Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
53. Break?? No!!


__ADS_3

Setelah semalaman Maura menangis karena merasa sedih. Keesokan harinya pagi-pagi sekali Volkan sudah datang ke apartemen. Niatnya mau menjemput Maura untuk kuliah.


" Sayang kamu ko bengkak gitu wajahnya?" tanya Volkan merasa sedih karena ternyata Maura benar-benar terpengaruh dengan apa yang dia rasakan kemarin saat berhadapan dengan Surya di saat pesta pertunangan Hazel bersama musuh bebuyutannya.


" Kita break aja ya? Kayak percuma deh kita lanjutin semua ini, kalau perasaan kamu nggak sama aku 100%. Aku takut nanti malah seperti kejadian Hazel dulu. Aku takut Volcan. Aku takut kalau kau juga akan meninggalkan aku. Ketika Kau menemukan wanita lain suatu saat nanti!" ucap Maura yang sedih sekali.


Volcan benar-benar terkejut mendengarkan semua yang dikatakan oleh Maura.


" Break? No!!!! Jangan Gila Maura! Aku sudah mengorbankan semuanya buat kamu. Aku bahkan sampai di kucilkan teman-temanku. Sampai dimarahi saudara-saudaraku. Kedua orang tuaku bahkan sampai sekarang masih mengawasiku. Semuanya kulakukan karena aku mencintaimu. Aku rela kehilangan semuanya. Kenapa kau meragukan cintaku buat kamu Sayang? Hanya karena aku marah kepada Surya kemarin? Aku marah kepada Surya bukan karena aku cemburu dengan pertunangan mereka. Tapi karena Surya sejak dulu memang adalah musuh bebuyutanku yang selalu mencari masalah denganku!" ucap Volkan terus berusaha menjelaskan semuanya kepada Maura agar tidak membuat Gadis itu salah paham kepadanya.


Maura tetap menangis. Maura menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Hatinya sedih dan kecewa kepada Volkan.


Sejujurnya Maura memang merasa bersalah. Karena telah hadir di antara Volkan dan Hazel sehingga pernikahan keduanya sampai batal.


Ketika di kampus Maura bahkan selalu di-bully oleh teman-teman Hazel dan juga Volkan. Teman-teman yang belum lulus kuliahnya karena alasan berbeda-beda.


" Tolonglah sayang. Percayalah sama aku. Kita akan melewati semuanya. Sayang! Kita telah memperjuangkan cinta kita begitu lama. Kenapa kau ingin menyerah setelah kedua orang tua kita merestui hubungan kita? Perjalanan cinta kita hanya tinggal selangkah lagi. Setapak demi setapaknya. Kita akan lewati bersama. Tolong jangan menyerah hanya sampai di sini. Aku mohon! Aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan pernah mau kehilangan kamu!" ucap Volkan dengan sedih.


Saat ini perasaan Volkan dan Maura memang benar-benar sedang kacau balau. Dia juga tidak tahu kenapa perasaannya seperti di aduk. Antara kemarahan dan kebencian terhadap Surya yang telah menjadi calon suami Hazel.


" Aku mohon percaya sama aku!" pinta Volkan sambil berusaha untuk memeluk Maura akan tetapi Maura langsung menghindar dan juga menepisnya tanpa pikir panjang.


Hati Maura juga tidak mengerti dengan situasi hubungan mereka saat ini. Satu yang pasti!! Maura marah dan sakit hati ketika melihat Volkan yang hampir saja menghajar Surya pada saat acara pertunangan Hazel.


Dalam pandangan Maura saat itu Volkan merasa marah dan cemburu karena Surya telah bertunangan dengan Hazel. Dia berpikir kalau Volkan masih mencintai Hazel dan menyesali batalnya rencana pernikahan mereka berdua.


" Berilah aku waktu! Berilah aku suatu penjelasan dan keyakinan. Bahwa kau memang sudah tidak mencintai Hazel lagi!" ucap Maura pelan.


" Bagaimana caranya?" tanya Volkan senang.


Ya Volkan merasa senang karena akhirnya ada titik harapan di mana dia bisa dimaafkan oleh Maura.


" Apa bisa kamu mengikhlaskan pernikahan Hazel dan Surya?" tanya Maura dengan menatap nyalang ke arah Volkan yang terkejut.


" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengikhlaskan pernikahan mereka. Aku tidak akan membiarkan Hazel menikahi laki-laki b******* itu!" ucap Volkan tanpa keraguan.


" Fix kalau kamu memang masih mencintai Hazel. Kau masih bisa melanjutkan rencana pernikahanmu dengan Hazel. Bukankah itu satu minggu lagi?? Kau tinggal mendatangi wanita itu. Aku yakin kalau dia masih belum bisa melupakanmu dengan baik! Aku yakin kalau Hazel menerima Surya hanya untuk menyelamatkan nama baik keluarganya saja!" ucap Maura dengan sedih.


Hati Maura benar-benar seperti diremas melihat Volkan yang dengan begitu yakin mengatakan tidak akan pernah bisa untuk mengikhlaskan pernikahan Hazel dan Surya.


" Jangan bicara sembarangan Maura! Aku tidak mungkin kembali ke dalam rencana pernikahan yang sudah dibatalkan oleh pihak keluarga kedua belah pihak. Hazel bahkan akan menikah dengan Surya. Kau jangan ngawur!" ucap Volkan mulai kehilangan kesabaran dengan kelakuan Maura yang menurutnya aneh.


Maura bisa memahami. Kenapa Volkan tidak bisa melupakan Hazel 100%. Bagaimanapun mereka telah bersama lebih dari seumur hidup mereka. Mereka sejak kecil tumbuh bersama. Bahkan Ardan bilang, kalau mereka bertiga tidak pernah terpisahkan sejak mereka masih balita.


Maura bahkan melihat banyak sekali foto mereka bertiga di kediaman keluarga Ardan. Besar-besar di pajang di sana. Hati Maura benar-benar tidak mampu untuk menangani semua itu. Maura merasa telah benar-benar bersalah karena telah memisahkan hal-hal dan Volkan.

__ADS_1


" Kalau begitu kita berpisah saja Volkan. Kau kembalilah kepada Hazel. Aku akan segera pindah dari Apartemen ini!" ucap Maura merasa pening kepalanya.


" Maura! Tolong jangan bertindak gegabah yang malah akan kau sesali!" ucap Volkan.


Di saat mereka sedang ribut dan ricuh tiba-tiba saja apartemen mereka berbunyi.


" Ada tamu. Aku akan buka dulu!" ucapkan tanpa mendengarkan apapun yang dikatakan Maura kepadanya.


" Papa sama Mama? Ada apa?" tanya Volkan terheran melihat rapi dan Dinda tersenyum kepadanya.


" Kamu di sini sayang? Kami berdua juga ingin berbicara dengan Maura. Kebetulan kalau kau ada di sini juga." ucap Dinda yang merasa senang melihat putranya juga di sana.


Raffi dan Dinda seketika merasa heran melihat Maura yang saat ini sedang murung di ruang tamu.


" Ada apa sayang? Kenapa kamu sedih?" tanya Dinda sambil mendekat ke arah Maura.


" Maura! Apakah Volkan berbuat sesuatu yang membuatmu menangis?" tanya Raffi mengerutkan keningnya.


Maura terkejut melihat Dinda dan Raffi yang sekarang duduk di sampingnya. Maura langsung berlari ke pelukan Dinda dan menangis di sana.


Raffi yang melihat calon menantunya sedang menangis. Dia pun kemudian menata Volcan yang sedang berdiri kebingungan.


" Apalagi yang kau lakukan Volkan? Sehingga membuat seorang wanita menangis lagi gara-gara kamu?" tanya Raffi mengerutkan keningnya benar-benar Merasa tidak senang dengan kelakuan putranya sendiri.


" Maura ingin kami putus Pah!" ucap Volkan merasa kesal dan sedih. Volkan sendiri tidak tahu perasaan mana yang lebih mendominasi saat ini di hatinya.


Maura Kemudian menceritakan semua sikap dan juga kemarahan volkan pada saat acara pertunangan Hazel dan Surya. Bahkan Maura menceritakan tentang Volkan yang mengatakan bahwa dia tidak akan pernah mengikhlaskan pernikahan Hazel dan Surya.


" Apa itu benar Volkan?" tanya Rafi.


" Semua itu benar Pah. Tapi bukan karena aku masih mencintai Hazel. Hal itu karena Surya adalah musuhku. Aku tidak mau kalau sampai Surya masuk ke dalam lingkungan keluarga kita setelah dia menikahi Hazel!" ucap Volkan masih masih bersikekeh dengan prinsipnya.


Terlihat Raffi yang menggelengkan kepalanya. Merasa heran dengan kelakuan anaknya sendiri yang luar biasa tidak bisa dia pahami.


" Sebenarnya mau kamu apa Volkan, hmmm? Bukankah dulu yang meminta untuk pembatalan pernikahan itu adalah kamu? Lalu kenapa sekarang kau bertingkah seperti ini?" tanya Rafi merasa jengkel luar biasa dengan kelakuan anaknya sendiri.


Volcan terdiam mendapatkan pertanyaan dari ayahnya yang menohok hatinya.


" Tapi alasanku bukan karena aku masih mencintai Hazel Pah. Semuanya itu murni karena Aku tidak suka dengan Surya!" ucap Volkan masih belum sadar diri juga bahwa sikap dia itu telah membuat semua orang menjadi salah paham kepadanya.


" Volcan sayang. Kalau kamu memang masih mencintai Hazel. Katakanlah kepada kami sayang. Kami mungkin masih bisa membantu kamu mengusahakan untuk kau kembali melanjutkan rencana pernikahanmu dengan Hazel!" ucap Dinda kepada Volkan.


" Astaghfirullahaladzim harus berapa kali aku mengatakan Aku tidak ingin melanjutkan pernikahanku dengan Hazel! Aku hanya tidak mau Hazel menikah dengan Surya! Titik! Hanya itu saja!" ucap Volkan tampak begitu frustasi dengan semua orang yang sejak tadi tidak juga mengerti bahasanya.


Semuanya tampaknya memang mengalami miskomunikasi dan sama-sama tidak mengerti perasaan masing-masing. Sehingga perdebatan panjang seakan tidak menemui titik terang di antara mereka.

__ADS_1


Maura berdiri dan bersiap untuk hari itu juga akan meninggalkan apartemen Volkan. Tetapi Volkan tidak mau melepas Maura.


" Kita menikah saja pada tanggal yang sama, di tanggal seharusnya aku menikah dengan Hazel!" tiba-tiba saja Volkan berteriak.


Volcan benar-benar membuat terkejut semua orang yang ada di sana.


" Kamu jangan bercanda Volcan! Pernikahan bukanlah sebuah permainan!" ucap Maura tidak setuju dengan keinginan pemuda itu.


Valcon kemudian mendekati Maura.


"Aku serius Maura. Ayo kita menikah pada tanggal yang sama seperti Hazel dan Surya akan melaksanakan pernikahan mereka. Kita bisa menikah di satu tempat ataupun di tempat yang berbeda. Baguku tidak masalah. Semuanya bisa diatur!" ucap Volkan dengan kemantapan dan nyaris tanpa keraguan sama sekali.


Akan tetapi Maura menggelengkan kepalanya sehingga membuat Volkan mengerutkan keningnya." Kenapa?" tanya Volkan.


" Aku hanya takut kalau kau menikahiku hanya karena untuk menghindari. Apa yang kami pikirkan mengenai perasaan cintamu untuk Hazel!" ucap Maura.


Volcan menggeram frustasi dengan kata-kata Maura." Ayolah Maura! Tolong kau hargailah perasaanku dan hargailah niatku ini!" ucap Volkan mulai hilang kesabaran.


Dinda dan Raffi tampak menggelengkan kepala. Melihat perdebatan keduanya yang sepertinya sangat sulit untuk dipertemukan titik temu.


Raffi menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia melirik ke arah Dinda. Berdikusi melalui tatapan mata keduanya yang hanya mereka berdua yang mengerti maksud dari semuanya.


Raffi kemudian berbicara dengan Maura setelah melihat Dinda menganggukkan kepalanya. " Maura. Apakah Om bisa berbicara dengan empat mata?" tanya Rafi dengan wajah serius.


Bagaimanapun Raffi tidak mau kalau sampai hubungan anaknya menjadi gagal lagi. keluarga mereka sudah terlalu banyak menanggung rasa malu gara-gara perbuatan Volcan yang membatalkan pernikahan dengan Hazel. Jadi Raffi tidak akan membiarkan aib kembali tercoreng di wajah keluarga besarnya gara-gara pernikahan Volkan dengan Maura yang gagal juga.


Kalau benar-benar hal itu terjadi. Maka bisa hancur redam nama baik keluarga mereka yang selama ini susah payah mereka bangun dan mereka jaga.


" Apa kita tidak bisa berbicara di sini saja Om?" tanya Maura merasa tidak nyaman untuk berbicara empat mata bersama dengan Raffi di ruangan private.


" Sebentar saja Maura dan Om janji tidak akan lama-lama pembicaraan kita nantinya!" ucap Rafi kepada calon menantunya.


Maurapun kemudian mengikuti Raffi yang pergi ke ruangan makan yang ada di apartemen itu.


Wajah Raffi yang begitu serius membuat Maura menjadi tidak nyaman di buatnya.


" Tenanglah Maura. Kau tidak usah takut. Om cuma ingin membicarakan masalah pernikahanmu dengan Volkan. Di sana Istri Om juga sedang bicara dengan Volkan hal yang sama dengan kita!" ucap Raffi sambil tersenyum kepada Maura yang mulai bisa rileks setelah mendapatkan jaminan tersebut.


" Maura, kamu kenapa ingin mengakhiri hubungan kamu dengan Volkan?" tanya Rafi dengan menatap tajam Maura.


" Aku rasa Volkan memang masih mencintai Hazel!" ucap Maura masih dengan alasan yang sama seperti sebelumnya.


" Om ingin tahu. Apakah kau mencintai Volkan ataukah tidak?" tanya Rafi menatap lekat mata Maura. Raffi ingin mengetahui sebanyak apa Maura mencintai anaknya.


" Aku sangat mencintainya Om. Tapi aku tidak bisa kalau harus melihat dia mencintai wanita lain di dalam hidupnya. Lebih baik aku mundur sekarang. Daripada nanti setelah kami menikah, akan mengalami penyesalan yang tidak akan bisa diakhiri!" ucap Maura menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Terlihat Raffi yang menganggukkan kepalanya mengerti apa yang dimaksud oleh Maura.


" Jadi kau sudah mantap ingin mengakhiri hubunganmu dengan Volcan? Kau tidak akan nanges nanti? Atau menyesal saat Volkan nanti menikahi wanita lain?" tanya Raffi yang seakan ingin memancing perasaan Maura untuk anaknya.


__ADS_2