Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
29. Maafkan


__ADS_3

Sekarang Volkan berada di ruangan keluarga yang kini sedang membicarakan dengan serius tentang rencana pernikahannya yang telah dibatalkan dengan Hazel.


Tampak Raffi menatap putranya dengan begitu tajam. Kakek dan neneknya pun telah hadir di sana yang terus saja memperhatikan cucunya yang telah menorehkan aib ke wajah keluarga mereka karena telah lancang membatalkan rencana pernikahan yang sudah tinggal di depan mata.


" Jelaskan kepada kami Volkan?? Apa yang menjadi dasar keputusanmu. Untuk membatalkan rencana pernikahan itu?" tanya Kakeknya Volkan yang terlihat sekali merasa kecewa kepada cucunya.


" Maafkan Volkan Kek. Tetapi Volkan tidak bisa memaksakan diri untuk menikahi wanita yang tidak kucintai!" ucap Volkan sambil menundukkan kepalanya.


" Cinta katamu? Dulu ketika kau datang kepada kami dan meminta bertunangan dengan Hazel, bukankah kau mengatakan tentang cinta juga kepada kami?" tanya Kyai Ali menatap tajam kepada cucunya yang benar-benar telah membuatnya sangat kecewa.


Bagaimanapun keluarga Dipta telah memberikan banyak sekali jasa kepada keluarga mereka. Kalau bukan karena keluarga Dipta dahulu yang telah menolong untuk mempersatukan cinta kedua Kakek dan neneknya yang hampir saja bercerai, dan juga membantu pembangunan pondok pesantren tidak mungkin sekarang keluarga mereka sukses seperti sekarang.


Selama ini mereka semua sudah berusaha sangat keras untuk menjaga hubungan baik di antara keluarga besar mereka. Akan tetapi karena perbuatan Volkan, benar-benar telah memecah hubungan yang sudah dijaga puluhan tahun dengan baik oleh mereka semua. Hati semua orang yang ada di dalam ruangan itu seketika kecewa sekali dengan keputusan Volkan yang egois sangat tidak bertanggung jawab.


" Katakan sama nenek! Pasti karena kau kepincut dengan gadis lain kan? Oleh karena itu kau sampai berbuat nekat seperti ini!" tanya neneknya Volcan yang saat ini sedang menatap tajam kepada cucunya.


Volkan masih juga belum berani untuk menatap semua orang yang ada di dalam ruangan itu yang saat ini semuanya sedang mengadilinya setelah mengambil keputusan yang sangat ekstrem yaitu membatalkan pernikahannya bersama Hazel.


" Cepat katakan kepada kami volkan! Sebelum kami menemukan sendiri kebenaran itu!" ucap Raffi sambil menggebrak meja sehingga membuat semua orang menjadi terkejut dengan perbuatannya.


Ketika Raffi melirik ayahnya yang melotot kepadanya, dia pun sontak meringis meminta maaf kepada sang ayah.


" Maafkan aku Abi!" ucap Raffi merasa bersalah dihadapan ayahnya yang pasti merasa tersinggung dengan perbuatannya yang barbar tadi.

__ADS_1


" Jujurlah kepada kami Volkan atau Kami tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan wanita itu, ketika suatu saat nanti kau membawa gadismu untuk menikahi dia!" ancam Kyai Ali sambil menatap Volkan yang sontak mengangkat wajahnya dan menatap kakeknya dengan penuh putus asa.


" Namanya Maura Kek, dia adalah salah satu karyawan di cafe milik Papa yang ada di rumah sakit milik ayahnya Ardan!" ucap Volkan langsung menundukkan kepala lagi.


Raffi dan Dinda sontak sangat terkejut sekali, mendengarkan pengakuan putranya. Mereka benar-benar tidak percaya bahwa ternyata memang benar-benar ada wanita lain di dalam kehidupan putranya.


Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata wanita itu adalah karyawan mereka sendiri yang baru Beberapa bulan yang lalu diterima bekerja di cafe mereka.


" Apakah dia adalah wanita yang dulu digosipkan bersamamu di dalam satu hotel!" tanya Nur dengan mata memerah karena amarah yang sejak tadi dia tahan.


" Bukankah Gadis itu katanya adalah kekasihnya Ardan?" tanya Dinda mulai pusing dengan masalah yang disodorkan oleh putranya ke hadapan mereka.


" Apakah itu artinya kau telah menipu kami semua Volkan? Dengan mengatakan bahwa Gadis itu adalah kekasihnya Ardan?" tanya Rafi dengan tatapan horor yang sangat menakutkan bagi Volkan.


Walaupun sebadung-badungnya dia di luar sana. Selama ini keluarganya tidak pernah memperlakukan dia seperti sekarang, di perlakukan seperti seorang penjahat saja rasanya. Volkan sampai merinding seketika.


" Maafkan aku. Tapi aku benar-benar sangat mencintainya!" ucap Volkan singkat dan ladat. Dia tiidak berani berkata lebih banyak lagi karena saat ini tatapan semua orang begitu menyayat hatinya dan benar-benar telah membuatnya menciut nyalinya.


" Bawa gadis itu kepada kami besok malam ke pondok pesantren milik Kakek dan kita akan lihat kualitas seperti apa yang dimiliki oleh wanita itu yang sudah membuat kamu menggila seperti ini!" ucap Kyai Ali yang kemudian bangkit dari duduknya dan berniat untuk meninggalkan kediaman putranya.


Nur yang melihat suaminya bangun dia pun mengikuti sang suami dan kemudian berpamitan kepada anak dan cucunya untuk kembali ke pondok pesantren.


Volkan benar-benar tidak bisa berkutik dengan lagi dengan keputusan yang sudah diambil oleh kakeknya yang tampaknya benar-benar kecewa kepadanya.

__ADS_1


Sekarang Volkan harus benar-benar mempersiapkan dirinya untuk meyakinkan Maura untuk mau ikut dengannya menemui keluarga besarnya di kediaman sang kakek. Akan tetapi Volkan begitu ragu. Apakah Maura akan bersedia ikut dengannya atau tidak. Karena dia mengingat kejadian terakhir kali ketika dia mengajak Maura untuk menikah dengannya, tetapi Gadis itu tidak mau dengan alasan ibunya yang tidak memberikan restu kepada mereka berdua.


Saat ini Volcan tampak begitu dilema dan Dinda bisa menangkap keraguan di wajah putranya.


" Ada apa Volkan? Kenapa wajahmu seperti itu? Apakah kau tidak yakin akan bisa membawa gadismu untuk menemui kami semua?" tanya Dinda menatap tajam kepada putranya yang sekarang mulai menatap wajahnya dengan bingung.


" Pasti kau hanya sedang bermain-main saja dengan gadis itu kan? Oleh karena itu kau tidak berani membawanya?" tanya Rafi dengan suara yang sangat jengkel terhadap putranya sendiri.


" Aku serius Pah ingin menikahi Maura. Akan tetapi saat ini ibunya Maura tidak merestui pernikahan kami karena dia tidak mau anaknya merusak hubunganku dengan Hazel!" ucap Volkan sambil menundukkan kepalanya lagi.


Volkan benar-benar menciut nyalinya untuk berhadapan dengan kedua orang tuanya. Untung saja saat ini kakek dan neneknya sudah meninggalkan kediaman mereka. Sehingga dia tidak terlalu terintimidasi dengan tatapan keduanya yang benar-benar membunuh nyalinya.


" Baguslah itu artinya keluarga perempuan itu masih punya otak dan masih mempunyai hati nurani serta moral yang tinggi!" ucap Raffi dengan nada sarkas sehingga membuat Volkan benar-benar tertekan.


" Bawalah mereka berdua nanti siang ke cafe kita. Kita akan bicarakan dengan keluarga gadismu sebelum nanti malam kita semua akan mendatangi pondok pesantren untuk bertemu dengan kakek dan nenekmu!" ucap Dinda berkata kepada putranya yang benar-benar terkejut dengan keputusannya.


" Apakah Mama serius mengundang mereka berdua untuk bertemu denganmu?" tanya Volcan sambil tersenyum dia merasa ada harapan untuk memperjuangkan cintanya bersama dengan Maura.


Bolkan sendiri tidak mengerti kenapa dia begitu mencintai Maura. Padahal selama ini gadis itu tidak terlalu banyak masuk ke dalam kehidupannya. Akan tetapi Maura benar-benar telah mengalihkan dunianya.


Volcan menatap ibunya dengan lekat berusaha mencari keyakinan dan kekuatan. Apakah ibunya benar-benar ingin bertemu dengan keluarga kekasihnya ataukah hanya ingin menjatuhkan harga diri mereka. Ketika bertemu dengan kedua orang tuanya.


" Kenapa? Apakah kau tidak percaya dengan orang tuamu sendiri?" tanya Raffi begitu kesal.

__ADS_1


__ADS_2