Master Key

Master Key
Evolusi


__ADS_3

Di daratan Huming Shi Qu membuka mata hanya butuh satu hari untuk menyelesaikan ritual suci. Sedangkan Wang Xuxing sudah tiga hari berlalu namun belum menyelesaikan ritual sucinya. Liang Mei baru memulai ritual sucinya dua jam yang lalu, sisanya baru akan memulai ritual suci besok hari.


Tetua Chen sedang berusaha menjaga keseimbangan saat terbang. Lu Sean menyuruhnya duduk sambil melayang dan dibawahnya jurang seribu jarum. Bila jatuh kebawah bisa dipastikan bokongnya tertusuk ribuan jarum. Sementara pasukan khusus sudah menyelesaikan latihannya hanya menunggu Tetua Chen bisa terbang dengan lancar kemudian mereka bisa kembali ke sekte pedang bayangan. Sementara menunggu para pasukan khusus diberi tugas Lu Sean untuk membuatkannya rumah yang bagus.


*


Setelah bertarung selama dua hari. Stamina Siluman singa sudah banyak menurun, Lu Tian mengalirkan banyak Qi untuk serangannya. Aura pedangnya menguat, gerakan kilat Lu Tian sedikit membuat Siluman singa kesulitan dalam memprediksi serangan. Serangan dari arah kanan meluncur cepat. Siluman singa tidak sempat menghindarinya. Luka tebasan dari pundak kanan menyilang ke perut kiri bawah tercipta. Siluman singa terlempar akibat serangan tersebut, darah mengalir deras dari luka tebasan dan mulutnya.


Di tempat lain sembilan jendral siluman sudah tergeletak tak berdaya. Cahaya di kening para hewan suci bersinar terang. Dan perlahan cahaya tersebut menjalar keseluruh permukaan tubuh. Lalu terbentuklah sebuah telur cahaya.


Lu Tian merasakan energi dasyat perubahan para hewan suci.


"Aku harus secepatnya mengakhiri ini" Lu Tian dalam hati.


Lu Tian melepaskan aura dewa naga untuk menekan Siluman singa. Lu Tian segera bergerak cepat "Tarian pedang dewa, Seribu sinar dewa" Lu Tian membentuk tujuh bayangan yang bercahaya. Lalu Lu Tian menghilang dan hanya tersisa cahaya keemasan yang terpencar menjadi ribuan pedang cahaya. Serangan cepat cahaya seribu pedang dari segala arah menuju Siluman singa.


Siluman singa kesulitan menghindari serangan yang datang dari berbagai arah dan dengan kecepatan cahaya. Siluman singa tiba-tiba tidak bisa bergerak lalu muntah darah. dia memandang setiap bagian tubuhnya terdapat lubang-lubang akibat serangan pedang cahaya yang menembus tubuhnya dari berbagai arah.


Siluman singa tergeletak mati, Lu Tian mengambil permata siluman yang sedikit berbeda dari milik siluman yang biasa dia lawan. Jika permata siluman yang umun berbentuk bulat lonjong tidak berwarna. Permata siluman milik Siluman singa ini berbentuk persegi delapan berwarna merah muda.


Lu Tian bergegas menuju tempat hewan suci bertarung. Lu Tian menyaksikan dari kejauhan, saat ini para hewan suci seperti memasuki mode kepompong. Lu Tian menuju jasad Jendral siluman untuk mengambil permata silumannya. Permata siluman milik Jendral siluman berbentuk persegi enam dengan warna sama dengan milik Siluman singa. Sedangkan permata siluman penjaga juga berwarna sama dan bentuknya persegi empat.


Lu Tian terbang menuju area yang cukup jauh dari kepompong hewan suci. Lu Tian kemudian menyerap energi permata energi permata siluman milik Siluman singa. Tidak lama setelah proses penyerapan cahaya keemasan mencul kemudian meredup. Lalu lingkaran segel di delapan gerbang muncul kemudian memperlihatkan delapan inti Qi di setiap gerbang.


Inti Qi seperti sebuah bola biru muda seukuran telur cicak, lalu dikelilingi ratusan ribu bola-bola kecil seukuran pasir mengitari inti Qi hingga menyerupai energi yang melindungi inti Qi. Setelah terlihat sesaat gerbang menutup dan muncul formasi segel bumi di tiap gerbang. 'Boomzzz' Ledakan energi tercipta pepohonan di sekitar Lu Tian sejauh satu kilometer rata dengan tanah. Siluman-siluman yang terlambat melarikan diri juga terlempar layaknya tersapu badai.


Lu Tian membuka mata, dia merasakan kemampuan semua indranya meningkat. Dia bisa melihat dengan jarak yang lebih jauh, jarak pendengarannya juga meningkat. Lalu dia merasakan sembilan kepompong hewan suci mulai bereaksi.

__ADS_1


Kepompong milik Raja naga bergetar hebat kemudian pecah berkeping-keping, seorang kakek tua botak, dengan janggut putih panjang sampai perut, mata berwaran biru, dengan jubah panjang berwarna merah.


Raja naga memperhatikan sekelilingnya dan melihat dirinya lalu tersenyum tersenyum. Karena bisa kembali menjadi dewa naga.


"Akhirnya aku bisa mencapai bentuk ini lagi" Dewa naga.


Yang kedua keluar dari kepompongnya adalah raja Phoenix, sosoknya menjadi seorang pemuda tampan dengan jubah putih dengan sedikit corak garis biru muda dengan rambut putih pendek.


Sosok ketiga adalah Kakek kura-kura yang berupa lelaki hitam besar dengan rambut dikuncir, panjang rambutnya sampai ke pinggang. Tidak mengenakan baju hanya banyak tato motif cangkang kura-kura di tubuhnya.


Sosok berikutnya yang keluar adalah anak kecil yang mengunakan kacamata hitam bulat. Dengan baju samfoo berwarna merah muda celana hitam. Namun dia memiliki kumis yang panjang sampai ke dada di masing sudut mulutnya. Dia adalah Berang-berang sakti.


Kemudian dua sosok keluar berbarengan. Seorang pemuda bermata sipit yang memakai topeng yang bagian mata sebelah kanannya pecah dengan jubah keemasan dan julukannya kera bisu, tapi sebenarnya dia bisa bicara hanya malas berbicara.


Satu lagi seorang wanita cantik dengan dada besar. memakai qipao kuning. Dia adalah nenek walet.


Selanjutnya ada seorang pemuda berambut biru, dengan pakaian abu-abu. Dia adalah Garo. Dan yang berikutnya wanita cantik dan sexy dengan riasan kemerahan di matanya, dia adalah Boya.


Lu Tian menunggu sambil terkagum-kagum karena mereka keluar kepompong dengan wujud manusia. Lalu satu persatu para hewan suci berdatangan. Tapi dia mengalihkan pandangannya pada anak kecil imut.


"Dia anak siapa?" Lu Tian


Semua hewan suci melirik Phoenix es. Phoenix es mengembungkan pipinya menatap Lu Tian tajam. Lalu dia melangkah ke arah Lu Tian melakukan tamparan ke pipi Lu Tian beberapa kali. Lu Tian KO...!


Semua hewan suci kembali ke pusaka. kecuali Nenek Walet dan Phoenix es. Tapi tiba-tiba Lu Tian menemukan sebuah energi yang besar berasal dari suatu tempat di gunung yang ada di tengah pulau.


"Nenek Walet kembalilah dahulu ke tempat Yinyin, aku ingin memeriksa sesuatu" Lu Tian.

__ADS_1


Lu Tian menemukan sebuah gua dengan energi alam yang sangat banyak. Lu Tian memasuki Gua dan menemukan kristal alam berwarna hitam.


"apa kamu menemukan sesuatu yang menarik?" Kin san.


"Kin san?" Lu Tian kaget kehadiran Kin san sama sekali tidak dirasakan.


"Kristal alam yang memiliki kekuatan yang besar. Dapat membuat alat berenergi kuat" Kin san.


"Dan di gua ini ada Giok semesta dan batu bintang" Lu Tian


"Sekarang kamu tahu yang harus kamu lakukan selanjutnya?" Kin san kemudian menghilang.


Lu Tian kembali ke gua tempat Yin Meiyin berlatih. Setibanya di sana Lu Tian melihat Lu Shi Lia sedang beradu mulut dengan Nenek Walet. Lu Shi Lia melihat kedatangan Lu Tian dan segera protes.


"Tian'er, kenapa kamu juga memberikan Pil itu untuk nenek peot ini?" Lu Shi Lia


"Heehh... siapa yang nenek peot? apa matamu buta dilihat dari sisi manapun tubuhku lebih cantik dan sexy darimu apa lagi ukuran ini" Nenek Walet memegang dua gunung agungnya.


"Huuhh.." Lu Shi Lia pergi karena merasa kalah dengan Nenek Walet.


Lu Shi Lia yang sedang kesal terbang untuk menyendiri. Lalu duduk di dahan pohon menatap langit.


"kenapa kamu kesal hanya karena masalah ukuran?" Kin san. Muncul tidak jauh dari Lu Shi Lia


"Huh...dia menyebalkan" Lu Shi Lia


"Apa aku pernah mempermasalahkan ukuran?" Kin san.

__ADS_1


"Jadi apa kamu menyukaiku?" Lu Shi Lia


"Ya..., Aku menyukaimu apa adanya. Aku berharap masalah ini bisa segera berakhir, agar aku bisa bersama denganmu" Kin san tersenyum lalu menghilang.


__ADS_2