
Di kota Xunghai terjadi pergolakan, ratusan pendekar aliran hitam yang mengacau dan menjarah, akhirnya mendapat perlawanan dari para pengemis. apalagi setelah mereka tahu tujuan mereka adalah sekte pedang tunggal.
"kita harus cepat membereskan para penjahat di sini dan menyusul Thoilu, aku khawatir kekacauan di sana lebih besar" Su Gu Ketua Pengemis Emas
"Baik Ketua" anggota Pengemis emas.
*
Fu Zhuting masih bertarung sengit dengan Shi Guan, sedangkan Yin Meiyin sudah mulai kehabisan tenaga. Sudah sangat sulit membuat prisai es lagi.
Shi Guan melancarkan serangan kearah Fu Zhuting, dan tidak dapat ditahan. Fu Zhuting terlempar jauh dan mengalami luka dalam parah.
"Sial, bertarung dengan pendekar suci gerbang lima saja harus menguras tenaga sebanyak ini" Shi Guan memandang ke arah Yin Meiyin yang sudah kelelahan.
*
Di sisi lain Liang Mei dan Wang Xuxin sudah mulai kelelahan, Weilun juga bernasip sama bahkan mengalami luka parah, dia masih bertahan untuk menunggu kesempatan menyerang balik. Setelah beberapa lama bertahan akhirnya ada kesempatan menyerang balik.
Liang Mei yang kelelahan mulai kehilangan fokus, dan kondisi ini ingin di manfaatkan Weilun. Weilun melesat cepat ke arah Liang Mei. Wang Xuxing yang kelelahan juga terlambat untuk menahan serangan tersebut.
"Sekarang mati kau" Weilun tersenyum jahat. Namun tinggal beberapa langkah lagi tiba-tiba pedang Weilun jatuh dan dirinya juga ikut rebah dan tidak bisa mengerakan anggota tubuhnya.
"Kenapa bisa begini, aku tidak bisa mengerakan tangan dan kakiku" Weilun.
"sekarang siapa yang akan mati?" Liang Mei mendatangi Weilun, di tangannya sudah terdapat petir-petir hitam. "Tinju Petir hitam" Liang Mei menghajar Weilun tepat di wajahnya. nasip Weilun tragis hidung berdarah dan beberapa gigi rontok.
"akhirnya kalian mengalahkannya juga" Tetua Chen
"Tetua Chen, sejak kapan di situ?" Liang Mei.
"Beberapa menit yang lalu, aku ingin melihat perkembangan kalian saat tanpa segel beban" Tetua Chen.
"Tetua Chen....!, akan kulaporkan kakek nanti, ohh tidak..., sebaikanya kulaporkan Bibi, biar dia tau Tetua membiarkan kami bertarung dengan penjahat dan tidak mau membantu" Liang Mei marah.
"Ahhh... Meimei jangan memberitahukan Bibimu, bagai mana kalau nanti aku membujuk Tian'er makan malam berdua denganmu" Tetua Chen.
"Emm... Baik kalau begitu, tapi kalau Tetua Bohong akan ku laporkan pada Bibi. Huuh..." Liang Mei.
"Sudah sebaiknya kita menyusul yang Lainnya" Tetua Chen.
__ADS_1
*
Yin Meiyin masih di dalam penjara es untuk berlindung. Namun tenaga dalamnya sudah sangat menipis, hingga akhirnya dia sudah tidak kuat lagi.
Shi Guan berhasil menghancurkan penjara es dan menangkap Yin Meiyin. Pasukan kekaisaran Han datang dan melihat Yin Meiyin sudah ada di tangan Shi Guan dalam keadaan pingsan. Serentak pasukan menarik panah.
"Tahan jangan tembak, itu bisa melukai tuan putri" Jendral Wu. Seketika pasukan tidak berani menembak.
"Tetua Lihat, Putri Yin ditangkap orang itu" Liang Mei
"Putri Yin??" Tetua Chen bingung.
"Nona Yin sebenarnya adalah Tuan Putri Yin" Liang Mei. Tetua Chen kaget karena baru tahu.
"Bukan waktunya kaget, pendekar itu bisa terbang" Wang Xuxing.
Tetua Chen bergegas mengunakan Ryo menuju pendekar yang membawa Yin Meiyin.
Shi Guan terbang membawa pergi Yin Meiyin namun dia merasa ada yang menyerangnya. Ketika menoleh sebuah tinju udara menghantam tubuhnya.
"Sial..., pengacau darimana lagi ini" Shi Guan kesal.
Tetua Chen meninju Shi Guan, namun Shi Guan dengan mudah menahan serangan Tetua Chen. Nahkan Tetua Chen justru terjatuh dari udara dan membentur tanah. Sementara Shi Guan kembali terbang lebih tinggi.
*
"Apa maksudmu Yinyin dalam bahaya? bukanya harusnya dia ada di tempat pengungsian?" Bing Kun.
"Maaf kakek saya tidak bisa menjelaskan sekarang" Lu Tian kemudian melesat terbang mengejar Shi Guan.
*
Huwang Gi dan Sima Quon masih terus bertarung. Huwang Gi terluka parah dan sudah kehilangan tenaga. Jelas saja Sima Quon mempunyai tingkatan yang lebih tinggi. Tadinya Huwang Gi berani menantang Sima Quon karena dibantu dua pendekar raja. Namun siapa sangka kemenangannya terganggu karena guru dan murid sekte pedang bayangan.
*
Di gerbang sekte Biksu Wu Hixi masih bertarung melawan Wu Xiem. Peperangan sangat kacau korban berjatuhan dimana-mana, kondisi sekte pedang tunggal juga sudah terdesak.
Tidak jauh dari situ, Kangjian juga sudah menerima banyak luka, dia bahkan mengutuk informasi palsu yang diterima tidak dipastikan kembali.
__ADS_1
"Hari ini aku tidak akan mengampunimu" Biksu Wu Ho.
"hahahh..., apa kamu pikir aku takut denganmu biksu tua?, jika hari ini harus mati berarti itulah takdirku" Kangjian
Benturan demi benturan terjadi, pukulan api neraka melawan tapak budha beradu. Kangjian meskipun terluka masih tidak ingin menyerah. Meskipun kekuatannya jelas tidak bisa mengalahkan Biksu Wu Ho.
Wu Hixi dan Wu Xiem juga terus beradu, mereka berada ditingkatan yang sama, sehingga saat ini belum ada tanda-tanda salah satunya akan tumbang. Namun dua kelompok datang dan membuat pasukan aliansi aliran hitam juga terdesak. Kelompok yang diperintahkan menyerang di hutan wilayah barat sudah kembali, ditambah pendekar dari kelompok pengemis emas datang membantu.
*
Di arena pertandingan pendekar aliansi aliran hitam juga mulai menipis, pedang terbang masih terus mencari mangsa membuat pendekar aliran hitam harus terus waspada.
Begitupun 7 piaau ilusi yang berkeliaran layaknya anak kecil mencari mangsa untuk dikejai. Pendekar aliran putih saat ini tersudutkan karena temannya sudah sekarat dan dia juga sudah kehabisan tenaga, 5 orang pendekar aliran hitam sudah menyeringai penuh kemenangan. Namun tiba-tiba salah satu temannya berteriak "Aakkhhhh...." wajahnya menunjukan kesakitan dan rasa tidak nyaman
"ada apa dengan wajahmu apak..... Akkkhhhhhh.... ada sesuatu menusuk bokongku" baru saja dia ingin mengejek temannya dia juga mengalami hal serupa.
kemudian satu persatu, mengalami hal serupa.
"Ada yang menusuk pahaku"
"ada yang menusuk bahuku"
"Ahhkkkk.... tidak Telurku...." dengan wajah meringis kesakitan jatuh dan berguling-guling.
Wajah temannya yang belum mengalami apapun terdiam dan memegangi barang sensitifnya. sambil melihat sekitar apa yang terjadi pada teman-temannya.
"huffttt..., aku ama..., Akkkhhhhhhh..... kenapa harus buuurrruuungggkkkuuuu"
Teriakan menyedihkan menggema bersamaan dengan wajah kesedihan. Pendekar aliran putih bernafas lega dan melihat ke arah tanah layaknya anak kecil berjalan kesenangan ada 7 pisau berbaris rapi sambil meloncat-loncat menuju mangsa berikutnya. 7 pisau seperti memiliki pikiran tersendiri bahkan bila tidak benar-benar memperhatikan tidak bisa melihat keberadaan 7 pisau tersebut. Pendekar aliran putih yang baru saja terselamatkan hanya bisa mengucak matanya masih tidak bisa percaya.
Di sisi lain seorang pendekar aliran putih yang sudah kelelahan di serang dari belakang, pendekar tersebut sudah tidak punya waktu untuk menghindar. namun pendekar aliran hitam justru kaget sebuah pedang menangkis serangannya. yang lebih membingungkan lagi tidak ada yang memegang pedang tersebut.
Pendekar aliran hitam ketakutan dan mencoba kabur, namun pedang melaju dan menusuk punggungnya hingga tembus mengenai jantung. setelah pendekar aliran hitam tumbang pedang kembali terbang mencari mangsa.
*
Lu Tian dengan cepat mengejar Shi Guan. kecepatan Shi Guan lebih lambat dari Lu Tian, bukan hanya karena faktor Shi Guan sedang membawa Yin Meyin namun juga karena Lu Tian sudah sepenuhnya membuka penuh gerbang ke 8.
Shi Guan merasa ada seseorang yang sedang mengikutinya, dia mencoba melirik ke belakang dan melihat kecepatan terbang Lu Tian. Belum lagi Lu Tian mempunyai tehnik Ryo yang lain, dengan bantuan tehnik Ryo dia bisa melemparkan aura dewa naga ke arah musuh.
__ADS_1
Shi Guan tiba-tiba merasa seperti tertekan sesuatu shingga gerakannya makin melambat. belum lagi Yin Meiyin tiba-tiba berontak.
"bagaimana bisa dia bangun, aku sudah membuatnya pingsan tadi" Shi Guan bingung.