Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
57. Akhirnya


__ADS_3

" Tuh kan, gara-gara kamu yang suka cari-cari masalah terus sama aku. jadinya pernikahan aku terancam batal. Puas kau?" ucap Surya merasa kesal luar biasa dengan kelakuan Volkan yang sejak dulu tidak pernah berubah dan selalu mencari masalah dengannya.


" Habisnya kamu pakai acara ingin menikah dengan Hazel segala. Begitu banyaknya wanita di dunia ini! Ckckck! Sejak dulu kau masih belum bisa move on dari cinta monyetmu terhadap Hazel?" tanya Volkan yang tampak berdecak kesal luar biasa kepada Surya yang bersiap untuk menghajarnya lagi.


Tetapi Surya mengurungkan niatnya. Karena dia melihat Hazel yang sudah bersiap meninggalkan tempat itu dengan menggunakan mobil Ardan, meninggalkan dia sendiri bersama Volkan yang menyebalkan.


" Sayang!! Tunggu Aku! Kau tidak boleh pergi dengan Ardan, aku yang calon suami kamu sayang!" ucap Surya berusaha meraih tangan Hazel lalu menariknya ke mobil miliknya.


" Udah kau berkencan saja dengan Volcan. Kalian kan pasangan abadi yang tidak akan pernah terpisahkan sampai kapan pun juga!" ucap Hazard sambil Melambaikan tangan ke arah Surya yang sontak mengejarnya dengan menggunakan mobil miliknya.


" Eh, kau mau apa di mobilku? Cepat turun!" teriak Surya merasa tidak terima dengan Volkan yang begitu saja masuk ke dalam mobil miliknya tanpa permisi.


" Gara-gara kau yang membuatku emosi kekasihku jadi meninggalkan aku dan pergi bersama Ardan. Astagfirullah. Enak banget si Ardan! membawa pergi kekasih kita dengan seenak udelnya begitu saja! udah cepat jangan kebanyakan berdebat apa kau mau kekasih kita membatalkan pernikahan kita berdua?" tanya Volkan kesal bukan main.


" Baiklah untuk kali ini aku akan mengizinkan kamu ikut denganku. Tapi besok-besok, aku tidak akan pernah membiarkanmu naik ke dalam mobilku lagi!" ucap Surya yang akhirnya mengalah kepada Volkan.


Bagaimanapun Surya tidak mau kalau sampai kehilangan pernikahannya bersama dengan Hazel. Hanya karena Surya yang tidak mau bersama dengan Volkan.


' Ah biarlah tidak apa-apa untuk kali ini saja aku akan membiarkan bocah tengil ini bersamaku. Daripada aku harus kehilangan Hazel untuk selamanya. enak aja susah payah aku Nggak dapetin dia Masa aku lepasin gitu aja sih?' bathin Surya sambil terus menggoyangkan kepalanya untuk mengusir pikiran negatif yang menolak kehadiran Volkan di dalam mobilnya.


" Bagaimanapun hubunganku dengan Maura jauh lebih penting, daripada permusuhan kita berdua. Baiklah! Aku tidak masalah kalau pernikahan kita akan digabungkan dan di laksanakan bersama-sama. Mungkin Hazel tidak ingin kita berdua bermusuhan terus. Makanya dia sengaja mengatur hal demikian dengan pernikahan kita!" ucap Volkan yang sudah mulai bisa berpikir jernih dan mengerti apa yang dikehendaki oleh Hazel.


" Baiklah aku juga tidak mau kalau sampai harus kehilangan Hazel gara-gara kau!" ucap Surya sengit luar biasa.


" Ok! Mulai sekarang kita berdua akan melakukan gencatan senjata. Setidaknya sampai pernikahan kita berdua dengan kekasih kita masing-masing selesai. Setelah itu jangan harap kau bisa menjadi temanku lagi!" ucap Volkan dengan nada begitu Arogan yang membuat Surya menjadi jengah dibuatnya.


" Dasar sombong! Apa kau kira aku mau menjadi temanmu?" cicit Surya sinis.


" Ih, Siapa juga yang mau jadi temanmu? GR betul kau itu! Kalau bukan karena Kekasihku yang mengancam akan membatalkan pernikahanku dengan dia, aku juga tidak akan sudi untuk dekat bersama denganmu!" ucap Volkan tidak kalah sengit.


Mereka berdua sudah benar-benar tidak bisa tertolong lagi. Permusuhan tingkat dewa yang sangat sulit untuk di damaikan lagi.

__ADS_1


" Aiya. Fokuslah menyetir! Jangan sampai kita kehilangan mereka!" ucap Volkan sambil menepuk bahu Surya.


" Kau yang ganggu fokusku. Makanya diam tutup mulutmu! Dasar menyebalkan!" Gerutu Surya sambil terus mengerucutkan bibirnya.


Akhirnya Volkan pun mengalah dan dia diam dan duduk anteng. Volkan hanya menjadi penumpang di mobil milik Surya yang sekarang melaju dengan kecepatan tinggi untuk mengejar Ardan yang entah mau pergi ke mana mereka juga tidak tahu.


" Eh, cepat kau hubungi Ardan mau ke mana mereka sebenarnya? Kenapa ini seperti yang menuju ke luar kota?" tanya Surya yang mulai merasakan keanehan pada tujuan kepergian Ardan beserta para gadis yang tadi ikut dengan Ardan dan meninggalkan para kekasih mereka.


Tanpa banyak protes Volkan kemudian langsung mencari nomor telepon Ardan dan menghubungi sepupunya.


" Kamu mau ke mana si Ardan?" tanya Volcan to the point Ketika Ardan mengangkat telepon darinya.


" Kami mau mencari villa untuk nanti berbulan madu kenapa memangnya?" tanya Ardan.


" Villa? Kenapa tidak ke Villa milik yang ada di Bandung itu?? Pemandangan di sana jauh lebih bagus!" ucap Volkan memberikan pendapatnya kepada Ardan.


" Layla maunya Villa yang ada di Bogor. Villa milik keluarganya. Lokasinya jauh lebih dekat jadi kita tidak menghabiskan banyak waktu di jalan." ucap Ardan.


Jantung Volcan saat ini berdebar sangat kencang. Karena sejak tadi dia berusaha untuk menghubungi Maura, akan tetapi kekasihnya tidak juga mau mengangkat telpon darinya. Sehingga membuat volkan sangat frustasi dibuatnya.


" Maafkan aku Volkan. Tapi Maura menolak untuk berbicara denganmu. Katanya, Lebih baik kau berkencan saja dengan Surya dan lupakan dia saja!" setelah mengatakan itu Ardan langsung menutup teleponnya dan tidak memperdulikan apapun yang dikatakan oleh Ardan.


" Eh, apa dia gila? Kenapa Dia menyuruh aku untuk berkencan denganmu?" tanya Volkan yang melirik sekilas kepada Surya yang masih fokus menyetir mobilnya.


Surya yang mendengar semua pembicaraan antara Volcan dan Ardan hanya bisa bergidik ngeri membayangkan hal itu terjadi.


" Sepertinya kita harus mulai memperbaiki hubungan kita. Sehingga membuat orang-orang tidak akan berpikir kalau kita memiliki hubungan yang spesial. Aih, amit-amit deh, aku dituduh memiliki hubungan spesial denganmu! Ih ogah banget!" ucap Surya sambil bergidik membayangkan hal tersebut.


Valcon kemudian menyimpan ponselnya di saku celana miliknya. " Eh, Kau kira aku sedih gitu dituduh memiliki hubungan denganmu? Aku masih doyan perempuan, Oke? Dan yang lebih penting dari itu semua, aku sangat mencintai Maura!" ucap Volkan masih memasang wajah cemberut.


" Ya sudah deh. Tampaknya tidak rugi juga kalau kita memulai hubungan yang lebih baik. Apalagi sebentar lagi kita akan menjadi keluarga. Rasanya tidak baik juga kalau kita selalu berantem seperti anak kecil. Nanti kalau kita sudah mempunyai anak pasti kita akan selalu diejek oleh mereka karena selalu ribut tidak jelas seperti ini!" ucap Surya.

__ADS_1


Volcan merasa senang mendengarkan perkataan dari Surya dan akhirnya mereka berdua pun sepakat untuk mulai memperbaiki hubungan mereka mulai hari ini.


***


Sementara itu di dalam mobilnya Ardan, tampak mereka berempat, tampak tertawa terbahak-bahak membayangkan apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Surya dan Volkan yang pastinya saat ini sedang ketar-ketir karena memikirkan pernikahan yang akan dibatalkan oleh mereka berdua.


" Kita kejam nggak sih berbuat seperti ini sama mereka?" tanya Maura pada Hazel.


" Udah nggak papa. Santai aja. Paling nanti mereka bakalan akur dan menjadi sahabat sejati Percayalah sama aku. Mereka tuh sebetulnya saling respect satu sama lain. Hanya saja mereka terlalu gengsi untuk mengakui satu sama lain!" ucap Hazel sambil tersenyum kepada Maura yang saat ini duduk di sampingnya.


" Jujur ya aku nggak tega banget sama mereka tapi gimana lagi aku gedeg banget tau nggak sih? Harus ngeliatin mereka berantem terus!" ucap Maura mulai merasa nyaman untuk bergaul dengan Hazel yang ternyata memiliki kepribadian yang sangat easy going dan menarik.


" Tenanglah aku tahu Volkan dengan baik. Dia itu tidak akan pernah bisa hidup tanpa cinta seorang wanita. Aku yakin dalam hitungan jam, dia pasti akan menyusul kita. Mungkin sekarang dia malah sedang mengikuti kita!" ucap Hazel sambil tersenyum kepada Maura.


" Tenang saja Maura. Aku yakin kok kalau Volkan tuh cinta banget sama kamu. Dia pasti tidak akan membiarkan pernikahan kalian batal begitu saja!" ucap Layla berusaha untuk menenangkan sahabatnya yang tampak begitu risau memikirkan tentang Volkan.


" Tenanglah. Mereka sedang mengikuti kita kok. Kalian lihatkan mobil yang di belakang itu? Sejak tadi tidak pernah menjauh dari kita!" ucap Ardan memberitahukan tentang mobil milik Surya yang sejak tadi terus berada di belakang mobilnya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ardan. Hazel pun auto menoleh ke belakang.


" Kau benar Ardan. Itu adalah mobilnya Surya!" ucap Hazel yang begitu senang.


Hazel bahagia sekali setelah mengetahui kekasihnya ternyata mengikuti mereka dan tidak meninggalkannya begitu saja. Hazel jadi semakin yakin dengan cinta Surya untuknya. Begitu pula dengan Maura yang tersenyum begitu sumringah setelah mengetahui bahwa ternyata kekasih mereka tidak pergi begitu saja setelah tadi mereka ngeprank kekasih mereka dengan berupa pura-pura ingin membatalkan pernikahan mereka.


" Syukurlah kalau Valcon sekarang mengikuti kita. Berarti kita bisa langsung memutuskan akan menggunakan Villa milik keluarga Layla atau tidak untuk acara bulan madu kita nanti!" ucap Maura begitu bahagia dengan fakta Volkan yang mengikuti mereka.


" Tenang saja Maura! Aku yakin volcan dan Surya pasti suka dengan villa itu!" ucap Layla sumringah dan sangat yakin kalau Villa milik keluarganya akan disukai oleh mereka.


Villa milik keluarga Layla sering disewa untuk syuting film layar lebar dan juga sinetron. villanya sangat indah dan juga sangat bagus pemandangannya.


Setiap kali liburan. Di saat Vila itu tidak digunakan untuk syuting. Layla dan ayahnya suka menghabiskan waktu mereka di villa itu.

__ADS_1


Villa itu selalu sibuk dan selalu digunakan oleh manusia. Jadi steril dari gangguan makhluk halus. Jadi mereka bisa melakukan bulan madu dengan baik di sana. Tanpa harus takut diganggu oleh makhluk astral yang tidak kelihatan seperti di vila-vila yang jarang ditempati manusia.


__ADS_2