
Lika mengantar kelompok tawanan ke tempat yanh sudah di tetapkan. Disana sudah ada pasukan medis yang mengobati tawanan yang sedang terluka. Melihat semuanya sudah ada yang menangani Lika bergegas kembali ketempat Xiao Li berada.
"Lika kemana kamu akan pergi?" Kiku
"Aku harus kembali membantunya" Lika
"jangan, mereka pasti sudah menciptakan mahluk iblis itu" Kiku.
"Tidak bisa, Aku tidak mau kehilangan dia" Lika
"Apa dia begitu berharga bagimu?" Kiku
"Ya" Lika pergi menuju tempat Xiao Li. Kiku hanya mampu memandangi Lika yang pergi.
Lika berlari menelusuri terowongan, ketika keluar dari terowongan Lika meniup pluit. Tidak lama kemudian Siluman Bangau Perak datang. Lika segera melompat menaiki Siluman Bangau. Stelah terbang beberapa saat Lika melihat Xiao Li terlempar dari udara dan membentur tanah. Lika bergegas mengarahkan bangau turun karena menyadari Madaya sudah siap menghajar Xiao Li.
Bangau dengan cepat menukik dan menendang Madaya. Madaya tidak sempat memukul Xiao Li karena tendangan Siluman Bangau membuat Madaya terlempar beberapa langkah. Madaya yang merasa terganggu berlari di udara mengincar Lika.
"Lika kenapa kembali, dasar gadis bodoh.." Xiao Li marah. Dia segera memakan kacang es untuk memulihkan stamina. Setelahnya dia juga berlari mengejar madaya yang dengan cepat ingin menghajar Siluman Bangau.
Siluman Bangau yang merasa terancam mencoba melesat lebih cepat dan merubah arah. Madaya juga berbelok cepat mengejar Siluman Bangau. Saat akan menagkap siluman bangau, Xiao Li muncul dan menendang Madaya hingga membentur tanah.
Xiao Li mengeluarkan bola grafitasi dan melemparkan ke arah Madaya. Grafitasi menekan Madaya membuatnya tidak bisa bergerak bebas. Xiao Li memadatka udara dan melemparkannya ke arah Madaya. Lika melesatkan panah dengan elemen api, sebelum berangkat Lika dipinjamkan panah energi oleh sekte pedang bayangan.
Madaya yang sulit bergerak terkurung oleh tornado api hasil jurus gabungan Xiao Li dan Lika. Suara Madaya menggema menahan panas api yang membakar tubuhnya.
Suara Madaya menghilang. Namun siapa sangka Madaya keluar dari kobaran api dengan wujud yang berbeda. Dia melesat cepat menuju Lika yang tidak siap menerima serangan tersebut. Sesaat akan mengenai Lika, Siluman Bangau membuang Lika Jatuh. Sehingga serangan Madaya tepat mengenai siluman bangau dan membakar siluman bangau.
__ADS_1
Lika yang sedang terjatuh dari ketinggian menangis melihat siluman bangau mengorbankan dirinya. Xiao Li turun dengan cepat menangkap Lika.
*
Lu Tian mendapat informasi dari pasukan khusus ada sebuah kejadian mengerikan di dalam. Dan ada dua saksi yang harus di introgasi.
Lu Tian segera memasang wajah serius. "Sepertinya waktu bermain-main sudah habis" Lu Tian yang sedari tadi hanya menghindari serangan dua Siluma Macan akhirnya menyerang.
Lu Tian menghilang lalu muncul di samping Siluman Macan pertama dan melayangkan tinju petir. Siluman Macan pertama langsung terlempat menghantam tebing gunung. Siluman Macan kedua tercengan melihat kekuatan pukulan Lu Tian, sampai tidak sadar Lu Tian sudah muncul di belakangnya. Lu Tian menendang kepala Siluman Macan kedua hingga menabrak batu besar.
Lu Tian mengeluarkan pedang energi dan menebas Siluman Macan kedua yang baru berdiri setelah menabrak batu besar. Seketika itu angin dari tebasan pedang Lu Tian melaju cepat dan membelah Siluman Macan kedua menjadi dua bagian.
Siluman Macan pertama melarikan diri secepatnya. Dia tidak ingin mati konyol seperti saudaranya. Namun siapa sangka sedang asik berlari Lu Tian tiba-tiba muncul dan memasang pedangnya seperti sebuah rintangan yang harus dilewati Siluman Macan perama. Siluman Macan pertama tidak sempat menghindari atau menurunkan kecepatan.
Siluman Macan pertama menabrak pedang Lu Tian, pedang Lu Tian seperti menembusnya dan dia tidak merasakan apa-apa. Namun selang beberapa menit dia merasa melihat kakinya berlari meninggalkan tubuh bagian atas dan menabrak pohon dan tumbang. Siluman Macan pertama pun langsung kehilangan kesadaran. Siluman Macan pertama terbelah dari mulut sampai ke bokong membaginya menjadi dua sisi bawah (kaki dan perut) dan sisi atas (kepala dan punggung).
Tujuh hewan suci juga sudah bosan dan segera mengakhiri pertarungan dalam beberapa tarikan napas. Lis menunggangi siluman elang menuju Lu Tian.
"Papa.., apa dia bisa di jadikan layang-layang?" Lis
"Tidak bisa. Tampangnya jelek" Lu Tian
"Huuh..., memang tidak berguna" Lis menendang siluman elang sampai jatuh ketanah dan menghembuskan napas es. Seketika siluman elang berubah menjadi patung es.
"Lis sepertinya itu cocok untuk koleksi Bibi" Lu Tian
"Tidak, dia jelek Huuh.." Lis meninju patung siluman itu hingga hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Nenek walet juga sudah sedari tadi menyelesaikan pertarungan. dia menonton pertunjukan tari Yin Meiyin dari atas pohon.
Yin Meiyin yang masih menari-nari menghindari serangan siluman beruang tiba-tiba berhenti. satu jarinya menembus perut siluman beruang. Siluman Beruang tidak bisa bergerak. Tidak lama kemudian seluruh tubuhnya di penuhi salju putih. Siluman Beruang mengalami pembekuan dari dalam dan sekarang menjadi patung es.
Tetua Bai mengejar Siluman Ular yang mencoba melarikan diri. Dia terbang mengikuti kemana perginya Siluman Ular tersebut. Tetua Bai sudah melihat posisi Siluman Ular, dia begegas terbang dengan cepat, petir hitam mengalir dari tangan menuju pedangnya. Dengan cepat dia turun dan menancapkan pedangnya ke kepala Siluman Ular.
Petir hitam mengalir di seluruh tubuh Siluman Ular. tubuh ular tersebut begetar hebat tidak lama kemudian Siluman Ular terdiam dan petir membakar tubuh ular dari kepala hingga buntut.
Sedangkan Tetua Chen dari atas melesatkan pisau-pisau udara menuju tubuah Siluman Ular. Pisau angin menebas kulit Siluman Ular hingga banyak luka sayatan sepanjang kulit siluman ular.
Siluman Ular diam membisu sudangkan Tetua Chen terbang tepat diatasnya. Tiba-tiba Siluman Ular ingin menyambar tetua Chen. Tetua Chen tidak panik tapi justru melemparkan bola berwarna merah ke dalam mulut Siluman Ular dan terbang lebih tinggi
'Booommm' ledakan terjadi di dalam perut Siluman Ular. Siluman Ular langsung mengamuk tidak tentu arah dan meratakan pohon yang ada di sekitar tububnya.
Tetua Chen segera bergerak cepat dan menebas kepala ular. Kepala ular segera terpisah dari tubuhnya.
*
Xiao Li menggendong Lika dan berlari dari kejaran Madaya yang sudah berwujud siluman. Tapi kecepatan madaya benar-benar cepat. Beberapa saat Madaya sudah berada di belakang mereka dan siap menyerang Lika. Dengan sigap Xiao Li bergerak menahan seranga tersebut dengan prisai. Xiao Li mundur beberapa langkah.
Lika menembakan beberapa panah dan menancap di tubuh Madaya. Madaya berteriak histeris karena serangan Lika dia kembali menyerang ke arah Lika tapi sekali lagi Xiao Li menahan serangan Madaya. Lika juga memanfaatkan hal tersebut melesatkan panah. Puluhan panah menancap di tubuh Madaya kali ini Madaya sudah tidak berdaya. Sepertinya kekuatannya sudah mencapai batasnya. Melihat hal tersebut Xiao Li segera menebas kearah leher Madaya. Dan benar saja tidak ada lagi perlawanan dari Madaya, leher Madaya terlepas begitu saja dari badannya.
Lika dan Xiao Li rebah di tanah karena kehabisan tenaga. Xiao Li mengubah topengnya ke mode wajah. mereka saling menatap, tidak lama kemudian mereka saling menggenggam tangan dan saling tersenyum.
Setelah sedikit pulih Xiao Li bangun karena merasakan suara gaduh. Xiao Li berlari di udara mendaki langit. Xiao Li tercengang melihat sumber kekaduahan. Dia bergegas turun dan menarik tangan Lika.
"Ayo kita segera pergi dari sini" Xiao Li berlari kencang membawa Lika. Kemudian dia memasuki dimensi giok untuk berkomunikasi.
__ADS_1
"Tetua sekalian. Ribuan siluman menuju keluar lembah kematian" Xiao Li mengabarkan