang menimpannya" Sima Quon memberikan sebuah kotak
Lu Tian membuka formasi segel yang berisi peta dan giok kunci. segera Lu Tian menutup kotak dan memasukannya kedalam cincin samudra.
Lalu ke sekte Naga Langit menjemput Feng Qixui,
setelah urusan mengetes jalur khusus dan menjemput murid, Lu Tian pergi menuju Istana.
"Hormat kepada Kaisar, Hormat kepada pangeran" Lu Tian
"Tian'er, apakah ada yang bisa kami bantu sehingga kamu datang kemari" Kaisar Yin Song
"Mohon maaf kaisar menggagu waktunya, saya kemari bermaksud mengantarkan, surat peninggalan dari ayah saya" Lu Tian.
Lu Tian menyerahkan surat tersebut, Kaisar Yin Song sedih sekaligus gembira.
"Saya harap surat ini tidak bocor keluar. karena bila sampai rahasia ini diketahui orang-orang misterius itu. pasti akan terjadi pergolakan besar di wilayah Kekaisaran Han" Lu Tian
"Baik kami mengerti, dan untuk isi surat ini saya secara resmi menyetujui, seperti yang tertulis di dalam surat ini" Kaisar Yin Song
"Hal yang kedua, mungkin pangeran sudah tahu maksud kedatangan saya kemari. saya ingin membawa pangeran kecil Yin Chen ikut berlatih bersama saya. tentu saya tidak bisa memaksa karena di tempat pelatihan nanti akan banyak situasi berbahaya yang akan dia hadapi.
tapi saya akan berusaha melindungi dia selama disana" Lu Tian.
"Tian'er, saya sangat senang dia bisa berlatih dan menjadi lebih kuat. tapi sebagai seorang ayah, saya juga tidak bisa tenang harus melepas dia ke tempat yang berbahaya.
saya akan mengijinkannya mengikutimu. tapi saya harap kamu berjanjilah sebagai seorang kakak, untuk menjaganya" Pangeran Yin Jun.
"Saya akan berjanji sebagai seorang kakak dan juga sebagai seorang guru" Lu Tian.
setelah perbicara dan bercerita secara pribadi antara Lu Tian dan Kaisar serata pangeran. Lu Tian membawa Yin Chen bersamanya ke Pulau Es.
Di pulau es Lu Tian di sambut oleh Bing Kun, Bing Yu, Bing Ma dan Yin Meiyin serta beberapa tetua lain.
"Kakek, sesuai janji saya kemari membawakan 2 buah kitab yang sesuai untuk dipelajar laki-laki, namun sebelum itu harus membersihkan racun es yang sudah terlanjur menyerang" Lu Tian mengeluarkan beberapa keranjang tanaman obat
"ini adalah resep yang sudah saya tulis. ikutilah petunjuk yang ada. setelah sembuh baru bisa mempelajari 2 kitab tersebut." Lu Tian
setelah membahas mengenai masalah racun es dan kitab Dewa es dan pemurni es. Lu Tian dan Yin Meiyin dibawa ke gua bawah tanah. untuk pelatihan tertutup.
"apa disini adalah tempat pelatihan tertutup yang Kakek Maksud?" Lu Tian
"Ya kami selalu melakukan pelatihan tertutup disini" Bing Kun
" Kalau begitu sayang sekali, disini sebenarnya terdapat kuil kuno menuju Gunung Hilayan. didalam pasti banyak sumber daya yang bagus untuk peningkatan kultivasi" Lu Tian sambil memandang simbol formasi dan tulisa di sebuah batu.
"Tian'er, apa benar seperti itu?" Bing Kun penasaran.
"Saya akan kembali ke sekte lebih dulu, setelah mengantar semua murid ke Huming saya akan kembali ke sini untuk memeriksa tempat tersebut" Lu Tian.
di sebuah gunung yang di tutupi salju, seorang wanita cantik berambut putih sedang bernyanyi dan menari-nari, dia memandang ke arah batu yang tergambar simbol
"Hemmm..., kenapa belum terbuka juga??? ini sudah waktunyakan?" gumam wanita tersebut.
*
*
*
*
Bab ini saya buat sedikit lebih panjang, untuk Ark 3 saya lagi mikirin alur dan konsep yang pas. Karena bakal masuk ke kelas yang lebih tinggi musuh juga pasti lebih kuat.
mungkin ada yang punya ide atau pembahasan liar dan gila yang mau diungkapkan bisa tulis-tulis di komentar ya..
Jangan lupa dukung terus karya ini dengan Like, Komen, Vote.
__ADS_1
mohon maaf bila masih banyak salah kata dan lain-lain. Novel ini Bakal libur 1 minggu ya. selain mikirin konsep cerita di ark 3, kantor lagi banyak kerjaan juga.
Terimakasih