Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
30. Pertemuan


__ADS_3

" Tidak Pah. Bukan begitu maksud Volkan. Baiklah sekarang juga Volkan akan mendatangi Maura dan mengajaknya untuk bertemu dengan ibunya untuk menyampaikan undangan kalian berdua!" ucap Volcan yang langsung bangkit dari duduknya.


Raffi dan Dinda hanya bisa menatap kepergian putranya dengan perasaan nano-nano rasanya. Mereka berdua tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menghadapi masalah itu. Masalah besar yang sudah ditimpakan oleh putra mereka ke dalam keluarga besar mereka.


Sementara itu Volcan yang saat ini sedang mendatangi kontrakan Maura. Dia merasa terkejut ketika melihat Maura yang sedang bercakap-cakap dengan Ardan dengan begitu dekat dan terlihat akrab.


" Ini sudah malam. Kenapa kau masih berada di sini Ardan?" tanya Volkan to the point.


Hati Volkan saat ini benar-benar sedang merasa cemburu dan juga marah. Ketika dia melihat kekasihnya yang tampak begitu menikmati kebersamaannya bersama dengan Ardan, sepupunya yang tampan dan seorang Dokter itu.


Volkan melihat kepada dirinya sendiri yang tidak memiliki gelar se prestisius seperti Ardan. Kalau dibandingkan dengan Ardan, dirinya memang kalah jauh. Tetapi Volkam memiliki rasa cinta yang besar untuk Maura dan dia rela kehilangan apapun untuk memperjuangkan cintanya bersama gadisnya yang sangat dia cintai!


" Halo Bro. Kenapa wajahmu kusut seperti itu sih? Duduklah dan kita bisa mengobrol bersama!" ucap Ardan sambil tersenyum kepada sepupunya yang masih berwajah masam dan tidak bersahabat padanya.


Ardan benar-benar merasa tidak nyaman melihat Tatapan volkan yang begitu menusuk jantungnya terlihat sekali bahwa sepupunya saat ini sedang menahan amarah kepadanya.


" Bro! Ada apa sebenarnya? Kenapa kau menatapku seperti melihat seorang musuh?" tanya Ardan Merasa tidak senang ditatap seperti itu oleh sepupunya yang selama ini memiliki hubungan baik dengannya.


" Apakah kau baik-baik saja? Ataukah mungkin kau terlalu lelah bekerja? Kenapa kau bukannya beristirahat? Tapi kau malah datang kemari sih?" tanya Maura sambil memeriksa kening Volcan untuk memeriksa suhu tubuh kekasihnya.


" Oh, maksudnya kamu nyuruh aku istirahat di rumah, biar kamu bisa mesra-mesraan gitu dengan Ardan di sini lebih lama lagi? Tanpa diganggu olehku?" tanya Volkan dengan suara kesal setengah mati.

__ADS_1


Bagaimana mungkin Maura bisa melakukan itu kepadanya? Sementara dirinya seharian di rumahnya sedang diadili oleh seluruh keluarga besarnya untuk memperjuangkan cintanya dengan Maura. Eh, ternyata di sini Maura malahan sedang asyik-asikan mengobrol begitu enjoy bersama dengan Ardan tanpa merasa bersalah sama sekali terhadapnya sebagai kekasih Maura.


" Kamu ngomong apa sih Volkan? Kami berdua hanya ngobrol biasa saja dan tidak mesra-mesraan seperti yang kau katakan itu!" ucap Maura juga tidak kalah kesalnya seperti volkan karena sudah difitnah sedang berselingkuh dengan Ardan.


Ardan pun merasa tidak senang dengan bahasa yang digunakan oleh volkan terhadap hubungannya dengan Maura yang murni hanya sebuah persahabatan.


" Sebenarnya mau kamu apa sih Volkan? Kok datang-datang kau langsung mengamuk seperti itu sih? Apakah tidak bisa berbicara baik-baik huh?" tanya Ardan juga mulai terpancing emosinya.


Akan tetapi tiba-tiba saja Volkan langsung menyerang Ardan yang tidak siap sama sekali dengan bogem mentah yang diarahkan Volkan ke wajahnya yang tampan maksimal.


Maura langsung menjerit ketakutan melihat Volcan yang seperti kerasukan saja yang terus menghajar Ardan dengan membabi buta sehingga menjadi pusat perhatian penghuni kontrakan yang lainnya.


Maura berusaha untuk menghentikan Volkan yang masih saja terus menghajar Ardan dengan emosi yang luar biasa, yang saat ini bersarang di dalam hatinya.


Maura sendiri tidak mengerti. Kenapa tiba-tiba saja Volcan datang dengan wajah penuh emosi dan kemarahan yang begitu kentara di wajah tampannya. Ketika melihat dirinya yang mengobrol begitu asyik dengan Ardan yang dia anggap sebagai sahabat.


Apalagi Maura tahu kalau Ardan adalah sepupu Volkan jadi dia tidak pernah merasa sedang melakukan sebuah perselingkuhan atau pengkhianatan ketika dia mengobrol maupun bertemu dengan Ardan.


" Kamu sebenarnya mau apa sih Volcan huh? Datang-datang kau langsung mengamuk seperti orang kesetanan begini. Memangnya apa yang kami lakukan di sini huh? Sehingga layak mendapatkan predikat berselingkuh darimu?" tanya Maura kesal luar biasa.


Layla yang tadi berada di dalam rumah dan sedang menonton televisi. Layla seketika merasa terganggu dengan keributan yang ada di depan kontrakan mereka. Layla pun kemudian melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi di sana.

__ADS_1


Bahkan penghuni kontrakan lain pun sudah mulai melerai pertengkaran antara Ardan dan Volkan yang terlihat begitu seru dan sangat seimbang. Maklum saja kemampuan bela diri mereka berdua diasah bersama dengan guru yang sama dan padepokan yang sama. Jadi wajar kalau kemampuan mereka bisa dikatakan hampir sama dalam berkelahi.


Mendengar perkataan Maura, Volkan pun kemudian melepaskan Ardan yang sudah babak belur. Tidak terkecuali dengan dirinya yang juga sama-sama babak belur menerima bogem mentah dari Ardan.


" Apa kau tahu seharian ini apa yang sudah kualami demi memperjuangkan cinta kita berdua huh?" tanya Volkan menatap wajah Maura dengan penuh rasa kecewa karena dia merasa bahwa Maura tidak peduli dengan perasaannya saat ini.


" Memangnya apa yang sudah kulakukan dengan Ardan? Kami hanya berbincang saja. Karena tadi setelah memberikan hadiah kepada noaf, dia sangat bahagia sekali. Kami hanya membahas tentang itu dan tidak melakukan hal-hal semacam pengkhianatan seperti yang kau katakan tadi!" ucap Maura berusaha untuk membela diri.


Terlihat Volcan yang meraup wajahnya dengan kasar. Dia tampak begitu frustasi dan merasa pusing sekali dengan masalah yang terus saja datang tanpa henti dan bertubi-tubi dalam hidupnya sejak dia kenal dan bertemu dengan Maura.


" Aku datang kemari tadinya ingin pergi untuk mengajakmu bertemu dengan ibumu. Karena besok siang keluargaku ingin bertemu dengan kalian. Tetapi aku disini malahan melihat kamu yang begitu asik bersama dengan Ardan dan tidak pernah memikirkan tentang perasaan aku! Kamu jahat Maura!" ucap Volkan sambil menatap lekat kekasih yang dia cintai dengan tulus.


Mendengar perkataan Volkan, Maura sontak terkejut begitu pula dengan Ardan dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.


Ardan yang saat ini luka-lukanya sudah dirawat oleh Layla. Dia tampak bangkit dan mendekati Volkan tetapi Volkan yang masih marah kepada Ardan, dia langsung menepis tangannya dan menjauh dari Ardan.


" Maafkan aku Bro. Kalau kau merasa aku telah menyakiti hatimu saat aku bersama Maura. Tapi sungguh Bro! Aku tidak punya tendensi apapun untuk melukai hatimu ketika aku bersama dengan Maura! Hubungan kami murni hanyalah persahabatan saja dan tidak ada unsur nafsu di dalamnya!" ucap Ardan merasa tidak bersalah kepada Volkan.


Karena memang dia tidak merasa sedang merayu ataupun menggoda Maura. Dia hanya menganggap Maura sebagai teman yang baik dan asyik untuk mengobrol, hanya itu saja.


Selama ini dia pun selalu menjaga jarak aman ketika bicara dengan Maura. Karena dia tahu bahwa dia harus menjaga perasaan Volkan sebagai kekasih dari Maura.

__ADS_1


Walaupun di dalam hati kecilnya dia pun memberontak. Karena dia tahu hubungan Volcan dan Hazel yang saat ini sedang mempersiapkan pernikahan mereka berdua.


__ADS_2