Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
63. Galau


__ADS_3

Layla saat ini sedang mengobrol bersama dengan Maura. Apartemen mereka sekarang berdampingan. Jadi mereka bisa bertemu kapanpun mereka mau.


" Tampaknya kalau sudah menikah kita akan lebih mudah untuk bertemu. Kalian akan tinggal di sini juga kan?" tanya Layla kepada Maura yang langsung menggelengkan kepalanya karena dia memang tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Volkan setelah mereka menikah nanti.


Maura juga tidak mengerti kenapa sampai saat ini Volkan belum membicarakan tentang hal itu dengan dirinya.


" Bagaimana denganmu setelah menikah kalian akan tinggal di mana?" tanya Maura pada Layla.


" Aku akan minta agar kami tinggal di sini saja. Aku ingin berbulan madu dulu bersama Ardan. Kalau tinggal bersama ayahku, aku tidak terbiasa. Karena sejak dulu aku memang sudah biasa tinggal sendiri. Aku tidak suka tinggal di Mansion keluarga Hutomo." ucap Layla.


" Kenapa?" tanya Maura penasaran.


" Sejak aku kecil. Aku sudah tinggal di apartemen ini. Lebih tepatnya sejak ibuku meninggal!" ucap Layla yang terlihat begitu sedih wajahnya.


" Maafkan aku Layla. Kalau aku sudah membuatmu menjadi tidak nyaman," ucap Maura jadi tidak enak karena melihat lailah yang terlihat sedih.


Layla kemudian tersenyum kepada Maura.


" Jangan khawatir aku baik-baik saja kok!" ucap Layla yang kemudian membereskan meja makannya dan mencuci piring.


Terlihat Maura hendak membantu Layla tetapi dilarang olehnya.


" Kau duduk saja. Kalau Volkan melihatmu bekerja di sini dia pasti akan mengamuk padaku! Aku akan dia pecat sebagai iparnya. Aih, kau punya calon suami super barbar!" ucap Layla sampai bergidik ngeri memikirkan Volkan yang suka sewenang-wenang pada nya bahkan pada Ardan sekalipun.


Layla pernah mendengar cerita dari Ardan. Bahwa sebelum mengenal Maura, Volkan adalah laki-laki yang suka sekali membuat masalah. Ardan lah yang selalu menjadi Mr. solusi untuk setiap masalah yang ditimbulkan oleh Volkan.


" Apakah Kau juga takut dengan Volkan?" tanya Maura terlihat tersenyum kepada Layla.


" Calon suamimu itu sangat galak dan dia tidak pernah memandang tempat ketika memarahi orang. Kalau orang yang tidak selalu kenal dengan karakternya pasti akan merasa tersinggung dan marah kepadanya!" ucap Layla menceritakan tentang karakter Volkan yang selalu sewenang-wenang.


" Ya udah Layla. Kalau aku nggak boleh ngapa-ngapain sama kamu disini. Aku pulang dulu ya? Aku mau siap-siap. Sebentar lagi kan kita perlu ke gedung pernikahan kita untuk mengecek. Apakah masih ada yang kurang atau tidak!" ucap Maura yang kemudian berpamitan pada Layla.


Layla hanya tersenyum kepada Maura kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi.

__ADS_1


Terlihat Layla begitu cekatan dalam mengerjakan segala hal dan dia sudah siap menjadi seorang istri.


Sebentar lagi Ardan akan datang untuk menjemputnya untuk melihat gedung pernikahan mereka. Sama seperti Maura yang juga akan di jemput oleh Volkan.


" Sebentar lagi Ardan pasti sudah datang untuk menjemputku. Aiya pekerjaan masih begini banyak!" ucap Layla mulai galau sendiri. Gara-gara apartemen nya yang masih berantakan.


Maklum saja sejak kemarin dia selalu sibuk di luar rumah. Untuk mempersiapkan semua persiapan pernikahan mereka. Sehingga apartemen jadi tidak terlalu diperhatikan.


Ketika Layla sedang sibuk mencuci pakaian. Terdengar suara bel berbunyi. Layla kemudian membuka pintu apartemen nya dan melihat siapa yang datang.


Layla mengerutkan keningnya ketika melihat orang yang saat ini sedang berdiri di depan pintu apartemennya.


" Mau apa kau datang ke apartemenku?" tanya Layla ketus luar biasa.


" Ya ampun Layla kejadian itu sudah sangat lama sekali kau masih juga menaruh dendam padaku?" tanya wanita yang ternyata adalah pembantu Danu yang dulu pernah tidur bersama dengan ayahnya Layla di saat Ibunya Layla sedang meregang nyawa.


" Tidak usah berbasa-basi mau apa kau datang kemari?" tanya Layla memasang wajah cemberut.


Layla sangat membenci wanita itu. Bahkan sampai tidak mau menyebut namaNya sama sekali.


" Tunggu di situ! Aku akan menghubungi Ayahku dulu. Jangan sampai kau menjebak aku dan merencanakan sesuatu yang buruk untukku. Kemudian memfitnahku sebagai pencuri!" ucap Layla kesal setengah mati.


Terlihat perempuan manis itu tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataan Layla yang terdengar lucu baginya.


" Rupanya kau begitu menganggap tinggi diriku. Sehingga berpikiran seperti itu tentang aku! Hahaha! mungkin suatu saat aku perlu melakukan hal itu untuk membuatmu lebih menghargaiku! Kau bukan karena sifatmu yang kekanakan itu. Ayahmu pasti sekarang sudah menikahiku!" ucapnya begitu percaya diri sekali yang membuat Layla sangat muak kepadanya.


Layla langsung menutup pintu apartemennya dengan keras. Kemudian dia pun mencari ponselnya untuk menghubungi Danu.


" Papa! Apakah Papa yang sengaja ngirim pelacur itu ke apartemen aku untuk datang dan membawakan perhiasan ibuku?" tanya Layla to the point.


" Pelacur yang mana? Kau itu kalau bicara hati-hati Layla!" tegur Danu Merasa tidak senang dengan kelakuan Layla.


" Sudahlah Papa jawab aja Papa yang mengirimkan wanita itu untuk datang kemari?" tanya Layla mulai kesal dan kehilangan kesabarannya.

__ADS_1


" Iya memang papa yang mengirimkan set perhiasan milik ibumu untuk diwariskan kepadamu. Karena kau kan besok sudah mau menikah. Jadi menurut Papa, perhiasan itu sudah selayaknya berada di tanganmu!" ucap Danu kepada Layla.


" Ya sudah Layla akan menerima set perhiasan itu. Karena memang itu adalah milik Ibuku. Tetapi kalau sampai ada yang kurang, maka itu pasti adalah ulah pelacur itu yang mencurinya!" ucap Layla sengit.


" Layla hati-hatilah dalam bicara dia punya nama. Tolong jangan selalu memanggil dia pelacur sayang!" ucap Danu berusaha menegur putrinya agar lebih sopan kepada pembantunya yang selama ini telah mengurus dia dengan telaten.


Danu tahu bahwa dia telah bersalah kepada Layla dan juga almarhum istrinya karena telah berselingkuh di saat istrinya sedang sekarat.


Sampai saat ini Danu masih menyesali kejadian itu dan tidak pernah melupakannya.


Oleh karena itu sampai sekarang Danu tidak pernah menikah lagi. Karena dia tidak mau menyakiti hati Layla. Untuk yang kesekian kali karena ibu tiri yang jahat.


Layla kemudian mempersilahkan pembantu ayahnya untuk masuk ke dalam. Tetapi dia tidak mengizinkannya untuk duduk. Dia hanya di suruh untuk meletakkan perhiasan yang dibawa olehnya di meja ruang tamu.


" Letakkan semua itu di situ!" ucap Layla ketus dan tidak melirik sekilas pun kepada wanita yang sejak tadi terus melihatnya dengan tatapan sedih.


" Aku akan mefoto semua perhiasan ini dan memperlihatkannya kepada ayahku. Kalau sampai ada yang hilang itu berarti kau yang mencurinya!" ucap Layla yang langsung mengarahkan kameranya ke set perhiasan yang sekarang sudah dia Jejer di atas meja.


Setelah selesai memfoto Layla langsung mengirimkannya kepada ayahnya.


" Aku akan bertanya pada ayahku, apa semuanya aman disini!" wanita paruh baya itu hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam.


Kalau bukan karena rasa cintanya yang begitu besar untuk Danu dia tidak mungkin rela untuk dihina oleh Layla sedemikian rupa.


" Lakukanlah apapun yang ingin kau lakukan. Aku akan menunggunya sampai kau merasa puas!" ucapnya dingin sambil melipat kedua tangannya di dada.


Layla hanya mendengus kesal padanya. Setelah mendapatkan konfirmasi dari ayahnya. Bahwa semua perhiasan itu lengkap. Layla pun kemudian langsung menyuruh wanita itu untuk pergi dari apartemennya. Karena Layla sudah sangat muak melihatnya.


" Heran kenapa ada wanita seperti dia yang bodoh luar biasa. Sampai bertahun-tahun masih juga menunggu ayahku yang tidak juga mau menikahi dia! Aneh!" ucap Layla sambil menutup pintu apartemennya.


Baiklah kemudian menyimpan semua perhiasan itu ke dalam lemari pakaiannya dan menyimpannya dengan hati-hati.


Bagaimanapun perhiasan itu adalah peninggalan Ibunya dan sangat berharga bagi Laila sebagai penerusnya.

__ADS_1


__ADS_2