Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
58. Usaha


__ADS_3

Begitu mereka sampai dipilah milik keluarga Layla. Mereka pun kemudian melihat situasi yang ada di sana.


" Wah luar biasa sekali. Suasana di sini sangat nyaman dan view nya juga keren!" ucap Maura memuji keindahan tempat itu.


Mereka berempat kemudian keluar dari mobil dan turun untuk masuk ke dalam villa yang sudah dipersiapkan oleh penjaga Villa. Penjaga Villa sudah dihubungi sebelumnya oleh Danu mengenai kedatangan mereka ke tempat itu untuk melihat-lihat situasi di sana.


" Kenapa Volkan dan Surya lama sekali? Kalau memang benar mereka mengikuti kita. Bukankah seharusnya mereka ada di belakang kita?" tanya Hazel merasa bingung.


" Aku akan menghubungi Valcan," ucap Ardan.


Ardan pun kemudian menghubungi Volkan. Tetapi lama tidak diangkat panggilannya.


" Tidak diangkat," ucap Ardan sambil mengedikkan bahunya.


" Aku akan menghubungi Surya," Hazel kemudian langsung mencari nomor telepon kekasihnya. Tetapi sama juga, panggilannya tidak diangkat seperti panggilan dari Ardan.


Mereka berempat mengerutkan keningnya. Merasa heran dengan keganjilan tersebut padahal jelas-jelas tadi Ardan sudah melihat mobil Surya yang tepat berada di belakang mereka.


" Aneh sekali. Apa yang terjadi dengan mereka?" tanya Maura mulai panik juga.


" Apa ada sesuatu yang terjadi pada mereka?" tanya Ardan yang mulai khawatir juga.


Ardan kembali menghubungi Volkan, masih tidak di angkat juga. Ardan terus menunggu agar panggilan dia di angkat oleh Volkan.


" Volkan, kamu di mana?" ucap Ardkan ketika panggilannya diangkat.


" Maaf Mas. Ini pemilik ponselnya saat ini sedang di ruang IGD," ucap seseorang yang mengangkat panggilan di ponsel milik Volkan.


" Apa? Anda siapa?" tanya Ardan tetap berusaha untuk tenang sebelum mendapatkan informasi yang jelas.


" Mobil yang ditumpangi oleh pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan di perempatan yang menuju sebuah Villa. Sekarang mereka ada di IGD, saya adalah pegawai administrasi rumah sakit yang menyimpan barang-barang milik pasien," ucapnya lembut.

__ADS_1


Ardan kemudian menyampaikan kepada teman-temannya tentang Volkan dan Surya yang saat ini berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan.


" Volkan dan Surya sekarang ada di rumah sakit katanya mobil mereka mengalami kecelakaan di perempatan yang menuju villa ini," ucap Ardan dengan suara yang tersekat.


" Apa?" Hazel dan Maura tampak terkejut mendengarkan ucapan Ardan.


" Itu nggak bener kan? Masa iya sih mereka kecelakaan?" tanya Hazel masih ga percaya.


" Di belokan perempatan itu, memang sering terjadi kecelakaan. Karena memang kondisi yang curam dan licin. Kalau tidak, hati-hati dan tidak mengenal Medan, memang ada kemungkinan bisa terjadi hal seperti itu!" ucap Layla yang tampak menyesal dengan kejadian kecelakaan itu.


" Maafkan aku ya? Kalau aku nggak maksa kita untuk kemari, mereka pasti tidak mengalami kejadian buruk ini!" ucap Layla dengan perasaan sedih.


" Sudahlah. Ini pasti memang adalah takdir yang harus mereka hadapi." ucap Ardan.


" Bener, Layla. Sudahlah tidak usah terlalu terbebani!" ucap Maura sambil memeluk Layla yang benar-benar merasa sedih dengan keadaan Volcan dan Surya.


" Ayo. Sekarang juga kita ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi mereka. Tadi suster mengatakan kalau mereka masih ada di ruangan IGD, masih dalam tindakan dokter." ucap Ardan menerangkan kepada Hazel dan Maura yang tampak sedih dan panik.


Begitu sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ke bagian administrasi. Menanyakan informasi tentang Surya dan Volkan.


Saat mereka sampai di sana Surya dan Volkan masih berada di ruang IGD. Kondisi mereka cukup parah bahkan mobil milik Surya pun sampai sekarang masih ditahan oleh Polisi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.


Ardan langsung menghubungi Raffi dan Dinda yang ada di Jakarta mengabarkan tentang situasi Volkan saat ini.


" Assalamualaikum om saya Mau mengabarkan kalau sekarang volcan berada di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan di Bogor," ucap Ardan yang terlihat begitu lesu dan tidak bersemangat.


" Apa?? Volkan kecelakaan?" tanya Rafi begitu terkejut mendengarkan kabar dari Ardan yang begitu mengejutkan mereka.


" Sekarang mereka ada di mana? Dan bagaimana kabarny" tanya Rafi mulai panik.


Ardan kemudian menyebutkan nomor rumah sakit di mana Volkan saat ini sedang dirawat.

__ADS_1


" Saya juga belum tahu tentang keadaan mereka Om. Karena saat ini mereka masih ada di ruangan IGD dan kami pun baru dikasih tahu oleh pihak rumah sakit saat tadi saya menelpon Volkan, karena mereka yang tidak juga kunjung datang ke villa tempat tujuan kami!" ucap Ardan.


" Baiklah om dan tante sekarang juga akan berangkat ke rumah sakit." setelah Rafi berpamitan kepada Ardan. Raffi kemudian menutup teleponnya dan bergegas mencari istrinya untuk mengabarkan tentang keadaan Putra mereka yang sekarang berada di rumah sakit karena kecelakaan.


Dinda benar-benar shock mendengarkan kabar yang disampaikan suaminya mengenai putra kesayangannya.


" Lalu bagaimana dengan keadaan Putra kita Pah?" tanya Dinda cemas sekali.


" Ardan juga belum tahu tentang kondisinya Ayo sekarang kita segera berangkat ke sana untuk mengetahui lebih jelasnya," mereka berdua pun kemudian menuju ke rumah sakit.


***


Sementara itu sekarang Hazel juga sedang menghubungi Kevin dan Qiara untuk mengabarkan tentang keadaan Surya yang masuk rumah sakit.


" Maafkan saya Om, saat ini Surya sedang berada di rumah sakit karena dia mengalami kecelakaan bersama dengan volkan," ucap Hazel dengan perasaan bersalah.


Kalau saja Hazel tidak mengancam Surya akan membatalkan pernikahan mereka dan tidak memisahkan diri dari kekasihnya. Mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi. Sampai saat ini Hazel masih menyalahkan dirinya sendiri.


" Putraku sekarang ada di mana?" tanya Qiara yang mulai menangis karena sedih memikirkan nasib anaknya.


Qiara dan Kevin kemudian langsung meluncur menuju Bogor untuk menjenguk anak mereka yang ada di rumah sakit.


Begitu sampai di rumah sakit. Mereka Langsung menangis. Setelah melihat keadaan Valkon dan Surya yang mengalami banyak luka-luka di sekujur tubuhnya.


" Ya Allah Nak. Kamu sih tidak mendengarkan apa kata Mama. Kalau calon pengantin itu tidak boleh melakukan perjalanan jauh-jauh. Kamu yang selalu ngeyel," sesal Qiara yang begitu sedih melihat keadaan putranya.


" Sudahlah Mah. Sebaiknya sekarang kita menengok anak kita dan ingat kau tidak boleh menangis seperti itu. Nanti Surya menjadi terbebani, dan itu akan berbahaya untuk kesehatannya!" ucap Kevin menasehati istrinya yang sampai saat ini masih lemas berada di dalam pelukannya.


Mereka berempat langsung masuk ke dalam ruangan VVIP yang sudah dipesan oleh Ardan untuk Surya dan Volkan.


" Anakku kamu baik-baik saja kan?" tanya Dinda begitu dia bertemu dengan Volkan di kamar perwatannya.

__ADS_1


__ADS_2