Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
64. Pernikahan


__ADS_3

Setelah ditunggu oleh semua pihak. Akhirnya hari pernikahan pun terjadi.


Tampak mereka semua begitu berbahagia. Karena pernikahan anak-anak mereka akan dilangsungkan secara bersama.


" Wah luar biasa! Aku yakin pernikahan ini akan menjadi pernikahan tentang Akbar yang pernah ada!" ucap Volkan dengan senyum sumringahnya sambil menatap kekasihnya yang sekarang telah resmi menjadi istrinya.


Maura merasa terharu mendengarkan perkataan Volkan. Karena bagaimanapun perjuangan mereka untuk sampai ke pelaminan itu tidaklah mudah.


Mereka harus rela menghadapi hinaan dan cibiran dari masyarakat yang menganggap Maura sebagai wanita yang telah merebut volkan dari Hazel.


Padahal kenyataannya hubungan Volkan dan Hazel memang sudah lama merenggang. Hanya saja Volkan yang tidak pernah secara serius meminta putus dari Hazel. Sehingga akhirnya menjadi salah paham yang besar terhadap kedua keluarga.


" Alhamdulillah akhirnya kita semua sekarang sudah resmi menjadi suami dan istri dari pasangan yang kita cintai!" ucap Surya tampak begitu bahagia dengan pernikahan nya bersama Hazel.


Terlihat Zidane hadir di antara para tamu dan dia pula yang tadi telah menjadi wali nikah untuk Hazel. Zidane datang bersama istri keduanya dan juga anak lelakinya.


Mereka berdua terlihat seperti keluarga yang begitu berbahagia. tampaknya Zidane tidak terlalu memperdulikan tentang perasaan Marcella yang saat ini sedang terhiris begitu sakit melihat suaminya yang terus menggandeng tangan sang istri di hadapan semua orang yang hadir di pernikahan putrinya.


Hazel sejak tadi terus menggenggam telapak tangan Marcella dan berusaha untuk menguatkan hati ibunya.


" Tidak apa-apa sayang. Bukankah mama dan papamu memang saat ini sedang proses perceraian?" tanya Marcella berusaha untuk tersenyum kepada Hazel.


Bagaimanapun Marcella tidak mau membuat putrinya bersedih dengan melihat air matanya gara-gara melihat Zidane yang begitu mesra dengan istri keduanya.


Marcella sudah sekuat tenaga untuk menguatkan iman dan takwanya agar tidak terpengaruh dengan mereka berdua.


Akan tetapi Marcella tetaplah seorang wanita yang masih memiliki hati dan juga perasaan.


" Sayang, Mama pulang dulu ya kepala mama pusing sekali!" ucap Marcella berpamitan kepada Hazel karena dia ingin memberikan kesempatan kepada Zidan dan istri keduanya untuk duduk di samping mempelai pengantin.


Bagaimanapun Zidane adalah Ayah dari Hazel. Walaupun mereka akan bercerai, tetap saja Zidane memiliki hak untuk duduk di samping putrinya yang saat ini sedang menjadi ratu sehari.


" Mama tidak papa kok untuk berada di sini. Kalau Papa memang mau duduk bersamaku di sini, aku pun tidak akan melarangnya!" ucap Hazel berbisik kepada ibunya.


Akan tetapi Marcella yang saat ini hatinya sedang sedih. Dia langsung menolak keinginan putrinya. Marcella tidak kuasa melihat kemesraan Zidane dan istri mudanya.

__ADS_1


Ternyata hati Marcella tidak sekuat itu karena dia tidak mampu melihat mereka berdua.


Zidane hanya menatap Marcella yang meninggalkan area pesta tanpa melirik ke arahnya sedikitpun.


" Kenapa Mamamu pulang secepat itu?" tanya Surya pada Hazel.


Hazel kemudian menatap Surya dan mengarahkan pandangannya kepada ayahnya yang saat ini sedang menggendong adik piringnya hasil pernikahannya bersama wanita Jepang yang begitu cantik dan muda.


" Siapa wanita yang bersama dengan ayahmu itu?" tanya Surya merasa terganggu dengan tatapan wanita itu kepadanya.


" Ibu tiriku dialah yang menjadi penyebab. Kenapa mamaku meninggalkan pesta ini!" ucap Hazel begitu sengit.


Surya terkesiap mendengarkan perkataan Hazel tentang ibu tiri nya dan juga adik tiri nya yang baru diketahui oleh Surya hari ini.


" Jadi ayah kamu punya istri 2?" tanya surya yang tampak begitu terkejut dengan berita itu.


" Mama dan papaku sekarang sedang proses perceraian. Seminggu lagi mereka akan sidang!" ucap Hazel.


Pembicaraan tentang kedua orang tuanya yang akan bercerai benar-benar membuat Hazel menjadi tidak bersemangat dalam menghadapi pernikahannya.


" Sudahlah tidak usah membalasnya lagi!" ucap Hazsl yang kemudian menutup topik itu karena dia benar-benar merasa terganggu.


***


" Tidak nyangka ya? Kalau pernikahan kita benar-benar akan terjadi!" ucap Volkan begitu excited dengan pernikahannya bersama Maura yang telah dia perjuangkan dengan sepenuh hati.


Volkan bahkan sampai rela di sidang oleh keluarga besarnya demi mempertahankan cintanya bersama Maura.


" Iya tampaknya kita memang harus berterima kasih kepada Hazel yang memiliki ide untuk mempersatukan pernikahan kita di suatu tempat seperti ini!" ucap Maura terkikik geli.


Bagaimana tidak? Maura saat ini merasa sedang berada di pernikahan massal. Karena ada tiga pasang pengantin di ball room hotel milik keluarga Surya Atmajaya.


" Ayolah sayang. Aku mengerti apa yang ada di dalam kepalamu itu. Kau sedang merasa berada di pernikahan massal kan? Ya kan? Sama seperti aku juga sedang merasakan hal yang sama!" Ucap Volkan yang tergelak dalam tawa, merasa lucu dengan pernikahan mereka berdua yang begitu meriah karena ada tiga pasang pengantin di sana.


***

__ADS_1


Tidak jauh dari Maura dan Volcan. Ardan dan Layla pun tampak begitu bahagia dengan pernikahan mereka berdua.


" Terima kasih karena kau mau mencintaiku dan menerimaku dengan segala kekurangan yang ku miliki!" ucap Ardan sambil meremas telapak tangan Layla yang begitu dingin.


Ya, Layla saat ini sedang gugup karena waktu sebentar lagi malam. Itu artinya mereka berdua akan menghadapi malam pertama mereka sebagai suami istri.


Qiara telah mempersiapkan tiga kamar pengantin untuk ketiganya.


" Sayang, kenapa tangan kamu begini dingin?" tanya Ardan merasa khawatir dengan istrinya yang baru tadi siang resmi di hadapan penghulu dan juga ayahnya Layla yaitu Danu Hutama yang begitu bahagia rencana dia berjalan begitu mulus.


Danu yang merencanakan ingin menguasai perusahaan milik keluarga Ardan melalui pernikahan itu. Sekarang dia telah mengurungkan niat buruknya. Karena dia melihat Layla yang begitu mencintai Ardan.


Terlihat Danu yang duduk bersama dengan Susan dengan begitu akrab.


Layla hanya memperhatikan ayahnya yang begitu akrab dengan ibunya Maura.


Layla tidak mengetahui hubungan seperti apa yang dimiliki oleh Danu dan Susan di masa lalu. Karena selama ini Layla memang tidak pernah mencampuri urusan ayahnya. Dia bahkan hampir jarang berkunjung ke mansion keluarga Hutama.


" Tampaknya ayahmu bersama dengan ibunya Maura memiliki hubungan yang spesial!" bisik Ardan di telinga Layla.


Layla dan Maura yang saat ini sedang sama-sama memperhatikan kedua orang tuanya saling menatap satu sama lain.


" Biarkan saja toh mereka juga orang dewasa yang pasti sudah tahu apa yang harus mereka lakukan dalam pergaulan mereka!" ucap Laila tampak begitu Acuh dan tidak memperdulikan tentang Danu dan Susan yang bahkan sampai tertawa bersama-sama di dalam acara resepsi pernikahan anaknya.


Terlihat pembantu Danu terus melihat ke arah majikannya yang begitu mesra bersama dengan Susan.


" Rupanya selama ini kau memang tidak pernah mencintaiku Mas. Buktinya kau bisa bersikap begitu mesra terhadap wanita itu. Walaupun di hadapan putrimu dan juga di hadapan publik. Sepertinya aku yang selama ini terlalu GR berpikir bahwa kau mencintaiku. Aku rasa sudah cukup penantian wanita bodoh ini. Aku akan pergi meninggalkanmu dan memulai kehidupan baruku di kampung halamanku!" ucapnya dengan mata berlinang.


Perempuan paruh baya itu pun kemudian meninggalkan pesta dan langsung menuju Mansion keluarga Hutama.


Dia sudah bertekad akan meninggalkan Danu dan memulai kehidupannya di kampung halaman untuk menjadi seorang wanita yang sesungguhnya. Walaupun hatinya begitu sakit tetapi dia harus bangkit dan sadar bahwa dia telah bersikap bodoh dengan selalu menunggu Danu untuk menikahinya.


Selama ini Danu selalu menggunakan alasan Layla untuk menggantung nasibnya itu di tiang gantungan.


" Selamat tinggal Mas semoga hidupmu berbahagia tanpa aku!" ucapnya dengan derai air mata di pipinya.

__ADS_1


Setelah itu dia pun meninggalkan mansion keluarga Hutama dan pergi ke kampung halamannya dengan membawa gaji yang selama ini diberikan oleh Danu sebagai seorang pembantu di mansion itu.


Sementara itu Danu dan Susan tampak sedang menikmati pesta resepsi pernikahan anak mereka berdua yang begitu ramai sekali.


__ADS_2