
Pagi ini semua orang semua yang belajar di Huming kembali. Saat mereka kembali juga terdengat terjadi pencurian di sekte Lonceng Emas dan Pulau Es. Tidak ada korban dari insiden itu dan yang hilang hanya gulungan puisi berusia ribuan tahun.
Dengan berita yang terdengar tersebut Ketua Liang langsung memanggil semua tetua besar berkumpul.
"Hari ini saya memanggil kalian semua karena dua hal. Pertama lokasi pasti lima belas siluman dan jalur keluar masuk suku Xuja sudah ditemukan. Tetua Chen masih disana untuk mencari informasi lebih lanjut.
Yang kedua pergerakan aneh aliran hitam, semalam Pulau Es dan Lonceng Emas diserang, namun mereka hanya mengincar sebuah gulungan puisi." Ketua Liang.
"Puisi?" semua tetua bingung mereka membahayakan nyawa hanya untuk sebuah puisi.
"Itu adalah puisi berusia ratusan ribu tahun. dari jaman perang kegelapan. Dan diturunkan oleh pendekar legenda ke beberapa muridnya yang kemudian secara turun-temurun di berikan sebagai warisan" Kakek Liang.
"Kakek Ketua, puisi itu bukan puisi biasa. Itu adalah sebuah petunjuk keberadaan benda yang disebut permata dunia. Orang biasa tidak mungkin mencari benda yang sulit didapatkan oleh pendekar Bumi sekalipun.
Artinya ada orang kuat yang sedang mengincar benda berbahaya itu. Tapi mereka mungkin tidak akan bergerak dalam waktu dekat, karena gulungan itu ada sepuluh artinya masih butuh delapan gulungan lagi yang tersebar di seluruh kekaisaran.
Sebaiknya kita fokus ke Suku Xuja dulu namun tetap sebarkan informasi ke sekte aliran putih ditiga kekaisaran, agar mereka bisa berjaga-jaga" Lu Tian
Sekembalinya dari pertemuan bersama tetua besar Lu Tian mengumpulkan semua murid yang telah menyelesaikan latihannya.
"Kalian kembalilah lebih dulu ke sekte masing-masing. Di jubah kalian terdapat simbol kalian bisa teleportasi dengan mendeteksi simbol tersebut. Shi Qu dan Gao Nian, saya akan mengantarkan kalian untuk mengambil sesuatu.
Untuk komunikasi selanjutnya kalian bisa mengambil gelang ini, jika kalian butuh bantuan masuklah ke dimensi gelang, otomatis gelang tersebut berkedip warna merah dan pikiran kalian akan segera memasuki dimensi. Dan kita bisa saling komunikasi disana.
Jika kalian sudah paham saya akan mengajarkan kalian cara mengunakan jurus teleportasi dan cara masuk ke dimensi gelang" Lu Tian
Lu Tian membawa semua murid ke tempat berlatih. Setelah semua berhasil Lu Tian menunjukan sebuah jurus teleportasi.
"Baik karena kalian sudah bisa, saya akan menunjukan jurus yang mungkin berguna saat menghadapi banyak musuh. Jurus ini saya pelajari dari sinobi di dunia lain. Kalian tutup mata dan rasakan energi kehidupan yang ada di sekitar kalian. Kalian bisa juga merasakan bahwa simbol yang ada di baju kalian memiliki energi yang memiliki warna berbeda, dengan begini kalian bisa berpindah sesuai kemauan kalian dengan energi tersebut sebagai titik kalian akan muncul. Aku akan memberikan contoh kalian bersiap menahan seranganku" Lu Tian. Dan semua anggota bersiap menerima serangan Lu Tian.
__ADS_1
Lu Tian menghilang dan tiba muncul di belakang Wang Xuxing. Wang Xuxing baru menoleh namun Lu Tian sudah menghilang dan muncul di belakang Gao Nian menepuk bahunya. Gao Nian belum sempat menoleh Lu Tian sudah muncul di belakang Yin Chen dan memukul kakinya dengan kayu, lalu menghilang muncul di belakang Luo Gu dan memukul kepalanya dan seteruanya. Kecepatan Lu Tian dalam teleportasi membuat semua tercengang. Lu Tian muncul di samping Yin Meiyin dan mendaratkan ciuman di pipi kanannya. Yin Meiyin menoleh Lu Tian sudah menghilang dan mendaratkan ciuman di pipi kirinya.
ketika Lu Tian ingin menghilang lagi Lis menendang Lu Tian."Akhhh...Lis kenapa kamu menyerangku?" Lu Tian memegang pipinya.
"Dasar papa mesum, Huuh..., itu balasan karena semalam menipuku untuk bersenang-senang dengan mama" Lis marah dia baru ingat semalam Lu Tian janji memberikan permen. Asal dia tidak tidur di kamar dengan mereka.
"Aku tidak bohong. Permennya sedang di beli oleh paman Chai di pasar" Lu Tian
Sementara semua mata menatap tajam dengan pandangan meremehkan Lu Tian.
"Itu akibatnya pamer kemesraan di depan kami" Liang Mei membuang muka kesal.
Sedangkan Yin Meiyin ingin bersembunyi karena malu kelakuan mereka dibongkar Lis.
Kemudian semuanya mencoba berlatih seperti yang Lu Tian lakukan. Setelah dirasa sudah bisa menguasai jurus teleport.
"Sekarang kalian boleh kembali ke tempat kalian masing-masing, keluarga kalian pasti sudah tidak sabar ingin bertemu kalian. Aku akan menghubungi kalian lagi jika sudah ada waktu yang tepat untuk kalian naik tingkat menjadi pendekar Bumi seperti kami berdua" Lu Tian dan Yin Meiyin menunjukan kekuatan pendekar Bumi kepada mereka.
"Kalian berdua tentu dilibatkan dan ini akan jadi misi pertama kalian berdua. Namun untuk yang lain mereka harus mendapat izin dari sekte mereka masing-masing. Karena ini misi yang diberikan oleh Kaisar langsung ke sekte kita, bukan misi aliansi yang mendapat serangan. kita tinggal menunggu apakah kaisar memberi misi untuk membantu kita atau tidak. Jika kami memerlukan bantuan, kalian akan di hubungi" Lu Tian.
"Kami juga ingin ikut" jawab semuanya serentak
"Kalian pulang dulu. tanya sekte kalian misi ini masih bisa kami tangani. Sekte kalian juga butuh perlindungan, gerakan aliansi aliran hitam sulit untuk diprediksi. Kalian mau pulang sendiri atau mau Lis yang mengantar" Lu Tian. Mata Lis berbinar dengan senyum jahat.
Akhirnya mereka menyerah dan kembali ke kediaman mereka masing-masing.
"Yinyin, kembalilah dulu saya harus mengantar Shi Qu dan Nona Gao" Lu Tian.
Yin Meiyin, Lis, Liang Mei dan Wang Xuxing segera menuju ruangan pertemuan.
__ADS_1
*
Dalam satu tarikan napas Lu Tian, Shi Qu, dan Gao Nian sudah sampai di pintu gerbang Sekte Pedang Tunggal. Mereka segera menemui Ketua Sima
"Ketua Sima, nona Gao sudah menyelesaikan latihannya. Namun ada satu tugas untuknya, dia harus masuk ke dimensi Watoku untuk mengambil pusaka pedang tanpa bayangan" Lu Tian. Sima Quon memandang Gao Nian
"Apakah kamu sudah siap?" Sima Quon
"Saya sudah siap" Gao Nian tanpa ragu.
Boya keluar dari gelang. "Boya jelaskan bagaimana keadaan disana" Lu Tian.
Boya memberi sebuah segel agar tidak disakiti para hewan di dimensi Watoku. "Dengan segel ini berhasil atau tidak kamu tetap bisa keluar, semua klan Watoku tidak akan menyakitimu. Bawalah surat ini dan temukan ibuku, jika kamu bisa lulus ujian dari ibuku dia pasti akan memberikan pusaka itu padamu" Boya.
Lu Tian kemudian mengatar Gao Nian ke sebuah batu besar dan memberikan giok untuk memasuki dimensi Watoku. Setelah Gao Nian masuk Lu Tian pamit untuk mengantar Shi Qu.
Beberapa saat kemudian Lu Tian sudah sampai di Sekte Lonceng Emas. Biksu Wu Ho dan beberapa tetua lain menyambut. Sama seperti Gao Nian. Lu Tian meminta izin memberikan misi mengambil pusaka tongkat kera emas.
Biksu Wu Ho membawa Lu Tian dan Shi Qu ke sebuah ruangan rahasia di kediaman Biksu Wu Ho. Disana terdapat sebuah lonceng emas. Lu Tian kaget melihat lonceng tersebut.
"Kakek Biksu, bukankah ini Lonceng dunia?" Lu Tian
"Ahh.. kamu mengetahuinya juga. Lonceng ini tidak bisa di bunyikan manusia, namun dia akan berbunyi saat ada peristiwa besar. Selama ribuan tahun sejarah mencatat lonceng ini baru berbunyi dua kali. Aku tidak tahu kenapa dia berbunyi. Karena benda ini tidak ada yang bisa menghancurkan ketua selalu berpesan bahwa setiap kali dia berbunyi harus mencatatnya" Biksu Wu Ho
Di sebelah lonceng tersebut ada sebuah batu besar yang terdapat simbo formasi ke dimenai Goku.
"Kakek Biksu, dimana kotak kuncinya?" Lu Tian
Biksu Wu Ho mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Lu Tian. Lu Tian membuka formasi kotak dan mengambil giok kunci dan memberikannya pada Shi Qu. Lalu kera Bisu keluar dan memberi sebuah pisang emas.
__ADS_1
"Tunjukan pada nenek tua di dalam. Bilang aku meminta tongkat itu. Kalau dia menolak kamu makan saja pisang itu. Dia akan lebih sayang pisang itu dari pada pusaka tongkat itu" Kera Bisu lalu masuk kembali ke topeng Lu Tian.