
Lu Tian segera menuju paviliun teratai untuk melihat kondisi Tetua Chen, di depan ruangan Tetua Chen di rawat. seorang wanita dengan wajah cemas sedang ragu untuk masuk ke ruangan. tidak lama setelahnya Liang Mei datang.
"Kenapa Bibi masih disini? cepat masuk" Liang Mei
Karena di dalam masih ada orang Lu Tian menunggu di luar.
Tetua Bai tersenyum canggung karena wanita yang baru masuk adalah Liang Shi. Setelah berbicara sebentar Liang Shi keluar.
"Meimei, aku ingin bicara sebentar" Tetua Chen
"Ada apa tetua?" Liang Mei
"Kedepannya jangan memeksa bibimu untuk menemuiku. Dia sudah punya kekasih" Tetua Chen
"A..aku" Liang Mei bingung.
"Pokoknya jangan memaksa dia lagi, aku juga sudah tidak berharap padanya lagi" Tetua Chen. Dan Liang Mei hanya mengangguk.
Sesampainya di luar. Liang Mei segera bertanya pada bibinya.
"Apa bibi menolak tetua Chen?" Liang Mei
"Aa?" Lamunan Liang Shi memudar.
"Apa Bibi menolak tetua Chen?" Liang Mei
"3mm..., ia bibi menolak tetua Chen karena Bibi menyukai Wang Xuxing" Liang Shi. Liang Shi memang seumuran dengan Wang Xuxing
"Aa...apa? Kakak Wang kan sudah memiliki kekasih" Liang Mei.
"Ia dan dia sudah menolak Bibi" Liang Shi
"Huuffttt.., ya sudah semoga Bibi bisa bertemu jodoh yang lain" Liang Mei.
"Meimei, tidak bisakah mendekatkanku lagi dengan Tetua Chen?" Liang Shi
"Dia tadi memintaku tidak memaksa bibi menemuinya lagi" Liang Mei
*
Lu Tian menemui Tetua Chen. "Apa Tetua Chen melihat ciri-cirinya?"
"Mereka ada dua orang, satu bertubuh gemuk, pertahananya sangat kuat. Satu lagi bertubuh kurus kekuatannya sangat besar, dia juga bisa terbang" Tetua Chen menjelaskan.
"Mungkin mereka sudah melebihi pendekar suci" Lu Tian.
__ADS_1
"Dari logat mereka sepertinya mereka dari kekaisaran Wei. Dan aku menemukan ini" Tetua Chen memberikan sobekan baju
"Tujuh menara harta" Lu Tian.
"Saya akan membicarakan ini dengan Ketua Liang. Saya akan menangani langsung misi ini" Lu Tian.
*
Malam harinya Lu Tian dan para tetua besar melakukan pertemuan. Untuk membahas pencurian kristal siluman. Mengingat efek yang diakibatkan bila seseorang menelan kristal siluman. Sehingga hal ini menjadi prioritas, bukan hanya bagi Sekte Pedang Bayangan tapi juga seluruh aliansi.
"Tetua Bai bagaimana kondisi kristal siluman yang tersisa sekarang" Ketua Liang
"Saat ini sudah tidak ada yang diperbolehkan mendekati area tersebut. Dan juga Tetua Lu sudah memasang formasi penjara yang hanya tetua Lu yang bisa membukanya" Tetua Bai
"Apakah sudah mengetahui siapa orang yang mencuri kristal tersebut?" Ketua Liang
"Menurut bukti yang di dapatkan Tetua Chen, pencuri adalah anggota 7 menara harta" Tetua Bai
"Kalau begitu tugaskan orang untuk melacak keberadaannya. Tetua He, pantau terus informasi dari tikus dan burung pengintai" Ketua Liang
"Kakek Ketua, saya ingin mengejar mereka. Setelah mendengar cerita Tetua Chen dan melihat tempat terjadinya pertarungan. Saya yakin dua pendekar yang mencuri batu tersebut sudah mencapai pendekar bumi. Di sekte kita saat ini hanya saya dan Yinyin yang sudah mencapai pendekar Bumi. Sedangkan guru Luo dan Tetua Bai baru akan menjalani pelatihan Besok, jadi hanya kami yang bisa menghadapi mereka" Lu Tian
"Tian'er aku tau kamu merasa bersalah karena tidak segera memasang formasi pelindung untuk kristal tersebut. Tapi sebaiknya kamu memikirkan kembali keputusanmu" Ketua Liang
"Saya dan Yinyin sudah memikirkan hal ini baik-baik" Lu Tian
Lu Tian dan Yin Meiyin memulai perjalanan menuju ke sebuah desa bernama Desa Xuninju. Setelah sehari sebelumnya mengantar Luo Xin dan Bai Luo ke Hilayan. Dari laporan tikus pengintai ada dua orang asing dengan ciri-ciri sama yang sempat singgah makan di desa itu.
Mereka berhenti tidak jauh dari gerbang desa agar tidak membuat panik semua orang. Segera setelah mendarat Lis keluar dan masuk dalam gendongan Yin Meiyin. Setelah beberapa jauh melangkah, mereka menemukan rumah makan yang dimaksud tikus pengintai. Mereka segera masuk untuk mencari insformasi.
"Tuan ada yang bisa kami bantu?" Pelayan.
"Satu ruangan yang paling bagus disini" Lu Tian sambil memberikan dua keping emas. Lu Tian memiliki banyak koin emas di dalam cincinnya. Apa lagi dia juga mendapat 2% pendapatan sekte pedang bayangan dari penjualan sumber daya dan senjata.
Di sekte pedang bayangan sendiri yang bisa menandingi kekayaan Lu Tian hanya Liang Mei yang mendapat harta dari dunia lain.
"Baik tuan, mari ikut saya" Pelayan. Lu Tian dan Yin Meiyin segera mengikuti pelayan.
Setelah sampai pada ruangan yang mereka maksud mereka segera duduk.
"Apa yang ingin tuan pesan?" Pelayan.
"Berikan semua makanan terbaik yang ada disini" Yin Meiyin.
"Satu lagi. Tolong suruh orang yang mengetahui informasi desa ini kemari" Lu Tian.
__ADS_1
"Kebetula sekali tuan, saya orang yang mengetahui banyak informasi" Pelayan
"Apa ada dua orang dengan ciri-ciri seperti pada gambar ini berkunjung kemari?" Lu Tian
"Sepertinya benar, Beberapa hari lalu mereka berdua membayar seluruh tempat ini. Tidak lama kemudian ada satu pria yang dikawal beberapa pengawal datang dan berbicara dengan mereka" Pelayan
"Apa kamu mendengar pembicaraan mereka?" Lu Tian
"Tidak tuan karena kami segera di suruh pergi setelah pria itu datang. Tapi saya sedikit mendengar mereka mengatakan sekte Naga hitam dan penelitian" Pelayan.
"Apa ada lagi yang kamu dengar?" Lu Tian. Pelayan mencoba mengingat-ingat.
"Mereka menyebutkan tempat bernama Longtou" Pelayan.
"Baik terimakasih" Lu Tian memberikan dua keping emas.
Setelah makan mereka segera beristirahat sambil mencari tahu keberadaan sekte naga hitam dan Longtou.
"Sayang, apakah kita akan melanjutkan perjalan sekarang atau beristirahat dulu?" Lu Tian
"Kita istirhat saja dulu malam ini dan lanjutkan esok" Yin Meiyin
"Kalau begitu mari kita mencari penginapan" Lu Tian.
Saat akan keluar, lima pendekar melihat wajah Yin Meiyin yang lupa mengganti topeng ke mode topeng. Mereka yang mabukpun muncul niat buruk. Apalagi mereka tidak bisa melihat tingkatan Lu Tian dan Yin Meiyin.
"Cantik, bagaimana kalau kau menemani kami minum sebentar" salah satu pendekar
"Lu Tian maju, apa kamu yakin mau ditemani olehnya?" Lu Tian
"Tentu saja, siapa yang tidak mau ditemani wanita cantik" Jawab salah satu pendekar.
"Ohh.., kalau begitu kemarilah, bila kamu bisa mendekatinya" Lu Tian melepaskan aura dewa naga.
Seketika lima pendekar mabuk tersebut pingsan tak kuat menahan tekanan.
"Kenapa papa membuatnya pingsan, harusnya serahkan saja padaku. Huuh... sampah mesum berani menggoda mama" Lis. Setelah membereskan pendekar mabuk tersebut mereka mencari penginapan.
Keesokan paginya ada puluhan pendekar mengumpulkan semua laki-laki di desa. Jika tidak mau mereka akan membunuh mereka dan menjadikan istri mereka budak. Lu Tian baru keluar dari penginapan langsung di hadang dua puluh pendekar.
"Hei... kau ikut dengan kami kalau tidak kami akan membunuhmu. Dan menjadikan istrimu budak" Salah satu pendekar.
"Ohh... kalau begitu coba saja lakukan" Lu Tian.
Dua orang pendekar menyerang Lu Tian, namun Lu Tian menghilang dan muncul di depan pendekar yang mengancamnya tadi dan menebasnya. Seketika kepala pendekar yang mengancam Lu Tian lepas dari badannya.
__ADS_1
"Katakan siapa yang menyuruh kalian" Lu Tian melepaskan aura dewa naga namun tidak terlalu besar agar tidak pingsan.
"Kami dari sekte naga hitam. Kami disuruh mengumpulkan banyak laki-laki dan dikirim ke wilayah Longtou" Salah satu pendekar