Master Key

Master Key
Ketahuan


__ADS_3

setelah tenaga Lin Yihua pulih, mereka makan lalu kembali ke sekte gunung bunga persik. Lin Yihua melaporkan situasi yang mereka hadapi. keesoka harinya Lu Tian dan Luo Xin bersiap- siap kembali ke sekte pedang bayangan


"tetua Lin. ini untuk anda saja" Luo Xin menyerahkan permata siluman.


"tetua Luo yang mengalahkannya ini menjadi hak tetua Luo" Lin Yihua


"nenek Lin, tidak apa, lagi pula permata siluman 10 ribu tahun tidak memberikan efek apapun untuk kami" Lu Tian tersenyum.


"tapi..." Lin Yihua


"Nenek Lin, apa nenek tau selain menambah tenaga dalam, permata siluman kupu- kupu bisa menambah kecantikan dan kebal terhadap racun darah" Lu Tian berbisik


"apa benar seperti itu" Lin Yihua ragu


"benar, dulu guru selalu memberikan Bibi Guru pemata siluman kupu- kupu, tapi semenjak Bibi Guru bertambah cantik dan banyak penggemar. guru tidak mau lagi menyimpan permata siluman kupu- kupu" Lu Tian berbisik


"Ooo..., mengerti... mengerti. kalau begitu aku tidak segan lagi menerimanya" Lin Yihua mengaguk- angguk.


"Nenek Lin, Lili biasanya mengunakan senjata apa?" tanya Lu Tian


"dia biasanya memakai pedang. apa ada sesuatu?" Lin Yihua


"ahh..., ini saya membuat sebuah kipas pusaka. mungkin cocok di pakai Lili" Lu Tian mengeluarkan kipas yang barus selesai di buat


"ini kan sayap siluman kupu- kupu" Lin Yihua kaget


"benar, bila dalam keadaan terdesak bisa mengunakan kipas ini dan melepaskan racun darah. ini bisa membuat musuh lemas. dan ini panduan penggunaannya. kemudian serap permata siluman ini agar dia kebal racun darah" Lu Tian menjelaskan


"wahh..., Lili pasti sangat suka. kamu begitu perhatian dengan Lili. apa benar kamu tidak mau jadi suaminya?" Lin Yihua masih belum menyerah


"nenek Lin, tidak bisakah membahas yang lain saja" Lu Tian


"hahah..., siapa tau kamu berubah pikiran" Lin Yihua


"kalau begitu kami pergi dulu, terimakasih tetua sekalian"

__ADS_1


"kami yang harus banyak terimakasih karena sudah banyak membantu kami" Zhao Yelu


Lu Tian dan Luo Xin kembali melanjutkan perjalanan sampai gerbang sekte audah tidak terlihat lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan terbang.


di kediaman Zhu Zhishu setelah kembali dari mengantar Lu Tian pergi. " Kakek siapa yang memberikan kipas yang cantik ini?" Zhu Xinxin


"itu bukan kipas sembarangan, kipas itu dibuat oleh Tian'er khusus untukmu. besok kamu harus belajar cara mengunakannya. kakek juga akan melatihmu secara langsung" Zhu Zhishu menjelaskan.


"Tian'er membuatkannya untukku" Zhu Xinxin tersenyum dan sangat senang.


"kenapa sesenang itu?, ingat kamu tidak boleh mengunakanya sembarangan. kipas itu bisa mengeluarkan racun darah. bila terkena racun tersebut. tubuh akan kehilangan tenaga" Zhu Zhishu menjelaskan tiba- tiba raut wajah Zhu Xinxin kehilangan semangat


"kakek.., kakek.." Zhu Xinxin bingung harus cerita dari mana


"kenapa Xin'er kehilangan semangat?" Zhu Zhishu


"Kakek..., emm... apa kakek bisa membujuk Tian'er supaya mau menjadi tunangan Xin'er?" Zhu Xinxin


"Hufft..., Xin'er. sebenarnya Tian'er itu sudah 3 kali menolak dijodohkan. jadi kemarin kakek hanya ingin kalian bisa kenal saja. dan juga kakek sudah bilang jangan menyesali pilihan yang sudah diambil" Zhu Zhishu sedangkan Zhu Xinxin mulai meneteskan air mata.


"kalau begitu berlatihlah, beberapa bulan lagi ada turnamen, bila kamu bisa menang pasti bisa menarik perhatiannya" Zhu Zhishu


pagi hari Zhu Xinxin sedang bersemangat karena merasa diperhatikan. dia ingin segera berlatih kipas yang di berikan Lu Tian. dia ingin memperlihatkan kepada Fan Weili kipas yang di berikan Lu Tian. namun saat bertemu keduanya memegang kipas yang mirip hanya motif warnanya saja yg sedikit berbeda.


"itu kipas pemberian Tian'er?" Zhu Xinxin dan Fan Weili bertanya bersamaan dengan tatapan tajam seakan ingin bertarung


...****************...


Lu Tian dan Luo Xin sudah sampai di sekte langsung di kejutkan dengan informasi mata- mata yang bertugas mengawasi pergerakan aliran hitam kembali dengan keadaan sekarat.


mereka bergegas bertemu dengan ketua Liang dan tetua besar lainnya yang juga sedang menemui anggota yang sedang sekarat tersebut. namun saat ini dia sedang tidak sadarkan diri.


"ketua apakah ada informasi yang disampaikan olehnya?" Tanya Lu Tian


"sesuatu mengenai biksu Wu Ho dan suku Xuja" ketua Liang

__ADS_1


"suku Xuja? apakah mereka bisa menembua formasi tersebut?" Luo Xin menatap Lu Tian


"kurasa mereka tidak bisa menembus formasi tersebut kecuali dia tuli. bahakan bila mereka memakai penutup telinga asal dia masih mendengar suara tetsebut, mereka akan menjadi gila" Lu Tian


"kalau begitu apakah ada hal lain" Luo Xin


"kemungkinan mereka baru tau mengenai suku Xuja, sekarang yang bisa kita lakukan untuk sementara mengawasi Biksu Wu Ho dan mengawasi daerah sekitar gunung bulan sabit" Lu Tian


"saya akan mengutus tim khusus untuk mengawasi Biksu Wu Ho, ketua tolong kirimkan informasi ini ke sekte Lonceng emas" tetua Bai


"masalah wilayah sekitar gunung bulan sabit. kami akan segera mencari informasi" tetua he


"suku Xuja ini kita tidak tahu banyak informasi kekuatannya. namun keluarga Long sampai harus mengurung mereka di lembah kematian pasti bukan perkara mudah. saya harap sekte- sekte yang ada di sekitar gunung bulan sabit bisa bekerja sama dan lebib waspada bila ada keanehan" Lu Tian


beberapa hari Lu Tian di sekte pedang bayangan melatih 2 murid yang akan menjadi peserta turnamen murid berbakat. sekte pedang bayangan akan di wakili Liang Mei dan Wang Xuxing. kemajuan murid sekte pedang bayangan bisa di bilang yang terbaik. namun kondisi ini memang tidak ingin di sebar luaskan. bahakan dalam turnamen mereka dipaksa untuk tidak terlalu menonjol untuk mencegah niat jahat kelompom lain.


hari ini Wang Xuxing berlatih jurus tangan kosong. Lu Tian mengajarkan langkah tanpa bayangan dan tinju ilusi. dulu sebelum keluarga Wang berkhianat Wang Xuxing selalu mencari masalah dengan Lu Tian. tapi jauh di dalam hati, Wang Xuxing juatru orang yang paling menghargai dan kagum dengan Lu Tian. hanya karena paksaan kakeknya dia memusuhi Lu Tian agar kakeknya tidak mencari masalah dengan Lu Tian. setelah lepas dari tekanan kakeknya. Wang Xuxing selalu belajar dengan Lu Tian setiap kali ada kesempatan.


"Oi...XingXing. aku punya seauatu buatmu" Lu Tian


"apa itu tetua?" Wang Xuxing


"pakailah ini. ini akan menambah kekuatan serangan tangan kosong mu dan juga ini juga bisa di gabungkan dengan keahlian tombakmu" Lu Tian memberikan sebuah sarung tangan


"tetua kenapa bisa tau saya lebih suka tombak. dari pada pedang?" Wang Xuxing


"jujur gaya berpedangmu jelek. tapi aku pernah melihat kamu berlatih tombak dengan paman Karasu. kurasa lebib baik kamu fokus menggunakan tombak" Lu Tian


"Baik tetua" Wang Xuxing


"belajarlah dengan paman Karasu. dan juga aku punya pusaka yang cocok untukmu" Lu Tian memberikan sebuah tongkat


"kenapa sebuah tongkat?" Wang Xuxing


"huh... dasar bodoh. kamu saja belum mencobanya, itu kamu bisa membuat pedang panjang atau tombak" Lu Tian mengambil tongkat di tangan Wang Xuxing. lalu menunjukan bentuk pedang panjang bisa di ubah juga ke bentuk tombak. setelah menunjukan kemampuan tombak Lu Tian mengembalikan tongkat kepada Wang Xuxing

__ADS_1


__ADS_2