
" Kenapa Om bertanya begitu?" tanya Maura.
" Ya, Om tidak mau kalau nanti sudah susah payah kita membatalkan rencana pernikahan kalian berdua. Ternyata kau nanti datang datang menyesalinya. Bukankah itu jadi melakukan sesuatu hal yang sia-sia?" tanya Rafi sambil tersenyum kepada Maura.
Maura tampak terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh Raffi.
" Om percaya bahwa Volcan sudah tidak mencintai Hazel. Oleh karena itu dia melakukan kenekatan dan menginginkan pembatalan rencana pernikahan mereka berdua. Om kenal sekali dengan anak Om sendiri Maura!" ucap Rafi dengan lekat.
" Volkan tidak akan mau melakukan atau memperjuangkan sesuatu kalau dia tidak menginginkannya. Volkan lebih baik mati dan meninggalkan sesuatu yang tidak dia cintai. Hal itu dia lakukan terhadap hubungannya bersama dengan Hazel tanpa rasa takut dengan semua konsekuensinya!" ucap Rafi.
Maura hanya terdiam dan fokus mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raffi.
Saat ini Maura sedang berusaha untuk mencerna apapun yang dikatakan oleh Raffi agar dia tidak gagal faham nantinya.
" Kalau kau memang yakin bahwa kau ingin membatalkan rencana pernikahan kalian berdua. Om akan berbicara dengan ibumu dan semua keluarga besar kami. Tapi om harus mendapatkan janji darimu. Bahwa kau tidak akan pernah datang ataupun mengganggu kehidupan Volkan lagi untuk selamanya!" ucap Raffi.
Sungguh Maura benar-benar bimbang dengan apa yang diinginkan oleh Raffi. Karena jauh di lubuk hati yang paling dalam. Dia sangat mencintai Volkan dan ingin menjadikan laki-laki itu sebagai pelabuhan terakhir dalam hidupnya.
" Kenapa kau diam? Apa kau ragu?" tanya Rafi sambil tersenyum kepada Maura.
' Bagaimana aku akan sanggup melihat Volcan menikahi wanita lain? Sementara aku begitu mencintainya dan menginginkan dia menjadi suamiku!' bathin Maura dilema.
Untuk beberapa saat lamanya tidak ada percakapan di antara keduanya. Hening dan sunyi. semua orang yang ada di apartemen Itu tampak sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
" Sepertinya saya akan sulit untuk dapat menjanjikan itu om. Karena saya benar-benar mencintai Volkan!" ucap Maura sambil menangis sesegukan.
Rafi bisa paham apa yang di rasakan oleh Maura. " Dengarkanlah janji Om sama kamu Maura. Om dan tante pasti akan menjanjikan dan memastikan bahwa Volkan hanya akan mencintaimu. Dia benar-benar sudah tidak mencintai Hazel. Om bisa menjamin itu sama kamu!" ucap Raffi.
" Baiklah Om. Saya kan menerima rencana Volkan masalah pernikahan kami berdua yang akan dimajukan sesuai dengan tanggal yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak untuk pernikahan Hazel dan Volkan." ucap Maura pada akhirnya.
Raffi kemudian mengajak Maura untuk kembali ke ruang tamu di mana pembicaraan Volkan dan Dinda pun sudah selesai.
" Baiklah kita akan mempersiapkan pernikahan Volkan dan Maura 1 minggu lagi. Nanti kita akan memisahkan pernikahan Volkan dan Hazel. Takutnya nanti malah ribut antara Volkan dan Surya yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutan. Walaupun tidak mengerti mengapa mereka selalu ribut seperti itu!" ucap Rafi sambil menggelengkan kepalanya karena bingung.
" Pah yang kudengar Ardan juga akan menikah. Mungkin kita bisa menyatukan tanggal pernikahan kami. Wah seru sekali kayak nya!" ucap Volkan tampak begitu bersemangat dengan rencananya.
Maura hanya tersenyum melihat Volkan yang tampak begitu bahagia setelah mendengar keputusannya untuk menerima keinginannya.
Akhirnya pertemuan itu pun dibubarkan dan mereka sepakat untuk mempersiapkan pernikahan mereka berdua.
Sementara itu Ardan dan Layla saat ini sedang mengadakan pertemuan keluarga di restoran milik keluarga Rafi.
" Ya ampun! Ternyata kau adalah calon menantu kami? Padahal kita sudah pernah bertemu sebelumnya!" ucap Aurel yang tampak begitu excited bertemu dengan Layla yang pernah bertemu dengannya saat pertunangan Hazel dan Surya.
Layla hanya tersenyum. Aurel tampaknya sangat menyukai Layla. Terlihat dari telapak tangannya yang terus menggenggam telapak tangan Layla dengan erat.
Maklumlah Aurel selama ini tidak memiliki anak perempuan. Dia hanya memiliki anak seorang yaitu Ardan. Jadi ketika dia bertemu dengan Layla, Aurel benar-benar merasa senang. Aurel seakan memiliki anak perempuan yang tidak pernah dia miliki selama ini. Ayah dan ibu Noaf yang meninggal muda karena kecelakaan membuat mereka jadi kesepian.
__ADS_1
" Syukurlah kalau misalkan Ardan dan Laila sudah pernah bertemu jadi kita tidak mengalami kesulitan untuk membujuk mereka untuk menerima pertunangan ini!" ucap Danu yang merasa bahagia karena rencananya tampaknya akan berhasil lancar dan Jaya.
Aurel dan Rehan tersenyum mendengarkan perkataan Danu. Sejujurnya mereka berdua juga heran. Bagaimana caranya Layla dan Ardan bisa bertemu sebelum mereka berdua memperkenalkan satu sama lain.
" Kebetulan Layla adalah sahabat dari Maura tunangannya Volkan. Jadi kami sering bertemu saat mereka berdua juga bertemu! Kami sering menjalani double date!" ucap Ardan tersenyum sambil melirik kepada Layla yang hanya bisa menundukkan kepalanya.
Layla sendiri tidak mengerti kenapa dia begitu pendiam pada acara pertemuan dua keluarga itu. Padahal biasanya Layla adalah seorang gadis yang ceria dan juga aktif.
' Apa aku begitu menginginkan rencana pernikahan ini? Ya Allah! Kenapa rasanya jantungku berdebar-debar menghadapi pertemuan ini?' bathin Layla yang hanya bisa melirik ke arah Ardan yang sejak tadi tersenyum kepadanya.
Yah Ardan sudah berhasil melupakan Sakinah yang sudah meninggal. Sekarang dia sudah bisa move on dan bisa menerima cinta Layla di dalam hidupnya.
Ardan bertekad pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan mengecewakan Layla maupun keluarga mereka. Bagaimanapun Ardan sadar bahwa keluarganya saat ini memang benar-benar sedang membutuhkan suntikan dana dari keluarga Layla yang merupakan investor ternama di negara ini agar tetap bisa Survive di dunia bisnis.
Akan tetapi cinta Ardan untuk Layla adalah murni tanpa embel-embel bisnis di dalamnya.
" Syukurlah kalau mereka berdua sudah mantap dan bersedia untuk menjalani perjodohan ini. Kami sebagai keluarga pasti akan mendukung apapun yang terbaik untuk mereka berdua. Selama itu semua untuk kebahagiaan mereka!" ucap Danu yang merasa lega karena semua rencananya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.
Mereka pun kemudian sepakat untuk segera melangsungkan acara pertunangan dan setelah itu pernikahan keduanya akan segera digelar secara meriah.
Setelah semua pembicaraan selesai. Mereka, para orang tua pun kemudian berpisah untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Tetapi Ardan tampaknya masih memiliki suatu keperluan untuk berbicara bersama dengan Layla.
" Bagaimana kalau kita berbicara dulu?" tanya Ardan yang mendekati Layla ketika mereka berdua bersiap akan kembali ke kediaman mereka.
__ADS_1
Layla yang tadi sengaja datang ke acara itu bersama dengan Danu. Sekarang Layla mengikuti Ardan ke mobilnya untuk bisa berbicara dengan calon suaminya.
" Kemana kita mau pergi?" tanya Layla merasa bingung karena sejak tadi Ardan hanya berputar-putar keliling kota tanpa tujuan.