
Bai Luo berdiri di depan 100 orang anggota sekte pedang bayangan, 3 orang pasukan khusus bertopeng datang memberi laporan. sedangkan Lu Tian mendatangi kediaman pangeran Yin Jun meminta bantuan. di dalam desa 3 orang anggota kesehatan yang dipimpin Xiao Shu mempersiapkan tempat pengobatan. pertempuran kali ini memang hanya sedikit orang di pihak musuh. tetapi pasukan siluman yang mereka bawa berjumlah ribuan.
akan sulit untuk menghadapi musuh seperti ini, sehingga Bai Luo meminta Lu Tian mencari bantuan lagi sementara mereka menahan untuk sementara waktu.
di tempat lain seorang Biksu di kelilingi 7 orang pendekar, namun ketangguhan Biksu tersebut tidak bisa di anggap enteng. 7 orang yang terdiri dari 2 orang pendekar suci 4 gerbang dan 5 orang pendekar raja harus mengakui hal tersebut karena mereka juga kuwalahan menghadapi pendekar suci 8 gerbang, meskipun pondasi dasarnya belum sepenuhnya sempurnya sehingga belum bisa terbang. tetap saja membuat kerepotan 7 orang.
"Cih..., mau sampai kapan kamu bisa bertahan tua bangka?" Kangjian
"sampai kalian menyerah dan bertobat" Biksu Wu Ho
"Tapak neraka 1000 lantai: tapak pelahap surga" Kangjian
"Tapak Budha pengasih alam" Wu Ho
'duar..., Duar...' ledakan tercipta, dan asap dari ledakan menyelimuti tempat bentrokan. Kangjian mundur 5 langakah sedangkan Biksu Wu Ho masih tetap di tempat, namun beberapa menit kemudian Biksu Wu Ho mundur dan melompat keluar dari asap pekat hasil bentrokan jurus.
"Dasar licik, kalian mengunakan racun" Wu Ho merasakan nyeri di dadanya dan panas serta perih di tempat yang terdapat luka gores.
"hahaha..., apa melawan pendekar nomor 1 kekaisaran Han harus beraikap lembut? jangan mimpi Biksu tua" Kangjian tertawa karena berhasil menipu Biksu Wu Ho
Biksu Wu Ho yang terkena efek racun perlahan melemah, meski mencoba bertahan sekuat tenaga tetapi tetap terdesak melawan 4 orang yang tersisa. luka yang di derita semakin parah, penglihatanya juga semakin menghilang. dengan sisa- sisa kekuatan yang ada Biksu Wu Ho berlari namun kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan. Biksu Wu Ho masuk ke sungai dan hanyut mengikuti arus sungai.
Bai Luo bertarung dengan sengit melawan Bouji salah satu pemimpin suku Xuja. Bouji yang terluka karena ulah Lu Tian terdesak, diapun bersiul memanggil bantuan. Bouji menaiki siluman Elang. dan terus menyerang Bai Luo dengan sambaran elangnya, dia pikir dengan pertarungan udara dia bisa menghindari serangan Bai Luo,
Bai Luo yang kesal akhirnya tidak perduli pendapat orang dan langsung terbang kemudian menyerang siluman yang dikendarai Bouji. sedangkan Bouji kaget ternyata Bai Luo bisa terbang.
"Jurus pedang petir: 1000 petir penghancur" serangan sambaran 1000 petir menghantam Bauji dan tunggangannya.
di bawah 3 pasukan khusus mengincar siluman-siluman yang bisa terbang. tapi salah satu penunggang siluman bangau menyambarnya. kemampuan pasukan khusus berbeda dengan pendekar biasa. walaupun sama-sama berada ditingkat pendekar raja tapi kualitas otot dan tulang mereka sudah ada di tingkat yang tinggi. gerakan dan reflek yang dimilikinya juga lebih baik. sambaran siluman seperti itu bukan masalah berarti dan dengan mudah dia mampu menghindar dan berbalik menyerang.
kalian lanjutkan tugas, biar saya yang mengatasi disini. pasukan khusus menyebar dan sedangkan yang tersisa segera mengincar siluman bangau. sambil terus menerus menghindar dari terkaman bangau, dia menunggu saat yang tepat. Dia melompat dan melancarkan 3 panah energi yang langsung menusuk jantung siluman bangau.
__ADS_1
siluman bangau oleng dan jatuh menghantam tanah, sedangkang si penunggang kesal siluman kesayangannya mati, segera dia mengeluarkan pedang.
pasukan khusus memanah si penunggang bangau, tapi si penunggang bangau mampu menepis anak panah. si penunggang bangau berlari menuju pasukan khusus dan menyabetkan pedang. 'Duar....' sabetan pedang tertahan. pasukan khusus sudah mengubah busur menjadi mode pedang.
di sisi Xiao Shu bersama 3 anggotanya. mengincar siluman yang menyerang orang yang sudah terluka. bawa dia dan beri dia obat pemulih stamina. Xiao Shu memperhatikan sekitarnya sepertinya banyak yang sudah mencapai batasnya. jika Lu Tian tidak segera datang. akan banyak korban bertambah, tapi wajah cemas tersebut berubah. seiring panah energi yang beterbangan menembaki siluman burung.
"Bibi Guru, bagaimana keadaannya?" Lu Tian
"untung kamu cepat datang. sekarang tetua Bai masih bertarung di udara dan yang lainnya juga masih bisa bertahan, para siluman ini tidak bisa berhenti." Xiao Shu
"siluman tidak bisa berhenti, kecuali kita mencari pengendalinya, saya akan mencari orang yang mengendalikan" Lu Tian
di wilayah yang cukup jauh dari peperangan 3 orang duduk berkonsentrasi agar dapat mengarahkan banyak siluman menyerang. di tengah fokus mereka, tidak ada satupun yang menyadari seorang pendekar sudah masuk ke dalam markas mereka. saat mereka sadar sebuah pedang sudah menancap ke salah satu dari mereka.
dua orang tersisa kaget karena selihat saudara mereka meregang nyawa.
"Siapa kamu, bagaimana bisa tau tempat ini?" salah satu penjahat bertanya
"kamu bisa bahasa kami, benar-benar menarik. tapi sayang kamu harus mati" dari belakang muncul 3 siluman kucing, "serang dia" seekor kucing menerjang berusaha mencakar Lu Tian.
Lu Tian tersenyum melepaskan aura dewa, kedua penjahat berlutut menahan tekanan kuat, sementara siluman ketakutan.
di medan perang Bai Luo masih bertukar jurus dengan Bauji. bedanya kali ini mereka bertarung di darat karena beberapa menit yang lalu tebasan kilat petir berhasil memenggal kepala siluman elang.
Bauji juga terdesak dan menyadari siluman yang tadinya dalam kontrol mereka sudah melarikan diri ke berbagai arah artinya 3 orang pengendali sudah melepas ritualnya. tanpa bantua pasukan siluman mereka hanya menunggu kematian. pasukan kecil yang dibawa juga sudah kesulitan. karena bantuan pasukan kekaisaran yang menembakan panah energi ke arah pasukan pengendali siluman burung.
"apa yang sedang kamu pikirkan" Bai Luo melancarkan tebasan kilat petir.
"ahhakk...," sebelah tangannya putus. Bauji segera menjaga jarak tapi Bai Luo tidak membiarkannya melarikan diri begitu saja.
di sisi lain pasukan khusus yang bertarung melawan pengendali bangau. masih melancarkan serangan demi serangan. keduanya belum ada tanda akan menyerah. namun konsentrasi pengendali bangau pecah saat mendengar jeritan Bauji. memanfaatkan kondisi tersebut pasukan khusus mengeluarkan langkah kilat dan menebas kepala penunggang bangau, namun berhasil di hindari.
__ADS_1
pasukan khusus ingin menyerang namun terhenti karena ketika hiasan kepal bangau yang di kenakan terlepas. ternyata sipenunggang bangau adalah seorang wanita cantik.
penunggang bangau segera menuju Bauji yang sudah tergeletak di tanah. dia bersiul lalu turun siluman bagau perak, penunggang bangau segera naik dan terbang menuju Bauji.
"sepertinya saat ini adalah saat kematianmu" Bai Luo baru mengangkat pedangnya namun di serang siluman bangau. segera Bai Luo menghindar dan menjaga jarak.
siluman bangau tidak kembali menyerang Bai Luo melainkan membawa Bauji yang sekarat terbang. semua pasukan siluman burung melarikan diri.
di sisi Lu Tian sudah membersihkan 2 orang pengendali yang tersisa. namun perhatiannya teralihkan pada gua yang menjadi markas suku Xuja. Lu Tian penasaran berapa lama mereka menggali terowongan ini. mereka membuat terowongan menembus gunung bulan sabit, orang normal mungkin tidak memikirka cara ini. tapi mereka berhasil dan Lu Tian yakin pasukan yang menyerang mereka pasti bukan pasukan terkuat.
bila di antara mereka bisa mengendalikan siluman di atas seribu tahun ini akan mengancam kekaisaran Han. Lu Tian segera memasang formasi peledakan sampai sedauh 5 kilometer dan meledakannya seketika bebatuan jatuh menutupi terowongan. setelah selesai Lu Tian segera kembali ke desa Guixa
di desa Guixa semua pendekar yang berperang sedang memulihkan tenaga. untuk saat ini suku Xuja mungkin tidak akan menyerang. namun tidak tahu berapa lama suku Xuja melakukan pemulihan.
"Jendral Wu, terimakasih atas bantuan yang di berikan. saya akan menuliskan laporan kejadian ini. saya harap ini bisa menjadi salah satu fokus kekaisaran. suku Xuja bisa menggali hingga menembus gunung bulan sabit, meski terowongan sudah saya tutup, kita masih belum tahu apakah masih ada terowongan yang lain" Lu Tian
"Ya, Tian'er, saya juga merasa penyerangan kali ini hanya di lakukan oleh pasukan kecil. siluman yang mereka kendalikan hanya siluman ribuan tahun, bila mereka bisa mengendalikan siluman puluhan ribu tahun, skala peperangan kemungkinan lebih besar dari saat ini" Tetua Bai
"Tian'er, saya juga sudah melihat, Suku Xuja ini bisa jadi merepotkan bila dibiarkan. saya akan berusaha membujuk kaisar agar melakukan penyelidikan" Jendral Wu
sedangkan di suatu tempat, seorang pria sepuh mendengar laporan penyerangan suku Xuja.
"untuk sementara kita amati saja dulu, bila salah langkah bukan saja rencana kita gagal tapi organisasi rahasia kita juga akan diburu pendekar 3 kekaisaran, sekte pedang bayangan ini banyak menyimpan rahasia. bahkan memiliki 2 pendekar suci tingkat akhir dengan pondasi maksimal"
*
*
*
Mohon maaf karena akhir bulan banyak kerjaan mungkin akan libur dulu 2 harian, doakan kerjaan lancar dan cepat selesai, Biar bisa up teratur lagi
__ADS_1
terimakasih