
" Tenanglah Layla. Kau ini tidak percaya sekali dengan Daddy! Daddy pasti tidak akan menghancurkan reputasimu di tempat kau bekerja atau mungkin Daddy nanti bisa membeli saham di tempat kau bekerja. Jadi kau bisa bekerja sesuka hatimu di sana!" Layla langsung melotot ke arah ayahnya yang sudah mulai kumat penyakit absodnya yang merasa paling kaya sendirian di dunia ini.
" Papa nggak usah gila ya. Leluarga Volcan itu termasuk keluarga kaya di negeri ini. Mereka memiliki banyak cabang restoran dan juga Cafe serta hotel di seluruh Indonesia!" ucap Layla yang benar-benar merasa jengkel melihat kelakuan ayahnya.
Setelah membereskan semua peralatan makan maupun piring-piring yang tadi digunakan untuk sarapan. Layla kemudian keluar dari apartement bersama dengan ayahnya menuju ke Cafe tempat Layla bekerja.
" Katakan pada Daddy. Apakah benar kalau Maura akan menikah dengan Volkan?" tanya Danu yang sepertinya masih penasaran tentang Maura.
" Daddy Tidak usah macam-macam ya dengan Maura. Maura itu sangat mencintai Valcon. Bahkan Volkan sampai rela melepaskan rencana pernikahannya dengan Hazel, hanya untuk bisa menikah dengan Maura. Daddy jangan coba-coba mengganggu hubungan mereka kalau masih ingin berstatus sebagai daddyku!" ancam Layla sambil mengarahkan bogemnya ke hadapan ayahnya yang dia kenal sebagai seorang Playboy tingkat tinggi.
Danu hanya tertawa terbahak mendengarkan peringatan dari putrinya yang ternyata lebih berat dengan sahabatnya daripada dengan kepada dirinya.
" Apakah kau begitu menyayangi Maura?"
" Tentu saja Maura adalah satu-satunya sahabatku yang tidak pernah merendahkan aku. Walaupun aku dihadapannya adalah sebagai orang yang tidak memiliki apapun. Apa Daddy tahu? Bahkan Maura lebih sering mentraktirku loh!" ucap Laila dengan senyum sumringahnya membuat Danu tergelitik hatinya untuk mengelus kepala putrinya.
" Kalau kau bahagia Daddy pasti akan berbahagia juga. Percayalah Layla. Daddy sangat menyayangimu Sayang dan Daddy tidak akan pernah merusak persahabatanmu bersama dengan Maura!" janji Danu kepada putrinya.
Layla merasa terharu sekali dengan janji dari ayahnya. Sehingga tanpa dia sadari kemudian Layla pun memeluk dengan erat tubuh ayahnya yang walaupun sudah berusia paruh baya. Akan tetapi masih tampak begitu tampan dan mempesona.
" Apakah Cafe tempatmu bekerja masih jauh?" tanya Danu yang merasa sudah mulai bosan berada di perjalanan karena dia harus segera berangkat ke kantor untuk meeting bersama para dewan direksi di kantornya.
Layla kemudian menunjuk ke arah kafe yang ada di sebuah rumah sakit terkenal.
__ADS_1
" Wah kau bekerja di cafe ini sayang? Padahal Daddy sering datang ke cafe ini. Kenapa Daddy tidak pernah bertemu denganmu?" tanya Danu merasa heran.
Layla kemudian menarik tangan ayahnya untuk ikut masuk dan melihat situasi di cafe yang tampak sudah mulai ramai pengunjung untuk sarapan di sana. Cafe milik Raffi selama ini memang sangat terkenal memiliki menu sarapan yang sangat lezat dan juga enak.
" Baiklah sayang Daddy akan mengantarmu sampai di sini. Karena Daddy harus segera ke kantor. Ada rapat dewan direksi pagi ini!" ucap Danu berpamitan kepada Layla yang tampak merasa sangat kecewa karena ayahnya belum masuk ke dalam kafe. Tetapi sudah berpamitan padanya.
Layla kemudian masuk ke dalam kafe dan membuka pintu Cafe lebar-lebar. Sehingga memperlihatkan situasi dan kondisi di dalam kafe secara jelas kepada Danu yang saat ini berdiri di depan pintu.
" Susan? Apakah itu benar Susan?" tanya Danu yang seperti tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.
" Tidak mungkin kalau wanita itu adalah Susan. Bagaimana mungkin Susan masih hidup? Aku ingat waktu itu mobil yang dikendarai olehnya dan suaminya sudah masuk ke jurang. Bagaimana mungkin dia masih hidup sampai sekarang?" tanya Danu merasa heran sekali melihat Susan yang sampai saat ini masih segar bugar padahal seingatnya dulu dirinya telah membuat mobil yang ditumpangi oleh Susan dan suaminya masuk ke dalam jurang.
" Aku harus masuk ke dalam cafe dan memperjelas semua situasinya. Apakah benar kalau wanita itu adalah Susan?" tanya Danu kepada dirinya sendiri.
" Apa yang dilakukan oleh Susan bersama dua orang remaja itu?" tanya Danu semakin penasaran dengan apa yang dia lihat sekarang.
Danu hendak pergi dari kafe itu tetapi dia terlambat karena Maura sudah terlanjur melihat wajahnya.
" Om Danu? Mana Layla Om?" tanya Maura sambil Melambaikan tangannya untuk mengundang perhatian dari Danu.
Danu tampak begitu gugup. Karena bagaimanapun dia tidak mau kalau sampai Susan melihat wajahnya. Karena pada saat kecelakaan itu, Susan sempat melihat Danu yang berada di sekitar mobil yang hampir jatuh dan akhirnya masuk ke jurang.
Pada waktu itu Susan memohon kepada Danu untuk membebaskannya dari jok yang membuat Susan tidak bisa keluar dari mobil. Akan tetapi Danu malah acuh dan terluhat menertawakan Susan dan juga suaminya yang sedang berjuang melawan maut.
__ADS_1
Kejadian itu sangat lama. Oleh karena itu Susan sudah benar-benar melupakan wajah Danu. Karena memang sekarang wajahnya sudah banyak berubah.
" Om Danu? Apakah tadi mengantarkan Layla kemari?" tanya Maura yang langsung bangkit dan menyambut kedatangan Danu di dalam cafe milik ayahnya Volkan.
Saat ini mereka bertiga masih menunggu kedatangan kedua orang tuanya hafalkan yang belum datang dan memperlihatkan batang hidungnya di hadapan mereka.
Danu tampak begitu gugup ketika dia berhadapan dengan Susan. Face to Face.
Keringat dingin bahkan sudah mengucur dari dahinya. Ketika dia melihat Susan yang mengerutkan keningnya yang seakan sedang mengingat sesuatu.
" Apakah kita pernah bertemu sebelumnya kenapa aku merasa begitu familiar dengan wajah?" tanya Susan ketika melihat Danu yang begitu gugup di hadapannya.
" Ah Bagaimana mungkin kamu pernah bertemu denganku? Kau jangan bercanda!" ucap Danu berusaha mengelak dari ingatan Susan.
Susan pun kemudian meminta maaf kepada Danu. Karena sudah melakukan kesalahan dengan merasa mengenal orang kaya seperti dia.
Susan juga dulu pernah menikmati menjadi kalangan dari high Society. Akan tetapi sejak kecelakaan itu yang menewaskan suaminya. Selama beberapa tahun membuat dia tidak bisa berjalan. Akhirnya Susan harus menerima kenyataan bahwa hidupnya yang sekarang tidak memiliki kekayaan melimpah seperti dulu lagi. Ketika dia masih punya seorang suami hebat seperti ayahnya Maura yang sudah meninggal dalam kecelakaan maut waktu itu.
Susan termasuk mendapatkan mukjizat yang sangat luar biasa. Karena dia masih bisa lolos dari maut setelah mobilnya yang di tumpangi bersama ayahnya Maura terhempas dan masuk ke dalam jurang.
Karena kecelakaan itu telah membuat ibunya Maura menjadi lumpuh. Selama beberapa tahun Susan hanya menggantungkan hidupnya kepada putrinya satu-satunya.
Itulah yang menjadi sebab utama. Kenapa Maura sampai bekerja paruh waktu di beberapa tempat di saat waktunya senggang dari kuliah dan tugas praktikum.
__ADS_1
Maura adalah gadis yang sangat hebat dan juga cerdas. Dia bisa melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu dan majikan nya juga puas dengan hasil pekerjaannya yang sangat profesional dan memuaskan mereka.