
Kevin dan Qiara tertawa, melihat ekspresi Suriah yang saat ini sedang marah gara-gara ayahnya mengatakan untuk menikahkan Hazel dengan kakaknya yaitu Kenzo.
" Aku tidak akan pernah merebut calon istri kamu. Kau tidak usah khawatir!" ucap Kenzo yang tiba-tiba saja sudah berada di antara mereka dan mengejutkan semuanya.
" Kamu udah pulang? Gimana dengan seminarnya Apakah berjalan lancar?" tanya Kevin kepada Putra sulungnya yang telah mewakilinya untuk menghadiri seminar bisnis di luar negeri.
" Yah biasalah Pah! Membosankan!" ucapkan sambil duduk di sebelah ibunya yang tersenyum melihat putranya sudah kembali.
Surya menatap Kenzo dengan lekat dia ingin mengkonfirmasi bahwa kakaknya tidak akan melakukan hal yang diinginkan oleh ayahnya yaitu menikahi Hazel calon istrinya.
" Kak Kenzo serius kan tidak akan menerima apa yang dikatakan Papa untuk menikahi Hazel?" tanya Surya dengan menatap tajam kepada Kenzo.
Kenzo tergelak melihat ekspresi adiknya yang seperti sedang menantang dirinya hanya karena masalah pernikahan dengan Hazel.
" Sudahlah Pah. Jangan menggoda anak ini lagi. Bisa-bisa dia nanti berbuat nekat karena mengira kalau aku benar-benar akan mengambil calon istrinya!" ucap Kenzo sambil tersenyum kepada adiknya.
" Cepatlah persiapkan Mah! Kita tidak ada banyak waktu. Karena aku menjanjikan besok untuk melamar Hazel kepada kedua orang tuanya!" ucap Surya sambil menundukkan kepalanya.
Kevin sampai mangkeplak-kepala putranya sendiri, sangking gemesnya. Bagaimana bisa? Mau melamar anak orang seperti membeli keripik di pinggir jalan, hari ini bicara hari ini melakukan.
" Kamu ini ya, benar-benar! Kau pikir melamar itu hal yang mudah huh? Banyak persiapan yang harus kita lakukan!" ucap Qiara sambil menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan jalan pikiran putranya yang terkesan instan.
" Pernikahannya satu minggu lagi Mah. Nggak ada waktu untuk berbuat aneh-aneh dibuat simple saja lah nggak usah ribet-ribet!" demi perkataannya Surya sampai mendapatkan pelototan dari kedua orang tuanya dan juga Kenzo.
__ADS_1
" Eh bocah bengal! Kau tidak berbuat macam-macam dengan anak orang kan? Huh? Kenapa buru-buru sekali menikah?" tanya Kenzo menatap Surya.
" Kau kira aku ini apa? Macam-macam saja kau berpikir! Aku baru bertemu dengan dia kemarin. Dia adalah temanku waktu SMP. Dia dulu sering aku bully sewaktu masih kecil. Kemarin kami bertemu lagi di Pangandaran tanpa sengaja. Dia sebetulnya satu minggu lagi harusnya menikah dengan Volkan. Tetapi calon suaminya malah berselingkuh dengan orang lain. Jadi dia menantangku untuk menikahinya pada tanggal yang sudah diatur oleh orang tuanya. Aku adalah seorang laki-laki sejati pantang untuk menolak sebuah tantangan!" ucap Surya dengan penuh kebanggaan sampai menatap kakaknya.
" Konyol! Bagaimana kalau perempuan itu bukan perempuan yang baik? Kalau itu benar, maka kau harus menanggung keburukan darinya. Mungkin saja kan, laki-laki itu meninggalkannya. Karena dia mempunyai banyak keburukan?" tanya Kenzo kepada Surya yang langsung tidak setuju.
Kevin dan Qiara langsung menghentikan perdebatan kedua putranya. Karena memang tidak berguna sama sekali. Hal itu hanya akan menumbuhkan perselisihan di antara ke dua putra mereka.
" Sudahlah Kenzo! Kalau Surya sudah memutuskan untuk melamar gadis itu, berarti dia adalah perempuan yang baik. Untuk semuanya kita serahkan saja kepada Allah! Kita berdoa semoga rumah tangga mereka bahagia!" ucap Kevin menghentikan perdebatan kedua putranya yang terlihat sengit.
Kenzo yang memang sudah lelah. Karena baru saja sampai dari penerbangan panjang nya. Dia pun kemudian berpamitan untuk beristirahat di kamarnya.
" Kau juga Istirahatlah Surya. Biar Papa dan Mama yang akan mengurus masalah pertunangan kamu dengan Hazel!" ucap Qiara memerintahkan Surya untuk beristirahat juga.
" Papa sudah menyelidiki keluarga Zidane dan Marcella?" tanya Qiara kepada suaminya.
" Mereka keluarga baik-baik Mah. Mama tenang saja. Lagi pula kita harus percaya dengan kemampuan menilai putra kita. Mama kan paling tahu, Surya itu paling susah untuk jatuh cinta kepada seorang perempuan. Coba berapa kali kita menjodohkan dia dengan anak rekanan bisnis kita? Semuanya tidak ada yang mempan bukan? Kalau dia bisa begitu yakin hanya dengan bertemu sebentar dengan Hazel. Itu artinya wanita itu memang spesial untuk Surya. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan saja!" ucap Kevin sambil memeluk istrinya.
Setelah perundingan serius antara suami istri selesai. Mereka pun kemudian menelepon sekretaris Kevin untuk mengatur pertunangan Surya dengan Hazel di hotel milik keluarga Pratama.
Hazel sampai terkejut mendapatkan berita itu bahwa acara lamaran yang tadinya hanya akan dilakukan secara sederhana saja. Ternyata telah dipindahkan ke sebuah hotel megah oleh kedua orang tua Surya.
Keluarga Ardan dan Volkan menghadiri pesta pertunangan antara Surya dan Hazel. Awalnya Volkan tidak senang melihat laki-laki yang akan bertunangan dengan Hazel. Akan tetapi kemudian dia melihat Maura yang berdiri di sampingnya. Sehingga membuatnya mengurungkan niatnya untuk mengamuk.
__ADS_1
" Apa kau masih mencintai Hazel? Kenapa Kau tampak tidak bahagia dengan pertunangannya?" tanya Maura sambil menatap tajam ke arah Volkan.
Volkan langsung menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin kalau sampai Maura Slsalah paham dengan maksud hatinya.
" Aku ga maksud gitu sayang. Aku hanya tidak senang kalau Hazel harus menikah dengan laki-laki yang sewaktu kecil suka sekali membully dia! Surya itu anak yang jahat dan sangat gila!" ucap Volkan tampak emosi.
" Kau bukan sedang cemburu kan Volkan? Karena mantan calon istrimu hendak menikah dengan orang lain?" tanya Maura sambil menetap ke arah Volkan yang langsung gelagapan mendengarkan pertanyaan dari calon istrinya.
" Ya ampun Sayang. Kenapa kau mengatakan begitu? Aku tidak pernah cemburu dengan Hazel! Aku hanya tidak mau Hazel salah memilih orang untuk menjadi suaminya!" ucap Volkan berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada Maura.
" Jadi laki-laki yang kau anggap benar untuk menjadi suami Hazel adalah kamu?" tanya Maura tampak sedih dengan Volkan yang terkesan plin plan.
Ardan yang melihat perdebatan mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepala. Layla kemudian mendekati Maura dan bertanya apa yang terjadi kepada sahabatnya.
" Ada apa Maura? Kenapa kau sedih?" tanya Layla merasa tidak senang melihat Maura yang biasanya ceria tiba-tiba saja hari ini terlihat murung.
" Aku mau pulang aja Layla. Biar Volkan bisa sepuasnya untuk menatap Hazel!" Maura rupanya sedang tidur ah oleh api cemburu karena melihat kekasihnya yang tadi hendak menghajar Surya yang kini telah resmi bertunangan dengan Hazel.
Tanggal pernikahan yang seharusnya menjadi pernikahan Volcan dan Hazel. Akan menjadi pernikahan Hazel dan Surya.
Volkan pun tidak mengerti apa yang saat ini ada di dalam hatinya. Kenapa dia merasa seakan hampa. Saat melihat Hazel yang bersanding dengan Surya dan bertukar cincin dengan pria yang selama ini selalu menjadi musuh abadinya.
" Kejarlah Maura kalau kau tidak ingin kehilangan wanita yang kau cintai!" bisik Ardan di telinga Volkan.
__ADS_1
Volcan kemudian mengangguk kepada sepupunya. Setelah itu dia berpamitan kepada Marcella dan juga Zidane untuk menyusul Maura yang tadi menangis saat pergi dari sana karena merasa cemburu berat.