Master Key

Master Key
Pertandingan Hari ke Dua 4


__ADS_3

pertandingan selanjutnya Liang Mei melawan Zhu Xinxin. demi cinta manusia memang bisa gila. sama dengan kedua wanita ini. yang penuh dengan hawa api yang membara.


keduanya sudah bertukar puluhan jurus, dari segi kemampuan pedang Zhu Xinxin lebih unggul. namun kemampuan fisik dan tehnik bertarung yang dimiliki Liang Mei seimbang secara menyeluruh. seandainya Liang Mei membuka segel beban latihanya Zhu Xinxin tak akan bisa mengalahkan Liang Mei apa lagi Liang Mei mampu mengunakan Ryo. sehingga dalam pengunaan tenaga dalam sedikit lebih hemat.


"hei... centil, ingat baik-baik perjanjian kita yang kalah tidak boleh dekat-dekat Tian'er" Liang Mei


"huh..., apa omonganmu bisa dipegang? kamu murid sekte pedang bayangan bisa saja kamu menggunakan alasan belajar untuk mendekati Tian'er" Zhu Xinxin


"katakan saja jika kamu takut" Liang Mei


sambil terus bertarung mereka terus membahas Lu Tian. Lu Tian rasanya ingin mencari tempat bersembunyi. Lu Tian memasuki dimensi giok karena merasa Yin Meiyin mengirim pesan.


"Tian'er, selesai turnamen segera tegaskan dengan mereka hubungan kita. apa kamu tidak takut ayah mendengar pembicaraan mereka" Lin Meiyin kesal Lu Tian dijadikan bahan taruhan.


Lu Tian hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung. bagaimana menghadapi wanita yang sedang marah. Lu Tian hanya berkata "baik"


Lu Tian kembali ke dari dimensi giok, lalu masuk ke dimensi giok yang lain.


"tetua bagai mana? apakah bisa kita jalankan rencana kita selanjutnya?" Lu Tian


"malam nanti akan kita bahas lebih detil, semoga kita bisa mendapat informasi kekuatan musuh" Ketua Sima


"ngomong-ngomong dari mana kamu mendapatkan barang ajaib ini?" Bing Kun


"benar bisakah kamu memberitahukan dimana bisa membeli barang ini?" Zheng Jiazhen


"maaf tetua sekalian barang ini hanya satu-satunya. bila ada ada turnamen besar mintalah izin pinjam ke Ketua Liang" Lu Tian


"hahaha...., bagus kalau begitu kapan-kapan aku akan menemui si tua itu" Bing Kun


"Tian'er sekarang kita lanjutkan aktifitas, malam kita lanjut lagi" Ketua Sima

__ADS_1


mereka keluar dari dimensi giok. waktu di dimenai giok sangat berbeda, 1 jam berbanding 1 hari. sehingga berkomunikasi selama 1 jam di dimensi giok hanya beberapa detik di dunia normal.


pertarungan Liang Mei dengan Zhu Xinxin masib berlanjut, masih belum ada tanda-tanda akan menyerah. Namun sekali lagi Liang Mei lebih unggul karena saat ini Liang Mei sedang memakai segel beban level 20, jadi ketika dia menurunkan level ke 17. kecepatan Liang Mei sudah sangat sulit di imbangi apa lagi bila dikombinasikan dengan Ryo,


"Jurus pedang petir: Ilusi petir" sambaran beberapa petir ke arena dari sambaran tersebut muncul bayangan Liang Mei.


Zhu Xinxin mencoba mencari Liang Mei yang asli namun tidak dapat menemukannya. justru Bayangan Liang Mei menyerang, Bayangan menyerang namun Zhu Xinxin menahan serangan tersebut. siapa sangka bayangan tersebut memang di ciptakan untuk jebakan.


ketika bayangan tersentuh pedang, petir mengaliri pedang dan merambat ke tangan Zhu Xinxin. Zhu Xinxin seperti memegang bara panas yang merambat dari tangan menuju keseluruh tubuh.


empat bayangan Liang Mei yang tersisa terus menyerang Zhu Xinxin. Zhu Xinxin hanya bisa menghindar karena tahu rasanya petir merasukimu.


perhatian Zhu Xinxin fokus ke bayangan Liang Mei. sehingga Liang Mei melancarkan serangan mendadak, Liang Mei turun dari ketinggian dengan cepat. serangan berhasil memukul Zhu Xinxin hingga keluar arena


Zhu Xinxin kesal, karena dikalahkan Liang Mei. Liang Mei turun dari arena turnamen dan menatap Yin Meiyin. merasa yakin bisa menang, namun dia tidak tahu Yin Meiyin sudah lebih dulu berlatih menggunakan segel beban bahkan sudah mencapai level 40. kekuatan Yin Meiyin sudah setara pendekar raja.


pertandingan selanjutnya Yin Meiyin melawan Gao Nian. "kali ini aku akan menunjukan wanita lemah seperti kalian tidak pantas untuk pria kuat seperti Lu Tian" Gao Nian


"tentu saja, apa kamu tidak melihat perbandingan kita?" Gao Nian memandang 2 gunung kembar Yin Meiyin.


Yin Meiyin kesal, "kalau begitu jangan salahkan aku membuatnya kempes" Yin Meiyin mengeluarkan hawa dingin lalu muncul beberapa bongkahan es yang mengelilingi Yin Meiyin.


Gao Nian bergerak cepat mengitari Yin Meiyin mencari celah untuk menyerang. dia mencoba menebas namun tebasannya di hadang bongkahan es yang bergerak otomatis. Gao Nian mencoba menyerang di area lain namun hasilnya sama. meskipun dia melakukan berbagai trik untuk mengecoh hasilnya serangannya berkali-kali gagal.


"Bagaimana apakah kamu menyerah?" Yin Meiyin


Bing Kun terkejut dengan jurus yang digunakan cucu sekaligus muridnya. karena itu bukan jurus yang berasal dari pulau es. "kapan dia mempelajari jurus tersebut?? siapakah yang mengajarkan??" Bing Kun bertanya-tanya.


Bing Kun memandang ke arah Lu Tian yang sedang tersenyum. "anak ini benar-benar memiliki kemampuan, Lu Han seandainya kamu bisa melihat ini. anak kecil yang duluh lemah dan mudah terserang sakit kini sudah menjadi pendekar hebat" Bing Kun mengingat pertemuannya dengan Lu Han


Gao Nian juga tidak mudah menyerah. dia mengeluarkan seluruh kemampuannya. bertambah cepat, kecepatanya menyamai Liang Mei setelah menurunkan level beban.

__ADS_1


melihat kecepatan Gao Nian. Yin Meiyin tersanyum lalu menyebarkan ke seluruh arena hingga arena menjadi beku. tidak lama setelahnya 'Gubbrrraaakkk' Gao Nian terpeleset karena licin.


"kamu licik membuat arena menjadi licin" Gao Nian kesal bercampur malu, wajahnya memerah.


"jangan naif, kita sedang bertarung pilihanmu hanya 2 lanjut bertarung dan pikirkan cara mengatasi ini atau menyerah" Yin Meiyin.


"Jangan berharap..., aku akan menunjukan padanya aku lebih baik dari diri...." Gao Nian


"Penjara salju" belum selesai Gao Nian bicara Yin Meiyin mengeluarkan jurus penjara salju. salju menutupi tubuh Gao Nian membentuk setengah bola.


di dalam penjara salju yang gelap gao Nian menebas dinding salju dinding salju runtuh namun masih ada lapisan berikutnya. mau tidak mau dia mengeluarkan seluruh kemampuannya, dia menebas dengan cepat ke sekeliling hingga penjara salju retak. melihatnya retak Gao Nian mengeluarkan jurus amukan pedang.


dari luar penjara salju sudah mulai retak dan 'duaarr' penjara hancur.


"kamu pikir aku akan kalah hanya dengan penjara lemah seperti i..." Gao Nian bingung Yin Meiyin sudah berbalik berjalan dengan santai ingin turun arena. Gao Nian memperhatikan posisinya sudah ada di Luar arena. Yin Meiyin sudah memindahkan penjara salju keluar arena bahkan tahanan di dalam tidak merasakan pergerakan tersebut.


"Dasar pengecut, beraninya kamu melakukan trik curang seperti ini, apa kamu tidak malu. kalau berani hadapi aku" Gao Nian masih merasa kesal


"Bisakah kamu menang tanpa pedang? apa kamu sudah memperhatikan pedangmu yang sebentar lagi patah?" Lu Tian bersuara


Gao Nian memandangi pedangnya yang beku dan terdapat beberapa retakan. dia baru menyadari es yang melindungi Yin Meilin bukan hanya keras tetapi juga membuat pedangnya membeku. pedang yang membeku membuatnya menjadi mudah patah.


Gao Nian mau tidak mau mengakui kekalahannya. dia sedih karena kalah dan lebih sedih lagi karena ternyata Lu Tian tidak meliriknya sedikitpun. dia duduk dengan murung.


"apa kamu pikir guruku orang yang mudah di taklukan wanita?, dia orang yang sulit jatuh cinta tetapi sekali dia menyukai seseorang akan sulit berpindah kelain hati" Wang Xuxing mencoba menghibur


Gao Nian melihat ke arah Wang Xuxing. namun Wang Xuxing justru melihat ke arah Liang Mei.


"apa kamu juga seperti dia?" Guo Nian


"Mungkin..., bedanya dia mendapat balasan, sedangkan saya hanya harapan" Wang Xuxing melihat Guo Nian dengan tersenyum. lalu melangkah maju menuju arena.

__ADS_1


__ADS_2