
" Apa kau gila?" tanya Maura kesal setengah mati. walaupun sebenarnya di dalam hati Maura Dia sedang tertawa terbahak-bahak karena berhasil nge-prank Volcan yang sejak kemarin telah membodohinya dengan sesuatu yang luar biasa.
' Rasain kamu sekarang! Aku akan lihat bagaimana reaksimu ketika nanti aku mengatakan bahwa aku hamil sedang sekarang. Kau sedang membodohi siapa huh? Dasar buaya darat cap badak!' bathin Maura sangat senang sekali melihat Volcan yang saat ini sedang kesulitan menelan makanannya.
' Ya ampun! Siapa yang sudah menghamili Maura? Perasaan malam itu aku tidak ngapa -ngapain dia. Aku hanya ngerjainnya dia saja supaya dia mau nurut denganku!' bathin Volkan mulai frustasi.
Maura kemudian bangkit dari tempat duduknya dan bersiap untuk meninggalkan Volkan yang masih bengong di tempat.
Saat Volkan menyadari bahwa sekarang Maura sudah tidak ada di hadapannya lagi, sontak Volkan pun kemudian mengejar gadis itu dan membawanya ke dalam pelukannya.
" Katakanlah sayang. Siapa yang sudah menghamili kamu?" tanya Volkan sambil membingkai wajah Maura dengan kedua tangannya.
Maura tertawa di dalam hati. Ketika dia melihat kepanikan Volkan yang jelas terlihat di matanya di wajahnya yang begitu tampan.
" Bukankah kau mengatakan bahwa kau sudah mentempel diriku pada malam itu? Tentu saja aku hamil anakmu Volkan! Apa Kau pikir aku itu perempuan murahan yang menjajakan tubuhku pada setiap laki-laki?" tanya Maura dengan mata berapi-api.
Mendengarkan penuturan Maura sontak Volcan menggaruk tengkuk yang tidak gatal dan tampak begitu kikuk serta salah tingkah.
' Kalau aku mengaku bahwa aku tidak nggak ngapa-ngapain dia pada malan itu, pasti Maura akan berpikir kalau aku ini adalah seorang pembohong. Tapi kalau aku mengaku, ya Tuhan! Masa aku harus menjadi ayah dari anak laki-laki lain sih? Apakah Ardan adalah ayah anaknya Maura? Kurang ajar! Aku akan menghajar Ardan kalau itu benar!' tampak Volkan begitu bertemu dengan pikirannya sendiri.
Sementara itu Maura tertawa dengan puas di dalam hatinya. Melihat kepanikan Volkan saat ini, setelah mengetahu tentang kehamilan palsu yang tadi dia katakan.
' Kau berani menipuku ya? Maka aku juga pasti berani untuk menipumu. Mari kita lihat sayang. Siapakah pemenang di antara kita berdua Hahah! Kau telah mencari lawan yang salah Tuan Volkan!' bathin Maura.
__ADS_1
" Sudahlah kalau kau memang tidak mau bertanggung jawab dengan anak yang saat ini sedang aku kandung. Aku akan meminta Ardan untuk menikahiku saja dan menjadi ayah dari anakku!" ucap Maura memasang wajah sendu sehingga membuat Volkan semakin frustasi.
Mendengar perkataan Maura, sukses sekali membuat Volkan benar-benar hilang akal dan logikanya. Volkan tampak begitu dilema.
' Apakah aku harus melepaskan wanita yang aku cintai untuk Ardan? Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi! Maura hanya milikku dan hanya akan menikah denganku!' bathin Volkan benar-benar menggila.
" Baiklah sayang. Ayo sekarang kita mencari seorang Ustadz untuk menikahkan kita malam ini juga!" ucapan Volkan itu telah benar-benar sukses membuat Maura terkejut setengah mati.
" What?" tanya Maura.
' Gila Dia! Aku kira dia akan segera pergi dan meninggalkanku setelah mengetahui aku hamil anak orang lain. Siapa yang menyangka dia malah akan berbuat hal segila ini?' bathin Maura mulai kelimpingan.
" Ah aku tidak mau Volkan! Aku tidak mau menikah siri denganmu. Aku ingin menjadi istri sah dari seorang laki-laki bukan menjadi gundik untukmu!" ucap Maura menolak ide dari Volkan.
' Ya Tuhan! Aku harus bagaimana? Kalau aku menikah resmi dengan Maura sekarang. Lalu bagaimana dengan Hazel? Apakah aku akan menikahi Hazel secara siri dan menjadikan dia sebagai istri keduaku?' bathin Volkan di buat frustasi oleh keinginan Maura yang sebenarnya hanya sedang prank dia dan ingin memberikan pelajaran Volcan untuk berhenti bersikap seperti seorang playboy kelas teri.
Maura tahu bahwa Volcan walaupun sudah memiliki seorang tunangan. Tetapi laki-laki itu masih mengumbar cinta di mana-mana dan tidak menghargai pertunangannya dengan Hazel yang sangat mencintai dia.
Walaupun Maura tidak menyukai sikap Hazel yang pernah memfitnahnya, tetapi sebagai seorang wanita, Maura tidak mau kalau sampai menyakiti hati wanita lainnya.
Maura bisa memaklumi kenapa Hazel melakukan hal seperti itu. Pasti karena Hazel merasa takut akan kehilangan tunangan yang selama ini dia jaga dengan sepenuh hati.
" Sudahlah! Sekarang aku pergi dulu. Mari lupakan saja tentang kehamilanku. Kamu tenang saja. Aku akan mencari laki-laki yang bersedia menikah denganku tanpa harus menjadikanku sebagai gundiknya sepertimu!" ucap Maura dengan memasang wajah serius. Sehingga sukses membuat Volcan jadi gemetar dibuatnya karena merasa ketakutan akan kehilangan Maura dalam hidupnya.
__ADS_1
Volkan pun tidak mengerti. Kenapa dirinya bisa begitu mencintai Maura? Padahal interval pertemuan mereka begitu singkat dan mereka pun selama ini jarang bersama.
" Baiklah aku akan menikahimu dan menjadikanmu sebagai istri sahku. Besok kita akan mempersiapkan semua berkas-berkas pernikahan kita. Kau temuilah ibumu untuk menghadiri pernikahan kita berdua." demi mendengarkan ucapan Volcan, Maura benar-benar sangat terkejut di buatnya. Maura tidak menduga kalau laki-laki itu benar-benar akan melakukan itu.
Maura jadi gugup sendiri. Maura berusaha untuk berkelit dan menghindari pernikahan yang dikatakan oleh Volkan yang tadinya hanya dia gunakan untuk memberi laki-laki itu pelajaran. Akan tetapi sekarang hal itu malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.
" Oh tidak, tidak! Pernikahan tidak bisa dilakukan secepat itu Volkan! Lagipula kau juga belum memberitahukan kepada kedua orang tuamu tentang itu. Aku yakin kau tidak akan pernah berani untuk melakukan itu. Sudahlah Volakn! Mari kita lupakan saja tentang pernikahan bodoh ini!" ucap Maura sambil menyengir di hadapan Volcan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Akan tetapi Volkan menolak keinginan Maura. Volkan langsung menarik tangan Maura ke dalam pelukannya.
Jantung Maura berdetak sangat cepat. Tiba-tiba saja seakan ada desiran hebat yang mengalir di sekujur tubuhnya. Sengatan listrik yang membuat Maura begitu gugup dibuatnya.
Maurapun bisa merasakan debaran jantung Volkan yang begitu kencang saat Maura membenamkan wajahnya di dalam pelukan laki-laki tampan itu.
' Ya Tuhan apakah aku telah jatuh cinta kepadanya? Oh no! Jangan sampai! Pria ini adalah milik orang lain aku tidak mungkin merebut dia dari tunangannya!' bathin Maura berontak dengan sekuat tenaga.
Akan tetapi Maura benar-benar merasa bingung. Kenapa dia merasa begitu bahagia berada di dalam pelukan Volkan?
' Ya Tuhan ampunilah aku yang telah begitu jahat karena telah bermain api dengan milik orang lain. Tapi sekali Ini saja Tuhan. Tolong izinkan aku untuk egois. Karena aku pun ingin merasakan di cintai oleh laki-laki!' bathin Maura dengan jantung yang berdebar sangat kencang sekali.
Maura menyambut ciuman yang diberikan oleh Volkan dengan sepenuh hati. Cuma yang setelah membuatnya terbang ke langit ketujuh dan merasakan begitu indahnya dicintai oleh seorang Volkan.
" Aku mohon menikahlah denganku!" ucap Volkan dengan suara gemetar di sela-sela ciuman panas keduanya. Maura hanya bisa mengangguk pasrah.
__ADS_1