
Entah kenapa, melihat Maura yang ketakutan dan bahkan sekarang telah memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Membuat Volkan tiba-tiba hatinya merasa senang dan seakan menemukan hiburan baru dari kemarahannya yang luar biasa sejak tadi siang gara-gara Maura.
" Aku mohon tolong hentikan mobil ini Volkan! Melambatlah sedikit. Aku benar-benar takut dengan kecepatan ini!" Maura terus berusaha untuk membujuk Volkan agar memperlambat kendaraannya.
Entah kenapa tiba-tiba saja jantung Volkan merasa berdebar sangat kencang saat dirinya mendapatkan pelukan dari Maura yang begitu dekat dengannya.
Bahkan dirinya saat ini bisa merasakan debaran jantungnya sendiri yang terasa begitu kencang, desiran di hatinya pun bisa dia rasakan karena Maura yang memeluk tubuhnya dengan begitu erat. Aroma sampo di rambut Maura pun bisa dicium dengan lekat olehnya.
Volkan pun mulai mengurangi kecepatan mobilnya. Karena dia pun merasakan jantungnya seakan tidak sehat gara-gara Maura yang masih memeluknya dengan begitu erat.
" Sudah lepaskan pelukanmu! Kau jangan coba-coba ya, untuk memanfaatkanku dan mengambil keuntungan dengan memeluk tubuhku terus dengan alibi ketakutanmu itu!" ucap Volkan dengan suara paraunya.
Mendengarkan tuduhan Volkan membuat Maura sontak melepaskan pelukannya dari tubuh pria yang bermulut pedas yang melebihi pedasnya cabe setan.
Wajah Maura memerah seketika sangking malunya ketika dia mendengarkan perkataan Volkan yang songong itu. Volkan membuat seakan-akan dirinya sedang bersandiwara dengan ketakutannya hanya untuk mengambil keuntungan dari Volkan yang memiliki ketampanan yang hakiki layaknya maha karya yang begitu sempurna tanpa cela.
" Sebenarnya kita mau ke mana? Kau jangan bermain aneh-aneh denganku ya! Aku ini bukan orang kaya yang tidak bisa kau peras uangnya!" ucap Maura asal bicara saja.
Membuat Volkan tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataannya yang sangat lucu baginya.
" Eh! Apakah kau melihat wajahku ini seperti orang miskin yang membutuhkan uang darimu? Cih, dasar gadis gak tahu diri!" hina Volkan kepada Maura yang langsung diam dan merasa sakit hati.
Hening beberapa saat lamanya. Ketika Maura melihat Volkan membelokkan mobilnya masuk ke area sebuah hotel yang cukup mewah. Hati Maura mulai gelisah sekali.
Maura sontak mengingat kembali kejadian tadi siang di cafe. Ketika Volcan hendak memperkosanya. Untung saja Ardan datang pada waktu yang tepat. Sehingga dia selamat dari terkaman Volkan yang sedang kerasukan setan pada waktu itu.
__ADS_1
" Kau mau apa membelokkan mobilmu ke sebuah hotel?" tanya Maura sangat gugup sekali.
Volkan tertawa ketika dia melihat ketakutan di wajah Maura yang entah kenapa telah sukses membuat dia merasa sangat bahagia.
Volkan seakan menemukan mainan baru yang bisa membuatnya tertawa dan merasa senang melihat ekspresi ketakutan Maura.
" Kita mau ke mana dan mau ngapain kota di sini?" tanya Maura gemetar.
" Pecah perawan sayang!" bisik Volkan di telinga Maura dengan perlahan yang sontak membuat Maura benar-benar sangat terkejut mendengarkan perkataan Volkan.
" What?" tanya Maura sambil menghentikan langkahnya dan berusaha melepaskan tangannya dari Volkan yang saat ini sedang menggenggam tangannya dengan sangat erat sekali sehingga Maura kesulitan melepaskan diri.
" Coba saja kau berteriak maka kau akan tahu akibatnya!" ancam Volkan sekali lagi.
" Jaga ekspresimu itu Maura! Jangan sampai membuatku marah dan berbuat kasar kepadamu di dalam kamar hotel sana!" ucap Volkan kembali berbisik di telinga Maura.
Tubuh Maura sudah bergidig ngeri. Tetapi dia pun tidak mampu untuk melawan kuasa seorang Volkan karena saat ini dirinya tidak membawa apapun. Ponsel tas dan segalanya semuanya berada di mobil Volkan yang tadi dikunci oleh Volkan.
" Permisi Ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas resepsionis yang bertugas malam itu ketika mereka melihat Volkan dan Maura yang berjalan ke arahnya.
" Bisa sediakan dua kamar untuk kami?" ucap Maura dengan suara yang keras sehingga membuat semua orang yang ada di lobby Hotel itu terkejut dan menatap mereka.
Volkan menekan pegangan tangannya di telapak tangan Maura sehingga gadis itu meringis kesakitan.
" Maafkan saya Mbak. Tolong sediakan satu kamar untuk kami berdua ya? Istriku ini memang sedang marah padaku makanya dia menolak untuk satu kamar denganku. Sayang tolonglah suami kamu ini ya? Kau jangan coba-coba untuk menyiksaku dengan meminta berpisah kamar denganku. Oke?" tanya Volcan sambil mencium bibir Maura di depan umum.
__ADS_1
Maura sontak membeku di tempat ketika dia mendengar semua perkataan dan juga aksi yang dilakukan oleh volkan yang benar-benar sangat di luar dugaannya.
" Su.. su.. Suami? Ya Tuhan! Apa maksudmu?" tanya Maura benar-benar kehilangan akal menghadapi Volkan yang sedang menggila.
Tiba-tiba saja Volkan memeluk tubuh Maura semakin erat dan mendekatkan wajahnya kepada Maura. Maura benar-benar gugup dibuatnya.
Pada saat itulah. Ada seorang wartawan yang memotret kebersamaan mereka berdua dan kemudian menjadikan penampilan itu sebagai sebuah berita headline news yang membuat Volkan masuk ke dalam majalah dan juga media sosial yang sangat ramai hanya dalam hitungan detik keduanya menjadi viral seantero negeri.
Sementara itu Volkan yang belum menyadari tentang kesalahan fatal yang sedang dia perbuat menarik tangan Maura masuk ke dalam hotel yang sudah dia pesan tadi kepada petugas hotel yang bertugas malam itu.
Volkan tanpa dia sadari benar-benar sudah menggali kuburannya sendiri. Semua yang dia lakukan di hotel itu diabadikan oleh sang reporter dan langsung disebarkan ke media sosial dan langsung menjadi viral hanya dalam hitungan jam.
Sementara itu Volkan yang sekarang sudah berada di dalam kamar hotel, satu ruangan bersama dengan Maura. Volkan mulai membuka pakaiannya yang membuat Maura jadi kesulitan untuk bernafas.
Melihat Volkan yang sekarang hanya tinggal menggunakan celananya saja dan secara perlahan terus mendekatinya membuat Maura benar-benar kehilangan akal.
" Kau mau apa huh? Kau jangan mendekat! Pergilah atau aku akan berteriak!" ancam Maura sambil terus mundur berusaha untuk menghindari Volkan yang sedang tersenyum nakal kepadanya.
Entah kenapa volcan seperti menemukan kesenangan baru dengan mengerjai Maura yang di matanya benar-benar sangat menggemaskan dan mengundangnya untuk terus menjahili gadis cantik itu.
Gadis pertama yang selalu ketus dan juga tidak pernah menganggap dia sebagai pria impiannya. Benar-benar membuat harga diri seorang Volkan benar-benar jatuh dibuatnya.
Bagaimanapun Volkan sudah terbiasa di gilai oleh para gadis, mengingat kesempurnaan yang dia miliki secara hakiki.
Keegoan Volcan benar-benar tidak bisa menerima ada seorang Maura yang tidak tertarik sama sekali dengannya yang memiliki sejuta pesona di mata para wanita yang melihat dirinya.
__ADS_1