Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
36. Daddy?


__ADS_3

Layla kemudian memperkenalkan laki-laki yang datang ke apartemennya kepada Maura dan Volcan.


" Perkenalkan dia adalah Maura dan Volkan. Mereka teman-temanku Daddy!" ucap Layla yang kemudian kembali ke belakang untuk menyiapkan sarapan yang tadi belum selesai dia kerjakan.


" Bagaimana perasaan kalian ketika bergaul dengan Putri Om? Apakah dia termasuk seorang pribadi yang menyenangkan ataukah menyebalkan?" tanya Danu kepada Maura dan Volkan yang auto terkejut.


" Putri?" tanya mereka berbarengan.


" Ya Layla adalah Putri Om satu-satunya. Dia pewaris dari Hutomo grup!" Volkan terkejut bukan kepalang. Mendapatkan kenyataan itu. Bahwa ternyata Layla yang selama ini tinggal bersama dengan Maura adalah anak dari seorang konglomerat yang sangat terkenal di negeri ini.


" Kenapa? kok kalian begitu terkejut mengetahui kalau lailah adalah pewaris dari Hutomo Group?" tanya Danu merasa heran.


" Itu karena selama ini Layla tidak pernah bercerita kalau Layla adalah pewaris dari Hutomo Group. Gara-gara Daddy, semuanya jadi terbongkar hari ini. Apakah Daddy puas?" tanya Layla yang muncul dari arah dapur dengan wajah cemberut.


Danu terkejut sekali saat dia mendengarkan penuturan putrinya yang mengatakan kalau teman-teman putrinya tidak mengetahui lailah adalah pewaris dari Hutomo grup yang keren.


" Kok bisa?" tanyanya heran.


" Selama ini Layla mengatakan kalau dia adalah anak orang miskin yang tidak memiliki apa-apa dan hidup sebatang kara. Itu berarti selama ini dia telah membohongi saya sebagai temannya Om!" ucap Maura kesal.


Sejak tadi Maura ingin sekali mengatakan itu. Akan tetapi selalu ditahan oleh Volkan yang terus menarik tangannya dan mengajak pergi dari apartemen Layla.

__ADS_1


" Bagaimana rasa kopinya? Kalian suka?" tanya pria tampan itu sambil terus melihat ke arah Maura yang begitu cantik mempesona.


" Saya suka Om. Terima kasih sekali lagi. Kopi ini benar-benar sangat nikmat dan berkelas. Saya berniat untuk menjualnya di cafe yang saya miliki lebih tepatnya Cafe kedua orang tua saya!" ketika Volcan berbicara masalah Cafe. Seketika membuat Volcan pun ingat dengan janjinya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya bersama ibunya Maura.


" Sayang! Aku lupa kalau kita hari ini memiliki janji untuk bertemu dengan orang tua kita!" mendengar ucapan Volkan, Maura juga terkejut karena dia juga lupa dengan janji mereka hari ini.


" Astaghfirullahaladzim. Karena terlalu asik mengobrol. Kami sampai lupa dengan janji sendiri. Oh ya, Layla maafkan kami. Kami tidak bisa ikut sarapan dengan kalian. Karena kami harus segera sampai di Cafe. Kami memiliki Janji temu dengan keluarga kami untuk membicarakan masalah pernikahan kami berdua!" ucap Maura yang sengaja menyebutkan tentang rencana pernikahan bersama Volkan. Karena Maura benar-benar tidak merasa nyaman dengan tatapan ayahnya Layla yang sejak tadi seakan hendak menelan dirinya bulat-bulat.


Danu tampak terkejut mendengarkan Maura mengatakan tentang pernikahan bersama Volkan.


" Kalian akan menikah? Kapan?" tanyanya sambil tersenyum kepada Maura.


Valcon pun merasa bahwa Danu memiliki tendensi lain ketika pria paruh baya itu terus menatap wajah kekasihnya yang sangat cantik dan mempesona.


Setelah kepergian volkan dan Maura terlihat Danu mendekati Layla.


" Sayang katakan sama Daddy, kenapa teman-temanmu itu tidak mengetahui kalau kau adalah pewaris dari Hutomo Group?" tanya Danu yang sekarang sudah duduk di meja makan dan bersama dengan Laila sama-sama menyantap sarapan buah karya putrinya tercinta.


Layla menatap ayahnya dengan lekat. Dia tahu kalau ayahnya tertarik dengan Maura. Ya, Layla tahu bahwa ayahnya memang salah satu buaya darat yang tidak bisa melihat perempuan cantik.


Alasan itulah yang membuat Layla tidak pernah mengajak teman-temannya untuk main ke kediaman utama keluarga Utomo. Karena Layla tidak mau teman-temannya menjadi santapan sang ayah yang predator wanita cantik dan sexy.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan Layla memiliki ketakutan seperti itu. Sejak meninggalnya sang Ibu, ayahnya Layla memang tidak menikah lagi. Tetapi dia lebih asik berpetualang dengan perempuan-perempuan cantik yang lebih pantas menjadi anaknya.


Banyak teman-temannya Layla yang dijadikan sebagai sugar baby dari ayahnya. Oleh karena itu Layla sangat trauma dan dia selama ini selalu menyembunyikan Maura benar-benar dari sang ayah. Pertemuan Maura dengan Danu hari ini adalah sebuah kesialan tersendiri bagi Layla.


" Aku memang sengaja tidak membuka identitasku di hadapan Maura. Bahkan selama ini aku pun tidak pernah tinggal di apartemen ini. Daddy, aku tinggal berdua dengan Maura di kontrakannya!" Danau terkejut mendengarkan perkataan putrinya dia benar-benar tidak menyangka kalau putrinya benar-benar nekat melakukan hal seperti itu.


" Kenapa?" tanyanya.


" Tidak apa-apa Daddy! Aku hanya merasa bahagia dan senang ketika tinggal bersama dengan Maura. Maura berteman denganku secara tulus dan tidak pernah menganggapku sebagai aset ataupun ATM berjalan yang bisa dia gesek kapanpun dia mau!" ucap Layla sambil tersenyum ketika dia mengingat Maura yang selalu saja menawarkan meminjamkan uang kepadanya. Ketika dia syuting tidak memiliki uang di hadapan sahabatnya hanya untuk ngetes saja.


" Maura adalah teman yang baik Daddy dan aku tidak mau merusak persahabatanku hanya karena Maura mengetahui bahwa aku adalah pewaris dari Hutomo Group! Gara-gara Daddy aku pasti akan kesulitan untuk menerangkan segalanya kepada Maura dia pasti merasa kalau aku telah menipunya selama ini!" Danu bahkan terbahak melihat ekspresi putrinya yang begitu tersiksa.


" Dengarkan Daddy Layla. Kita boleh saja untuk berteman. Akan tetapi jangan sampai membuang identitas pribadimu sebagai seorang Hutomo! Apa kau faham?" tanya Danu memberikan ultimatum kepada putri satu-satunya yang selama ini dia bebaskan untuk melakukan hal-hal kesukaannya.


Selama ini Danu memang tidak pernah menekan putrinya. Harus melakukan ini ataupun melakukan itu. Karena Danu tidak mau kalau Layla merasa tertekan hidupnya dengan tuntutan semacam itu.


" Ya sudah cepat Daddy habiskan sarapannya. Karena aku harus segera bekerja. Lihatlah pria bernama Volkan tadi. Dia adalah manajer dari tempat aku bekerja Dad!" ucap Layla sambil bangkit dan kemudian membereskan semua peralatan dapur yang tadi dia gunakan dalam rangka membuat sarapan untuk ayahnya. Ayahnya memang aneh sekali.


Danu memiliki koki yang sangat hebat dan juga enak di mansion miliknya. Koki ayahnya masakannya luar biasa. Tetapi seminggu sekali ayahnya Layla pasti akan datang ke apartemennya hanya sekedar untuk sarapan bersama dengan putrinya.


" Ya sudah kalau begitu Daddy pun harus segera berangkat ke kantor. Sebaiknya Daddy mengantarkanmu ke tempat kerjamu. Karena Daddy pun ingin tahu lingkungan seperti apa yang sudah menahanmu untuk tidak mau tinggal bersama dengan Daddy di mansion kita dan kau juga sampai rela meninggalkan apartemenmu ini hanya untuk bersama dengan teman-temanmu.

__ADS_1


Layla hanya tersenyum mendengarkan ucapan ayahnya. Karena dia tahu bahwa ayahnya selama ini selalu menyayangi dan juga mencintainya. Jadi ayahnya tidak keberatan dengan apapun yang dia lakukan di luar sana. Selama itu tidak mengancam nyawanya. Layla adalah putri yang paling berharga bagi dan Hutomo karena di tangannya lah keberlangsungan Hutomo Group dipertaruhkan.


" Daddy nanti tidak boleh macam-macam ya!Kalau sudah ada di kafe. Daddy jangan sampai membuatku dipecat hanya gara-gara kelakuan absurd Daddy yang suka gila hormat itu!" ancam Layla mengingatkan ayahnya untuk berhijab hati-hati ketika sudah berada di kafe tempat dia bekerja.


__ADS_2