
Lu Tian dan Yin Meiyin sedang duduk di dahan pohon, di sekelilingnya banyak monyet bermata biru menyala sedang mengawasi mereka. Dinamakan hutan monyet karena hutan ini dihuni oleh monyet bermata biru yang bersinar saat gelap.
Sebenarnya area ini merupakan area terlarang dimasuki wanita. Karena aroma wanita akan membuat birahi para monyet ini. Bila para monyet birahi maka mereka akan memburu wanita tersebut, proses perburuan sangat ribut karena terjadi perkelahian sesama pejantan.
Untungnya Lu Tian mempunyai tanaman yang mampu menyamarkan aroma wanita. Sebenarnya Yin Meiyin tidak mau menggantungkan tanaman itu di pinggangnya. Karena aromannya tidak enak.
"Apa kamu tidak terganggu dengan aroma ini?" Yin Meiyin ragu.
"Itukan hanya untuk menyamarkan saja. itu tidak akan mempengaruhi aroma asli dirimu, lagi pula aku tidak mau terjadi keributan karena memperebutkan istriku" Lu Tian tersenyum kepada Yin Meiyin.
Tidak lama kemudian seekor merpati hinggap, dan melaporkan posisi Sekte teratai racun. Lu Tian dan Yin Meiyin terbang menuju lokasi sekte tersebut. Di lokasi tersebut tidak ada satupun monyet mata biru yang mendekat. Munkin karena sebuah tanaman yang ada di sekelilingnya.
Nama pohon itu adalah pohon Ruwo, dari pohon tersebut keluar aura kematian yang pekat. Sehingga hewan maupun siluman tidak berani mendekatinya.
"Sayang, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Yin Meiyin.
"Aku mempunyai ide bagus" Lu Tian tersenyum licik.
Di dalam Sekte Teratai Racun Lee Houxi dan Lee So sedang membicarakan masalah kelompok yang di tugaskan mengumpulkan laki-laki untuk di jadikan pasukan siluman, di kacaukan oleh pendekar bertopeng yang bisa terbang.
Namun pembicaraan mereka harus terhenti karena seorang anggota Sekte Teratai Racun tiba-tiba masuk.
"Ketua, kita mendapat masalah. Ribuan siluman dan monyet bermata biru berhasil masuk ke wilayah kita" Anggota sekte
"Bagaimana mungkin, mereka harusnya tidak berani mendekati pohon Ruwo" Lee Houxi.
Lee Houxi marah dan bergegas keluar. Di Luar murid sekte teratai Racun sedang berusaha mengusir siluman dan hewan-hewan yang menerobos. "Sial ada yang membuat mereka agresif" Lee Houxi.
Lu Tian dan Yin Meiyin melihat dari ketinggian, Lu Tian kembali mendapatkan ide, Dia melemparkan Bola berwarna hijau ke murid-murid sekte teratai racun. Dari dalam bola keluar kabut putih.
Lee Houxi melihat kabut tersebut tau kalau itu adalah kabut racun. Lee Houxi segera menyuruh dua orang tetua untuk menangani kabut racun tersebut. Belum selesai kepanikan akibat serangan siluman dan hewan penghuni hutan, Lee Houxi dan beberapa tetua tiba-tiba merasakan tekanan yang dasyat.
Bangunan utama sekte bergetar 'kreekkk....' 'kreeekkk' 'kreeekkk...'. Tidak lama kemudian 'Booom...' 'Wussszzzz....'. Bangunan utama Sekte Teratai Racun hancur rata dengan tanah. Perhatian para murid sekte Teratai Racun teralihkan pada bangunan besar yang saat ini rata dengan tanah. Mereka kaget sehingga tidak fokus mengakibatkan mereka terkena amukan serangan hewan dan siluman penghuni hutan.
Belum lagi sebagian murid yang menghadang siluman terkena kabut racun pelemas otot banyak dari mereka yang tiba-tiba lemas tak berdaya. Untung dua tetua yang diperintahkan cepat membantu menghilangkan kabut beracun.
"Kurang ajar, siapa yang berani merusak sek..." Lee Houxi belum sempat menyelesaikan ucapannya namun sudah melihat pendekar bertopeng sedang melayang di atas bangunan yang hancur.
"Sederhana saja, bila kalian jujur menjawab pertanyaanku. aku akan melepaskan kalian semua" Lu Tian
"Apa kamu pikir kami takut. Kami disini ada banyak orang" Lee Houxi
"Ohh... jadi kamu pikir aku sendirian?" Lu Tian.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba muncul dinding es pemisah di hadapan Lu Tian hanya ada 5 orang, sisanya bereada di sisi lain dindin pemisah.
"Kami masih lebih banyak darimu" Lee Houxi
"Ya..., itu tadi" Lu Tian menghilang lalu muncul kembali hanya dalam satu tarikan napas.
Lee Houxi memandang sekeliling dan melihat dua tetua sekte Teratai Racun yang berada ditingkat pendekar suci gerbang empat berdiri dengan kepala yang menggelinding. Sekarang mereka hanya sisa tiga orang. Ketua Sekte Naga Hitam, Lee Houxi dan satu lagi seperti seorang bangsawan.
Lu Tian menghilang dan menculik bangsawan.
"Kamu tinggalah disini" Perintah Lu Tian. Lalu memasang formasi penjara kemudian kembali.
Lee Houxi dan Ketua Sekte Naga Hitam yang melihat Lu Tian menghilang ingin melarikan diri. Siapa sangka sebuah benda membuatnya berat. Grafitasi di tempat yang dia pijak meningkat.
"Kalian ingin melarikan diri?" Lu Tian muncul kembali.
"Apa yang kamu inginkan?" Lee Houxi
"Apa lagi?. Pasti kamu sudah tau apa yang ingin kami ambil" Lu Tian
"Barang itu tidak ada pada kami" Lee Houxi
"Kalau begitu beritahu, dimana letak Longtou?" Lu Tian.
"Kalian pikir dengan tambahan kekuatan dari kristal siluman bisa mengalahkanku? Dasar bodoh..." Lu Tian. Mengeluarkan pedang dewa roh dan melesatkan serangan. Tapi Lee Houxi bisa menghindarinya dengan melangkah di udara.
Lu Tian tersenyum ternyata mereka bisa memakai ryo. Lu Tian menghilang lalu muncul di belakang Lee Houxi menebasnya. Namun Lee So menahan serangan Lu Tian sampai terjatuh dari udara. Lu Tian kembali menebas Lee Houxi, Lee Houxi juga terlempar dan terjatuh membentur tanah.
Lee Houxi dan Lee So berdiri namun dia mencari keberadaan Lu Tian tapi tidak menemukannya.
"Kalian mencariku?" Lu Tian menebas Lee So.
Lee So mampu menghindar tapi tebasan Lu Tian mengenai tangannya dan tangan kirinya putus. Darah mengalir deras tapi Lee So tidak merasakan sakit. Dia justru tersenyum setelah luka di tangannya menutup.
Lee Houxi bergerak menuju Lu Tian dan menebaskan pedangnya. Lu Tian bergerak sedikit untuk menghindarinya. Lu Tian menusukan pedangnya ke perut Lee Houxi. Lee Houxi muntah darah dia menahan tangan Lu Tian agar tidak bisa mencabut pedangnya.
Lee So bergerak menyerang Lu Tian, tapi Lu Tian memutar tubuh Lee Houxi menjadikannya tameng. Pedang Lee So menancap dari punggung menembus dada Lee Houxi. Mata Lee Houxi melotot, Lu Tian bergegas mencabut pedang dan berteleportasi ke belakang Lee So. 'Zreettss...' satu ayunan pedang Lu Tian memutus dua kepala sekaligus.
Lu Tian memerikasa mayat dua Ketua sekte tersebut. Untuk mendapatkan sedikit petunjuk letak Longtou. Namun tidak menemukan petunjuk apapun. Lu Tian kemudian membakar kedua mayat tersebut. Lu Tian sebelumnya sudah menyelinap masuk ke ruang penyimpanan harta untuk mengambil pusaka, bahan-bahan pembuat racun, dan uang yang mereka miliki sebelum menghancurkan bangunan tersebut
"Sayang ayo kita kembali" Lu Tian. Yin Meiyin yang sedang melawan empat orang tetua segera menggunakan tarian salju pembeku.
Yin Meiyin berputar menari-nari. Ketika tarian berhenti empat orang tetua sudah berhenti bergerak karena menjadi patung es. Lalu segera teleport ke lokasi Lu Tian berada.
__ADS_1
Lu Tian memandang seorang yang ketakutan dalam kondisi terikat.
"Apa yang kamu berikan padaku?" Shi Binchang, namun Lu Tian tidak menjawab
"Siapa namamu, dari mana kamu berasal?" Lu Tian
"Nama saya Shi Binchang, saya tuan muda keluarga Shi" Shi Binchang bingung kenapa bisa berkata jujur.
"Kerja sama apa yang kamu lakukan dengan mereka?" Lu Tian.
"Saya menjual budak kepada mereka?" Shi Binchang
"Sayang, siapa dia?" Yin Meiyin
"Tuan muda keluarga Shi" Lu Tian
"Keluarga Shi?. Kenapa keluarga Shi bisa berurusan dengan sekte aliran hitam" Yin Meiyin
"Berapa banyak budak yang kamu jual pada mereka?. Dimana budak-budak itu?" Lu Tian.
"Seribu orang, tapi yang baru kami berikan baru lima ratus orang" Shi Binchang.
"Dimana lima ratus orang yang kamu berikan kepada mereka?. Dimana sisanya?" Lu Tian
"Tidak tahu, saya sudah mengantarkannya kemari sebulan lalu. Sedangkan lima ratusnya lagi ada di kediamanku di desa Xianan" Shi Binchang.
"Apa yang yang mereka janjikan untukmu?" Lu Tian.
"Mereka menjanjikan akan membantuku menjadi kepala keluarga Shi" Shi Binchang.
"Apa kamu mengetahui dimana Longtou?" Lu Tian
"Saya hanya mendengar nama itu, tapi tidak tahu lokasinya dimana" Shi Binchang.
"Sayang serahkan saja dia pada Ayah" Yin Meiyin
Lu Tian membawa Shi Bincheng ke kaisar dengan tuduhan membantu sekte aliran hitam dan perdagangan manusia. Kaisar meminta Lu Tian menginap dulu semalam di istana. Sambil menunggu informasi petunjuk lain.
**
Maaf untuk beberapa minggu kedepan. Saya tidak bisa up 2 Bab. Karena ada teman kantor ya terpapar covid 19. Jadi saya harus membackup tugasnya. Saya akan up setiap hari minimal 1 Bab.
Mohon doanya agar diberi kelancaran dalam pekerjaan saya. Jangan lupa tetap dukung saya dengan Like, Komen, Vote
__ADS_1
Terimakasih