
Akhirnya acara resepsi pernikahan mereka sudah selesai. Terlihat ketiga pasangan itu sudah mulai memasuki kamar pengantin yang sudah dipersiapkan oleh Aurel sebagai penyelenggara acara tersebut.
Qiara benar-benar mempersiapkan kamar pengantin itu dengan sangat indah dan sangat romantis. Kualitas dan performa Hotel milik Pratama group memang sudah tidak usah dilakukan lagi.
" Wah kamar pengantin kita sangat indah! Volkan, apa kau yang melakukan ini?" tanya Maura yang begitu takjub dengan keindahan kamar mereka.
" Tidak sayang. semua yang ada di sini dipersiapkan oleh tante Aurel dan juga Tante Qiara, selaku pemilik hotel ini. Dia ibunya Surya." ucap Volkan menerangkan semuanya kepada Maura.
" Benarkah?" tanya Maura sambil duduk di sofa yang ada d kamar itu.
Volkan tampak mendekati Maura yang saat ini sedang terpesona melihat kamar pengantin mereka berdua yang sangat cantik dan indah.
" Sayang, ayo aku bantu buka gaun kamu. Lalu kita mandi. Kamu lelah bukan?" tanya Volkan sambil mengendus leher Maura yang mulai kegelian gara-gara ulahnya.
" Ih, geli tahu! Kok kamu suka lakuin itu sih?" tanya Maura pada Volkan yang sedang membantu dia untuk membuka gaun pengantin yang sedang dia gunakan.
Volkan begitu takjub melihat keindahan yang terpampang di hadapannya saat ini. Maura dengan segala keindahan yang dia miliki telah membutakan mata Volkan hingga sulit untuk berkedip, " Sayang, aku cinta sama kamu!" ucap Volkan yang akhirnya menggendong Maura ke atas ranjang pengantin mereka dan mulai ritula malam pertama mereka yang sangat indah sekali.
Volkan merasa senang melihat Maura yang menyambutnya. Dia benar-benar sangat bahagia malam ini karena acara pernikahan mereka yang sangat lancar bahkan acara sakral Mereka pun terkesan begitu manis di hati mereka.
" Terimakasih sayang. Karena kamu sudah menjadi bagian yang terindah dalam hidupku dan mau melengkapi segala kekuranganku!" ucap Volkan saat mereka selesai melakukan ibadah bersama untuk pertama kalinya.
" Ya sayang. Aku juga Terimakasih sama kamu yang selalu memberikan yang terbaik untuk membuktikan cinta kita berdua. Aku berjanji akan berusaha untuk menjadi istrimu yang baik!" ucap Maura dalam pelukan Volkan.
" Sayang, kita mau bulan madu ke mana?" tanya Volkan sambil memainkan rambut Maura yang sangat dia sukai.
Maura terlihat berpikir sejenak kemudian dia menatap wajah Volkan yang begitu dekat dengan wajahnya.
__ADS_1
" Bukankah kakekmu sudah memberikan hadiah untuk kita berbulan madu ke Mekkah? Kita akan umrah ke sana." ucap Maura tampak begitu bahagia karena akan melakukan perjalanan suci bersama suami tercinta yang telah berjuang begitu banyak untuk mewujudkan cinta mereka berdua.
Maura sangat tahu perjuangan Volkan yang sangat besar bahkan sampai di sidang oleh keluarga besar hanya untuk menyatukan cinta mereka sehingga sampai ke tahap sekarang.
" Aku senang kita akan melakukan perjalanan itu bersama-sama dan aku janji akan memberikan perjalanan yang lainnya untuk menunjang acara bulan madu kita berdua!" ucap Volkan sambil mencium kening Maura.
" Baiklah sayang. Ayo kita tidur sekarang dan beristirahat. Supaya besok kita bisa bangun pagi dan segera ke bandara untuk dapat melaksanakan umroh kita berdua!" ucap Maura dengan senyum yang bahagia.
Volcan mengikuti apa yang dikatakan oleh Maura dan memeluk Maura dengan erat.
Mereka berdua akhirnya tertidur pulas. Karena merasa sangat lelah sekali setelah olah raga malam untuk pertama kali bagi mereka. Volkan sangat bahagia ketika melihat bercak darah di seprai mereka. Ya, perasaan Indah itu dimiliki oleh mereka berdua yang telah membuktikan kekuatan cinta mereka.
***
Layla tampak begitu gugup saat Ardan mulai mendekatinya dan membantunya untuk melepaskan gaunnya.
" Aku santai kok, hanya gugup dikit aja!" ucap Layla yang melirik sekilas ke arah Ardan.
Setelah membantu Layla melepaskan gaun, Ardan kemudian mengajak Layla untuk ke kamar mandi bersama.
" Kau mandilah dulu. Aku akan menyusul nanti," ucap Layla yang tersipu.
Ardan yang tidak mau memaksakan lailah akhirnya mengalah dan pergi ke kamar mandi sendiri. Sementara itu Layla yang saat ini sedang gugup luar biasa. Dia memilih untuk pergi ke balkon kamar mereka untuk melihat bintang di langit yang begitu indah seperti malam ini bersama dengan Ardan.
" Terima kasih ya Allah karena kau sudah mengirimkan seorang laki-laki yang baik untuk menjadi Imamku!" ucap Layla dengan bahagia. " Semoga pernikahan kami akan menjadi pernikahan yang bahagia, sakinah, mawaddah dan warohmah!" ucap Layla dengan lirih dan pelan.
" Amein, sayang!" ucap Ardan yang tiba-tiba sudah ada di belakang Layla dan memeluk Layla dari belakang.
__ADS_1
Layla sangat terkejut mendapatkan Ardan yang tiba-tiba saja sudah memeluknya.
" Kenapa cepat sekali mandinya?" tanya Layla gugup sekali melihat Ardan yang hanya menggunakan handuk sepinggang. Sehingga menampilkan roti sobeknya yang sangat menggoda iman bagi Layla.
Ardan sampai tertawa melihat reaksi Layla saat melihat nya begitu.
" Aku milik kamu sekarang sayang. Kau boleh melakukan apapun padaku!" bisik Ardan di telinga Layla yang sontak meremang bulu kuduknya. Karena Ardan yang berbisik begitu pelan di telinganya.
" Ayo kamu mandi, Aku akan menunggumu di dalam jangan lama-lama ya?" tanya Ardan sambil mengecup bibir Layla yang benar-benar tidak tahan dengan kelakuan suaminya yang dari tadi terus saja menggodanya.
Layla tidak melepaskan pagutan Ardan dan mulai mengarahkan mereka ke ranjang. Pelan tapi pasti, Layla membawa Ardan ke surga terindah yang baru pertama kali mereka cicipi pada malam itu.
" Sayang, kau nakal ya, di suruh mandi malah ngajak aku ke ranjang!" ucap Ardan yang memencet hidung Layla yang langsung berlari ke kamar mandi karena merasa malu saat mendengar apa yang di katakan oleh Ardan yang sejak tadi terus saja menggoda Layla dengan senyum dan ciuman bertubi setelah acara malam pertama mereka selesai.
Ardan kemudian mengikuti Layla ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa percintaan mereka berdua. " Eh, Kenapa kau kemari bukankah tadi kau sudah mandi?" tanya Layla yang auto menutup tubuhnya dengan tangan.
Ardan tampak tertawa melihat tingkah Layla yang begitu konyol baginya, " Sayang aku sudah melihat semuanya. Apalagi yang bisa kau tutupin?" tanya Ardan mulai nakal pada Layla yang akhirnya masuk ke dalam bathtub untuk menutupi tubuhnya yang sejak tadi terus dipelototi oleh Ardan.
" Kau adalah definisi makhluk terindah yang pernah kulihat seumur hidup aku!" bisik Ardan ditelinga Layla yang tersipu malu.
Suasana di dalam kamar mandi terasa begitu hangat dan begitu indah. Ardan dan Laila benar-benar menikmati momen romantis mereka berdua sebagai pasangan suami istri mulai malam itu.
" Besok kita akan berangkat ke bulan madu kau jangan lupa untuk membawa bikini yang cantik karena kita nanti akan berenang bersama di sana. Kau tahu bukan? Kalau Maldives sangat terkenal dengan keindahan pantainya?" tanya Ardan sambil mengecup bibir Layla yang entah Sejak kapan sudah menjadi candu baginya.
Malam itu mereka benar-benar sangat bahagia dan berjanji akan Saling mencintai satu sama lain saling menjaga perasaan pasangannya.
" Kenapa sekarang kau menjadi begitu mesum sih? Ih dasar! Padahal dulu kau adalah laki-laki yang begitu kalem dan alim!" protes Layla tersipu.
__ADS_1