
"Tian'er, pergilah bersama tetua Bai ke desa Guixa. informasinya aktifitas siluman di sana semakin meningkat. ladang perkebunan mereka juga banyak d rusak. aku ingin kamu menyelidiki dengan jelas" ketua Liang memberi perintah
"Baik kakek Ketua" Lu Tian
Pagi Berikutnya Lu Tian dan Tetua Bai berangkat menuju Desa Guixa. Desa ini ada disekitar Gunung Bulan sabit. Menurut cerita sejarah gunung itu dulunya merupakan gunung tertinggi dan terbesar. Sampai terjadinya pertempuran para dewa. Yang membuat kawah yang besar dan dalam.
Kawah yang terbentuk mengeluarkan lava panas yang memusnahkan kehidupan di sekitar gunung. Dewa terkuat saat itu membawa Dewi Es dan mendinginkan lava. Lava yang mendingin lama kelamaan ditumbuhi pohon dan terbentuklah Lembah. Puluhan tahun lalu aura membunuh kuat menghalangi jalan masuk dan keluar lembah. Hingga orang- orang menyebut tempat tersebut Hutan kematian dan lembah kematian.
Lu Tian dan Tetua Bai terbang menuju desa tujuan. Namun Tetua Bai tidak bisa secepat Lu Tian, dia baru membuka gerbang ke 7 2 hari lalu, dan baru belajar terbang 5 jam yang lalu.
"Tetua Bai, harus fokus dan berani kamu bisa jatuh kalau kehilangan fokus" Lu Tian memarahi
"Tian'er berapa lama kamu belajar terbang? aku baru 5 jam belajar terbang dan kamu suruh saya terbang secepat kamu. kamu kira saya burung?" Tetua Bai kesal
"sebaiknya Tetua Bai belajar terbang dengan kakek, biar tahu bagaimana terbang demi bertahan hidup" Lu Tian
"hahahah...., lebih baik aku belajar sendiri. belajar dengan kakekmu itu sama saja terjun ke peperangan sunguhan" Tetua Bai mengeluh. dia sangat ingat proses latihannya dibawah arahan Lu Sean. hampir setiap hari yang terpikirkan hanya bertempur dengan siluman, atau penyiksaan makan tanaman- tanaman aneh.
"apa Tetua Bai tau, saya hanya diberi tugas balapan dengan siluman tanpa harus belajar lebih dulu. untung saja saya sudah baca buku petunjuk cara terbang. kalau tidak saya sudah mati dimakan siluman" Lu Tian.
"hahah... bahkan dengan cucu sendiri saja sangat kejam" Tetua Bai senang mendengar penderitaan Lu Tian
Selama 2 hari terbang tanpa berhenti, Tetua Bai mengeluh kelelahan dan meminta istirahat.
"Tian'er, terbang juga sangat melelahkan. sebaiknya kita beristirahat dulu" Tetua Bai
"Bila ingin lebih nyaman terbang sebaiknya Tetua Bai secepatnya bertarung sampai membuka gerbang ke 8 setelah itu kita bisa balapan" Lu Tian
"apa tetua Luo juga lebih cepat dariku?" Tetua Bai penasaran
"tentu saja, Guru sudah membuka gerbang ke 7 dengan sempurnya. jika menemukan lawan yang kuat dia bisa segera membuka gerbang ke 8" Lu Tian
"bagaimana denganmu? kata kakekmu harus bagaimana untuk menembus level bumi?" Tetua Bai
"cara paling cepat yaitu menemukan tubuh Yin dan melakukan hubungan suami istri. Tapi saya tidak mau melakukan cara tersebut. Itu sama saja dengan memanfaatkan demi keuntungan semata. cara kedua mencari mutiara pohon suci, pohon yang berusian ratusan juta tahun yang membentuk roh pohon, mirip permata siluman namun ini dihasilkan tumbuhan, yang ketiga bertarung sampai melebih batas ketahanan tubuh yang artinya bila tidak sanggup makan akan mati. dengan begitu pohon roh akan terbentuk dan dan 8 gerbang akan terhubung" Lu Tian menjelaskan
"kamu tidak mau cara tersebut, apakah kamu sudah menemuka pemilik tubuh Yin?" Tetua Bai
"Ya, dia sangat cantik. saya sangat ingin menyembuhkannya" Lu Tian menjawab dengan santai
Tetua Bai tersedak karena kaget. " Tian'er siapa dia..., cepat beritahu aku, siapa tau dia mau menjadi istriku" Tetua Bai bersemangat
__ADS_1
"Tetua Bai??, jadi mau saya laporkan ke Bibi Anzu?" Lu Tian mengubah tampilannya menjadi Anzu
"hehehe...., Bocah baik tolong jaga rahasia kita ya?" Tetua Bai tersenyum ciut
"Huh... lagi pula jika Tetua Bai tau siapa dia, Tetua Bai pasti tidak berani, kalaupun berani saya akan dengan senang hati mengambilkan kayu bakar untuk membakar jasad" Lu Tian dengan tatapan dingin
Melihat tatapan Lu Tian, Tetua Bai tau pemilik tubuh Yin ini pasti bukan orang biasa. mereka beristirahat sambil menikmati hewan buruan yang mereka tangkap.
Samar- samar mereka mendengar suara meminta pertolongan. Tetua Bai memandang Lu Tian yang masih santai.
"apa kamu mendengarnya?" Tetua Bai
"Ya, Tetua Bai baru menembus gerbang 7, sudah saatnya beraksi. kira- kira berapa lama bisa menyelesaikan masalah ini" Lu Tian
"Dasar Bocah licik" Tetua Bai berdiri kemudian terbang. sedangkan Lu Tian masih santai makan ayam bakar.
di sisi lain tidak jauh dari tempat Lu Tian istirahat. sekelompok penjahat sedang mengelilingi gadis berpedang.
"menyerahlah Nona, serahkan barang yang kami inginkan" salah satu penjahat
"lebih baik aku mati dari pada memberikannya pada kalian" gadis tersebut menyerang penjahat tersebut, namun tiba- tiba gerakannya terhenti dan muntah darah.
"ternyata hanya segini kehebatan tubuh dewa perang" penjahat hanya memandang gadis yang terbaring di tanah. memastikan apakah dia masih mampu bergerak.
"berikan obat ini, ikat dan bawa dia ke markas" pemimpin penjahat, beberapa penjahat mendekati gadis memberinya minum obat dan mengikat dengan rantai. ketika akan mengakat tubuh wanita tersebut
"apa kalian tidak malu, mengeroyok seorang wanita?" suara Tetua Bai terdengar
Semua penjahat mencari dimana Tetua Bai.
"Siapa kamu? kenapa ikut campur urusan kami." pemimpin penjahat
"apa penting siapa aku? jika kalian masih berani menyentuh gadis itu, kupastikan kepala kalian terpisah dari badan kalian" Tetua Bai perlahan turun dari langit.
Semua penjahat gemetar melihat Tetua Bai yang turun perlahan dari langit.
"pendekar misterius yang bisa terbang" pimpinan penjahat kaget " semuanya mundur, kita tidak bisa menang dari pendekar itu" pemimpin penjahat memberi perintah
Setelah semua penjahat melarikan diri Tetua Bai mengangkat gadis tersebut dan membawanya ke tempat Lu Tian.
"Tian'er bagaimana kondisi gadia itu?" Tetua Bai
__ADS_1
"huff... lumayan parah, saat ini dia masih dalam pengaruh obat tidur. tapi secara garis besar tubuhnya sulit untuk bertahan. kita harus melakukan pencegahan sementara lalu bawa ke sekte pedang bayangan agar dia bisa menjalani pengobatan lebih aman" Lu Tian menjelaskan
tidak lama kemudian gadis tersebut membuka mata. "aku masih hidup, dimana ini" gumam gadis tersebut
"apa kamu sudah sadar?" Tetua Bai bertanya
"siapa kalian, apa yang kalian inginkan?" gadis trraebut panik.
"Tetua Bai, ubah dahulu topengmu. kamu menakutinya" Lu Tian sambil memasak obat. Tetua Bai segera mengubah tampilan ke mode normal
"maaf membuatmu takut Nona, saya Bai Luo dan dia Lu Tian kami tetua sekte pedang bayangan. bolehkah kami tau kenapa orang- orang itu ingin menangkap nona?" Tetua Bai
"nama saya Liu Weilin, saya berasal dari sekte Tungku emas. mereka ingin mendapatkan peta hutan obat" Liu Weilin
"kenapa tidak serahkan saja petanya? kenapa harus memaksakan diri sampai membuatmu menyiksa diri sendiri?" Lu Tian
"tidak bisa, jika mereka bisa mendapatkan peta ini mereka bisa bertambah kuat karena..., maaf saya tidak boleh memberitahukan rahasia ini" Liu Weilin
"bagaimana keadaan sektemu?" Tetua Bai
"semua anggota sekte audah di bantai, ada kelompok pendekar kuat yang menyerang kami. 2 orang yang bisa terbang" Liu Weilin
"pendekar yang bisa terbang? apa mereka ada sangkut pautnya dengan 7 menara harta?" Tetua Bai
"kita tidak tahu, sebelum menyelidikinya dengan jelas" Lu Tian
" mereka pendekar kembar dari kekaisaran Wei, saya tidak sengaja mendengar nama sekte Jubah hitam dan keinginan mereka menjadi pendekar Bumi" Liu Weilin
"artinya mereka mencari mutiara pohon suci" Lu Tian
"siapa kalian? kenapa kalian tau tentang mutiara pohon suci?" Liu Weilin.
"nona, tenang saja saya tidak akan mengambil mutiara pohon suci. bila saya mengambilnya itu sama saja membunuh semua tanaman obat yang ada disana" Lu Tian kemudian menatap Liu Welin. "sekarang kita bicarakan masalah tubuh dewa perang milikmu" Lu Tian
"kamu juga tahu tubuh kutukan ini" Liu Weilin
"kutukan atau bukan itu tergantung pilihanmu, apa kamu terus menerus bergantung pada orang lain atau kamu ingin sembuh dan mengunakan tubuh itu untuk kebaikan?" Lu Tian
"aku mau sembuh, dan menggunakan seluruh kekuatan untuk kebaikan" Liu Weilin.
"Baik, minumlah obat ini lebih dulu. setelah tubuhmu lebih baik, pergilah menjalani pengobatan di sekte pedang bayangan" Lu Tian
__ADS_1
Tetua Bai membantu Liu Weilin meminum obatnya dan menyalurkan tenaga dalam untuk mempercepat prosea penyerapan. setelah beberapa jam tububnya sudah bisa digerakan