Master Key

Master Key
Tugas Dari Kin san


__ADS_3

Di daratan Humming didalam gua kematian sebelas orang saling berpegangan membentuk lingkaran dan berendam di dalam kolam ke sebelasnya berteriak kencang merasakan siksaan menyakitkan untuk penempaan tulang. Sedangkan Lu Sean sedang mengawasi Tetua Chen yang berkonsentrasi menyerap energi permata siluman di gua kematian.


Dirinya cemas mendengar teriakan murid-murid tersebut. Apalagi salah satunya adalah putra pangeran Yin Jun.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, berkonsentrasilah!, apa kamu tidak yakin dengan kemampuan mereka?" Lu Sean sambil memukul kepala Tetua Chen dengan ranting kecil.


Tetua Chen mau tidak mau harus berkonsentrasi dari pada mendapat siksaan lebih lanjut dari Lu Sean. Dia teringat kata-kata Tetua Bai untuk berhati-hati dengan Kakek muda berwajah polos itu. Menurut Tetua Bai kelicikan Lu Sean melebihi kelicikan Lu Tian.


Di wilayah Gunung Hilayan, Lu Shi Lia membawa Yin Meiyin ke kolam darah Beruang Wuzi. Sekilas hanya kolam darah biasa, namun ketika Yin Meiyin masuk dinginnya udara di wilayah Hilayan lebih dingin lagi kolam darah tersebut, Yin Meiyin hampir membeku kedinginan.


"Berkonsentrasilah menyerap energi di kolam tersebut dan salurkan untuk membentuk tulangmu" Lu Shi Lia.


"Apa kamu tidak terlalu kejam nenek iblis" Nenek Walet,


"Apa kamu ingin ku potong dan kujadikan makan malam? Sekali lagi kamu memanggilku nenek aku tidak akan segan untuk melakukannya. Huhh.." Lu Shi Lia.


"aa...ampun adik, aku tidak akan mengulanginya" Nenek Walet


"Menjadi adikmu sama saja mengakui aku tua sepertimu. Aku ini lebih cocok menjadi adiknya meiyin, apa kamu tidak melihat wajah cantiku ini? badanku yang masih aduhai, suaraku yang lembut, Aaa... aku rindu pria-pria muda yang mengagumiku" Lu Shi Lia.


"Huuhh..., ribuan tahun menyendiri benar-benar membuatnya gila" pikir Nenek walet dalam hati


"Ya.., bukannya mereka yang mengagumimu sudah kamu bunuh semua?" Nenek walet

__ADS_1


"Itu karena mereka menjijikan, Huuhh.." Lu Shi Lia lalu beranjak pergi.


*


Di dimensi Mogu, Lu Tia sedang berbincang dengan Kin san.


"Kenapa Kage Zuya bisa menyerap Qi padahal dia bukan pendekar Bumi?" Lu Tian


"Apakah perlu mencapai pendekar bumi untuk bisa mengunakan Qi? tentu saja tidak, ibaratkan sebuah air kamu butuh wadah penampungan untuk menyimpannya.


Jika tenaga dalam saya umpamakan udara, maka Qi adalah udara cair, udara yang sangat banyak dan berkumpul menjadi satu sehingga terlihat seperti air. Jika tidak ada penyimpanan yang sesuai maka dia akan mudah lenyap begitu saja.


Ketika mencapai tahap pendekar suci kamu akan membuka gerbang, saat gerbang terbuka sebenarnya kamu sudah bisa mengunakan Qi. Kamu hanya perlu mencari penutup yang sesuai, agar Qi yang kamu peroleh tidak menguap keluar.


Ketika kamu bisa menumbuhkan pohon roh, pohon roh akan menutup gerbang-gerbang tersebut dengan segel pohon roh dan saat itu kamu bisa menyimpan Qi. Ketika kamu berhasil menguasai segel bumi untuk mengatur segel pohon roh kapan terbuka atau seberapa besar. Sehingga kamu bisa menggunakan atau mengisi Qi sesuai keinginanmu saat itulah kamu mencapai pendekar bumi. Tingkatan pendekar bumi juga sama seperti pendekar suci. Sampai tahap mana segel bumimu bisa menguasai pembukaan segel pohon roh, semakin banyak gerbang yang bisa kamu buka, semakin kuat dirimu.


Untuk kasus Kage Zuya dia hanya manusia yang memiliki lubang cakra, atau pendekar yang belum mencapai pembukaan gerbang namun kerena memakan buah cakra terlalu banyak terbentuklah pohon bumi kecil yang menciptakan segel bumi di Dantian bawahnya. Saat aku bertemu denganya efek terbentuknya pohon bumi kecil ini baru dimulai. Dia kehilangan kemapuannya, jika dibiarkan dia akan kehilangan kemampuannya secara permanen. Jadi aku memberikannya akar Qi untuk membentuk segel bumi dan membentuk gerbang kedua. lalu aku mengajarkannya cara mengendalikan segel bumi dan menyerap Qi. Jadi bisa di bilang dia sudah sampai tahap pendekar bumi kecil" Kin san menjelaskan.


"Apa bisa hal seperti itu terjadi, lalu apa dia bisa mencapai pendekar bumi sempurna?" Lu Tian


"Bisa, dia harus meningkatkan kekuatannya sampai tahap pendekar suci, namun setiap prosesnya menjadi dua kali lebih lama, karena setiap kali dia membuka gerbang pohon bumi akan langsung menyegelnya dan dia akan kehilangan kekuatannya lagi. Maka dia harus menanamkan segel bumi lagi untuk memakai kekuatan Qi. Tahapannya justru lebih panjang untuknya" Kin san.


"Emm.. baik saya paham, Apa yang selanjutnya harus aku lakukan?" Lu Tian.

__ADS_1


"Keluarkan kotak yang kemarin kamu buka, dan dengarkan kata-kataku dengan baik, saya hanya mengatakannya sekali" Kin san, lalu Lu Tian mengeluarkan kotak.


"Di dalam kotak tersebut ada sebuah giok, kamu bisa mengabungkan giok tersebut dengan giok 7 dunia di kalungmu. Untuk caranya kamu bisa melihat pada giok tersebut. Dengan begitu giok 7 duniamu akan menjadi giok semesta. Semua pengetahuan bisa kamu temukan termasuk membuat segel terkuat sekalipun.


Tahap kedua, kamu bisa membuat 3 benda untuk membantumu, Cincin, gelang, dan permata teleportasi. Di dalam sana ada dua hewan penjaga pohon yang harus kamu segel yaitu Garo dan Boya, keduanya yang akan mengajarimu naik ke tahap yang lebih tinggi dari pendekar bumi.


Tahap ketiga, ada pil berwarna jingga. Berilah ke 7 hewan suci itu masing-masing satu pil, itu akan meningkatkan kemampuan mereka. Kamu bisa mencari informasi pada giok semesta cara agar mereka bisa meningkatkan kekuatan mereka.


Tahap keempat, ajak 12 temanmu ke dimensi Rugia. Di sana banyak hewan suci, kekuatan pendekar bumi saja tidak cukup untuk melawan musuhmu.


Dan ini tugas dariku saat ini, kamu harus menggagalkan Lu Bian kembali bangkit. Mungkin tidak dalam waktu dekat ini, tapi kamu harus mempersiapkan semuanya.


Kita akan bertemu kembali di lain waktu. Ingat ini! yang kamu temui saat ini bukan diriku yang sebenarnya, aku bisa berupa apa saja, ada dimana saja, dan denga nama apa saja" Kin san tersenyum kemudian menghilang. Lalu sebuah pintu terbuka.


Lu Tian keluar melewati pintu tersebut dan mendapati sebuah lembah yang sangat luas dan di kelilingi tebing yang sangat tinggi banhkan sampai tertutup awan. Di lembah tersebut terdapat pohon dengan daun berwarna merah dan buah juga berwarna merah.


"Hutan pohon darah" gumam Lu Tian. "pohon darah di sini benar-benar besar".


Sesuai kata-kata Kin san, Lu Tian mencari informasi cara mengabungkan giok 7 dunia dan giok semesta. Setelah mendapatkannya Lu Tian segera melakukan ritual penggabungan. Dia menggambar sebuah formasi di batu kemudian meletakan giok semesta di sebelah kanan.


"Kakek Kura-kura, mohon maaf mungkin akan terasa sedikit aneh untukmu" Lu Tian kemudian melepaskan kalungnya dan meletakan di sebelah kiri.


Lu Tian mengaktifkan formasi penggabungan, lingkaran kecil muncul dari kedua giok tersebut dan lingkaran besar muncul dari formasi yang di gambar Lu Tian. Kemudian ketiga lingkaran berputar, kedua lingkaran kecil bersatu membentuk lingkaran besar, lalu menempel pada lingkaran besar formasi yang di gambar Lu Tian. Setelah selesai sebuah kalung giok dengan warna hijau di tengah dan biru di bagian tepinya.

__ADS_1


Lu Tian memakai kalung tersebut. "Bocah lain kali jangan lakukan ritual ini lagi, kepalaku pusing karena berputar-putar seperti gasing, lagi pula tidak ada toilet untuk aku muntah" Kura-kura.


Lu Tian hanya bisa mengucapakan maaf pada Kura-kura Bijaksana.


__ADS_2