Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
59. Syukurlah


__ADS_3

Volkan tersenyum melihat semua keluarga besarnya ada di dekatnya. Bahkan Kakek dan Neneknya dari pihak ayah dan ibunya juga hadir di sana.


" Ceritakan kepada kami. Bagaimana caranya kau bisa kecelakaan? Bukankah tempat itu tidak terlalu ramai ketika kalian lalui?" tanya Kyai Ali kepada cucunya yang dari beberapa hari kemarin selalu saja membuat jantungnya berdegup sangat kencang.


Volkan melirik ke arah Surya yang tampak menundukkan kepalanya. Terlihat sekali ada sebuah rahasia di antara keduanya yang tidak ingin diberitahukan kepada keluarga mereka masing-masing.


" Benar Surya! Cepat kau ceritakan pada kami. Bagaimana caranya kalian bisa kecelakaan?" tanya Qiara yang juga kesal dan penasaran sekali dengan kejadian itu.


" Tidak ada apa-apa Mah. Itu murni kecelakaan. Karena tempat yang memang sangat curam. Kami baru pertama kali melewati jalanan itu, jadi masih gugup. Untung saja mobil kami tidak masuk ke dalam jurang hanya terpelanting saja ke bahu jalan." ucap Surya melirik kepada Volkan.


" Sudahlah Mah. biarkan Putra kita beristirahat. Kalau ditanyain terus kayak begitu, nanto yang ada dia menjadi stress dan susah untuk sembuh," ucap Kevin yang mengerti. Kalau putranya terlihat sedang ingin membahas tentang kecelakaan itu.


Kevin pun merasa yakin kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh kedua pemuda tampan itu yang sejak dulu terkenal memang selalu ribut dan tidak pernah akur.


Akhirnya keluarga mereka pun membiarkan ketua Pemuda itu untuk beristirahat. Agar bisa menyembuhkan luka-luka di tubuh mereka yang lumayan parah.


" Beristirahatlah dulu. Kami akan mengurus kepindahan kalian ke Jakarta. Supaya kita bisa lebih intensif untuk menjaga kalian," ucap Qiara yang benar-benar khawatir dengan kondisi putranya bungsu.


Selama ini Qiara memang paling mencintai Surya. Kedua anaknya yang lain lebih sibuk dengan pekerjaan dan studi mereka berdua.


Sementara Surya lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Karena Surya lebih sering memilih untuk melakukan pekerjaannya dari rumahnya. Dia paling tidak suka untuk selalu menghabiskan waktu di belakang meja.


Walaupun posisi Surya di perusahaan juga penting. Sama seperti Kenzo. Akan tetapi Surya lebih menyukai hal virtual untuk menunjang pekerjaan dia di perusahaan.

__ADS_1


" Baiklah sayang. Mama akan mengurus perpindahanmu dulu. Kau istirahatlah!" ucap Qiara sambil mengecup kening Surya.


" Terima kasih mah," Surya menatap kepada Hazel yang sejak tadi hanya bisa menundukkan kepalanya.


Hazel benar-benar sangat takut untuk menghadapi kedua orang tua Surya yang pasti akan mengamuk kalau tahu yang sebenarnya tentang dirinya yang meminta Untuk membatalkan rencana pernikahan mereka berdua. Sehingga akhirnya membuat Surya dan Volkan nekat untuk mengejar mereka sampai ke Bogor.


Sungguh para pemuda dan pemudi itu tidak ada yang berani untuk melakukan ataupun mengakui sesuatu. Apalagi Maura. Sejak tadi Maura benar-benar sudah mati gaya di hadapan Raffi dan Dinda.


" Maura Ayo kita bicara di luar tante ingin bicara sesuatu denganmu," ucap Dinda sambil berjalan di hadapan Maura.


Dinda tahu kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh Volkan kepadanya. Dia ingin bertanya kepada Maura untuk sesuatu yang membuat dia penasaran.


" Ikutlah dengan ibuku sayang. Kau jangan khawatir. Aku tidak akan pernah menceritakan apapun padanya, santailah!" ucap Volkan.


" Aku akan menceritakan semua yang terjadi kepada kita. Kalau memang ibumu bertanya tentang hal itu," ucap Maura lesu.


Walaupun Volkan merasa khawatir tetapi dia percaya bahwa ibu dan juga calon istrinya pasti bisa bicara baik-baik.


" Tenanglah semuanya pasti akan baik-baik saja!" ucap Ardan.


" Sekarang ceritakan pada kami. Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa kalian bisa mengalami kecelakaan?" tanya Ardan kepo sekali dengan peristiwa kecelakaan yang di alami oleh Volkan dan Surya.


" Ini semua gara-gara Volcan yang tidak sabar untuk mengejar kalian. Sehingga dia memaksaku untuk mengebut dan akhirnya karena aku yang tidak fokus dalam menyetir. Mengakibatkan mobil kehilangan keseimbangan dan akhirnya menabrak bahu jalan," ucap Surya sambil melirik ke arah Volcan yang sedang cemberut.

__ADS_1


" Aku cuma takut kalau Maura akan serius dan benar-benar akan membatalkan rencana pernikahan kami. Aku harus segera berbicara dengannya. Oleh karena itu aku memaksa dia untuk mempercepat laju kendaraan!" ucap Volkan merasa bersalah dan juga sangat takut sekali.


Kalau kedua orang tua Surya tidak terima dengan apa yang dia lakukan. Volkan bisa dipastikan masuk ke dalam penjara. Karena sudah mengakibatkan kerugian yang sangat banyak kepada Surya.


Mobil mewah milik Surya sampai ringsek gara-gara kecelakaan itu. Entah masih bisa diservis atau tidak. kalaupun Bisa diservis pasti nilainya bisa sampai miliaran karena onderdil semuanya berasal dari luar negeri.


Memikirkan itu semua benar-benar sudah membuat Volkan sangat frustrasi di buatnya.


" Maafkan aku surya Aku janji aku akan menservis mobilmu yang ringsek gara-gara perbuatan ceroboh aku. Aku akan berusaha untuk memperbaikinya," ucap Volkan resah dan cukup gelisah.


Sejujurnya bukan nilai nominal yang ditakutkan oleh Volkan. Tetapi dia takut kalau sampai masuk penjara. Pasti hal itu akan menjadi nilai negatif tentang dirinya di hadapan keluarga Maura.


Apalagi dia ingat sekali, betapa sulitnya dia untuk mendapatkan restu dari ibunya Maura. Kalau sampai dia masuk penjara, maka itu benar-benar sebuah akhir untuk hubungannya bersama wanita yang dia cintai.


" Sudahlah Bro. Kau tidak usah khawatir. Kebetulan aku juga sudah tidak menyukai mobil itu. Bagus juga kalau mobil itu ringsek, jadi aku tidak perlu menggunakannya lagi. Aku akan meminta kepada Ayahku untuk dibelikan mobil keluaran terbaru yang audah aku incar setiap lama!" ucap Surya dengan begitu damai Sentosa ketika mengatakannya. Seperti tidak memikirkan sama sekali tentang harga mobil mewah yang telah dihancurkan akibat kecelakaan itu.


" Ah kau gila, benar-benar! bagaimana bisa aku melupakan mobil Ferrari yang rusak seperti itu gara-gara kecelakaan yang telah aku buat? Aku gak segila itu. Aku akan berusaha untuk mengganti ruginya," ucap Volkan benar-benar merasa tidak enak kepada Surya yang pasti akan mengalami begitu banyak kerugian.


" Aku serius Volkan kau tidak usah memikirkan hal itu lagi. Bagiku itu bukanlah masalah besar!" ucap Surya.


" Alah kok nggak usah terlalu sombong. Karena membuang uang 10 miliar seperti membuat uang 10.000 saja!" ujar Ardan yang kesal juga dengan Surya yang sepertinya tidak memperdulikan sama sekali tentang kerugian yang akan ditanggung oleh keluarganya gara-gara kecelakaan.


" Aku tidak sombong bro! Tapi memang aku tidak membutuhkannya. Mobil itu ada asuransinya dan pasti Kami nanti juga akan mendapatkan banyak tunjangan dan ganti rugi dari pihak asuransi. Jadi kalian tenang saja," ucap Surya tampak begitu santai dan terlihat tidak begitu peduli dengan mobilnya yang rusak total.

__ADS_1


__ADS_2