
Partandingan Final akan dilangsungkan hari ini, demi keamanan penjagaan hari ini menjadi lebih ketat. Banyak pedekar tingkat tinggi berpatroli dan berjaga di beberapa wilayah. Tapi penjagaan yang paling ketat hanya di pintu utama.
Setiap orang yang menonton selain menggunakan giok aura, dilakukan pemeriksaan kespehatan. Banyak yang bertanya-tanya kenapa harus ada pemeriksaan kesehatan juga. Tapi panitia menjelaskan untuk menghindari orang yang meninggal akibat aura pertempuran.
Walaupun mengada-ngada mereka tetap menurut. Pendekar aliran hitam juga merasa bingung dengan penerapan keamanan yang di berlakukan. Tapi ketenangan panitian pelaksana menunjukan bahwa ini hanya untuk pencegahan saja.
Penonton pertandingan memadati area penonton. Tercatat jumlah penonton hari ini 3 kali lebih banyak dari hari ke dua, bahkan penonton rela memanjat pohon demi melihat pertandingan.
Pertandingan pertama antara Liang Mei melawan Yin Meiyin. Kedua pendekar ini memiliki keunggulan masing-masin, Liang Mei lebih unggul di kecepatan dan pola serangan yang lebih variatif sedangkan Yin Meiyin punya pertahanan dan serangan yang kuat.
Keduanya tidak banyak bicara saat berada di atas arena. Namun tatapan matanya memancarkan aura pertempuran. Apalagi Liang Mei ingin membuktikan dia lebih kuat dari Yin Meiyin.
Saat pertandingan dimulai, Liang Mei tanpa memberi kesempatan Yin Meiyin mempersiapkan pertahanan element es. Sudah melaju menyerang dengan cepat, jurus langkah petirnya membuat gerakannya sulit di prediksi. Tapi Yin Meiyin juga bukan orang bodoh, dia sudah menyiapakan prisai bola salju.
pukulan Liang Mei tidak mampu menembus sampai kedalam, Liang Mei juga tidak habis akal dia mundur untuk mengubah elemennya menjadi element api. Namun bola salju meledak, setelah ledakan tercipta arena berubah menjadi hamparan es.
Dengan adanya hamparan es yang licin Liang mei kesulitan bergerak dengan cepat. Tapi bukan berarti dia tidak memiliki cara. dia mengunakan Ryo untuk bergerak dan mengunakan pedang element api untuk menebas ke arah Yin Meiyin. 'Duar...' dengan element api dia mampu menghancurkan prisai es yang melindungi Yin Meiyin. Hasil ledakan tersebut, es berubah menjadi up air. Semakin banyak bongkahan es yang hancur dan menjadi uap air, arena dipenuhi kabut.
Liang Mei kembali menyerang Yin Meiyin. Namun kali ini Liang Mei menambahkan Ryo pada serangan pedang apinya. Hasilnya prisai hancur dan tebasan Liang Mei berhasil menembus pertahanan dan mengenai Yin Meiyin. Tapi yang aneh Yin Meiyin tidak bergerak sedikitpun.
ketika Liang Mei sadar ternyata yang terkena serangannya adalah boneka salju. Liang Mei mencari keberadaan Yin Meiyin. Dan mendapati Yin Meiyin sedang dilangit menaiki bongkahan es.
Yin Meiyin turun." sepertinya sudah waktunya mengakhiri pertarungan" sesaat setelah menyentuh lantai Liang Mei juga bergerak cepat. Namun Yin Meiyin juga bergerak cepat, 'Tring...tring...' benturan pedang tercipta.
"Apa kamu pikir hanya kamu yang bisa memakai Ryo? atau kamu merasa segel beban yang kamu gunakan sudah melebihi Wang Xuxing?" Yin Meiyin
Liang Mei segera mundur dan menjaga jarak, dia melihat Yin Meiyin bergerak dengan cepat dia atas es
"Kamu juga bisa mengunakan Ryo?" Liang Mei masih tidak percaya. Tapi apa yang diperlihatkan selanjutnya membuatnya yakin. Karena Yin Meiyin bisa berjalan di udara. "Pantas saja prisai es mu sangat keras" Liang Mei.
Mereka kembali beradu pedang sampai tiba-tiba Liang Mei menyadari tubuhnya menjadi kaku, Lu Tian segera turun dan menyatakan Liang Mei kalah. Lalu memberikannya obat penawar racun es.
__ADS_1
"Huff...,seharusnya kamu menghindari kabut es tadi, atau mengalirkan tenaga dalam mu untuk menjadikan tubuhmu lebih hangat, apa kamu lupa pesanku tadi sebelum bertanding?" Lu Tian
"Maaf aku lupa" Liang Mei memelas
"Kamu terlalu asik menyerang sampai lupa bertahan, tapi tak masalah ini juga buat pelajaran. Selanjutnya akan lebih sulit lagi, kalian bersiaplah ini akan menjadi perang pertama kalian" Lu Tian.
Lu Tian memandang ke arah penonton non pendekar, perlahan satu persatu aura merah keluar dari tubuh mereka. Wang Xuxing dan tetua Chen juga turun ke arena
"Tetua Chen amankan peserta, sepertinya ada yang mengetahui rencana kita" Lu Tian kemudian memasuki dimensi giok untuk berkomunikasi dengan para tetua
"Kenapa bisa tidak sesuai rencana?" Lu Tian
"Kurang ajar, Huang Gi dan murid-muridnya berkhianat, dia yang mengatur orang-orang yang berjaga di pintu masuk" Sima Quon
"Sudah seperti ini, mau tidak mau kita bersiaga dan berusaha semaximal mungkin mengurangi jumlah korban, semunya ikuti arahanku" Lu Tian
di tempat lain pendekar yang di utus untuk membasmi musuh yang sedang berkumpul di area hutan wilayah barat sudah pergi
"Sial... mereka sudah pergi, bagai mana ini apakah kita harus mengejar mereka?" salah satu pendekar bertanya
Semua anggota kelompok segera kembali ke arena pertandingan.
Di arena pertarungan digelar Lu Tian menaiki arena.
"Final ini lawan kalian adalah aku" Lu Tian
Chu Qian dan Mo Baiq terkejut, sepertinya mereka sudah ketahuan.
"Hahahha...., sepertinya tidak perlu sembunyi lagi ya" Mo Baiq melepaskan kembang api ke langit sebagai tanda penyerangan di mulai.
Semua aliran hitam yang berada di kursi penonton mulai bersiap menyerang pendekar aliran putih dan netral.
__ADS_1
Lu Tian juga memulai persiapannya. Dan mengeluarkan pedang terbang dan pisau ilusi.
"Menyebarlah teman-teman habisi mereka semua yang beraura jahat" Lu Tian. Kemudian pusaka-pusaka tersebut terbang mengarah ke kursi penonton menyerang pendekar aliran hitam.
Zheng Jiazhen dan berapa tetua yang berada ditingkat pendekar raja sudah bersiap melindungi tribun keluarga besar. para tetua di kursi VIP dan tetua sekte pedang tunggal juga beraiap menantikan musuh yang akan datang. Jendral Wu dan pasukan khususnya juga sudah siap melindungi pangeran Yin Jun. Mereka langsung bergerak menuju area aman.
Sedangkan Mo Baiq dan Chu Qian saat ini sedang mengubah kembali wujudnya seperti semula. Chu Qian sebenarnya adalah Bao Ziki sedangkan Mo Baiq adalah Mo Zhixu.
"ternyata adalah mereka" Bing Kun
"2 tetua sekte batu hitam?, bukankah mereka sudah mati 5 tahun lalu" Sima Quon
"apa kamu pikir bocah sepertimu bisa mengalahkan kami?" Bao Ziki
"Ohhh..., kalian terlalu percaya diri. Kalian bahkan belum menembus gerbang ke 3" Lu Tian tersenyum tatapannya dingin.
"Kalau begitu aku akan memenggal kepalamu sekarang" Mo Zhixu
kedua pendekar aliran hitam menyerang Lu Tian. namun ledakan energi keluar dari tubuh Lu Tian, seluruh arena berubah menjadi es. sepuluh bongkahan es beterbangan mengitari tubuh Lu Tian.
Bing Kun melihat jurus yang digunakan Lu Tian akhirnya yakin Lu Tian yang mengajari Yin Meiyin.
Mo Zhixu pikir Lu Tian hanya akan bertahan seperti Yin Meiyin saat pertarungan tadi. Nyatanya sekejap dia sudah menghilang dan batu-batu menyerang kedua pendekar yang sedang terkejut. Sambil terus menerus menghindari serangan es tersebut mereka mencari keberadaan Lu Tian.
"Jangan khawatir, aku ada di sampingmu" Lu Tian sudah berada di samping Bao Ziki dan menebasnya dengan pedang.
'akkhhhh.....' Bao Ziki berteriak meraung karena sebelah tangannya putus. Dia masih bingung dia sudah menjadi pendekar suci tapi Lu Tian bisa memutuskan lengannya dengan mudah.
Mo Zhixu juga terkejut melihat temannya kehilangan lengan. Tapi keterkejutannya mendadak hilang, menjadi siaga karena Lu Tian sudah ada di belakangnya. Dia mencoba menghindar dengan menjaga jarak, namun tebasan tetap melukai punggungnya. Bukan hanya itu perutnya tertusuk sesuatu.
"Sial aku melupakan kemampuan anak itu" pikir Mo Zhixu dalam hati.
__ADS_1
"Pendekar yang bersembunyi selama 5 tahun hanya untuk mencapai pendekar suci, apa kalian sudah lihat perbedaan pendekar suci seperti kalian dan sepertiku?" Lu Tian melayang di udara
Semua orang yang bertarung di wilayah arena terkejut. Melihat pendekar muda yang bisa terbang.