
Maura yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Volkan selama beberapa detik, dia hanya membeku dan bingung harus berbuat apa. Sampai akhirnya dia tersadar dan langsung mendorong tubuh Volcan untuk menjauh darinya.
" Dasar kurang ajar!" dengan penuh amarah Maura pun langsung keluar dari kamar hotel itu. Volkan yang saat ini sedang menikmati kemenangan telak dirinya yang telah berhasil membungkam mulut Maura yang sejak tadi terus ngoceh gak jelas tentang hubungan mereka berdua saat ini.
Volkan merasa puas sekali. Setelah dia memberikan hukuman yang setimpal kepada Maura yang dengan begitu lancang sudah dua kali menendang aset kesayangannya yang sekarang terasa begitu ngilu sehingga membuat dia kesulitan untuk berjalan.
" Aiya! Gadis barbar itu benar-benar sangat berbahaya. Bagaimana mungkin? Setiap bertemu denganku, dia selalu tergoda untuk menentang asetku yang berharga ini? Ya Tuhan! Bagaimana kalau nanti asetku ini tidak bisa bangun lagi? Oh Tuhan! Kurasa aku harus mengetesnya kepada dia. Apakah asetku masih berfungsi atau tidak?" tanya Volkan dengan senyum nakalnya ketika dia membayangkan akan segera berpetualang dengan Maura di kamar hotel yang sudah dia sewa. Maura yang sejak pertemuan pertama mereka, dia selalu saja memiliki dendam kesumat terhadap aset berharganya. Sehingga Maura selalu ingin menendangnya.
Sementara itu Maura yang sangat marah dengan kelakuan Volcan yang sudah lancang sekali berani mencium bibirnya lagi untuk kesekian kalinya pada hari ini. Mencuri ciuman pertamanya itu sudah keterlaluan, tetapi terus mengulangi ciuman mereka berkali-kali, itu sudah keterlaluan sekali. Maura tampak sangat geram sekali di taman hotel yang sangat cantik itu.
" Ada apa Mbak? Kenapa kamu tampak sangat marah?" tanya karyawan hotel tadi yang merasa sangat penasaran kepada pelanggannya ketika melihat Maura hendak berbaring di kursi taman yang sedang ngamuk gak jelas di ruang loker.
Maura yang terkejut melihat kedatangan petugas itu, dia pun langsung mengatur mimik wajahnya agar kembali normal. Karena bagaimanapun, Maura tidak mau kalau sampai petugas itu mengetahui apa yang baru saja terjadi kepadanya bersama Volkan di kamar hotel tadi. Ya, Volkan kembali berusaha untuk memperkosa dia lagi.
" Tidak apa-apa Mba! Aku hanya merasa gerah saja tidur di dalam sana. Aku hanya ingin cari angin saja lebih dulu di sini sebelum tidur nanti!" ucap Maura sambil meninggalkan petugas itu yang masih bingung melihat pelanggannya bertingkah sangat aneh sekali.
Maura kemudian langsung meninggalkan taman dan pergi ke musholla yang ada di hotel itu. Ketika bertemu dengan pelanggan lain yang menginap juga di hotel itu, Maura langsung berpura-pura hendak sholat sehingga orang itu tidak curiga dengan Maura.
__ADS_1
Ketika Maura kebingungan hendak tidur di mana, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan ternyata ibunya yang menelpon dia.
" Assalamualaikum Mah!" ucap Maura sambil menyenderkan punggung nya di dinding musholla. Sejujurnya tubuhnya sangat lelah dan ingin sekali berbaring. Tetapi dia tidak tahu harus membaringkan tubuhnya di mana.
" Waalaikumsalam sayangku. Kamu ada di mana sayang? Kenapa tadi Mamah datang ke kontrakanmu, tetapi tidak bertemu denganmu dan Layla juga tidak tahu keberadaan di mana?" tanya Ibunya Maura khawatir dengan keadaan putrinya.
" Maafkan Maura Mah. Maura tadi izin sakit dulu. Kepala Maura benar-benar sangat pusing sekali dan Maura ingin beristirahat di rumah, tetapi tadi Maura keburu pingsan di jalanan dan seseorang membawa Maira ke rumah sakit. Tapi mama tidak usah khawatir, sekarang Maura baik-baik saja kok!" ucap Maura berdusta kepada ibunya.
Bagaimanapun Maura tidak mau kalau membuat ibunya khawatir dengan keadaannya saat ini. Dirinya yang sedang bingung hendak tidur di mana dan tidak tahu sekarang ada di mana. Volkan benar-benar memberikan hari terburuk dalam hidupnya.
" Ya sudah kalau begitu sayang. Kau berhati-hati ya? Ingatlah sayang kau harus banyak istirahat dan jangan terlalu banyak bekerja. Besok Mama akan datang ke rumah sakit tempatmu di rawat untuk menjenguk kamu di sana." ucap Susan khawatir dengan putrinya satu-satunya.
" Maafkan Maura Mah! Hiks hiks! Maura tidak mau kalau mama tahu saat ini Maura sedang terlantar di kota ini. Maura tidak tahu harus melakukan apa di sini Mah. Semuanya asing dan tidak ada yang Maura kenal di kota ini!" isak Maura dengan sedih mengingat nasibnya sekarang yang tidak jelas.
Maura benar-benar bingung sekarang. Karena semua barangnya ada di dalam mobil Volcan. Kalaupun dia berhasil kabur dari Volkan, dia tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa kembali ke Jakarta dan kembali bertemu dengan Layla dan juga ibunya.
Maura benar-benar sangat frustasi dan juga sangat lelah.
__ADS_1
Tanpa disadari Maura pun kemudian terlelap di musholla hotel. Sangking lelahnya Maura tidur sangat lelap dan dia sampai tidak menyadari ketika Volkan mengangkat tubuhnya dan memindahkannya ke dalam kamar hotel yang sudah dia pesan tadi.
" Dasar gadis bodoh! Apakah dia pikir dia bisa melarikan diri dari seorang Volkan?" tanya Volkan pada dirinya sendiri ketika dia sudah berhasil memindahkan Maura ke atas ranjang.
Tampak Volkan yang terus memperhatikan wajah Maura yang sedang terlelap dengan wajah yang begitu lelah.
" Kamu sebener nya gadis yang sangat cantik Maura, tapi sayang kelakuan Barbar mu benar-benar membuat kepalaku pusing! Aku harus menaklukan gadis macam kamu! Supaya tidak liar lagi!" ucap Volkan yang langsung memeluk Maura dan memejamkan kemudian langsung memejamkan matanya.
Keesokan paginya Maura sangat terkejut ketika mendapatkan dirinya berada di dalam pelukan Volkan yang hanya menggunakan ****** ******** saja di balik selimut yang di gunakan oleh mereka berdua.
Maura menjerit histeris ketika dia melihat darah segar di dekat kakinya, sehingga membuat Volkan yang sedang tidur sontak bangun karena kaget.
" Kamu apa-apaan sih, pagi-pagi membuat kehebohan begini?" tanya Volkan sambil memicingkan matanya yang terasa silau.
Maura langsung melotot menata Volkan yang menatapnya seakan tak berdosa.
" Apa yang sudah kau lakukan padaku huh? Apa? Cepat katakan kepadaku! Kenapa aku ada di sini huh? Padahal, seingatku tadi malam aku tidur di mushola hotel!" tanya Maura dengan wajah histeris yang membuat Volkan menjadi merasa geli dibuatnya.
__ADS_1
' Ternyata bersenang-senang dengan gadis ini benar-benar sangat menyenangkan!' bathin Volkan dengan senyum smirknya yang menakutkan bagi Maura.