
Hari ke 2 turnamen penambahan jumlah penonton semakin meningkat. namun seperti biasa masih tidak ada tanda-tanda penyusup memasuki arena pertarungan. Lu Tian mengamati sekitar dan dan menemukan banyaknya penonton warga biasa dari pada pendekar.
pertandingan pertama dimulai dengan Liang Mei berhadapan dengan Ye Huitang
"cantik, sebaiknya kamu menjadi kekasihku saja. dan aku tidak akan menyakitimu" Ye Huitang
"apa kamu yakin bisa mengalahkan aku?" Liang Mei
"bagaimana jika aku bisa mengalahkanmu?" Ye Huitang
"kalau aku kalah aku akan jadi kekasihmu, tapi jika kamu kalah bagaimana kalau kamu keluar arena ini dengan berguling" Liang Mei
"Baik, kalau begitu bersiaplah" Ye Huitang memasang kuda-kuda lalu melesat melancarkan serangan pedangnya.
Liang Mei juga bersiap mengayunkan pedangnya. 'trang...' benturan demi benturan terjadi. Liang Mei masih mengukur kemampuan Ye Huitang.
"ternyata kekuatan mu hanya segini, kalau begitu waktunya serius. Jurus Pedang Petir: langkah petir" Liang Mei kemudian bergerak dengan cepat. Menebas ke arah Ye Huitang.
"Gila sekte pendekar bayangan tidak bisa di remehkan, tidak kusangka harus memakai kekuatan maksimal lebih cepat. Langkah naga: cahaya naga" Ye Huitang juga bergerak cepat untuk menghindari serangan Liang Mei.
"Jurus pedang petir, tebasan petir" Liang Mei melepaskan beberapa tebasan dan pola cahaya petir tercipta menghantam Ye Huitang. beberapa bisa dihindari namun beberapa berhasil melukai Ye Huitang.
"Cih..., pola serangannya benar-benar sulit di tebak" Ye Huitang.
"kalau begitu. jangan menyalahkanku berlaku kasar. Padang Naga: tebasan cakar naga". Ye Huitang melesat cepat menebas ke arah Liang Mei, Liang Mei segera mundur menghindari tebasan Ye Huitang, Namun Ye Huitang tiba-tiba muncul dari arah kanannya menebas Liang Mei, segera Liang Mei menahan serangan tersebut.
serangan tersebut berhasil mendorong Liang Mei keluar arena, semua orang mengira dia akan kalah begitu juga dengan Ye Huitang sudah sersenyum penuh kemenangan. namun semua orang mendadak kaget karena Liang Mei malah melayang bahakan dia menendang udara dan berjalan di udara.
__ADS_1
"dia bisa terbang??" semua orang kaget
"apa dia sudah masuk tahap pendekar suci??"
"bagaimana dia melakukannya?"
"jurus apa yang dipelajarinya"
komentar riuh penonton bergemuruh.
"apa tidak apa dia menunjukannya sekarang?" Tetua Chen bertanya pada Lu Tian
"mau bagaimana lagi, dia lebih baik mati dari pada menjadi kekasih orang itu. sekarang kita harus lebih memperhatikan mereka" Lu Tian
"mereka bisa melakukan itu dengan beban bagaimana jika tanpa beban apakah mereka bisa terbang seperti pendekar suci?" tanya Tetua Chen
saat ini pertarungan kembali berlanjut, kali ini Liang Mei benar-benar menunjukan kemampuangnya, gabungan langkah kilat, ilmu meringankan tubuh, dan tehnik ryo. membuat gerakannya sulit diperediksi.
"Aku akan segera mengakhiri ini, Langkah petir" Liang Mei segera menghilang kemudian petir-petir menyambar ke arah Ye Huitang.
Ye Huitang berusaha menghindari petir-petir tersebut, dia juga sudah mulai kehabisan tenaga. setelah berhasil menghindari petir dia mulai terengah-engah namun terkejutnya dia saat Liang Mei tiba-tiba muncul di hadapannya dan melayangkan tinjunya.
Ye Huitang tidak bisa menghindari serangan Liang Mei dan terlempar keluar arena dan pingsan. wasit pertandingan segera mengumumkan kemenangan Liang Mei.
"Cih... lemah begitu ingin menjadi kekasihku" Liang Mei segera memberi hormat kemudian melangkah turun dari arena.
tamu VIP benar-benar kagum karena baru kali ini mereka mengetahui jurus yang bisa membuat seseorang melangkah di udara. mereka jadi bertanya-tanya apa sekte pedang bayangan masih bisa di bilang sekte menengah.
__ADS_1
Jurus-jurus yang digunakan Liang Mei juga bukan jurus dari kekaisaran Han. dan hal ini memperkuat dugaan mereka tentang pendekar misterius adalah anggota sekte pedang bayangan. hanya pangeran Yin Jun yang paham siapa orang dibalik ini semua. menurutnya hanya Lu Tian yang bisa mengajarkan hal-hal yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. apa lagi dia juga sudah mendengar pendekar muda yang mampu menyembuhkan wabah penyakit cacar yang selama ini belum ditemukan obatnya.
pertandingan selanjutnya Biksu kecil Shi Qu yang berhadapan dengan Buyesu. Kemampuan Shi Qu tidak perlu diragukan lagi, dia dilatih oleh 3 tetua Lonceng Emas, dan salah satunya memegang predikat pendekar Nomor 1 kekaisaran Han Biksu Wu Ho.
pertandingan berlangsung singkat, karena dari segi kekuatan dan pengalaman bertanding Buyesu bukanlah lawan Shi Qu, yang mampu membuatnya bertahan hanya tekatnya yang kuat. walaupun kalah dia tetap tersenyum dan memberi hormat pada Shi Qu. Shi Qu juga menghargai Buyesu denga memberi hormat.
pertarungan berikutnya Yin Chen melawan Chu Biu. bisa dibilang ini adalah pertarungan gengsi antara keluarga besar dan keluarga kerajaan. Yin Chen dari dulu selalu di gunjingkan oleh anak-anak sebayanya termasuk Chu Biu.
Dulu Yin Chen memang lemah, tapi setelah bertemu Lu Tian dia menjadi lebih bersemangat dalam berlatih, baginya Lu Tian itu teladan baginya.
Yin Chen menggunakan Topeng agar tidak di ketahui identitas aslinya. Sehingga Chu Biu tidak tahu lawannya adalah pengeran yang dianggap lemah
"hari ini akan kutunjukan kekuatan keluarga Chu" Chu Biu
Chu Biu maju dengan cepat dan mengeluarkan jurus Tinju membara, Yin Chen juga tidak takut dia mengeluarkan aura naga untuk memperlambat gerakan Chu Biu. lalu menghindar dan melancarkan pukulan ke arah Chu Biu. Chu Biu terkena serangan namun efeknya tidak terlalu serius karena Chu Biu telah siaga setelah terkena efek aura naga.
"sial. apa yang kamu gunakan untuk memperlambat gerakanku" Chu Biu
"tentu saja jurus yang diajarkan kakak iparku" Yin Chen
Yin Meiyin memerah mendengar perkataan adiknya, untung saja identitas adiknya tidak diketahui orang-orang. sedangkan Lu Tian mendengar hanya bisa menggeleng-geleng. Tetua Chen yang tidak tahu-menahu memandangi Lu Tian dengan tatapan mencurigakan, jangan-jangan kakak ipar yang dimaksud pendekar tersebut adalah Lu Tian.
Pertarungan di arena kembali berlangsung sengit, Chu Biu belum mau menyerah karena egonya sebagai tuan muda Chu sedang dipertaruhkan. beberapa kali Chu Biu terkena serangan namu dia tetap bangkit bahkan tekatnya bisa membuat Yin Chen terluka ringan.
"lebih baik kita akhiri ini, Tinju Petir" dari kepalan tangan Yin Chen keluar kilat-kilat petir yang membentuk bola mengelilingi kepalan tangan. langkah Yin Chen juga semakin cepat. bahkan Chu Biu sulit untuk memprediksi serangannya.
Yin Chen muncul dihadapan Chu Biu dan melayangkan tinjuan cepat, hingga Chu Biu seperti orang yang bergetar, kemudian terlempar lalu ambruk pingsan. jurus yang digunakan Yin Chen dan Liang Mei sebenarnya sama, namun Liang Mei memusatkannya di satu titik untuk menciptakan sebuah dorongan kuat sehingga musuh yang terkena akan terpental jauh. sedangkan Yin Chen dia menggabungkan nya dengan jurus seribu tinju budha. walaupun tidak sekuat Liang Mei namun kecepatan dan sengatan petir membuat musuh akan kesulitan bergerak.
__ADS_1
Wasit segera mengumumkan Yin Chen menang. Yin Chen menghadap Lu Tian dan memberi hormat. setelah Yin Chen turun dari arena, Lu Tian mengamati sekitar, dan akhirnya paham bagaimana rencana itu akan dijalankan.