
pendekar aliran hitam di area penonton yang sudah mendapatkan kembali kekuatannya, mengamuk dan menyerang pendekar aliran putih. banyak yang tidak siap sehingga terluka. para penjaga yang harusnya di atur untuk mengantisipasi kejadian ini justru membantu pendekar aliran hitam.
ketika sedang asik menyerang pendekar aliran putih, terdenngar suara teriakan. satu persatu pendekar aliran hitam tumbang. sebuah pedang dan 7 pisau yang mampu bergerak sendiri menyerang para pendekar aliran hitam dan para penjaga yang berkhianat. kecepatan serangan pedang dan pisau membuat penjahat-penjahat mulai cemas. karena senjata-senjata teraebut memiliki kecerdasan sendiri.
memanfaatkan kecemasan tersebut pendekar aliran putih yang terdesak akhirnya bisa melawan balik. apalagi ada 2 pendekar bertopeng yang menggunakan panah yang membantu pendekar yang terdesak.
disisi lain Tetua Chen sedang membawa para peserta turnamen ke area aman. namun Gao Nian dan Gu Niao merasakan keanehan.
"Senior, kita tidak salah arahkan?, seharusnya tempat pengungsian bukan kearah sini" Gao Nian
"Sial..., harusnya kubunuh kamu dari tadi" senior yang mengarahkan tersebut ternyata anggota penghianat. dia mencabut pedangnya dan menyerang Gao Nian.
Tetua Chen segera menahan serangan tersebut. "semua siapkan senjata kalian, kita sudah masuk perangkap musuh" Tetua Chen.
ratusan pendekar aliran hitam keluar dari tempat persembunyian.
"Meimei, ingat serangan kipas sebelumnya? kalian yang memiliki kipas bantu Meimei" Tetua Chen
Tiga gadis cantik bersiap mengunakan jurus kipas. 'Bhuuuass...' 'srettt..sreettt..srreett' hembusan angin kencang menghantam penjahat yang mengelilingi mereka, puluhan orang terkena pisau angin
"Hei.., yang memiliki jurus pertahanan bersiap pasang prisai" Wang Xuxing sudah berdiri di depan Liang Mei dan memasang prisai. Melihat Wang Xuxing, Thoilu juga memasang prisai di depan Zhu Xinxin dan Yin Meiyin memasang tameng es.
Penjahat yang tadi terkena pisau angin menggila dan menyerang ke arah peserta namun kesigapan Wang Xuxing dan lainnya lebih cepat. Serangan mereka berhasil tertahan.
Tetua Chen masih bertarung dengan salah satu penghianat. Tapi dengan mudah menangani hal tersebut. Hanya dalam beberapa jurus si penghianat berhasil dikalahkan. Melihat kelompok murid yang sedang menahan serangan musuh. Membuat dirinya sedikit lebih tenang, lalu melanjutkan menyerang mush
Beberapa menit kemudian semua puluhan penjahat yang terluka terkena pisau angin jatuh tidak bisa menggerakan tubuhnya. Liang Mei, Zhu Xinxin dan Fan Weili kembali menyerang musuh mengunakan kipas.
"Meimei, arahkan serangan kipasmu ke arahku" Wang Xuxing
Liang Mei ragu namun wajah Wang Xuxing memperlihatkan dia memiliki keyakinan. Liang Mei mengibaskan kipas ke arah Wang Xuxing, dengan sigap Wang Xuxing menahan dan menyerap jurus Liang Mei.
__ADS_1
wajah Thoilu kaget prisai itu seperti mangkuk huyan yang mampu menyerap serangan lawan. bukan hanya itu ternyata pedang yang di pegang Wang Xuxing mengeluarkan jurus pisau angin saat Wang Xuxing menebas. ini sangat mirip seperti pusaka yang dimilikinya.
"apa mereka tahu orang yang saya cari?" pikir Thoilu.
Yin Meiyin juga mengirimkan hawa dingin ke arah penjahat. lalu dengan cepat dia melepaskan serangan. Yin Chen juga tidak mau kalah. dia mencoba memakai Ryo walaupun belum terbiasa akhirnya dia bisa dan menebas beberapa musuh.
Mo Gu, Zheng Furu, Shi Qu, dan Feng Qixui juga tidak mau kalah. mereka juga ikut menyerang. Gao Nian melihat mereka ikut bertarung juga ikut menyerang. berbeda dengan Gu Niao yang ketakutan.
Gu Niao mengingat kejadian kemarin malam, saat Huang Gi bertemu dengan mata-mata aliansi hitam dan berencana berkhianat. seandainya dia berani memberi tahu Ketua sekte pasti hal ini bisa di cegah.
Gao Nian terdesak oleh serangan beberapa pendekar, dia sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi.
"Nona Gao, Mundur!. Srahkan padaku" Wang Xuxing
mendengar hal tersebut Gao Nian mundur. Wang Xuxing yang melayang di atas dengan tehnik Ryo melayangkan serangan tombak dan berhasil membuat musuh tak berdaya dan luka parah.
"Nona Gao, tunjukan arah ke tempat aman" Tetua Chen. Gao Nian segera menunjukan arah ke tempat aman.
Lu Tian di atas arena pertandingan, Bao Ziqi yang telah kehilang sebelah tangannya menyerang dengan jurus racun. Sedangkan Mo Zhixu juga tidak mau kalah bergerak dengan cepat sambil mengeluarkan jurus pedang taring serigala.
Dengan memakai tehnik Ryo, Lu Tian melangkah ke udara. Dan melayangkan beberapa tebasan angin yang di lapisi Ryo. Seketika di arena dipenuhi hujan rebasan angin.
Mo Zhixu dan Bao Ziqi terluka parah dan memuntahkan banyak darah. Lu Tian turun dari langit dan mendarat di samping Bao Ziqi.
"tuan pendekar, mohon ampun. kami tidak akan mengulangi perbuatan kami lagi. kami benar-benar akan pensiun dari dunia persilatan" Bao Ziqi
"apa kamu tahu hal apa yang kamu lakukan hingga aku tidak bisa mengampuni kamu?" Lu Tian
"ampun tuan...! aku tidak akan melakukannya lagi" Bao Ziqi
"mengunakan racun untuk merusak masa depan pendekar muda. tidak ada alasan untuk bisa hidup" Lu Tian berbalik lalu melangkah menjauh, namun pedangnya diarahkan ke arah jantung Bao Ziqi.
__ADS_1
tanpa melihat Bao Ziqi udara dari ujung pedang melesat cepat seperti panah dan menembus jantung Bao Ziqi. Bao Ziqi memuntahkan darah dan tergeletak tak bernyawa.
Lu Tian telah sampai di samping Mo Zhixu yang sudah tidak berdaya.
"tidak usah banyak bicara, cepat bunuh aku. suatu kebanggaan pernah bertempur dan mati di tangan pendekar misterius" Mo Zhixu tersenyum
Lu Tian menebas kepala Mo Zhixu. "aku juga tidak ingin basa-basi denganmu" Lu Tian lalu melangkah ke udara mengaktifkan panah dan menembakan anak panah ke arah pendekar aliran hitam di sekitar arena.
Di Luar arena Kangjian tengah menikmati menghabisi para murid sekte pedang tunggal. Saat akan membunuh, jurusnya tiba-tiba di tahan seseorang. Kangjian kaget melihat orang yang menahan serangannya.
"Akhirnya kita bertemu lagi, apa kamu sudah memutuskan bertobat" biksu Wu Ho.
"Bagai mana mungkin??, bukannya saat itu...." Kangjian gugup
"Apa kamu pikir racun itu sempurna?" Biksu Wu Ho
"Huh..., kalau memang begitu, aku akan membunuhmu kali ini" Kangjian.
Di sisi lain seorang wanita dengan 1 lengan bersembunyi sambil menembakan jarum racun. Tidak berapa lama orang-orang yang terkena jarum racun berteriak kesakitan, namun tidak berapa lama kemudian tiba-tiba kembali tenang dan tertidur.
"Sial..., kenapa tiba-tiba mereka tertidur?" Shuwan
"Apa harus kehilangan nyawa baru dirimu bisa berhenti?" Lao Lee.
"Cih..., orang tua yang sebentar lagi mati. Masih berani muncul di hadapanku" Shuwan
"Apa wajahmu itu membuatmu lupa umurmu yang sebenarnya?" Lao Lee
"Keluar, kita selesaikan masalah kita hari ini" Shuwan.
Tiba-tiba jarum terbang kearah Shuwan, namun masih bisa di hindari. Shuwan menoleh ke atas dan mendapati Lao Lee sedang berjalan di udara.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa??" Shuwan terkejut bukan hanya dia merasa Lao Lee sudah sampai tahap pendekar suci. Namun dia bisa melayang di udara.
Sebenarnya Lao Lee hanya memakai tehnik Ryo. dia sengaja menunjukannya untuk menakut-nakuti saja. Dan hasilnya berhasil mengejutkan semua musuh.