Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
74. Bahagia


__ADS_3

Kevin menemui Qiara, dia berusaha untuk menjelaskan pada Qiara bahwa apa yang di lihatnya tidaklah benar bahwa dia sama sekali tidak pernah melakukan perselingkuhan dengan Susan seperti yang dilihat oleh Qiara waktu itu.


" Sayang, kamu harus mendengarkan penjelasanku aku benar-benar tidak pernah berkhianat dengan dia! Dia datang ke kantor aku dan tiba-tiba saja dia tidak mau pergi dan saat dia menciumku saat itu kau masuk. Sungguh aku tidak merespon apapun sama dia! Aku sudah menyuruhnya untuk pergi Tetapi dia yang tidak mau pergi!" ucap Kevin berusaha sekuat tenaga untuk menjelaskan semuanya kepada Qiara.


Qiara menatap Kevin dengan lekat. " Aku sudah tahu semuanya. Kemarin aku sudah memeriksa CCTV di ruangan meeting. Memang Susan yang berusaha untuk menggodamu." ucap Qiara yang kemudian mendekati Kevin.


Kevin tersenyum mendengarkan ucapan dari Qiara, "Lalu kenapa kau masih marah padaku? Apa Kau tahu sayang? Aku benar-benar sangat takut sekali dengan kemarahanmu!" ucap Kevin yang seakan sedih dengan sikap Qiara selama beberapa hari belakang ini.


" Aku hanya ingin tahu. Sebanyak apa dirimu peduli dengan perasaanku!" ucap Qiara sambil tersenyum kepada Kevin.


" Benarkah?" tanya Kevin dengan wajah sumringah. Bahagia sekali," Aku berjanji padamu kalau Susan datang lagi ke kantorku aku akan langsung mengusirnya dan tidak akan mau menemuinya!" ucap Kevin berusaha untuk meyakinkan istrinya.


Qiara tersenyum kepada Kelvin. " Tenanglah! Aku percaya bahwa kau adalah seorang suami yang setia padaku. Dulu saja kau selalu menolak Susan. Apalagi sekarang kan?" tanya Qiara dengan senyumnya.


" Kita ini sudah tua. Bahkan Putra kita saja sudah menikah. Mungkin Sebentar lagi kita akan punya cucu. Kalau ribut-ribut terus malah malu." ucap Qiara.


Kevin memeluk Qiara dengan lembut dan menciumnya sekilas, " Aku akan selalu mencintaimu!" ucap.Kevin.


" Aku juga akan selalu mencintaimu!" ucap Qiara kepada Kevin.


Pernikahan mereka berdua sudah berlangsung lebih dari 30 tahum. Selama ini tidak ada masalah yang berhasil membuat mereka berpisah karena mereka selalu berusaha untuk menyelesaikan setiap masalah dengan kepala dingin.


***


Pagi itu terlihat Volkan yang sudah bersiap untuk berangkat bekerja. Terlihat Maura yang mempersiapkan segala kebutuhannya.

__ADS_1


Raffi sudah pulang ke rumah setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Akan tetapi dia harus istirahat total. Oleh karena itu semua tugas-tugas Raffi mau tidak mau harus dikerjakan oleh Volkan sebagai anaknya.


" Apa aku juga boleh bekerja bersamamu? Pasti akan sangat membosankan kalau hanya di rumah saja!" ucap Maura kepada Volcan yang saat ini sedang menikmati sarapannya.


" Tidak apa-apa kalau kau ingin bekerja denganku. Selama ini Mamaku juga selalu membantu ayahku di cafe. Akan sangat menyenangkan kalau kita berdua bisa bekerja bersama!" ucap Volkan terlihat begitu bahagia.


Maura langsung mengecup pipi Volcan begitu mengedengar suaminya memberikan izin untuk dirinya bekerja bersama sang suami.


" Ayo sekarang juga berangkat nanti kita bisa kesiangan!" ucap Volkan dengan meraih jemari Maura dan mereka pun kemudian berjalan bersama dengan bergandengan tangan menuju basement apartemen.


" Rasanya semua impianku sudah tercapai!" ucap Maura ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


Perasaan Maura sangat bahagia sekali karena melihat Volkan yang sejak mereka bangun tidur sampai sekarang, mereka berangkat kerja bersama, begitu mengistimewakan dirinya. Hati Maura bahagia karena dicintai oleh suaminya.


" Ingat Sayang kamu nanti di sana bekerjanya nggak usah terlalu lelah. Tolong perhatikan kesehatan. Aku tidak mau kalau gara-gara kau lelah bekerja akan membuatmu sulit untuk memiliki anak!" ucap Volkan sambil tetap menggenggam telapak tangan Maura ketika dia sedang menyetir sesekali terlihat volcan mencium jemari tangan Maura dengan lembut. Hati Maura begitu bahagia.


" Terima kasih sayang. Karena kau telah memberikan aku cinta yang begini besar. Aku sangat bahagia sekali!" ucap Maura dengan senyum yang merekah di bibirnya.


Tidak ada hal yang lebih membahagiakan bagi Maura, selain dicintai oleh Volkan.


" Sama-sama sayang! Aku berharap kita berdua bisa mengarungi kehidupan rumah tangga yang lebih baik. Semoga kehidupan kita akan memberikan kebahagiaan juga untuk orang-orang di sekitar kita!" ucap Volkan yang merasa bahwa hidupnya sama ini dipenuhi dengan berkah dan Anugerah.


Mereka selalu berhasil melewati masalah dan rintangan yang Menghadang di dalam hubungan mereka berdua.


" Oh ya sekarang bagaimana dengan Ardan dan Layla? Apakah mereka sudah kembali dari bulan madu juga? Sejak kita berdua berangkat bulan madu. Aku sama sekali belum menghubunginya lagi. Ih, semuanya gara-gara kau yang telah menyita ponselku.

__ADS_1


Sampai aku tidak bisa menghubungi ibuku!" protes Maura sambil melirik Volkan yang hanya meringis saja mendapatkan protes dari istrinya.


" Percayalah aku pasti akan selalu menyayangimu! Mulai sekarang kau harus fokus untuk mengurusku. Jangan terlalu berfokus kepada teman-temanmu karena aku bisa cemburu dengan mereka!" ucap Volkan dengan begitu posesif.


Maura tersenyum pada Volcan.


" Percayalah walaupun aku bertemu dengan teman-temanku kau tetap yang utama!" ucap Maura bahagia.


" Aku bersyukur sekali sayang. Kisah kita berawal dari hari sial, di mana Aku telah menabrakmu tanpa sengaj dan membuatmu harus kehilangan pekerjaan dan akhirnya kita bertemu lagi dan saling mencintai. Sehingga sekarang kita sudah menikah. Aku berharap Maura sang gadis barbar akan selalu mencintaiku dan menjadikan aku sebagai tujuan hidupnya!" ucap Volkan sambil mencium telapak tangan Maura.


" Aku juga berharap semoga seorang Volkan, akan selalu mencintaiku dan akan selalu mengutamakan aku di atas segalanya." ucap Maura yang terlihat begitu bahagia dengan pernikahannya bersama Volkan.


Walaupun awal hubungan mereka tidak direstui oleh pihak keluarga Volkan. Karena Volkan yang telah dianggap sebagai penghianat yang memutuskan rencana pernikahan bersama Hazel yang sudah dipersiapkan 80% tetapi semuanya harus kandas karnaval kan yang ternyata lebih mencintai Maura dari Hazel.


Mereka membuktikan bahwa cinta mereka berdua suci dan tidak bisa terpisahkan.


Volkan membuktikan dengan cintanya kepada Maura. Kini telah merubah dirinya menjadi seorang pria yang bertanggung jawab dan bisa dipercaya oleh kedua orang tuanya untuk membantu mereka dalam mengelola bisnis keluarga.


Bahkan sekarang Raffi bisa beristirahat dengan tenang di rumahnya dan menyerahkan pekerjaan kantor kepada Volkan.


Tidak ada lagi Volcan yang suka berhura-hura dan mencari masalah di luar sana. Karena dia sudah bertemu dengan pawangnya yang telah menaklukkan hatinya.


" Terima kasih karena kau sudah merubahku menjadi pribadi yang lebih baik sekarang aku tidak pernah lagi berhuru hara bersama teman-temanku yang lain!" ucap Volkan.


Begitu mereka sampai di kantor. Mereka pun kemudian mengerjakan tugas mereka masing-masing.

__ADS_1


Hati mereka sangat bahagia karena semua masalah sudah selesai. Hazel sekarang sudah menikah dengan Surya dan hidup bahagia di apartemen milik mereka. Layla dan Ardan juga sudah hidup berbahagia karena mereka pun memutuskan untuk hidup mandiri di apartemen yang sudah dipersiapkan oleh Ardan Jauh sebelum pernikahan mereka berdua.


TAMAT


__ADS_2