
di sebuah dimensi yang dipenuhi bintang dan benda- benda luar angkas Lu Tian menemui seseorang yang memakai topeng. meskipun memakai topeng dia tahu wajah di balik topeng.
"jadi kau menemuiku ingin mengalahkanku atau ingin aku membantumu?" Iblis hati
"tentu aku akan mengalahkanmu, apa kau pikir aku lemah?" Lu Tian
"tentu aku tau seberapa kuat dirimu, tapi tanpa bantuan Hewan suci apa kamu bisa menang?. hahhaha.... tanpa hewan suci kamu hanyalah seorang sampah yang lemah" Iblis Hati
"ya kalau aku lemah itu berarti kamu lebih lemah" Lu Tian
mereka bertarung bertukar puluhan jurus. " apa hanya itu kekuatanmu lemah. bahkan membunuh orang yang membunuh keluargamu saja kau tidak mampu. sampah sepertimu harus ku lenyapkan" iblis hati terus menerus berbicara untuk menjatuhkan mental Lu Tian
"kamu itu hanyalah sumber malapetaka, orang tuamu mati karena melindungi kamu, orang tua angkat mu mati untuk melindungi kamu, apa yang bisa kamu lakukan? sampab sepertimu tidak pantas memiliki kekuatan" Iblis hati
"aku gak perduli, dengan apa yang kamu katakan. tidak usah banyak bicara" Lu Tian memancarkan aura dewa. begitu juga iblis hati mengeluarkan aura dewa
"apa kamu lupa aku juga adalah dirimu, apa yang kamu miliki aku juga memilikinya, tapi aku lebih kuat dari dirimu" Iblis hati
"aku ada di sini bukan hanya ingin mengalahkanmu, tapi juga ingin lebih kuat darimu" Lu Tian
Lu Tian kembali melancarkan serangan sampai iblis hati terdesak. namun sekuat apapun Lu Tian berusaha iblis hati selalu bisa menjadi lebih kuat. ketika Lu Tian sudah mulai menyerah, tiba- tiba suara seorang wanita berbisik Lu Tian menutup mata
"jangan menyerah.... jangan pernah menyerah sekuat apapun dia, sekuat itulah dirimu, tapi satu hal yang dia tidak punya tapi kau memilikinya, Tian'er kamu memiliki hati dan ketulusan" Li Meiyan
"Ya, karena itu kamu dipilih langit untuk menyelamatkan dunia ini. kamu adalah Lu Tian anak kami" Lu Han
__ADS_1
"Berjuanglah... Berjuanglah..." Li Meiyan dan Lu Han memegang tangan Lu Tian
mata Lu Tian terbuka dan memancarkan sinar, tiba- tiba Lu Tian seperti memakai armor perang dan sayap phoenix, terbang mendekati iblis hati. iblis hati ingin menghindar namun lingkaran sihir muncul di kaki dan tangannya dan rantai ber api putih melilit tangan dan kaki iblis hati. iblis hati tertawa "hahahha...., aku akan menunggu sampai semangatmu kembali melemah, saat itulah aku akan membalasmu" Lu Tian melepaskan tebasan pedang Dewa roh yang dilapisi api putih.
2 minggu Lu Tian dalam pertapaannya namun belum menunjukan tanda- tanda akan bangun. Lu Sean menunggu tak jauh dari lu Tian sambil memanfaatkan petir yang menyambar untuk memanggang daging siluman sedang asik memanggang daging, Lu Tian yang sedang bertapa di penuhi gelombang energi yang besar. 'Duaaarrr....' bak air yang di pakai Lu Tian bertapa hancur berkeping- keping, daging yang sedang di panggang Lu Sean terbang terkena ledakan energi. kepala Lu Sean terkena beberapa bahan obat- obat yang ada di air tempat Lu Tian berendam, belum sampai di situ petir besar menyambar tepat di depan Lu Sean.
untung saja Lu Sean bukan manusia biasa. dengan hantaman energi sebesar itu bahkan Lu Tian pun pasti terluka parah. Lu Sean kesal karena makan malamnya terganggu tapi melihat kondisi Lu Tian saat ini masih perlu banyak istirahat. senhingga Lu Sean segera membawa Lu Tian kembali ke rumah untuk istirahat.
keesokan paginya Lu Tian bangun dengan perut lapar. begitu Lu Tian ke luar rumah Lu Sean baru selesai memasak.
"Makan lah lebih dulu. kamu sudah berhari- hari tidak makan" Lu Sean
"Baik Kakek" Lu Tian
Lu Tian mulai makan sampai kekenyangan. setelah makan Lu Tian merasa di penuhi energi. sehingga dia segera menyerap semua energinya. 'duar..' terjadi ledakan energi kecil dan gerbang ke 2 terbuka.
******
sudah 2 bulan tugas Lu Tian hanya makan beberapa sumber daya untuk menambah tenaga dalam dan sumber daya yang membantu membuka gerbang saat ini Lu Tian sudah membuka kerbang ke 5.
di dalam hutan masih menunggunaya siluman kalajengking 100 rb tahun racun yang dimiliki siluman tersebut adalah yang terkuat. Lu Tian sengaja ingin membunuh siluman itu karena ingin mengambil racun dan permata silumannya.
"Bocah sialan akhirnya kamu menampakan wajahmu, kali ini aku tidak akan kalah lagi" siluman kalajengking
"ohh.., aku juga tidak akan membiarkanmu melarikan diri lagi" Lu Tian. mengeluarkan aura dewa. tarian pedang dewa tebasan dewa. tebasan dewa berhasik melukai bahu siluman tersebut. belum cukup sampai di situ. Lu Tian kembali melepaskan tebasan dewa dan berhasil memotong buntutnya.
__ADS_1
"tolong jangan bunuh aku pendekar" siluman kalajengking
"apa lagi trik yang akan kamu pakai, anak buahmu sudah tidak ada lagi" Lu Tian
siluman kala jengking mengakat wajahnya dan menembakan jarum beracun. namun jarum tersebut berhasil di tangkis Lu Tian. kamu pikir aku bakal tertipu lagi " tebasan Dewa" Lu Tian menyerang ke belakang tanpa menengok. siluman kala jengking terpotong menjadi 2. setelah mengambil racun kalajengking lu tian mengambil permata siluman. lalu pergi ke tempat aman untuk menyerap tenaga dalam.
beberapa jam menyerap permata siluman, tenaga dalam Lu Tian berhasil mengisi tenaga dalamnya sampai 8 rb lingkaran tenaga dalam. kemudian Lu Tian memakan beberapa sumber daya untuk membantunya membuka gerbang ke 6
pagi berikutnya Lu Tian kembali mencari siluman 100 rb tahun. kali ini siluman yang di targetkan Lu Tian adalah siluman banteng hitam. Lu Tian masuk ke sarang banteng hitam
"Bokong besar keluar..." Lu Tian berteriak
siluman Banteng hitam berjalan sambil menyeret gada hitam besar. tubu banteng setinggi 8 meter dengan 4 pasang tanduk di kepalanya.
"Hei... pendek. apa kamu iri karena aku memiliki bokong yang lebih kekar dari pada milikmu?" Siluman banteng
"Cih... akan ku buat bokong besarmu kempes" Lu Tian menyerang dengan kecepatan tinggi dan meninju kepala siluman banteng. siluman banteng sedikit goyang setelah terkena pukulan di kepalanya.
"ternyata kamu punya nyali juga, Bocah kecil" siluman banteng. lalu melancarkan pukulan gadanya ke arah Lu Tian
Lu Tian juga tidak takut "tinju dewa: penghancur gunung"
'dduuuuaaarrrt' ledaka tercipta. siluman banteng mundur puluhan meter. sedangkan Lu Tian hanya mundur 5 langakah. mereka kembali beradu hingga berjam- jam belum juga ada tanda- tanda yang akan tumbang. Lu Tian " Tinju dewa: tinju seribu bintang" kali ini serangan terkuat tinju dewa di keluarkan. sedangkan siluman banteng memukul dengan gadanya.
'dduuuaaarrrr....' kali ini ledakan yang tercipta membuat sebuah kawah besar. gada siluman banteng hancur, tangan siluman banteng yang memegang gada juga hancur, siluman banteng terlempar puluhan meter dan muntah darah lalu tumbang. Lu Tian segera mengambil permata siluman dan pergi ketempat yang lebih aman
__ADS_1