
"Baik kalo seperti itu kapan bisa di mulai proses pengobatannya?" pangeran Yin Jun
"yang mulia, kita tidak bisa terburu- buru, sebelum dilakukan pengobatannya kita harus membasmi sumber masalahnya dahulu. sambil kita membasmi sumber masalah saya harap Jendral bisa mendata korban yang terkena gigitan kelabang malam, terutama data anak- anak laki- laki atau perempuan serta umurnya. saya juga minta bantu di carikan 1 pendekar suci perempuan. 1 hal lagi sebarkan informasi bahwa ada orang yang bisa mengobati racun kelabang malam di istana, kita harus memancing orang yang mengendalikan serangga ini" Lu Tian
"Baik akan segera kami data" Jendral Wu
"malam ini kita harus membasmi serangga ini biar tidak jatuh korban lagi" Lu Tian
sore menjelang matahari terbenam, Lu Tian dan Luo Xin sibuk meletakan batu persegi enam di beberapa posisi.
"guru apakah altar batunya sudah di posisi?" Lu Tian
"sudah semua Tian'er" Luo Xin
" waktunya kita pasang umpan" Lu Tian mengeluarkan 2 kotak besar setelah di buka ternyata berisi jamur daging hitam
" guru, letakan 3 jamur di masing- masing batu"
setelah beres, "semua yang tidak bisa perubahan tenaga dalam panas masuk kedalam formasi pertahanan di aula tidak boleh keluar sebelum formasi saya buka terutama tuan putri" perintah Lu Tiang
perlahan matahari terbenam serangga- serangga berkaki banyak mulai keluar, mencium aroma jamur daging hitam, semula hanya beberapa ekor perlahan puluhan bahkan ratusan ekor keluar dari berbagai penjuru berkumpul menuju titik- titik jamur daging hitam ketika dirasa sudah tidak ada lagi kelabang malam yang datang formasi penjara pun di aktifkan sehingga serangga tersebut terperangkap. kaisar dan pangeran Yin Jun tertegun melihat ratusan kelabang malam yang terkurung.
"apa yang akan kita lakukan pada mahluk- mahluk ini?" tanya pangeran Yin Jun
"kita tunggu saja matahari terbit mereka akan mati terbakar dengan sendirinya, tapi kita tetap harus waspada entah malam ini atau besok orang yang mengendalikan mahluk ini pasti akan datang" Lu Tian
__ADS_1
kaisar dan pangeran Yin kagum dengan Lu Tian, masih sangat muda. tapi memiliki kecerdasan dan pengetahuan luas, apalagi mendengar cerita putri Yin bagaimana Lu Tian bisa memasang segel Yin. alangkah baiknya bila bisa masuk keluarga kerajaan. tapi pikiran kaisar sedikit berbeda ketika mendengar nama Lu Tian, sepengetahuan kaisar tidak ada keluarga lu selain di kekaisaran Tang dan keluarga Lu di kekisaran Tang sudah musnah. kaisar kembali teringat persahabatannya dengan seorang Bocah cerdas bernama Lu Han, dulu dia menginginkan Lu Han bisa menikah dengan dengan salah 1 putrinya. sayang Lu Han sudah menyukai dewi perang kekaisaran Tang Li Meiyan. bila saja dia tahu rencana jahat Pangeran saat itu. mungkin musnahnya keluarga Lu bisa di cegah. Lu Han orang yang mengajarkan jurus aura naga pada Kaisar Yin Song. Bocah nakal,banyak akal, bisa membuat barang- barang aneh, ahli strategi, ahli senjata."Lu Han, seandainya kamu masih hidup sampai hari ini harusnya kita sudah menjadi keluarga" Kaisar Yin Song dalam hati.
"apa ada yang ingin mencoba pengobatan racun kelabang malam?" tanya Lu Tian
"saya, saya yang akan mencoba lebih dulu" suara itu berasal dari Yin Chen adik dari Yin Meiyin
Lu Tian melihat pangeran Yin Jun, lalu melihat Putri Yin keduanya cemas Yin Chen tidak bisa menahan rasa panasnya. tapi melihat keberanian dimatanya Lu Tian tersenyum. dia berkata dalam hati 'calon kaisar masa depan aku tidak akan membiarkannya mati'
"Adik, apa kamu siap menahan panas?" tanya Lu Tian
"saya siap, jika menahan panas saja saya tidak sanggup bagai mana saya bisa memimpin kedepannya" jawaban tegas Yin Chen membuat Lu Tian tersenyum.
tanpa ragu Lu Tian meraih tangan Yin Chen memeriksa kondisi fisiknya. Lu Tian mengambil beberapa bahan dan merebusnya menjadi sup.
"Guru mohon bersiap bila aku meminta bantuan, Yin Chen, minum sup ini. rasanya akan sangat panas kamu kuat pasti bisa menahannya" Lu Tian memberi semangat. Yin Chen meminum habis supnya
setelah beberapa saat tiba- tiba Yin Chen berteriak, badan dan wajahnya memerah, tubuhnya mengeluarkan uap panas. Lu Tian memasukan tenaga dalamnya mengarahkan racun keluar dari tubuh beberapa menit kemudian tiba- tiba Yin Chen memuntahkan darah hitam dari mulutnya, setelah seluruh racun keluar Lu Tian membantu penyerapan energi sumber daya untuk otot, tulang, darah, serta tenaga dalam. setelah selesai suhu tubuh Yin Chen kembali normal, lalu rebah, Lu tiang segera menangkapnya mengechek kondisinya lalu tersenyum. "anak kuat, kelak jadilah pemimpin yang hebat" lalu menyerahkan Yin Chen ke ibunya.
"bagai mana cara mengetahui Chen'er sudah sembuh" tanya Yin Jun
"tunggu besok pagi" Lu Tian
keesokan paginya Yin Chen disaksikan orang- orang yang tergigit kelabang malam, 1 jari kelingkingnya perlahan mendekati cahaya matahari. semua orang menjadi tegang, ketika hampir mendekati cahaya matahari Lu Tian mendorong Yin Chen membuat Yin Chen marah
"kenapa mendorongku, jika aku mati terbakar bagaimana?" Yin Chen
__ADS_1
"Hihihihi...., tapi nyatanya kamu tidak terbakarkan?" Lu Tian cekikikan. Yin Chen memandang posisinya sudah terkena sinar matahari utuh.
semua yang menyaksikan gembira karena merasa akhirnya ada harapan. Putri Yin juga gembira langsung berlari. bukannya memeluk Yin Chen tapi memeluk Lu Tian
"terimakasih Tian'er" putri Yin tersenyum manis
sedangkan Lu Tian merasa canggung di lihat banyak orang.
setelah Yin Chen berhasil di sembuhkan pengobatan di lanjutkan laki- laki di bantu Luo Xin dan perempuan di bantu Gao Xiahe pendekar dari sekte gunung bunga persik. dalam 1 hari hanya bisa membantu 7 sampai 10 orang saja. karena untuk mengeluarkan racun memerlukan tenaga dalam yang tidak sedikit.
saat malam hari tiba, seseorang mengamati dari kejauhan. Lu Tian juga sudah memasang perangkap kelabang malam di beberapa tempat untuk mengurangi serangan kelabang malam bila si pengendali datang. dugaan Lu Tian benar ada beberapa kelabang yang tidak masuk perangkap menyerang semua orang yang tidak bisa bertarung mengungsi ke aula yang sudah di bangun formasi pertahanan.
"Cih pintar juga bisa mengeluarkan racun kelabang malam" Ye Nuwa
"saya kira siapa, ternyata orang bodoh yang bermain racun. hahaha...." Lu Tian
"Bocah sialan" Ye Nuwa
"punya racun tapi gak bisa buat penawarnya. selamanya jadi mahluk malam. ini namanya lebih bodah daripada si bodoh, hahaha...."
"kurang ajar, mati kau bocah" Ye Nuwa
"hei... hei... nenek sialan, lawan mu bukan aku. tapi dia" Lu Tiang menunjuk ke arah Luo Xin
"mati kau" "ratu kelabang malam semburan racun" Ye Nuwa melancarkan serangan
__ADS_1