
Hazel dan surya yang saat ini sedang berada di Meksiko untuk menikmati bulan madu mereka di kediaman milik Qiara yang hanya ditempati ketika mereka berlibur ke sana.
" Mansion kedua orang tuamu sangat hebat. Keren banget Surya!" ucap Hazel tampak begitu senang di ajak ke sana.
Surya memeluk Hazel dan membawanya ke kamar yang akan mereka tempati selama berada di mansion itu.
" Kalau kau suka, kita bisa tinggal di sini sayang. Mansion ini selalu kosong setiap harinya. Hanya kami tempati apabila kebetulan kami berkunjung ke Meksiko untuk mengurus bisnis Papaku yang ada di sini!" ucap Surya sambil menunjukkan kamar yang akan mereka tempati.
Hazel benar-benar terpesona dengan interior kamar mereka yang disuguhkan, sungguh sangat memanjakan matanya.
" Aku sangat senang dengan memandang langit ketika malam berbintang atau purnama ketika berada di sini. Kita cukup membuka tirainya dan kita bisa menatap langit secara langsung!" ucap Surya yang kemudian membuka tirai yang menutup atap kamarnya.
Sontak langit biru pun terbuka di depan mata Hazel. Terlihat Hazel yang membaringkan tubuhnya di ranjang yang kemudian diikuti oleh Surya yang langsung memeluk tubuh Surya dengan erat.
" Apa kau tahu sayang? Bagiku, semua ini benar-benar seperti mimpi. Aku sangat excited banget dengan pernikahan kita berdua. Semoga pernikahan kita akan membawa kebahagiaan untuk kita berdua maupun keluarga besar kita. Apa kau tahu sayang? Aku melangkahi dua kakakku untuk bisa menikah denganmu." ucap Surya sambil terkikik geli dengan kelakuan dirinya yang benar-benar telah membuat kedua saudara nya harus rela dia langkahi.
Bahkan Kenzo sampai minta dibelikan jam tangan Rolex yang seharga 50 juta hanya untuk diberikan izin agar dirinya menikah duluan. Akan tetapi Surya dengan begitu lapang hati memberikan keinginan kakaknya itu. Karena memanglah begitu budaya yang harus dilewati ketika seorang adik berniat melangkahi kakaknya untuk menikah.
" Wah berarti aku berdosa sama kakakmu? Karena sudah membuatmu menikah dengan cepat?" tanya Hazel seakan tidak percaya bahwa dia mendengar hal itu dari Surya.
Surya tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataan dari Hazel karena telah membuat dirinya melangkahi kedua kakaknya untuk menikah dengan Hazel.
" Tidak sayang. Aku yang memang ingin menikah dengan cepat dan sudah cita-citaku sejak dulu ingin menikah cepat!" ucap Surya sambil mencium bibir Hazel.
Setelah mereka puas dengan bulan madu mereka yang sangat bahagia dan menyenangkan. Mereka pun kemudian kembali ke Indonesia untuk memulai hidup baru mereka sebagai pasangan suami istri.
__ADS_1
" Kau ingin tinggal bersama dengan keluargaku atau keluargamu atau mungkin kita memiliki rumah sendiri?" tanya Surya ketika mereka sudah sampai di bandara.
Kehidupan mereka sebagai pasangan suami istri akan segera dimulai. Surya tahu bahwa hal itu tidaklah mudah tetapi dia akan berusaha untuk terus membahagiakan Hazel.
Impiannya untuk memperistri Hazel sudah berhasil dan dia akan mempertahankan kebahagiaan itu hingga titik Akhir.
" Sayang!" teriak Qiara ketika menyambut kedatangan mereka berdua.
Hazel dan Surya sangat bahagia melihat keluarga mereka menjemput mereka di bandara pada hari ini.
" Wah kalian lengkap menjemput kami!" ucap Surya begitu excited melihat keluarganya semuanya berkumpul di bandara untuk menjemput dirinya dan juga istrinya.
Hanya kedua saudaranya yang tidak hadir untuk menjemputnya.
" Jangan cari kedua saudaramu. Mereka sudah kembali ke tempat mereka masing-masing setelah acara pernikahanmu kemarin," ucap Kevin yang mengerti Kalau Surya saat ini sedang mencari kedua Kakaknya.
Hazel menyelami semua orang yang ikut menjemputnya tampak kebahagiaan di wajah mereka semua.
" Pah kami akan pulang ke apartemen yang sudah aku persiapkan untuk kami berdua!" ucap Surya ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
" Sebelum kalian memiliki anakku, tinggallah bersama kami dulu. Karena kami ingin merasakan bagaimana memiliki seorang menantu di rumah kita!" ucap Qiara yang tidak memperdulikan omongan Surya.
Surya awalnya hendak protes dengan sang Ibu tetapi Hazel langsung melarang suaminya untuk banyak bicara atau protes dengan pengaturan kedua orang tua Surya untuk pernikahan mereka berdua.
" Baiklah mah kami akan tinggal bersama kalian setidaknya sampai kami memiliki anak!" Surya sampai melotot sempurna mendengar keputusan dari Hazel.
__ADS_1
" Sayang kalau kita tinggal bersama mereka, kau akan tertekan dengan begitu banyaknya pengaturan hidup yang dilakukan oleh mereka yang super perfeksionis dalam segala hal." ucap Surya yang benar-benar tidak mau kalau sampai Hazel tidak bahagia dalam pernikahan mereka karena perbuatan kedua orang tuanya yang suka rese dan usil.
Kevin langsung mengkeplak kepala Surya mendengarkan ucapan dari putranya.
" Kau itu benar-benar ya? Masih baru menikah beberapa hari sudah belajar jadi anak durhaka!" tegur Kevin tidak senang dengan kelakuan putranya yang selalu membuat dia kesal sejak dulu.
Kevin dan Surya memang selalu saja ribut tetapi keduanya saling menyayangi dengan cara mereka masing-masing.
" Bukankah itu benar? Papa itu kan orang profesionis yang selalu mengatur segala hal harus sesuai dengan keinginan papa!" ucap Surya sengit sambil melirik ke arah Hazel yang sejak tadi merasa tidak nyaman dengan keributan itu.
" Surya kalau kau tidak sopan seperti itu kepada ayahmu. Lebih baik aku tinggal bersama dengan ibuku saja toh dia juga hidup sendiri. Apalagi nanti kalau sudah resmi bercerai dengan ayahku Ibuku Pasti sangat kesepian!" ucap Hazel sambil melotot ke arah Surya yang auto tidak terima.
" Kalau kau tinggal dengan ibumu lalu aku tinggal dengan siapa?? Kita ini kan suami istri kita tidak boleh Berpisah Sayang!" ucap Surya sambil meremas telapak tangan Hazel.
Hazel tersenyum menatap Surya, " Makanya kamu bersikaplah sopan terhadap ayahmu Aku paling tidak senang kalau melihat kamu bangkang begitu!" ucap Hazel sambil menatap tajam ke arah Surya yang langsung lemas seketika.
" Ayolah! Sebenarnya apa maunya? Kita baru menikah beberapa hari, masa ya kita sudah hidup berpisah?" tany surya kesal luar biasa.
" Aku kan cuma minta kamu untuk sopan bener ayahmu terhadap orang tuamu!" ucap Hazel yang kemudian menatap surya.
" Tidak apa-apa kita tinggal di kediaman kedua orang tuamu sayang. Toh mereka juga adalah orang tuaku aku yakin kalau mereka tidak akan berbuat macam-macam dengan aku ataupun membuatku menderita!" ucap Hazel dengan begitu percaya diri.
Qiara dan Kevin hanya bisa menatap satu sama lain dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hazel yang ternyata membela mereka di hadapan Surya.
" Baiklah kita berdua akan tinggal di rumah kedua orang tuaku sampai kita punya anak tetapi mereka harus berjanji bahwa mereka tidak akan membuatmu menderita!" ucap Surya tidak mau diganggu gugat lagi.
__ADS_1
Bagaimanapun bagi Surya kebahagiaan Hazel adalah yang utama dan dia akan memperjuangkan itu.