
di dekat jalan menuju tempat pengungsian, Sima Quon bertarung dengan 3 pendekar. Huang Gi, Weilun, Xoxuni. meskipun Sima Quon seorang pendekar suci gerbang 5, melawan 1 pendekar suci dan 2 pendekar raja membuatnya kuwalahan.
"Huwang Gi, penghianatanmu hari ini tak akan pernah kuampuni" Sima Quon.
"apa aku perduli. seandainya kamu memberikan rahasia pusaka itu tentu aku tidak akan melakukan ini" Huwang Gi.
"hahah..., apa kamu tahu meskipun kamu memilikinya hanya orang yang ditakdirkan yang mampu membukanya. dengan sifatmu, apa kamu pikir kamu orang yang ditakdirkan?" Sima Quon.
"ternyata kamu mewarisi sifat tua bangka itu, kamu layak menjadi murid kesayangannya" Huwang Gi
Tiga orang bergerak menyerang Sima Quon, Sima Quon hanya bisa bertahan dan menunggu musuh lengah. meski begitu tak jarang dia mendapat luka.
kordinasi yang baik dari ke 3 pendekar tersebut berhasil membuat Sima Quin terlempar dan Sima Quon belum siap menerima serangan berikutnya, ketika hampir mengenai Sima Quon. Tetua Chen berdiri mengunakan prisai menahan serangan Huwang Gi. serangan Huwang Gi berhasil diserap walaupun tetap membuat Tetua Chen mundur beberapa langkah.
"Cih... pengganggu dari sekte pendang bayangan. Sebaiknya kalian tidak perlu ikut campur atau aku akan membunuh kalian semua" Huwang Gi.
"Apa perkataan penghianat bisa dipercaya?, ucapan penghianat hanya hangin yang lalu. Ketua Sima, aku serahkan Huwang Gi padamu, pendekar raja biar kami yang mengurus" Tetua Chen.
"Tetua apa kamu yakin bisa mengalahkan 2 orang itu?" Liang Mei.
"Tidak yakin, mereka berdua kekuatannya setara denganku" Tetua Chen.
"Kalau begitu pilihkan 1 untuk kami" Wang Xuxing.
"Emm.., kalian lawan orang dengan luka di pipi itu, lepaskan semua segel beban kalian" Tetua Chen
"Baik..." Liang Mei dan Wang Xuxing
"nona Gao, lanjutkan perjalanan kalian. Nona Yin tolong jaga mereka" Tetua Chen
"Nian'er, Niao'er pegi dan temui tetua Fu" Sima Quon
Gao Nian segera membawa semua peserta menuju tempat aman
Weilun menyerang Sima Quon tetapi Wang Xuxing sudah menahan serangannya. lalu Liang Mei menyerang Weilun dengan kipas.tapi lawan berhasil menghindarinya.
"Heii..., lawanmu adalah kami" Liang Mei
"kurang ajar Bocah..." Weilun menyerang Liang Mei. Wang Xuxing dengan sigap sudah menahan serangan yang mengarah ke Liang Mei.
__ADS_1
"Sial... Bocah ini sangat cepat. 'Akhhh...' sejak kapan dia menyerang dari arah lain" Weilun kaget karena tiba-tiba ada serangan yang mengenainya. Ternyata ketika Wang Xuxing memasang tameng saat itu juga Liang Mei bergerak menyerang dari arah lain.
Di sisi lain Xoxuni merasakan kecepatan serangan Tetua Chen. Xoxuni menyerang dengan kecepatan tinggi. saat tebasan dilayangkan, Tetua Chen dengan mudah menghindar. dengan mengunakan tehnik ryo Tetua Chen berjalan diudara. setelah sampai tepat di ketinggian yang sesuai, Tetua Chen mengunakan jurus tinju petir dengan cepat berkali-kali yang di gabung dengan ryo. hasilnya Xoxuni seperti dihujani hantaman udara disertai petir-petir yang menyambar. kemanapun Xoxuni menghindar hujan serangan tetap menerpanya.
"apa dia pendekar misterius yang bisa terbang?, tapi serangannya hanya setara pendekar raja. jurus apa yang dia gunakan? aku bahkan tidak merasakan tenaga dalam kecuali pada petirnya. udara yang mengenaiku seperti batu yang di lemparkan dengan kencang" batin Xoxuni
disisi lain di arena 2 senior aliran hitam menyerang Lu Tian.
"apa kamu pikir karena kamu pendekar yang bisa terbang kami akan takut?" Lin Fan Gui
"ahh..., saya pikir sudah tidak ada yang berani menyerangku. Kalau begitu majulah" Lu Tian
"aku akan menjadikan tempat ini sebagai makammu" Hang Jun
dua orang tetua aliran hitam menyerang dengan cepat. Lu Tian juga dengan sigap menangkis terangan dua tetua tersebut.
"Bagus sekali, aku kira kalian sama seperti dua bayi tikus di sana, ternyata kalian bapaknya tikus. lain kali bawa sekalian raja tikus kalian" Lu Tian menunjuk mayat Bao Ziki dan Mo Zhixu
"si Bajiingaan kecil ini punya mulut yang beracun juga" Lin Fan Gui.
"Hahhaha..., orang seperti kalian ingin mendapat pujian dariku? kurasa kalian harus tidur seribu tahun lagi baru bisa tercapai" Lu Tiang kemudian langsung menyerang.
dia hanya bertarung mengunakan ryo dan sedikit tenaga dalam. meski begitu serangan yang dilancarkan Lu Tian juga membuat dua pendekar suci berkeringat dingin. dua orang pendekar suci ini terus menerus mencari celah untuk menyerang Lu Tian dengan serangan rahasia yang sudah mereka persiapkan.
Bing Kun dan Hong Touli masih sibuk membereskan ratusan pendekar aliran hitam yang ada di sekitar area pertandingan.
bersama dengan pendekar aliran putih yang menonton, 5 orang pendekar bertopeng hitam dengan mengunakan panah, melancarkan serangan demi serangan untuk mengurangi jumlah musuh.
Di sisi lain Lao Lee masih saling serang dengan Shuwan. meski hanya memiliki sebelah tangan. serangan racun yang dimiliki Shuwan benar-benar merepotkan. Shuwan sengaja menargetkan orang-orang tidak bersalah untuk memecah konsentrasi Lao Lee.
"Sepertinya kelicikan sudah mendarah daging di hatimu, Kalau begitu aku tidak akan segan untuk membunuhmu. meskipun kakakmu harus marah padaku" Lao Lee.
"apa kamu pikir bisa membunuhku dengan mudah?" Shuwan
Lao Lee tidak ingin banyak bicara lagi, dengan cepat memulai serangan, "seribu tinju badai" Lao Lee melakukan tinjua cepat berkali yang digabung dengan Ryo, udara meluncur cepat menghantam Shuwan, swan merasa seperti di hujani ribuan batu hingga muntah darah.
dengan nafas terengah-engah Shuwan melemparkan ribuan jarum ke arah Lao Lee. Lao Lee diam tidak bergerak, dan jarum yang terbang ke arahnya hanya berhenti didepannya.
Lao Lee tersenyum. "tehnik Ryo yang di ajarkan Lu Tian memang sangat membantu menghemat tenaga dalam. untung saja aku benar-benar serius belajar" pikir Lao Lee dalam hati.
__ADS_1
sementara Shuwan panik melihat kejadian tersebut. apa lagi Lao Lee dengan wajah serius berjalan mendekatinya.
"aku sudah menerima permintaan kakakmu untuk tidak membunuhmu. jadi kuharap setelah hari ini hilanglah dari dunia persilatan dan jalanilah hidupmu dengan baik" Lao Lee menusukan jarum ke leher Shuwan.
"apa yang kamu berikan padaku? cepat katakan?" Shuwan
"bertahun-tahun kamu mempelajari racun hingga mendapatkan tenaga dalam dari racun, tapi umurmu juga tidak panjang lagi. itu adalah racun yang akan melawan racunmu. namun setelah ini kamu hanya bisa menjadi orang biasa. minumlah ini bila kamu merasakan kesakitan" Lao Lee menjelaskan lalu memberikan beberapa obat di dalam botol.
setelah beberapa langkah Lao Lee berhenti "aku berjanji tidak membunuhmu, tapi tidak dengan orang lain. jika kamu masih ingin hidup pergilah dari sini, jangan lagi terlibat hal-hal semacam ini lagi" Lao Lee kemudia terbang mengunakan Ryo.
di sisi lain Gao Nian berhasil sampai di lokasi aman dan di sambut oleh Fu Zhuting, namun tatapan Fu Zhuting tidak begitu baik, karena tepat diatas rombongan Gao Nian seorang pendekar sedang melayang dan memancarkan aura membunuh.
"kalian boleh pergi asalkan serahkan gadis es itu" Shi Guan.
"kalian pergilah masuk dalam formasi" Fu Zhuting
"sudah saya katakan kalian boleh pergi tapi gadis es itu tidak boleh, dia harus ikut dengaku" Shi Guan melesat dengan cepat ke arah Yin Meyin namun Fu Zhuting dengan cepat meng hadang dengan pedang.
Shi Guan tidak mengendorkan kecepatannya. 'tring..tring' bentrokan pedang terjadi.
"Nona Gao bawa yang lainnya masuk ke dalam, aku akan membantu Tetua Fu" Yin Meiyin
"tap..." Gao Nian ragu
"yang dia inginkan adalah aku, aku tidak mau kalian ikut terluka" Yin Meiyin
"kakak tidak boleh seperti itu, jika kakak tidak ikut aku juga akan tinggal disini dengan kakak" Yin Chen
"dengarkan kakak, kakak akan baik-baik saja. Tian'er pasti akan menolong kakak" Yin Meiyin
"tapi aku sudah berjanji pada kaka ipar, aku akan jadi kuat biar bisa melindungi kakak" Yin Chen
"tapi sekarang belum waktunya kamu melindungi kaka, sekarang Chen'er ikut dengan yang lain bawa mereka dengan selamat" Yin Meiyin melepaskan segel bebanya lalu dan ikut jalam pertempuran.
mendengar kata-kata kakaknya Yin Chen akhirnya ikut bersama rombongan masuk kedalam tempat persembunyian. di dalam sudah ada dua orang bertopeng berjaga di depan gerbang dimensi.
orang yang belum pernah masuk ke gerbang dimensi atau jalan kilat tentu akan ragu-ragu. namun Yin Chen dulu sudah pernah melewati jalan kilat, apalagi orang yang berjaga di depan gerbang adalah pasukan khusus sekte pedang bayangan.
"jangan takut, ini jalan kilat kita akan sampai ke lokasi yang aman" Yin Chen meyakinkan yang lainnya agar tidak takut, kemudian Yin Chen memasuki jalan kilat.
__ADS_1