
Di luar istana Jendral Hou dan Komandan Mu Liau saling bertukar serangan. Benturan pedang menggema di seluruh istana Kaisar. Kediaman Pangeran Yin Jun segera mengungsikan permaisuri Bing Lian dan beberapa selir serta orang-orang yang tidak bisa bertarung ke lokasi pengungsian.
Semua pasukan yang ada di kediaman pangeran Yin Jun bergegas menuju Istana utama. Sesampainya disana, mereka justru bingung karena yang bertarung justru ada dua kubu pasukan istana. Pasukan penjaga kota yang di pimpin Mu Liau dan Pasukan Pasir besi yang di bawah arahan Jendral Hou.
Untungnya mereka melihat beberapa pendekar aliran hitam yang menyerang Pasukan Pasir Besi. Sehingga jelas siapa yang harus mereka bantu. Pasukan yang ada di kediaman Pangeran Yin Jun rata-rata memiliki senjata panah energi dan pernah dilatih Lu Tian. Itu juga alasan bila terjadi peperangan pasukan Jendral Wu yang menjadi pengawal Pangeran Yin Jun yang akan di kirim.
"Mu Liau, apapun yang terjadi hari ini aku sendiri yang akan memenggal kepalamu" Jendral Hou.
"Tua bangka. Apa kamu pikir aku tidak tahu, penyebab kematian ayahku adalah kamu?" Mu Liau.
sambil terus bertukar serangan, mereka mengungkapkan kekesalan hatinya.
"Apa yang kamu tahu? apa yang kamu pahami. Aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini" Jendral Hou.
"Tidak perlu berlagak polos tua bangka kepparat..." Mu Liau.
"Hahahaha...., ternyata memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ayahnya seorang penghianat, anaknya pun juga menjadi penghianat. Aku yang terlalu naif berpikir kamu tidak akan mengikiti jejak ayahmu dan kelak bisa menjadi Jendral" Jendral Hou.
"Dasar tua bangka, masih berani bermain drama di depanku?" Mu Liau.
"Ayahmu adalah penyebab terbongkarnya strategi kami saat perang. Dia menjual informasi kepada musuh hanya demi uang. Itu sebabnya seluruh keluargamu dihukum mati. Karena persahabatan kami dimasa lalu aku memohon pada Kaisar untuk mengampunimu. Tapi apa? kamu malah menjadi seperti ayahmu. Hari ini jika aku tidak memenggal kepalamu aku tidak akan punya wajah lagi di hadapan Kaisar" Jendral Hou
Tebasan demi tebasan dilancarkan Jendral Hou ke arah Mu Liau. Mu Liau juga tahu kekuatannya belum bisa di setarakan dengan Jendral Hou. Mu Liau mengalami beberapa luka untung ada pendekar aliran hitam yang membantunya.
Di luar istana seowang wanita cantik tertawa gembira menikmati setiap jerit kesakitan orang-orang yang terkena serangannya. Bahkan seorang pendekar suci yang di kirim Matahari Merah yang mendapat informasi kekacauan di istana tidak mampu menahannya.
__ADS_1
Saat dia akan melanjutkan serangannya tiba-tiba dia menjadi waspada dan munder beberapa langkah. Setelahnya tercipta tembok es yang menghalang jalannya.
"Wah...wah....wah..., akhirnya kita bertemu kembali gadis es" Qin Shi.
"Ternyata tujuh menara harta yang berani mengacau di istana" Yin Meiyin.
"Huhh..., aku akan memastikan kamu akan mati hari ini" Qin Shi.
"Ohh... Kalau begitu aku akan melihat bagaimana kamu melakukannya" Yin Meiyin.
Qin Shi terbang menyerang Yin Meiyin, Saat jarak sudah semakin dekat Yin Meiyin justru menghilang lalu muncul di samping Qin Shi dan menebaskan pedangnya. Qin Shi menahan serangan Yin Meiyin hingga akhirnya dia terlempar dari ketinggian dan menghantam tanah.
Qin Shi bangun dan memuntahkan darah. Qin Shi masih bingung sebab kekuatan Yin Meiyin sudah jauh lebih kuat di banding pertemuan sebelumnya.
*
Kecepatan pendekar suci lebih cepat dari kelima pasukan pelindung tersebut, sehingga dalam waktu singkat akhirnya mereka bisa terkejar. Tiga orang pasukan pelindung segera mengelilingi Kaisar untuk menghalau serangan. Sedangkan dua lainnya bertarung dengan pendekar suci.
Dua orang pasukan tersebut dengan mudah dapat di kalahkan. Saat akan membunuh kedua pasukan tersebut serangan mereka di tahan seorang pendekar bertopeng berjubah biru. Kedua pendekar suci musuh langsung terlempar dan memuntahkan darah.
"Cepat bawa Kakek ke tempat yang aman, serahkan mereka padaku" Yin Chen lalu mengeluarkan pedangnya lalu melayang.
"Pangeran, sebaiknya anda pergi. Ada pendekar kuat disini" Salah satu pendekar suci aliran hitam.
Yin Hongli bergerak berbalik ingin melarikan diri namun Yin Chen sudah muncul di depannya.
__ADS_1
"Sebaiknya paman menyerah, aku tudak akan menyakiti paman" Yin Chen
"Bocah sombong, kamu pikir aku takut kepadamu?" Yin Hongli memakan kristal siluman. Beberapa saat kemudian teriakan keras keluar dari mulutnya. Matanya mulai memerah, dan otot-ototnya membesar.
Yin Hongli langsung menakan tiga kristal sekaligus, hal ini menyebabkan dia berubah ke wujud monster. Pikirannya juga sudah tidak bisa dikontrol dan segera menyerang Yin Chen dengan membabi buta.
Di wilayah luar istana Liang Mei memimpin sepuluh pasukan khusus Sekte pedang bayangan dan menyerang para pendekar aliran hitam. Liang mei melihat seorang pendekar suci aliran hitam dan langsung melesat ke arahnya.
*
Beberapa menit sebelumnya, Lu Tian yang sedang di serang pendekar aliran hitam hingga debu-debu menyelimuti diri dan sekitarnya. Namun Lu Tian tetap santai karena serangan tetsebut baginya hanya serangan tidak berarti. Lu Tian ingin segera menghilangkan debu yang menutupi pandangannya. Tapi sebuah informasi dari Jendral Hou yang meminta bantuan di terima Lu Tian.
Lu Tian segera masuk ke dimensi gelang dan memberi tahu anggota Bayangan Suci.
"Yinyin, Chen'er segera ke istana, Pangeran Yin Hongli menyerang istana. Liang Mei, Bawa beberapa pasukan khusus untuk membantu. Yang lain tetap bersiaga menunggu sinyal dariku" Lu Tian
"Baik" Bawab semua anggota Bayangan Suci.
*
Yin Hongli menyerang Yin Chen membabi buta, Yin Chen tetap tenang. Meskipun setiap tinjuan yang dilayangkan Yin Hongli mengandung ryo. Tapi dengan jubah yang dikenakan saat ini, serangan tersebut tidak akan melukainya.
Yin Chen berteleportasi dan menebaskan pedang yang saat ini dipenuhi petir hitam. 'Duar...' serangan pedang Yin Chen mampu di tahan dengan tinjuan Yin Hongli. Nampak jelas tangan yang terluka meninju serangan pedang Yin Chen. Namun Yin Hongli sama sekali tidak merasakan kesakitan apapun.
gerakan Yin Hongli juga sangat cepat melaju menuju Yin Chen. Yin Chen bersiap menyambut serangan Yin Hongli. Saat Yin Hongli sampai Yin langsung mengeluarkan jurus tebasan petir dan digabung dengan langkah kilat.
__ADS_1
Yin Chen menebas Yin Hongli dengan cepat setiap sisi sampai Yin Hongli seperti dikelilingi lapisan petir. Setelah selesai Yin Hongli di sambar ribuan petir setiap detiknya. Hanya suara teriakan mengerikan yang terdengar. Yin Hongli mencoba keluar dari penjara petir namun sambaran petir membuatnya sulit bergerak.