
malam mulai tiba sekitar 1 kilo meter dari gerbang sekte sekitar 500 orang berkumpul menunggu tanda untuk maju. Sedangkan 2 kilo meter dari kumpulan ini sekitar 1000 orang Aliansi 3 sekte aliran hitam masih memantau kapan pertempuran akan terjadi
sementara didalam sekte pedang bayangan pergolakan terjadi mayoritas keluarga wang dan pengikut kepercayaan wakil ketua Sekte Wang An melayangkan protes atas keputusan ketua sekte yang tidak mengikut sertakan nama- nama yang di ajukan wakil ketua Wang. pengikut wakil ketua Wang juga dari beberapa hari yang lalu menyebarkan isu Ketua Liang mengambil penghasilan penjualan gingseng air untuk keperluan pribadi tanpa persetujuan dari tetua lainnya.
"wakil ketua Wang, jadi apa yang kamu inginkan?" tanya ketua Liang
"sederhana saja. pengelolaan gingseng air, yang ke 2, letakan jabatan mu" Wang An
"Baik, aku akan serahkan jabatan ketua kepadamu tapi kamu harus melepaskan orang- orang yang tidak mendukungmu dan juga kamu harus melepaskan keluargaku, kami akan pergi dari sekte ini" Ketua Liang
"tentu saja, itu perkara mudah. asal mau bekerjasama kami akan melepaskan orang- orangmu" Wang An
*******
Di tempat berkumpulnya 3 sekte aliran Hitam mata- mata yang dikirim telah kembali
"Bagaimana situasinya?" Liu Bin ketua Sekte iblis darah
"Lapor ketua, Liang Xu dan pengikutnya sudah menyerah. sekarang sekte pedang bayangan dikuasai oleh Wang An dan sekte pedang kembar. Liang Xu dan pengikutnya sedang berjalan menuju sekte terdekat untuk mengungsi"
"Baik, Siapkan pasukan kita bersiap menyerang sekte pedang bayangan dan sekte pedang kembar. kita kuasai sumber daya mereka" Liu Bin
Disisi lain kelompok Sekte pedang kembar mata - mata datang untuk melapor.
"lapor tetua Sun, Liang Xu sudah menyerah dan sudah pergi ke mencari pengungsian. namun ada 1000 orang aliran hitam 2 kilo meter dari sini ingin menyerang kita dan merebut sumber daya sekte pedang bayangan"
"Bagaimana kekuatan orang- orang itu?" tanya Sun Qin
" 10 orang pendekar raja, 30 orang pendekar bergelar, 100 orang kelas perak sisanya kelas perunggu"
"siapkan pasukan kita hancurka mereka. kita memiliki 2 pendekar suci disini apa yang kita takutkan"
Beberapa jam yang lalu gerbang dimensi terbuka, rencana awal Lu Tian hanya mengantar guru Luo yang telah mencapai pendekar suci dan akan membawa Ketua Liang dan tetua Bai untuk latihan ke daratan huming. namun tetua Bai menerima informasi Liang Mei dan keluarga pendukung ketua Liang di tawan pengikut Wakil ketua Wang dan anggota sekte pedang kembar
__ADS_1
"posisi saat ini, 1 kilo meter dari gerbang posisi sekte pedang kembar,keluarga yang di tawan ada disini dan posisi 3 sekte aliran hitam 2 kilo meter dari sekte pedang kembar, ketua Liang dan tetua lain berusaha mengulur waktu, kita harus bergerak cepat" tetua Bai
"4 orang cari mata- mata sekte pedang kembar dan sekte aliran hitam, tangkap mereka lalu menyamar dan beri informasi palsu. buat sekte aliran hitam dan sekte pedang kembar bertempur, Lu Tian bawa 10 orang untuk menyelamatkan tawanan" perintah Luo Xin
"paman obat, apakah obat- obatan yang dibutuhkan sudah siap?" Lu Tian
"Sudah saya bagikan ke setiap anggota, ini bagian mu bocah, hihihi..." Lao Lee
"terimakasih paman obat, paman Karasu apakah barang yang ku gambar sudah di buat?" tanya Lu Tian
"sudah hanya butuh cristal untuk energinya" Karasu
"tidak masalah paman aku sudah membawanya" Lu Tian mengeluarkan kotak dan menyerahkan kepada Karasu
"Bagus sekali, dengan ini sudah bisa kita pakai. ini namanya panah energi, dimana anak panahnya bisa kalian arahkan dengan pikiran kalian" Karasu menjelaskan lalu Lu Tian memperaktekan cara penggunaannya
"kalian maju teteskan darah kalian agar senjata ini mengenali pemiliknya" Karasu
setelah membagikan senjata ke semua anggota. semua team bergerak sesuai misi masing- masing.
"bagaimana apakah kita langsung menyerang?"
"jangan aku akan menyamar menjadi Liang Mei dan menggiring mereka kemari, setelah itu kalian bisa menyamar menggantikan mereka" Lu Tian berbicara dengan suara Liang Mei. semua menoleh melihat Lu Tian," Bagaimana Senior apakah malam ini aku cantik" Lu Tian mengedip- ngdipkan mata
"Dasar Bocah Nakal, Hihihi..." kata pasuka yang lain
Lu Tian mengendap- ngendap seolah sedang ingin melarikan diri.
"Hei lihat ada tawanan yang ingin lari" kata penjaga
"diam- diam kita kepung" kata penjaga
Lu Tian pelan - pelan melangkah ke arah tim pengintai tiba- tiba langkahnya dihalangi salah satu penjaga, wajahnya cemas ingin berbalik namun di belakang sudah ada 2 penjaga menghalangi
__ADS_1
"mau kemana kamu?" kata penjaga
"Bodoh..., tentu saja mau lari. pertanyaan apa itu" Lu Tian
"gadis kecil tidak takutkah?" kata penjaga
tanpa banyak bicara Lu Tian menghajar 3 penjaga dengan cepat sampai tumbang
"cih... banyak omong kosong" Lu Tian memaki
3 anggota tim turun dan menyamar menjadi penjaga. sisanya menyamar menjadi tawanan
"adik nakal. sepertinya Meimei tidak di tawan disini" lapor anggota tim
" kalo begitu 1 orang coba cari tahu, aku akan memeriksa sekitar sini" Lu Tian
******
Seorang gadis kecil berlari dan bersembunyi di balik pohon besar 3 orang anggota sekte pedang kembar mencari keberadaan Liang Mei
"gadis kecil, cepat keluar. kalo menurut kami tidak akan menyakitimu" salah seorang penjahat
Liang Mei tetap bersembunyi dengan wajahnya cemas. dia berusaha tidak tertangkap agar pengorbanan orang yang menjaganya tidak siasia. tapi kecemasan dirinya membuatnya tidak hati- hati sehingga menginjak ranting kering. suara rating patah menarik perhatian penjahat yang mengakibatkan Liang Mei tertangkap. salah satu penjahat masih memegang Liang Mei yang mencoba berontak dan meminta tolong. Liang Mei yang putus asa tidak bisa berontak lagi banya bisa pasrah. namun tiba- tiba sebuah panah energi tertancap di leher penjahat yg memegang Liang Mei
"Siapa itu, cepat keluar kalo berani" salah satu penjahat
" Cih..., pendekar bergelar yang sok kuat" Lu Tian muncul dengan mengenakan topeng
"siapa kamu?" salah satu penjahat
"buat apa kamu tahu, toh kamu juga bakal mati" Lu Tian langsung menyerang "tinju Dewa: penghancur gunung" salah satu penjahat terlempar menghantam pohon. matanya melotot dengan mulut memuntahkan darah lalu rebah, satu penjahat lagi yang ingin lari "tinju Dewa: tinju kilat" tiba- tiba Lu Tian muncul menghalangi jalan penjahat lalu melesatkan pukulan cepat dan keras sampai tidak terlihat mata. si penjahat hanya terdiam dan memuntahkan darah lalu mati.
"Liang Mei, apa kamu terluka?" tanya Lu Tian
__ADS_1
" aku tidak apa- apa, tapi Bibi lin dan paman Shu..." Liang Mei menangis di pelukan Lu Tian
Lu Tian mengelus punggung Liang Mei menenangkan. " kamu harus tegar, jika kamu menangis mereka yang berkorban akan sedih. mereka melakukan itu karena mereka sayang sama kamu. kamu harus tegar dan bertambah kuat untuk melindungi diri" Lu Tian menasehati