Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
72. Siapa kamu?


__ADS_3

Kevin terus menatap wanita yang merasa sok akrab dengannya Padahal dia sama sekali tidak mengingat tentang wanita itu.


" Siapa kamu?" tanya Kevin kepada tamunya.


" Kamu jahat sekali Kevin! Masa tidak ingat dengan mantan istrimu sendiri?" tanya Susan merasa sedih.


" Mantan istriku?" tanya Kevin sambil mengerutkan keningnya dan mengingat-ingat apa yang dikatakan wanita itu.


" Susan?" tanya Kevin bingung.


" Hmmm, akhirnya kau mengingat Namaku!" ucap Susan merasa sangat senang.


Kevin langsung bangkit dari duduknya dan bersiap untuk meninggalkan Susan.


" Sebenarnya kau tidak benar-benar menjadi mantan istriku. Karena dulu kita menikah hanya sebentar dan aku pun tidak pernah menyentuhmu!" ucap Kevin merasa tidak senang dengan pengakuan Susan.


Susan mendekati Kevin dan berusaha untuk dekat dengannya.


" Tetaplah duduk di situ atau Aku akan pergi dari sini!" ancam Kevin sambil melotot ke arah Susan yang langsung menciut nyalinya.


" Aku heran sekali. Kenapa kau begitu tidak menyukai aku? Padahal kita bertahun-tahun tidak bertemu!" terlihat Susan yang merasa sangat kecewa kepada Kevin.


" Aku sudah punya istri dan keluarga bahagia lalu untuk apa aku harus mengingat tentang kamu? Kau pikir pakai otak kamu sendiri!" ucap Kevin sengit.


Kevin sudah tidak bisa menahan dirinya lagi untuk berada di sana. Dia pun kemudian berpamitan kepada Susan dan menyuruh wanita di masa lalunya untuk pulang.


" Pergilah dari sini Susan. Aku tidak mau ada masalah di dalam rumah tanggaku bersama Qiara. Aku mencintai dia dan ga berencana untuk mengganti Dia dengan wanita manapun jadi pergilah dari hidupku dan tidak usah kembali lagi!" ucapkan benar-benar tidak bisa berkompromi lagi kepada Susan.


Susan terlihat sangat sedih. Tetapi dia pun bisa mengerti kenapa Kevin melakukan itu.


" Sejak dulu kau selalu mencintai Qiara dan tidak pernah menganggapku penting dalam hidupmu!" ucap Susan tampak sedih.


Akan tetapi Kevin tidak memperdulikan sama sekali dia sudah bersiap untuk keluar dari ruangan meeting.


" Apa kau tahu? Kau sangat menggangu!?" tanya Kevin saat tiba-tiba saja Susan kembali memeluk dia dan mencium bibirnya.


Kevin langsung mendorong Susan untuk menjauh darinya.


" Lancang!" ucap Kevin yang langsung keluar dari ruangan meeting.


Akan tetapi Kevin sangat terkejut ketika melihat Qiara yang sudah berada di depan pintu ruangan meeting.


" Sayang?" tanya Kevin benar-benar sangat terkejut melihat kehadiran Qiara.


Qiara mengerutkan keningnya ketika melihat ke dalam ruangan meeting ternyata ada Susan di sana sedang mengelap bibir nya.


Qiara melihat bibir suaminya yang ada lipstik di sana, Qiara menarik nafasnya dengan dalam kemudian pergi meninggalkan Kevin begitu saja.

__ADS_1


Kevin yang bingung melihat gelagat istrinya Dia pun langsung mengejar Qiara.


" Sayang kenapa kau pergi begitu saja?" tanya Kevin kepada Qiara ketika dia sudah bisa mengejar istrinya.


" Lanjutkan saja kemesraan kalian. Aku tidak akan mengganggu kalian!" ucap Qiara tanpa melirik sekilas pun kepada Kevin.


Kevin terkejut mendapatkan kata-kata seperti itu dari istrinya.


" Apa maksud kamu sayang?" tanya Kevin jantungnya sudah berdebar sangat kencang melihat Qiara yang sepertinya marah padanya.


" Kau Lihatlah di kaca apa yang ada di bibirmu itu!" ucap Qiara kemudian pergi meninggalkan Kevin dalam kebingungannya.


Kevin pun kemudian mencari toilet untuk melihat apa yang dikatakan oleh Qiara.


" ****!" umpat Kevin saat dia melihat lipstik di bibirnya.


" Susan kurang ajar! Dia sepertinya memang merencanakan untuk membuat masalah dengan hidupku!" umpat Kevin benar-benar kesal sekali kepada mantan istrinya yang dulu hanya dinikahi karena paksaan dari ibunya.


Kevin pun kemudian langsung menuju ke ruangan meeting untuk mencari Susan yang ternyata sudah tidak ada di sana.


" Di mana perempuan tadi?" tanya Kevin dengan kekesalan yang luar biasa.


" Dia sudah pergi dari tadi Tuan!" ucap sekretaris Kevin.


Kevin menetap sekretarisnya dengan tajam.


" Dengarkan Aku! Besok-besok lagi, kalau aku melihat perempuan itu datang ke kantorku lagi. Percayalah aku pasti akan memecat kamu tanpa pesangon!" ancam Kevin dengan mata memerah.


" Maafkan saya tuan saya tidak bermaksud apa-apa. Wanita tadi bilang bahwa dia adalah teman lama anda dan memaksa untuk menunggu Anda di ruang meeting." ucap nya sedih dan ketakutan.


Kevin hanya menembus kesal mendengarkan alasan dari sekretarisnya.


" Pokoknya kalau kau mengijinkan lagi perempuan itu untuk menemuiku lakukan pastikan kau akan di blacklist dari dunia bisnis dan tidak akan pernah bisa menemukan pekerjaan di manapun!" Kevin benar-benar sangat marah dengan masalah yang sudah dibuat oleh Susan dalam rumah tangganya bersama Qiara.


Kevin kemudian mengambil ponselnya dan segera menelpon Qiara untuk mengetahui keberadaannya di mana.


" Angkat dong sayang!" ucap Kevin benar-benar merasa frustasi dengan Qiara ya sejak tadi tidak mau mengangkat panggilan teleponnya.


" ****!" umpat Kevin kesal luar biasa.


Kevin kembali masuk ke dalam ruangannya dan tidak jadi menyusul Qiara.


Kantor Qiara sangat banyak. Jadi Kevin tidak bisa bermain game untuk menebak keberadaan istrinya di mana.


" Baiklah kami akan bicarakan nanti di rumah untuk masalah ini!" ucap Kevin yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan nya dan melupakan tentang masalah hari ini.


Akan tetapi sampai siang Kevin benar-benar tidak mempunyai semangat sama sekali untuk melakukan semua pekerjaannya.

__ADS_1


" Ahhh, sial! Kenapa Susan pakai acara datang kemari sih? Kenapa sejak dulu dia sangat suka mencari masalah denganku?" tanya Kevin benar-benar tampak sangat frustasi dengan masalah nya.


Kevin paling tidak bisa melihat Qiara marah. Apalagi kalau melihat istrinya itu sampai meninggalkan dia. Bisa Gila dia dibuatnya.


Kevin ingat ketika dulu Qiara pergi dan meninggalkannya. Gara-gara dia menikah dengan Susan yang telah di atur oleh ibunya. Bahkan Qiara sampai hampir saja mereka dengan David, musuh bebuyutannya.


" Jangan sampai Qiara nanti pergi meninggalkan aku lagi gara-gara masalah yang sama!" monolog Kevin sambil bangkit dari tempat duduknya kemudian mengambil jas dan juga ponselnya.


Kevin memutuskan untuk menghubungi sekretaris Qiara agar bisa mengetahui lokasi istrinya saat ini.


" Di mana nyonya Qiara?" tanya Kevin to the point kepada sekretaris Qiara yang saat ini menerima teleponnya.


" Nyonya sekarang sedang berada di hotel yang cabang Menteng. Karena ada investor baru yang akan datang untuk bertemu dengan Nyonya di sana," ucap sekretaris Qiara menjawab pertanyaan Kevin.


" Siapa?"


" Tuan David! Dari Meksiko!" demi apapun, Kevin sangat terkejut sekali mendengarkan nama tersebut disebutkan oleh sekretaris Qiara. Jantung Kevin berdetak sangat cepat.


" David dari Meksiko?" tanya Kevin tanpa dia sadari.


" Anda tahu dari mana Tuan?"


" Sekarang apakah mereka sudah bertemu? Maksudku Nyonya Qiara dan investor itu!" tanya Kevin terlihat sangat shock.


" Mereka sudah bertemu tuan, mereka saat ini sedang makan siang di restoran yang ada di hotel!" mendengarkan keterangan itu Kevin benar-benar lemas seketika.


" Kirimkan padaku lokasi istriku saat ini!" perintah Kevin kepada sekretaris Qiara.


Setelah mendapatkan lokasi tersebut, Kevin langsung menggeber kendaraannya untuk segera sampai di tempat itu.


" Sayang, Apa kau membalas Apa yang dilakukan oleh Susan padaku? Aku tidak merencanakan sama sekali untuk bertemu dengan Susan dia yang datang sendiri dan melakukan hal-hal yang membuat aku merasa kesal padanya!" ucap Kevin bermonolog kepada dirinya sendiri.


Hati Kevin saat ini benar-benar sedang kesal luar biasa. Bagaimana mungkin masalah bertubi-tubi datang seperti itu?


" Aku tidak akan melepaskan David kalau sampai dia berbuat macam-macam pada istriku!" monolog Kevin.


Kevin mengingat Bagaimana gilanya David ingin menjadikan istrinya sebagai pasangan hidupnya di masa lalu.


Begitu sampai di lokasi di mana Qiara dan David sedang makan siang. Kevin langsung menuju ke tempat itu dengan nafas memburu karena menahan emosi di hatinya.


Kedua tangan Kevin sampai mengepal sempurna ketika melihat Qiara dan David sedang tertawa bersama.


Hati Kevin benar-benar di amuk rasa cemburu yang luar biasa.


" Sayang dari tadi aku terus mencarimu ternyata kau ada di sini?" tanya Kevin yang berusaha sebaik mungkin untuk bisa mengendalikan emosinya.


Bagaimanapun dia tidak mau terlihat lemah di hadapan David. Saingan cintanya yang abadi. Kevin tidak akan pernah memaafkan David yang sudah memberikan banyak sekali kesulitan dalam hidupnya di masa lalu.

__ADS_1


" Halo Kevin Bagaimana kabarmu?" tanya David dengan senyumnya yang sangat menyebalkan bagi Kevin.


" David aku baik. Apa kabar kamu?" tanya Kevin berusaha untuk tersenyum kepada David sambil memeluk Qiara dengan posesif di hadapan David.


__ADS_2