
Ardan dan Layla kemudian berhenti di sebuah pantai yang lumayan tenang. terlihat mereka duduk di atas kap mobil milik Ardan.
" Katakanlah Kalau kau ingin mengatakan sesuatu. Kenapa dari tadi kau diam saja?" tanya Layla kepada Ardan yang sedang sibuk menatap bintang di atas langit yang banyak sekali dan bulan juga saat ini sangat terang dan benderang.
Suasana romantis tercipta di antara mereka berdua. Tiba-tiba saja Ardan mengambil sesuatu di saku celananya. Ardan mengeluarkan sebuah cincin berlian yang kemudian diberikan kepada Layla.
" Apa ini?" tanya Layla tampak bingung.
" Will you marry me?" tanya Ardan sambil menatap mata Layla yang begitu terkejut.
" Bukankah pertunangan kita sekitar bulan lagi?" tanya Layla merasa bingung dan kaget.
Ardan memasangkan cincin itu di jari Layla.
" Aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anak aku!" ucapnya sambil mencium jemari Layla.
Laila tampak begitu terharu dengan apa yang dilakukan oleh Ardan untuknya.
" Kalau kau sudah melamarku sekarang. Lalu untuk apa Acara pertunangan 1 bulan lagi?" tanya Laila sambil tersenyum kepada Ardan.
" Acara pertunangan akan kita jadikan acara pernikahan! Hahaha!" ucapan Ardan sontak mengundang tawa di antara mereka berdua.
Pertemuan mereka berdua malam ini adalah kali pertama mereka lakukan dalam suasana yang begitu romantis yang didukung oleh alam dan lingkungan.
__ADS_1
" Ayo kita pulang. Sudah malam. Nanti kamu masuk angin lagi. Bisa-bisa ayahmu nanti malahan menggagalkan rencana pernikahan kita!" ucap Ardan yang kemudian menggenggam tangan Layla kemudian memasukan ke dalam saku jasnya agar lebih hangat bagi keduanya.
Layla hanya tersenyum mendengarkan perkataan Ardan. Tanpa banyak protes Layla mengikuti langkah Ardan. Hati Layla sangat bahagia sekali malam ini. Tidak ada yang bisa menggantikan kebahagiaannya malam ini.
Layla sudah benar-benar jatuh cinta kepada Ardan. Pria yang sudah memenangkan hatinya saat pandangan pertama.
Pandangan pertama?? Ya!!! Akan tetapi pada saat itu Layla berpikir kalau Ardan menyukai Maura. Oleh karena itu Layla mengubur rasa cintanya kepada Ardan secara perlahan-lahan dan lebih memilih melupakannya.
Siapa yang mengira kalau ternyata kedua orang tua mereka memiliki hubungan bisnis yang lumayan erat dan akhirnya mengajukan aliansi pernikahan itu kepada mereka berdua.
" Apa kau bahagia?" tanya Ardan saat mereka berada di mobil dan bersiap untuk meninggalkan area pantai untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing.
" Ya, thanks for this!" ucap Layla sambil menunjukkan cincin yang sekarang melingkar di jari manisnya yang cantik.
Ardan tersenyum karena dia merasa sangat bahagia. Ternyata Layla menyukai semua yang dia lakukan pada gadis itu.
Saat Ardan menengok ke arah Layla siapa yang menyangka kalau ternyata Layla juga menengok ke arahnya. Sehingga wajah mereka bertemu untuk beberapa saat lamanya. Mata mereka bertaut dekat sekali. Saat Layla hendak mengalihkan pandangan dari Ardan, tiba-tiba saja Ardan meraih tenguk Layla lalu mencium bibir gadis itu.
Ciuman pertama di antara keduanya. Layla untuk sejenak tampak terkesiap dengan apa yang di lakukan oleh Ardan. Layla benar-be ar tidak menyangka kalau Ardan bisa melakukan hal seperti itu.
Nafas keduanya memburu. " Ayo kita pulang! Aku sudah ngantuk!" ucap Layla kepada Ardan saat Ardan hendak mengulangi lagi ciuman tadi. Ardan tersenyum sendiri. Merasa konyol dengan dirinya sendiri yang ternyata mulai suka untuk mencium bibir Layla yang terasa begitu manis baginya.
Ardan kemudian melajukan kendaraannya untuk kembali ke apartemen milik Layla dan mengantarkan gadis itu ke apartemen miliknya. sepanjang perjalanan itu mereka hanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing dengan kedua telapak tangan yang saling bertaut satu sama lain. Setelah sampai Layla langsung menyuruh Ardan untuk segera kembali ke apartemen miliknya sendiri.
__ADS_1
Layla sangat takut kalau akan ada hal yang melebihi batas di antara mereka berdua selain sebuah ciuman panas yang tadi mereka Lakukan di dalam mobil Ardan saat di pantai tadi.
Jantung kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu tampak begitu kencang. Layla bisa melihat dari deru nafas Ardan yang begitu kentara. Ardan kemudian berpamitan kepada Layla. Namun sebelum pergi, siapa yang menyangka kalau Ardan malah mencium Layla lagi. Membuat gadis itu jadi gelagapan menerima serangan dadakan Ardan.
Layla tidak menyangka kalau Ardan bisa bertindak begitu agresif dan liar semacam itu. Tanpa mereka sadari Ardan menutup pintu apartemen Layla dan terus masuk ke dalam apartemen Layla. Namun saat Ardan hendak menarik pakaian Layla, gadis itu langsung mendorong tubuh Ardan.
" Aku mohon, pulang lah Ardan. Demi kebaikan kita berdua!" pinta Layla dengan nafas yang memburu. Sungguh!! Hampir saja Layla menggila gara-gara Ardan yang memancing dirinya. Untung saja Layla tiba-tiba tersadar dengan semua yang dilakukan oleh mereka berdua.
" Maafkan aku! Baiklah aku pulang!" Ardan kemudian berpaling dan keluar dari apartemen Layla dengan perasaan tidak rela.
Akan tetapi Ardan sadar bahwa dia memang harus pergi dari sana. Untuk menjaga otaknya tetap waras dan tidak terpengaruh dengan suasana yang tadi terbangun gara-gara ciuman mereka berdua.
" Ah, Ardan!!!! Kamu memang bajingan!!! Hampir saja kau merusak Layla! Untung saja dia menghentikan kamu tepat waktu!" ucap Ardan begitu frustasi dengan apa yang sudah terjadi di antara mereka berdua.
Ardan pun kemudian langsung melajukan kendaraannya untuk segera kembali ke kediaman keluarganya.
Rehan dan Aurel yang merasa sangat khawatir dengan putranya yang sejak tadi belum juga datang ke rumah. Sekarang terlihat senang setelah melihat Ardan yang pulang ke rumah mereka dengan selamat.
" Kamu ke mana saja Ardan? Kenapa kau pulang begitu terlambat kami hampir saja menelepon polisi karena berpikir kau mengalami kecelakaan!" ucap Rehan berbicara kepada putranya.
" Maafkan Ardan pah tadi kami jalan-jalan dulu ke pantai untuk sekedar menghilangkan penat!!" ucap Ardan jujur kepada kedua orang tuanya yang khawatir dengan keadaan dia.
Setelah menjelaskan semua yang dia lakukan bersama Layla. Masalah ciuman dan mereka berdua yang hampir tidur bersama di apartement Layla, tentu saja Ardan skip. Bagimanapun Ardan masih sayang dengan nyawanya sendiri.
__ADS_1
Ardan pun kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk masuk ke dalam kamarnya sendiri dan beristirahat. Dia butuh untuk berendam di air dingin untuk menurunkan suhu tubuhnya yang naik tinggi gara-gara Layla yang tadi menolak gairahnya untuk bercinta bersama dia pada malam itu.
Selama dua jam lamanya Ardan berendam dan menenangkan dirinya yang sedang kalang kabut send gara-gara masalah yang dia undang sendiri. Ah Ardan!!! Kamu yang cari masalah, kamu juga yang kelimpuangan.