Master Key

Master Key
Pendekar Kembar


__ADS_3

Beberapa saat lalu di dimensi giok


"Tian'er aku sudah tidak bisa menahan dia lagi, tetua Fu Juga sudah terluka parah"


Lu Tian memeluk Yin Meiyin. "Yinyin jangan panik. jika sampai tertangkap olehnya segera masuk ke dimensi giok. bertahanlah disini sampai aku menyuruhmu keluar. pendekar itu akan mengira kamu pingsan" Lu Tian


Beberapa saat setelah ditangkap Lu Tian kembali berkomunikasi dengan Yin Meiyin.


"Yinyin tunggulah sebentar lagi aku sedang mengejarnya" Lu Tian


"Em.., Berhati-hatilah, aku tidak ingin kamu terluka"


"Aku akan baik-baik saja" Lu Tian memeluk Yin Meiyin untuk menenangkannya.


Setelah berhasil mengejar Shi Guan Lu Tian segera memerintahkan Yin Meiyin untuk keluar dari dimensi giok. Yin Meiyin berontak dan membekukan tangan Shi Guan.


"Sialan aku akan membunuhmu dasar jallaang!" Shi Guan marah. dan ingin memukul Yin Meiyin namun dengan cepat Lu Tian menyerang Shi Guan.


Yin Meiyin juga tidak hilang akal, dengan tehnik Ryo dia menendang udara mencoba lepas dari genggaman Shi Guan. Tangan Shi Guan sudah hampir membeku dan terpakasa dia melepaskan Yin Meiyin.


Lu Tian bergegas menangkap Yin Meiyin yang terjatuh dan berhasil.


"Yinyin bisakah kamu turun mengunakan Ryo?" Lu Tian. Yin Meiyin mengguk dan mencoba berdiri dengan seimbang di udara.


"aku tidak menyangka ada jurus menarik di kekaisaran han, bahkan pendekar raja dan pendekar bergelar juga bisa berlari di udara" Shi Guan sambil memandang Yin Meyin yang berlari turun seperti menuruni anak tangga.


"itu karena kalian hanya ingin menembus tingkatan pendekar tanpa mencari ada kekuatan lain yang bisa digunakan untuk bertarung" Lu Tian


"huh..., bocah yang baru beberapa hari bisa terbang saja sudah sok seperti guru besar" Shi Guan


"setidaknya pengetahuanku lebih baik dari kalian yang hanya bisa mendengar ocehan orang lain tanpa tahu tahapan yang benar" Lu Tian


"tahu apa kamu Bocah. apa kamu pikir aku akan kagum dengan ocehanmu?" Shi Guan


"bila ku tebak, kamu mencari tubuh Yin untuk menerobos menjadi pendekar bumi? apa kalian pikir tidak ada jurus yang harus kalian pelajari? atau kalian hanya mendengarkan cerita orang?" Lu Tian sambil melontarkan anak panah yang terbuat dari batu giok ke 8 titik.

__ADS_1


"Formasi pelindung aktif" delapan lingkaran sihir dari batu giok muncul. delapan titik terhubung dan formasi pelindung terbentuk.


Shi Guan mencoba menebas formasi pelindung namun tidak bergeming sedikitpun bahkan menyerang balik dirinya sendiri. Shi Guan mengerutkan kening.


"ternyata kamu memang orang yang berfikir tanpa mencari informasi lebih dulu. sama seperti kalian mencari tubuh Yin dan mutiara pohon suci? apa kalian tau cara menggunakannya? apa kalian tau cara mendapatkan mutiara pohon suci? aku rasa kalian hanya mendengar cerita bodoh dari orang yang tidak pernah menggunakannya" Lu Tian.


"kamu..." Shi Guan tidak bisa berkata-kata


"ohh... jadi kamu mengetahui caranya? kalau begitu beritahu pada kami dan serahkan wanita es itu" Shi Quan


"hahahha..., akhirnya satu kembaran bodoh keluar juga aku pikir kamu akan terus bersembunyi di balik awan. dan mengorbankan saudaramu lalu melarikan diri" Lu Tian


"dasar, bocah bodoh....! sudah baik kami memberi pilihan tapi kamu malah memilih mati" Shi Quan


"apa kalian pikir hanya saya saja pendekar yang bisa terbang disini? ahh tidak...., kurasa aku saja cukup menghadapi kalian berdua" Lu Tian.


"kalau begitu akan kami ajarkan bagaimana rasanya mati" Shi Guan mengamuk dan menyerang Lu Tian.


Lu Tian mengeluarkan pedang dewa roh dan menahan serangan Shi Guan. 'tring...' 'tring...' 'tring...' benturan demi benturan pedang terjadi. bukan hanya sampai di situ Shi Quan juga menyerang. bisa Lu Tian rasakan kekuatan Shi Quan lebih kuat, namun Lu Tian masih tenang.


'Booom....' Shi Guan jatuh sampai terbentur tanah akibat menahan serangan Lu Tian.


*


Di arena pertandingan Bing Kun dan Hong Touli masib bertarung dengan Lin Fan Gui dan Hang Jun yang masih belum mau menyerah, meski sudah terluka parah akibat bertarung dengan Lu Tian.


di gerbang utama sekte pedang tunggal Kangjian terluka parah dan sudah tidak mampu melawan lagi. sebelah lengannya hancur akibat beradu serangan dengan Biksu Wu Ho.


"Biksu tua, cepat selesaikan. Biarkan aku mati dengan cepat"


"Hufftt..." Biksu Wu Ho menghela napas "semoga dikehidupan berikutnya engkau bisa menjadi manusia yang baik" Biksu Wu Ho melesatkan Tapak Budha tepat ke dada Kangjian. Kangjian menghembukan napas terakhirnya.


Wu Xiem melarikan diri setelah pendekar dari kelompok pengemis emas membantu menekan pendekar aliran hitam. Biksu Wu Hixi mencoba mengejarnya.


dan saat ini suara pertempuran di udara mengalihkan pandangan mata mereka, tiga orang pendekar yang bisa terbang masih bertarung di udara, mereka menyaksikan salah satu pendekar terlempar jatuh dan menimbulkan suara benturan keras. getaran akibat pertempuran juga dapat mereka rasakan dari tempat mereka berada.

__ADS_1


pedang terbang dan 7 pisau ilusi merasakan tuannya sedang butuh bantuan. mereka melesat cepat menuju ke arah Lu Tian.


Lao Lee dan beberapa pendekar dari paviliun teratai sekte pedang bayangan datang dan membantu korban yang sedang terluka.


Huwang Gi sekarat setelah bertarung dengan Sima Quon beruntung saat akan dihabisi nyawanya. Huwang Lee dari sekte pedang kembar menyelamatkannya dan berhasil membawanya pergi. Sima Quon mengejarnya karena baginya hari ini Huwang Gi harus didapatkan baik hidup atau mati kalau tidak harga diri Sima Quon sebagai ketua sekte benar-benar dipertaruhkan.


Huwang Lee pikir mereka sudah selamat siapa sangka mereka bertemu Biksu Wu Hixi dan Biksu Wu Ho.


"Sepertinya kita akan mengalami kesulitan" Huwang Lee.


"pergilah, tinggalkan aku lagi pula lukaku sangat parah hanya akan menjadi beban untukmu" Huwang Gi.


"kalau begitu maaf kawan, aku hanya bisa membawamu sampai di sini" Huwang Lee melepaskan Huwang Gi dan pergi.


*


Lu Tian masih bertarung sengit dengan kedua pendekar kembar tersebut. meskipun mengalami sedikit kesulitan karena formasi serangan yang mereka lakukan. Lu Tian menahan serangan Shi Quan tapi serangan cepat dari Shi Guan hampir mengenai Lu Tian untung saja saat itu Lu Tian bisa menghindar tepat waktu.


benturan demi benturan masih berlanjut, tenaga Lu Tian juga sudah mulai berkurang. senyum merekah keluar dari bibir lutian namun senyum ini tidak dapat di lihat kedua pendekar kembar tersebut karena Lu Tian memakasi topeng.


"sepertinya kalian akan mulai kesulitan, karena bantuanku sudah datang" Lu Tian.


"Huuh..., apa kami takut bila bantuanmu datang?" Shi Guan


"Ohh.. Ya?? kalau begitu silahakan kalian rasakan sendiri" Lu Tian. takberapa lama sebuah pedang meluncur menuju Shi Guan.


Shi Guan menghindar karena merasakan ancaman dari belakangnya. sebuah pedang yang terbang dengan sendirinya melintas di depan wajah Shi Guan. Shi Guan berpikir ancamannya sudah berakhir siapa sangka 7 pisau menyerang dirinya. bahkan lengannya berhasil tertusuk pisau.


"apaa...?? dia masih memiliki pusaka yang mengerikan begitu" Shi Guan kaget


"tentu saja, apa kamu pikir aku hanya pendekar bisa?" Lu Tian Bangga.


"kamu pikir dengan senjata mainanmu itu kami akan takut?" Shi Quan


"tentu kamu harus takut, karena saat ini adalah waktu kematian kalian berdua" Lu Tian.

__ADS_1


__ADS_2