Master Key

Master Key
Mengamati


__ADS_3

Lu Tian mengajak Liang Mei dan Wang Xuxing ketempat pelatihan. sesampainya di tempat latihan Lu Tian di sambut 3 orang gadis cantik. Lu Tian bersikap biasa saja namun berbeda dengan Liang Mei, karena selain Yin Meiyin ada 2 gadis lain yang memakai kipas yang mirip miliknya.


"Tian'er, apakah kamu juga memberikan mereka kipas sepertiku?" Liang Mei


"Ya, itu memeng buat berjaga-jaga apabila ada penjahat yang menggangu" Lu Tian


"Tian'er apakah mau mengajarkan kami jurus kipas ini?" Fan Weili dan Zhu Xinxin


"maaf, saya datang ke sini untuk membimbing murid sekte kami berlatih, jadi belum bisa mengajari kalian" Lu Tian


seorang pria muda mendekati mereka,


"hi cantik, dari pada kalian belajar dari orang lemah seperti dia, bagaimana jika belajar denganku?" Ye Huitang


Zhu Xinxin dan Fan Weili saling memandang,


"Maaf, kami tidak mengenalmu. lagipula kamu tidak sebanding denganya" Fan Weili


"orang lemah yang menyembunyikan kekuatannya, apa yang bisa dibanggakan" Ye Huitang


"tentu saja, kami tahu dia lebih kuat darimu. gurumu pun yakin akan berpikir 2 kali untuk melawanya" Zhu Xinxin


"Nona Zhu, Lili kembalilah berlatih tidak baik berdebat tidak perlu dengan orang lain" Lu Tian


"Cih... tidak perlu guru untuk turun tangan melawan cecunguk ini" Ye Huitang, "Hei..., bagai mana jika kita bertarung di pertandingan besok. kita liat siapa yang bisa menang" Ye Huitang menantang Lu Tian


"maaf saya kemari mengawal murid sekte kami. saya tidak bisa mengikuti turnamen" Lu Tian


"hahaha... kamu tidak mengikuti turnamen ini karena kamu lemahkan?" Ye Huitang


tapi Lu Tian tidak perduli dia melangkah memasang titik-titik untuk membentuk formasi. Tetua Chen mendatangi Lu Tian, tadi dia sedang bicara dengan Hong Touli.


"Tetua Chen, mau ikut melihat latihan?" Lu Tian


"tentu aku juga akan mengajarkan mereka jurus pedang" Tetua Chen


"kalau begitu masuklah kedalam formasi" Lu Tian


Ye Huitang yang merasa diabaikan kesal dan menyerang Lu Tian, Lu Tian tidak menghindar namun ketika pedang menghantam badan Lu Tian, segera mental begitu juga dengan Ye Huitang. terlempar dan berdarah. tangannya juga keram.


Ye Buzhi yang melihat keadaan teraebut segera datang, untuk menolong Ye Huitang


"guru tolong murid diserang orang itu" Ye Huitang mengadu


"hei kalian beraninya melakukan kekerasan pada murid kami sebelum turnamen" Ye Buzhi

__ADS_1


"maaf tetua, saya tidak ada menyerang dia. jika saya menyerang dia saya yakin dia akan mati seketika" Lu Tian


"guru, dia pasti bermain curang dia bisa membuatku terlempar tanpa menyentuhku" Ye Huitang


"Ye Huitang, cukup!. apa kamu tidak malu, menyerang orang lain yang tidak mau bertarung. untung tetua ini tidak membalasmu" Feng Qixui


"Feng Qixui, apa maksudmu menyerang tetua?" Ye Huitang


"Dasar Bodoh, sebelumnya nenek Ye sudah memperingatimu jangan mencari masalah dengan sekte pedang bayangan. apa kamu tidak menyadari kekuatanmu, kemampuanmu tidak bisa melukainya namun kamu malah meremehkan dan malah meyerangnya" Feng Qixui lalu berjalan menghampiri Lu Tian,"tetua, saya mewakili teman saya dan sekte naga langit meminta maaf, saya berharap tetua memaafkan kesalahan kami" Feng Qixui menunduk minta maaf


"ahh... tidak masalah lagi pula saya tidak terluka, berilah ini untuk mengobati luka temanmu" Lu Tian


"terimakasih tetua" Feng Qixui


"siapa namamu?" tanya Lu Tian


"nama saya Feng Qixui dari sekte naga langit" Feng Qixui


"apa kamu mau ikut denganku untuk latihan tertutup selama 2 tahun?" Lu Tian


"ini..." Feng Qixui bingung


"tidak perlu menjawab sekarang, saya harap kamu pertimbangkan dan bicara dengan tetua sektemu. 1 lagi jangan ceritakan dengan temanmu. kembalilah lanjutkan latihanmu" Lu Tian


"Feng Qixui, apakah dia orang yang nenek ceritakan?" Ye Huitang


"Siapa lagi jika bukan dia, tetua termuda sekte pedang bayangan. bocah yang lebih muda dari kita namun bisa mengalahkan pendekar raja tingkat akhir" Feng Qixui


Ye Buzhi juga berkeringat dingin, hampir saja dia membuat masalah dengan orang hebat. dia kesal dengan perbuatan keponakannya. mencari masalah malah ingin menyeretnya


"Tang'er. mulai sekarang kamu tidak boleh berbicara dengan orang lain selain kami. kamu hampir menyebabkan masalah untuk sekte kita" Ye Buzhi


Yin Meiyi juga berlatih sebentar sarung tangan yang di berikan Lu Tian. ada beberapa latihan beban untuk menguatkan fisik untuk Yin Meiyin yang selalu dipakai setiap hari. berkat bantuan alat tersebut peningkatan kekuatan Yin Meiyin 2 sampai 3 kali lebih cepat dari biasanya.


sementara dikejauhan 2 orang peserta dari tuan rumah Gu Niao dan Guo Nian mengamati setiap calon peserta yang berlatih.


"sepertinya yang paling mungkin menjadi lawan kita hanya Luo Gu, Zheng Furu, Shi Qu, Feng Qixui, Ye Huitang" Gu Niao


"bagaimana dengan sekte pedang bayangan?" Guo Nian


"untungnya orang itu bukan peserta. bila dia peserta dia sudah pasti menjadi pemenang turnamen ini. tapi dengan kekuatan kita. peserta turnamen ini pasti mudah dikalahkan" Gu Niao


"Bagaimana dengan gadis dari pulau Es disana? aku tidak bisa mengukur tingkatannya. sama seperti tetua dari pedang bayangan" Guo Nian


"tidak perlu khawatir. dari latihanya terlihat kemampuannya biasa saja" Gu Niao

__ADS_1


"emm..., apa kakak Gu pernah melihat wajah tetua termuda itu?" Guo Nian


"kenapa? apa kamu menyukainya" Gu Niao tersenyum


"Tidak, hanya penasaran saja" Guo Nian. tapi dalam hati dia merasa tertantang menaklukan hati pendekar terkuat di eranya.


malam harinya Lu Tian keluar dan duduk di pohon sambil memandang langit dan bulan purnama. seperti biasa dia mencoba berkomunikasi dengan orang tuanya. tapi konsentrasinya terganggu karena ada orang yang mengawasi dan seperti ada sesuatu yang membahayakan.


"jika tak ingin terluka, lebih baik keluar sekarang" Lu Tian


"maaf, bisakah menunjukan identitasmu? terlalu mencurigakan keluar malam hari dengan mengunakan topeng seperti itu" Guo Nian


"maaf, saya Lu Tian tetua sekte pedang bayangan" Lu Tian menunjukan wajahnya sambil memperlihatkan lencana sekte pedang bayangan.


Guo Nian tertegun melihat wajah Lu Tian, "ternyata dia tampan, pantas wanita-wanita itu berebut perhatian dari pemuda ini" Guo Nian dalam hati.


"apakah aku boleh melanjutkan aktifitasku lagi?" Lu Tian. pertanyaan ini langsung menyadarkan Guo Nian dari lamunannya


"Maaf tetua, silahkan melanjutkan aktifitasnya" Guo Nian


Lu Tian kembali duduk dan memandangi langit. Guo Nian tidak beranjak karena masih kagum dengan ketampanan Lu Tian.


"apakah tetua suka memandangi langit malam?" Guo Nian.


"Ya, tapi aku juga sedang menunggu seseorang" Lu Tian


"tetua sedang menunggu siapa?" Guo Nian


namun tiba-tiba dia punggungnya merasakan hawa dingin.


"apa kamu selalu ingin tahu urusan orang lain?" Yin Meiyin


Guo Nian terdiam lalu melihat wanita bertopeng putih yang memancarkan aura dingin.


"sebaiknya kamu pergi, kami ada pembicaraan penting dan rahasia" Lu Tian


setelah Lu Tian memberi peringatan Guo Nian segera meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan kesal. "aku akan menghancurkannya nanti saat turnamen" Guo Nian dalam hati.


di langit seorang pendekar terbang dengan cepat dan mendarat di sebuah penginapan.


"bagaimana hasilnya" seorang pendekar sepuh dengan wajah terlihat masih muda sambil mengecap teh.


"tidak bisa menculiknya malam ini, ada seorang pendekar yang kuat, sepertinya dia juga mengetahui keberadaanku walaupun aku di ketinggian" pendekar dengan wajah yang mirip


"kalau begitu hanya bisa menunggu rencana orang-orang bodoh itu dijalankan" pendekar sepuh menanggapi

__ADS_1


__ADS_2