Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
38. Susah


__ADS_3

Danu benar-benar tidak mengerti. Bagaimana mungkin orang yang sudah masuk ke dalam jurang masih bisa hidup dan bahkan sekarang menjalani kehidupannya dengan baik?


" Maura Om kembali ke kantor dulu ya. Karena Om harus menghadiri meeting dengan dewan direksi. Om pamit dulu!" ucap Danu berpamitan kepada Maura dan juga kepada Susan Volten dari tadi hanya memperhatikan saja gelagat aneh yang ditunjukkan oleh dan ketika menatap ibunya Maura.


Volcan kemudian mengantarkan Danu sampai ke mobilnya. Karena bagaimanapun dia adalah Ayah dari sahabat kekasihnya. Apalagi dia mengetahui tentang Danu sebagai pemilik dari Hutomo Group.


" Om titip Layla untuk bekerja di cafe-mu. Nanti Om akan bertemu dengan keluargamu untuk menanamkan saham di perusahaan kalian ini. Sehingga kalian bisa mengekspansi perusahaan kalian ke negara lain!" ucap Danu sebelum dia benar-benar meninggalkan Cafe dan menuju ke kantornya.


Di sepanjang perjalanan. Danu hanya terus memikirkan tentang Susan. Wanita yang dicintai oleh kakaknya dan akhirnya menikah tanpa restu keluarga mereka.


Dahulu Danu mendapatkan perintah dari almarhum kakeknya untuk memisahkan kakaknya dengan Susan.


Bagaimana pun keluarga Hutomo adalah keluarga terkenal mereka tidak menerima Susan untuk menikah dengan pewaris keluarga mereka sehingga akhirnya mereka mengusahakan untuk memisahkan kedua sejoli yang sedang jatuh cinta itu.


" Apakah itu artinya kalau Maura adalah anaknya Kak Bram?" Danu tampak pucat wajahnya ketika memikirkan hal tersebut.


Saat itu Danu ingat sekali bahwa Bram dan Susan pulang ke rumah mereka setelah berkunjung ke kediaman utama keluarga Hutomo. Akan tetapi di tengah perjalanan, mereka malahan mengalami kecelakaan yang tidak terduga.


Danu pun tidak mengerti alasan dari kecelakaan itu. Hanya saja yang jelas, pada saat kecelakaan itu Danu berada di tempat kejadian. Susan juga sempat melihat wajahnya dan meminta pertolongan kepada Danu agar menyelamatkan mereka berdua.


Akan tetapi Danu yang memang saat itu sudah mendapatkan tugas dari kakeknya untuk menyingkirkan Susan. Akhirnya hanya menjadi penonton saja ketika mobil yang ditumpangi oleh Susan dan Bram masuk ke dalam jurang.


Hingga saat ini kejadian itu masih membekas di dalam hati Danu dan masih terus saja menghantui hidupnya.


Perasaan bersalah benar-benar telah menggerogoti hati Danu yang tidak berperasaan ketika itu.

__ADS_1


Mungkin kalau waktu itu dia menolong kakaknya untuk keluar dari mobil dan menarik mereka dari mobil, sebelum mobil itu terjun bebas ke jurang, mungkin sampai saat ini kakaknya itu masih hidup dan masih berkumpul bersama anak dan istrinya.


Danu kemudian mengingat kembali semua cerita Layla tentang Maura yang harus bekerja keras setelah ibunya mengalami kecelakaan dan akhirnya lumpuh.


Seketika Danu merasa bersalah sekali kepada Maura yang masih seusia itu tetapi sudah harus menanggung beban keluarga dengan bekerja di banyak tempat dalam satu waktu.


" Aku akan memberikan beasiswa untuk Maura agar anak Kak Bram itj bisa sekolah dan menyelesaikan kuliahnya. Setidaknya aku bisa mengurangi rasa bersalah di dalam hatiku karena waktu itu tidak menyelamatkan Kak Bram dari kecelakaan maut itu." monolog Danu ketika dia berada di dalam ruangannya.


Tok tok tok


Di saat Danu sedang memikirkan tentang Maura dan juga Susan. Tiba-tiba saja ruangannya diketuk oleh sekretarisnya.


" Masuk!"


Danu melihat ke arah sekretaris nya yang cantik. Yah sekertarisnya itu yang apabila Danu sedang membutuhkan kehangatan seorang wanita, dia pasti bersedia untuk membantunya dengan senang hati.


" Tolong kau siapkan sebuah beasiswa untuk seorang gadis bernama Maura. Untuk lebih jelasnya kau hubungilah putriku untuk menanyakan semua identitas gadis itu." ucap Danu yang kemudian bangkit dari duduknya dan mengikuti sang sekretaris yang mengawalnya menuju ruang rapat.


" Tuan anda ingin memberikan beasiswa penuh ataukah hanya beasiswa pendidikan saja?" tanya Erina.


" Berikan beasiswa penuh dan juga pastikan. Setelah dia Lulus, dia juga bisa bekerja di perusahaan kita!" ucap Danu sambil melangkahkan kaki menuju ruang meeting.


" Baiklah Tuan. Saya akan segera proses permintaan anda hari ini juga!" ucap Erina yang kemudian meninggalkan Danu untuk meeting bersama dengan dewan direksi.


Sementara di dalam ruangan meeting, asisten Danu sudah menunggu kedatangannya sejak tadi bersama dengan dewan direksi yang sudah siap untuk melakukan meeting.

__ADS_1


Mereka sedang membicarakan ataupun merencanakan untuk mengakuisisi perusahaan milik keluarga Ardan yang saat ini sedang bermasalah.


" Apakah kalian berpikir bahwa kita akan sanggup untuk mengakuisisi perusahaan itu? Mengingat perusahaan itu sudah bertahan lebih dari puluhan tahun lamanya!" ucap Danu sambil melihat laporan yang tadi diberikan oleh asistennya kepada dirinya.


Beberapa perusahaan milik keluarga Ardan memang saat ini sedang mengalami masalah. Apalagi beberapa kasus malpraktek yang terjadi di rumah sakit mereka membuat perusahaan menjadi goncang dan terancam gulung tikar.


" Saya rasa kalau kita bisa sukses untuk mengikat pernikahan bisnis dengan perusahaan itu, kita bisa menyelamatkannya tanpa harus mengeluarkan banyak usaha maupun modal!" usul asisten Danu.


" Beberapa kasus yang terjadi di rumah sakit mereka memang benar-benar sudah membuat kondisi perusahaan menjadi tidak stabil. Di harapkan dengan melakukan pernikahan bisnis antara keluarga mereka dan keluarga Hutomo. Pasti secara tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi perkembangan perusahaan mereka!" ucap direksi yang lainnya.


" Benar Tuan Hutomo. Bukankah Layla juga sudah siap untuk melakukan pernikahan? Saya rasa akan sangat bagus kalau sampai Layla menikah dengan Putra keluarga Tuan Rehan. Selain mengikat pernikahan bisnis kita juga bisa menguasai perusahaan mereka tanpa harus banyak usaha. Saya rasa ide ini bagus sekali Tuan Danu!"


Danu memperhatikan semua wajah yang ada di dalam ruangan meeting itu. Dia tidak habis pikir. Bagaimana mungkin mereka bisa memikirkan tentang pernikahan bisnis antara putrinya dengan keluarga Rehan yang saat ini sedang kolaps? Karena mengalami banyak masalah secara internal maupun eksternal yang mengakibatkan goncangan di dalam perusahaan mereka.


" Baiklah meeting untuk hari ini selesai. Saya akan mencoba untuk membicarakan dengan putri saya. Apakah dia mau dan bersedia untuk menjalani pernikahan bisnis antara dua keluarga atau tidak. Kalau Putri Saya tidak bersedia. Saya harap kalian semua tidak memaksakan pendapat kalian untuk melakukan pernikahan bisnis itu!" setelah mengatakan itu Danu kemudian langsung meninggalkan ruang rapat dan kembali ke ruangannya.


Walaupun selama ini Danu terlihat tidak terlalu memperhatikan keadaan Layla, tapi bagi Danu. Layla adalah segalanya. Dan dia sangat menyayangi putrinya. Jadi dia tidak mau untuk membuat hidup Layla tidak bahagia dengan memaksakan pernikahan yang ditawarkan oleh dewan direksi dengan keluarga Rehan yang saat ini sedang membutuhkan bantuan perusahaan mereka untuk dapat memulihkan perusahaan mereka yang sedang kolaps.


" Aku tidak akan pernah membiarkan putriku hidup sengsara, karena menikah dengan laki-laki yang tidak dia cintai!" monolog Danu sambil menatap potret putrinya yang ada di atas meja kerjanya.


Potret saat Layla masih berusia sekitar 10 tahun saat dirinya bersama dengan sang istri sedang merayakan ulang tahun Layla yang ke-10.


Danu sangat mencintai istrinya. Oleh karena itu sampai saat ini dia belum pernah menikah lagi. Setelah sang istri meninggal karena penyakit yang mematikan di saat usia Layla 15 tahun.


Danu tidak tega memberikan ibu tiri untuk putrinya. Oleh karena itu selama ini Danu hanya bersenang-senang dengan para gadis-gadis yang selalu merayunya hanya demi kekayaan dan juga uang yang dia miliki.

__ADS_1


__ADS_2