Master Key

Master Key
Pertandingan Hari ke Dua 2


__ADS_3

pertandingan selanjutnya Guo Nian berhadapan dengan Furui. Guo Nian benar-benar tidak memberi sedikitpun kesempatan, hanya 2 serangan membuat Furui menyerah. seperti biasa dengan bangganya dia melihat ke arah Lu Tian, namun perhatian Lu Tian justru mandangi penonton. hal ini membuatnya semakin kesal.


"ihhh... kenapa sih pria bodoh itu gak melirik sedikitpun kemari. Menyebalkan" Guo Nian turun dari arena dengan kesal.


pertandingan selanjutnya Wang Xuxing melawan Liu Kang. Liu Kang mengeluarkan Tombaknya sedangkang Wang Xuxing mengeluarkan tongkatnya. Liu Kang meremehkan tongkat pendek yang yang dimiliki Wang Xuxing.


Liu Kang menyerang dengan jurus pedang berputarnya. Wang Xuxing dengan santai menahan serangan tersebut. semua mata kembali terkejut karena tongkat pendek yang di genggamnya tadi sudah berubah menjadi sebuah pedang api dengan penampang besar.


Wang Xuxing bergerak cepat dan melakukan tebasan, Liu Kang tidak tinggal diam dan menahan dengan tombaknya. semua mengira serangan tersebut berhasi tertahan. namun yang tidak diduga ukurang pedang yang di gunakan Wang Xuxing berbeda dengan sebelumnya, dan hasilnya berhasil melukai lengan Liu Kang.


"Bagaimana jika kita beradu ilmu tombak?" Wang Xuxing.


"apa kamu yakin ingin beradu ilmu tombak denganku?" Liu Kang.


"aku sudah menawarkan tentu saya yakin" Wang Xuxing.


"kalau begitu keluarkanlah tombakmu" Liu Kang


"apa kamu tidak melihatnya? aku sudah memegangnya dari tadi" Wang Xuxing lalu mengubah senjatanya ke mode tombak api.


semua orang yang menyaksikan benar-benar takjub, sekte pedang bayangan punya pusaka seperti itu.


Liu Kang dan Wang Xuxing memasang kuda-kuda, keduanya bergerak bersama dan mengeluarkan jurus masing-masing. Liu Kang membuat tombaknya berputar dan menusuk ke arah Wang Xuxing. sedang kan tombak api Wang Xuxing bagai seribu tombak api yang menusuk-nusuk kearah Liu Kang.


kecepatan Wang Xuxing membuat gerakan menusuk berkali-kali membuatnya terlihat seperti seribu pedang menerjang Liu Kang. 'trang...trang...trang....' bentrokan tombak terjadi pusaka tombak Liu Kang terpental, Liu Kang terlempar beberapa langkah.


Wang Xuxing menebaskan tombak beberapa kali dengan cepat membentuk silang lalu menusuk titik tengahnya dan mendorong menuju Liu Kang. "Tombak Pemusnah: Badai api kehancuran" pusaran api terbentuk layaknya panah energi yang besar bergerak ke arah Liu Kang.


Liu Kang juga mengeluarkan jurus andalannya. namun energi yang besar menciptakan ledakan, 'Duar....' Liu Kang terpental jauh hampir keluar arena, dia ingin melanjutkan namun melihat pusakanya, dan juga lonjakan darah yang tidak bisa dia tahan untuk dimuntahkan. akhirnya hanya bisa tersenyum kecut.


"aku menyerah" Liu Kang memberi hormat.

__ADS_1


"terimakasih" Wang Xuxing juga memberi Hormat. lalu berjalan menuju Liu Kang memberikannya 2 butir kacang es. "makanlah ini. ini akan memulihkan lukamu".


"terimakasih, aku berharap kelak bisa bertarung bersamamu dimasa depan" Liu Kang.


Wang Xuxing memapah Liu Kang turun dari arena pertandingan. wasit mengumumkan Wang Xuxing sebagai pemenang.


peserta selanjutnya Yin Meiyin berhadapan dengan Gu Yan. saat akan menaiki arena


"kamu tidak boleh kalah, karena hanya aku yang boleh mengalahkanmu" Gao Nian


mata Liang Mei, Zhu Xinxin, dan Fan Weili mengarah ke Gao Nian. "apa dia juga saingan kita??" pikir mereka.


pertandingan Yin Meiyin berlangsung sangat singkat, ketika melihat Yin Meiyin mengeluarkan hawa es dan muncul batu-batu melayang mengelilingi tubuh Yin Meiyin. seketika Gu Yan bergegas menyerah.


Yin Meiyin turun dengan wajah kecewa karena tidak bisa memperlihatkan kemampuannya di depan Lu Tian.


pertandingan selanjutnya pengemis muda Thoilu berhadapan dengan murid sekte pedang kembar Chu Qian.


sudah banyak yang menduga langkah Thoilu hanya bisa sampai ke babak ini saja. Chu Qian memandang Thoilu dengan remeh.


"tidak perlu banyak bicara, kita lihat hasilnya seperti apa nanti" Thoilu


Thoilu mulai menyerang, mengunakan jurus mangkok terbang, namun dengan mudah Chu Qian menghindar. Lalu Chu Qian mengeluarkan langkah iblis bayangan. Chu Qian membelah diri menjadi 4 dan menyerang dengan tinju api. Thoilu mengeluarkan jurus tameng Huyan dan serangan tinju api Chu Qian terserap.


Chu Qian mengerutkan kening bagaimana bisa serangannya terserap. belum selesai terkejutannya Thoilu sudah memukulkan tongkatnya ke Chu Qian dan Chu Qian terlempar jauh.


"bagaimana bisa tongkat itu mengeluarkan tinju api?" Chu Qian.


Lu Tian terkejut karena pusaka keluarga Lu bisa ada di tangan pemuda itu.


"mangkok Huyan dan tongkat Buyan, mangkok yang bisa menjadi tameng dan menyerap serangan lawan. sedangkan tongkat teraebut bisa mengeluarkan serangan yang tadi diserap oleh mangkok" Lu Tian

__ADS_1


di sisi peserta Wang Xuxing juga sedang memikirkan apakah pusaka itu juga diberikan Lu Tian. karena pusaka yang diberikan Lu Tian mempunyai kemampuan yang sama, hanya saja Lu Tian melarang menggunakannya. karena terlalu mencolok dan membuat pemilik diincar pendekar jahat.


dengan kemampuan pusaka yang dimiliki Thoilu membuat Chu Qian terdesak, kesombongan Chu Qian runtuh diapun tidak peduli lagi ucapannya yang akan menang dengan sebelah lengan. dia mulai mencabut pedangnya dan serius.


"aku tidak akan mengampunimu" Chu Qian memancarkan aura membunuh,


Thoilu merasakan sesak, lalu melihat Chu Qian sudah mengeluarkan 7 bayangan, kali ini Thoilu dibuat bingung karena kecepatan yang dimiliki Chu Qian. Thoilu dengan cepat mengeluarkan tameng siap menangkis serangan namun kecepatan Chu Qian sulit diprediksi dan serangan Chu Qian merhasil mengenai Thoilu. Luka sabetan pedang di punggung Thoilu mengucurkan darah, dengan segera dia mengalirkan tenaga dalam untuk menghentikan pendarahan.


pertarungan seru keduanya semakin sengit, tapi Thoilu berada di posisi tidak menguntungkan. dia menderita lebih banyak Luka. Chu Qian juga sedikit kelelahan. bagaimana tidak, dia pikir pertarungan ini akan mudah. siapa sangka lawannya memaksanya menggunakan jurus 7 iblis. yang bukan merupakan jurus sekte pedang kembar.


tetua yang menonton pertandingan juga sedikit curiga dengan pesarta ini. karena namanya tidak pernah muncul, juga mengunakan jurus salah satu pendekar aliran hitam.


pertarungan Thoilu dangan Chu Qian masih berlangsung, kondisi Thoilu sudah penuh luka-luka. Lu Tian segera menemui salah satu pengawas dan membisikan sesuatu. pengawas bertanya kepada tetua sekte pedang tunggal sebelum memberi izin Lu Tian.


Lu Tian turun ke arena dan menghentikan pertandingan. lalu memerintahkan Wasit memenangkan Chu Qian.


Lu Tian mendatangi Thoilu dan berbisik di telinganya. "sudah waktunya menyerah, tidak perlu di lanjut lagi kamu tidak sadar sudah terkena racun. lawanmu bukan orang yang mampu kamu kalahkan" Lu Tian lalu menekan titik di leher Thoilu.


Thoilu memandang Lu Tian, perlahan kemudian pingsan. Lu Tian segera membawa Thoilu ke ruang perawatan. Bing Kun mengikuti Lu Tian ke ruang perawatan.


"ada apa Tian'er kenapa kamu meminta izin menghentikan pertarungan?" Bing Kun


"apa kakek tidak merasakan sesuatu yang aneh pada petarung tadi?" Lu Tian


"saya juga merasakan sedikit keanehan. sepertinya dia mengunakan jurus 7 iblis" Bing Kun


"Kakek minta tolong sampaikan kepada Ketua Sima untuk mengadakan pertemuan malam ini. dan bantu untuk mengamati peserta dari sekte pedang kembar. sekarang kita harus mengobati pendekar ini. orang licik itu mengunakan racun yang bisa membunuhnya kapan saja" Lu Tian.


setelah berbicara, Lu Tian segera melakukan proses mengeluarkan racun dari dalam tubuh Thoilu. semua prosea berjalan lancar.


Bing Kun dapat merasakan dan mengetahui racun yang ada di tubuh pemuda tersebut.

__ADS_1


"racun pemakan roh" Bing Kun kaget. " jika racun ini terlambat diketahui bisa dipastikan pemuda ini akan mati dalam 1 tahun kedepan".


"benar kakek, racun ini sangat sulit diketahui karena bergerak sangat lambat, dan bila dibiarkan dia akan mengerogoti semua organ orang yang terkena racun" Lu Tian


__ADS_2