
Lu Tian sedang duduk menunggu di dalam ruang VIP, sedangkan Liang Mei, Wang Xuxing, dan penjaga gerbang sedang dijamu makan sambil menunggu, urusan Lu Tian selesai.
seorang gadis memasuki ruang VIP dengan wajah kesal. menatap Lu Tian semakin bertambah kesal.
"Tian'er, apa kamu suka sekali menjadikanku kirir? untuk apa lagi tanaman obat yang kamu minta ini?" Hu Qixuan
"hei..hei..., kenapa nona Hu langsung marah-marah?" aku tidak meminta itu secara geratis." Lu Tian
"Huhh..., apa lagi kali ini? cepat bicara tamuku sedang datang emosiku bisa meledak kapan saja" Hu Qixuan
"apakah tamu, itu seorang pria manis sepertiku?" Lu Tian menggoda
"stop menggodaku bila tidak berani bertanggung jawab. hanya suamiku yang boleh menggodaku. cepat bicara" Hu Qixuan
"ya..ya..ya. ini resep obat cacar air, ini saya berikan secara geratis, saya minta tolong agar obat ini bisa di jual tanpa mengambil untung. dan juga saya memiliki ini" Lu tian mengeluarkan beberapa bola besi
"benda apa ini??" Hu Qixuan penasaran
Lu Tian mengaktifkan sebuah bola, dan Hu Qixuan tiba-tiba merasa berat dan sulit bergerak, setelah beberapa saat Lu Tian mematikan bola tersebut.
"apa yang kamu rasakan tadi" Lu Tian
"tiba-tiba ada tekanan yang sangat kuat, tapi ini berbeda dari aura yang pernah kamu lepaskan" Hu Qixuan
"bagai mana jika saya bisa membuat barang ini, berapa harga jualnya?" Lu Tian
"ahhh..., Tuan muda, barang seperti ini sangat mahal, ini pasti bisnis yang menguntungkan" Hu Qixuan tersenyum senang dengan mata bercahaya koin emas.
Lu Tian kemudian menjelaskan masing- masing barang. kemudian meminjam beberapa peralatan untuk memasak obat cacar air. Lu Tian juga meminta tabib organisasi matahari merah untuk membantunya merawat warga sampai sembuh, sekaligus mengajarkan membuat obat cacar air.
setelah setelah selesai Lu Tian memerintahkan pasukan penjaga gerbang mengantarkannya ke salah satu warga yang terkena wabah cacar air. untuk memberinya obat. setelah beberapa jam kondisi pasien lebih membaik.
"tuan tabib, sisanya saya serahkan ke pada tuan, kami harus melanjutkan perjalanan" Lu Tian
"terimakasih tuan pendekar, banyak hal yang saya pelajari dari anda" tabib
"Nona He, terimakasih bantuannya" Lu Tian
"Tuan Muda, tidak perlu sungkan. apakah tidak sebaiknya mengunakan jalan kilat pergi ke kota terdekat sekte pedang tunggal?" He Qixuan
"tidak, biar mereka mengerti perjalanan tidak selalu mudah" Lu Tian menunjuk Wang Xuxing dan Liang Mei.
__ADS_1
"Tian'er apa maksudmu? harusnya kamu yang perlu belajar arti hidup" Liang Mei mengangkat kipas dengan mata berapi-api
Lu Tian segera berlari karena dikejar Liang Mei yang emosi.
setelah melakukan perjalanan panjang kelompok Lu Tian sampai di desa Wafu, untuk bisa sampai ke sekte pedang tunggal mereka harus menyebrang. beruntung organisasi matahari merah sudah menyewakan kapal untuk mereka menyebrang.
"Tuan apakah hanya 4 orang saja? kalau hanya segitu kami segera berangkat" pemilik kapal
"apakah tidak ada penumpang lain?" Lu Tian
"seluruh kapal ini sudah disewa Matahari merah. katanya hanya mengangkut orang" pemilik kapal
"bila anda ingin mengambil 3 atau 4 orang lagi asal tidak menggagu kami tidak masalah. kapal seluas ini hanya mengangkut 4 orang saja sangat di sayangkan. mungkin ada orang yang terburu-buru tapi tidak mendapat kapal" Lu Tian
"tetua Chen, urusan disini kuserahkan padamu" Lu Tian pergi dan berbaring di atap kapal memandang sungai dengan kapal yang berlalu lalang.
di luar kapal seorang kakek berambut putih dan 2 orang biksu tua dan muda, serta seorang wanita yang mengunakan topeng putih dengan motif bunga berwarna pink.
"permisi tuan, apakah masih ada kapal menuju kota Xunghai?" tanya tetua berambut putih
"maaf tuan kapal menuju Xunghai sudah berangkat sisa 1 ini juga sudah penuh" jawab pemilik kapal
"apa tidak bisa menambah orang lagi? kami akan membayar lebih" tetua berambut putih
"baik, terimakasih tuan" tetua berambut putih
"bagaimana tetua Bing?" tanya biksu tua, ya orang berambut putih tersebut adalah Bing Kun tetua sekte Pulau Es
"kapal hanya bisa menambah 1 orang saja, namun dia menyarankan kita berbicara dengan orang yang menyewa kapal yang ada di sana" Bing Kun
"Baik, sebaiknya kita segera kesana" Biksu Wu Hixi
rombongan mereka menghampiri pemilik kapal yang disewa Lu Tian
"Tuan, apakah kami bisa menyewa kapal untuk menyebrang ke kota Xunghai?" Bing Kun
"sebenarnya tidak perlu menyewa, asal tuan yang menyewa kapal mengizinkan pendekar sekalian bisa langsung menaiki kapal" pemilik kapal
"kalau begitu bisakah kami berbicara dengannya?" Biksu Wu Hixi
"sebentar tuan saya panggilkan" pemilik kapal
__ADS_1
tidak lama Tetua Chen datang. penampilan dengan menggunakan topeng dan seragam sekte pedang bayangan membuat Yin Meiyin bersemangat
"apakah tuan dari sekte pedang bayangan?" Lin Meiyin
Tetua Chen memandang ke arah wanita bertopeng putih. dahi tetua Chen sedikit berkerut "apakah dia juga menggunakan topeng ilusi? bukankah topeng ini hanya dimiliki sekte pedang bayangan" Tetua Chen bertanya-tanya dalam hati
"Meiyin, tidak boleh tidak sopan seperti itu" Bing Kun menegur. "mohon maaf sebelumnya, saya Bing Kun dari Pulau Es dan ini Biksu Wu Hixi dari sekte Lonceng Emas. kami ingin mengantar murid kami yang akan mengikuti turnamen di kota Xunghai, Namun tidak ada kapal. Bolehkah kami menumpang di kapal ini, kami akan membayar lebih" Bing Kun menjelaskan
"perkenalkan saya Chen Hou tetua sekte pedang bayangan. Senior sekalian mari silahkan masuk, kebetulan tujuan kita sama, tidak perlu membayar namun bila tetap ingin membayar berikan saja kepada pemilik kapal" Tetua Chen
"kalau begitu terimakasih tetua Chen" Bing Kun
kemudian mereka menaiki kapal, "Tuan, silahkan berangkat" perintah tetua Chen
"tetua Chen apakah hanya tetua saja yang mengantar peserta?" Yin Meiyin
"tidak, masih ada tetua Lu tapi tidak tahu dia berada dimana" Tetua Chen
"tetua Lu? Lu Tian?" tanya Yin Meiyin bersemangat
"tetua Chen, apakah melihat Tian'er?" Liang Mei namun pandangan Liang Mei teralihkan ke arah Yin Meiyin dia ingat Lu Tian memberinya topeng putih dengan motif bunga pink.
"Hormat pada putri Yin" Liang Mei. semua orang kaget, selama ini hanya orang pulau Es yang tau identitas asli Yin Meiyin. Yin Meiyin segera merangkul Liang Mei lalu berbisik "nona Liang harap tidak memanggilku putri, ini rahasia tidak boleh di sebarkan"
"Putri Liang, lama tidak bejumpa. Putri Liang semakin cantik saja" Yin Meiyin mengubah tampilan topeng ke mode wajah. expresi semua orang kembali normal
"Meimei apa benar Tian'er juga ikut mengawal kalian?" Yin Meiyin
"Ya, tapi tidak tau dia berada dimana" Liang Mei
"mungkin orang yang kalian cari sedang di atas atap kapal ini" Bing Kun. Bing Kun adalah pendekar suci yang telah membuka 7 gerbang tentu lebih baik dalam mendeteksi orang
"Terimakasih kakek" Yin Meiyin bergegas pergi ke atap.
"Tian'er..., sedang apa kamu di atap?" Yin Meiyin
"menikmati pemandangan. jarang sekalia menikmati pemandangan seperti ini" Lu Tian tersenyum. "Yinyin.., kenapa bisa ada disini?" Lu Tian baru menyadari kehadiran Yinyin nyata.
Yin Meiyin duduk di samping Lu Tian, "lama tidak bertemu, sepertinya kamu bertambah tinggi" Yin Meiyin
"ya..., walaupun saya berumur 12 tahun, namun karena saya melakukan pelatihan di dunia yang berbeda secara fisik saya sudah berumur 14 tahun. jadi sekarang saya lebih tua 1 tahun darimu, hihihi.." Lu Tian.
__ADS_1
"benarkah??" Yin Meiyin terkejut. Lu Tian hanya mengangguk, "Tian'er bukannya kamu ingin membicarakan sesuatu dengan Kakek Bing, saya kemari bersama kakek. kebetulan kakek juga ingin berbicara denganmu" Yin Meiyin.
"kalau begitu mari kita bertemu kakek" Lu Tian