
Hazel kemudian mengatakan kepada Surya tentang rencana pernikahannya dengan Volkan yang batal.
" Apa kau bersedia untuk menggantikan Volkan dan menikah denganku?" tanya Hazel dengan hati-hati.
Bagaimanapun dia harus menyelamatkan nama baik keluarganya karena rencana pernikahannya dengan Volkan yang batal begitu saja.
" Maksudmu?" tanya Surya tidak terlalu mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Hazel.
" Lupakan lah!" ucap Hazel yang kemudian memutuskan untuk tidur karena dia merasa lelah lahir batin.
" Apakah maksudnya kau ingin agar aku menggantikan Volkan menjadi pengantinmu pada hari pernikahanmu nanti?" tanya Surya dengan hati-hati.
" Lupakan!" ucap Hazel yang sudah kehilangan minat untuk membahas itu.
" Ayolah Hazel, katakan padaku! Kenapa kau menyuruhku untuk melupakannya?" tanya Surya mulai misuh misuh seperti anak gadis.
Hazel sampai tertawa melihat kelakuan Surya yang aneh menurutnya.
" Pernikahanku dengan Volkan satu minggu lagi. Sejauh ini belum terlalu benar-benar dibatalkan semua perpisahan yang udah di atur oleh keluarga aku! Kalau kau bersedia, kau bisa datang melamar kepada kedua orang tuaku dan kita bisa melanjutkan rencana pernikahan itu!" ucap Hazel dengan hati-hati. Walaupun sejujurnya Hazel tidak terlalu yakin dengan Surya.
Saat ini Hazel hanya sedang bermain games link dengan nasibnya sendiri. Dia tidak tahu apakah yang sedang dilakukan adalah sesuatu yang benar atau tidak.
" Kalau aku bersedia. Apakah kau benar-benar akan menikah denganku?" tanya Surya yang kemudian menepikan mobil mereka.
Kebetulan saat ini di depan mobil mereka ada sebuah toko perhiasan. Tiba-tiba saja Surya keluar dari mobil dan menarik tangan Hazel.
" Kau mau apa?" tanya Hazel bingung.
Akan tetapi Surya tidak mengatakan apa-apa hanya tersenyum kepada Hazel dan menarik tangannya. Kemudian masuk ke dalam toko perhiasan sederhana itu.
" Selamat siang Mbak saya ingin mencari sebuah cincin untuk pertunangan dan juga pernikahan!" ucap Surya kepada penjaga toko perhiasan itu.
Hazel benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Surya.
" Apa kau gila?" tanya Hazel sambil menarik tangan Surya yang tersenyum kepadanya.
" Aku serius akan menjadikanmu sebagai istriku dan kita akan menikah pada hari yang sudah ditentukan dalam pernikahanmu dengan Volkan!" ucap Surya dengan begitu mantap membuat Hazel benar-benar terkesiap dan tidak percaya dengan apa yang dilakukan pemuda itu.
" Kau jangan bercanda Surya!" ucap Hazel yang menarik tangan Suriah untuk keluar dari toko perhiasan itu tetapi Surya menolak dan tetap kekeh membeli dua pasang cincin yang akan mereka gunakan untuk pernikahan mereka dan juga pertunangan mereka.
Setelah menyelesaikan pembayaran untuk pembeli kedua pasang cincin itu, mereka pun keluar dari toko perhiasan dengan perasaan aneh yang mengalir di tubuh mereka.
" Hazel menikahlah denganku!" ucap Surya begitu mereka keluar dari toko perhiasan langsung menembak di tempat itu juga.
" Kok serius melakukan ini? Aku takut kau hanya sedang bermain-main!" ucap Hazel yang seperti menghindari tatapan dari Surya.
Surya kemudian menghadang Hazel dan memintanya untuk menatap wajahnya.
" Tataplah wajahku Hazel. Apakah kau melihat permainan di sana? Aku benar-benar serius akan melamarmu dan kita akan menikah sesuai dengan tanggal yang sudah ditentukan oleh keluargamu untuk pernikahanmu dengan Volkan yang dibatalkan karena laki-laki itu berkhianat darimu!" ucap Surya mantap.
" Dia tidak berkhianat dariku. Dia hanya tidak mencintaiku lagi dan berlari ke arah wanita yang dia cintai!" ucap Hazel meralat perkataan Surya.
__ADS_1
Surya tertawa mendengar perkataan dari Hazel yang masih membela laki-laki seperti Volkan yang tidak memiliki kesetiaan terhadap komitmen yang sudah mereka buat selama bertahun-tahun lamanya.
" Percayalah aku tidak akan seperti Volkan aku akan selalu menjadi kamu sebagai wanita satu-satunya dan akan selalu mencintaimu!" Ucap Surya mencoba untuk meyakinkan Hazel agar menerima lamarannya.
Hazel tampak berkaca-kaca matanya terharu dengan semua yang dilakukan oleh Surya. Walaupun dalam kapasitas dadakan. Tetapi dia serius melakukannya.
Setelah Hazel menganggukkan kepalanya Surya langsung memasukkan cincin tunangan ke jari manis khas sama dan setelah itu menciumnya dengan lembut.
" Sekarang kita temui kedua orang tuamu. Setelah itu aku akan berbicara dengan kedua orang tuaku. Besok kami akan datang ke rumahmu untuk melamar!" ucap Surya mengatakan niatnya kepada Hazel.
Rasanya seperti mimpi. Semua proses yang dilewati oleh mereka begitu cepat dan begitu instan. Tetapi entah kenapa Hazel merasa sebuah keyakinan ada di dalam sana.
" Apa kau tahu alasanku kenapa aku dulu selalu membully mu? Di masa putih hijau kita?" tanya Surya sambil menggenggam telapak tangan Hazel yang sekarang sudah terlingkar cincin pertunangan mereka berdua.
Sejak tadi Hazel berusaha untuk menarik telapak tangannya dari genggaman Surya. Tetapi laki-laki itu tidak mau melepaskannya juga dan bersikeras untuk menggenggam telapak tangan Hazel sampai mereka ke Jakarta dan sampai di kediaman Hazel.
" Kenapa?" tanya Hazel sambil menundukkan kepalanya.
" Jujur Dari dulu aku merasa cemburu melihat kedekatanmu dengan Volkan. Jadi hanya dengan cara membully kamu, maka kau akan melirik ke arahku dan melupakan sejenak tentang bersama seorang Volkan!" ucap Surya yang benar-benar membuat Hazel terkejut mendengarnya.
" Kau aneh!" ucap Hazel tersipu malu.
" Bukankah dari dulu kau hanya selalu menempel dengan Volkan dan tidak pernah menganggap siapapun selain dia?" tanya Surya yang seperti sedang mengungkapkan kecemburuannya terhadap Hazel yang di akui memang sejak dulu hanya menjadikan Volkan sebagai poros hidupnya dan tidak pernah menengok siapapun yang ada di sekitarnya.
" Kau tahu dari mana kalau hidupku hanya menempel dengan Volkan? Aku juga bersama dengan Ardan bukan?" tanya Hazel menatap Surya yang langsung menggelengkan kepala.
" Jelas tatapan matamu hanya tertuju untuk Volkan bukan untuk siapapun di sekitar kamu!" ucap Surya yang tampak begitu cemburu dengan sosok bernama Volkan.
Mereka kemudian berhenti di sebuah restoran untuk makan siang. Karena tanpa terasa perut begitu lapar setelah berada di dalam mobil berjam-jam lamanya.
" Pilihlah makanan yang kau mau!" ucap Surya yang saat ini sudah memegang buku menu.
Hazel menyamakan pilihan makanan yang dipesan oleh Surya. Karena dia ingin mencoba selera dari laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi calon suaminya.
" Kenapa?" tanya Surya yang melihat Hazel malah menyamakan pesanan mereka.
" Tidak apa-apa!" ucap Hazel tersenyum kepada Surya.
Setelah pesanan mereka datang Mereka pun kemudian fokus untuk makan agar bisa segera melanjutkan perjalanan.
" Biar menjadi kejutan untuk keluarga kita!" ucap Surya yang tampak begitu bahagia dengan keputusan Hazel yang mengajaknya untuk menikah secepatnya.
" Apanya?"
" Masalah pernikahan kita!" mendengar kata kita diucapkan oleh Surya benar-benar membuat Hazel menjadi malu sendiri.
Ternyata begitu ya rasanya dicintai oleh seseorang? Menyenangkan! Itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh Hazel ketika bersama dengan Surya yang ternyata sudah tertarik kepadanya sejak di bangku SMP.
Begitu mereka sampai di Jakarta, Hazel langsung mengajak Surya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Untung saja Zidane dan Marcella belum melaksanakan proses sidang cerai mereka.
Kepergian Hazel dari rumah membuat Marcella dan Zidan akhirnya berpikir ulang tentang keputusan mereka untuk bercerai.
__ADS_1
Di sinilah mereka berada. Di ruang tamu keluarga Hazel yang megah dan mewah.
" Hazel siapa yang datang bersama kamu?" tanya Marcella yang tampak bingung melihat kedatangan Surya bersama dengan putrinya.
" Perkenalkan nama saya Surya Atmajaya!" ucap Surya nyaris tanpa ragu.
" Wah kau anak Kevin Atmajaya bersama Qiara Pratama?" tanya Zidane merasa excited karena kedatangan anak orang ternama dari novel "Apa kabar sayang" karya author juga.
" Benar Om!" ucap Surya sambil menatap tajam kepada Zidane.
Kemudian percakapan Mereka pun berjalan secara lancar. Zidane dan Marcella menyetujui apa yang akan dilakukan oleh Hazel dan Surya yaitu menggantikan posisi Volkan dengan Surya tepat di tanggal pernikahan yang sudah ditentukan oleh keluarga besar mereka.
Setelah itu sopir keluarga Zidane mengantarkan Surya ke keluarganya.
" Besok tunggulah aku dan keluargaku datang untuk melamarmu. Aku pulang dulu ya!" ucap Surya sambil mengejut kening Hazel.
Entah kenapa kebersamaan mereka yang hanya sekitar dua minggu itu telah mengunci hati Hazel terhadap Surya.
Hazel bisa merasakan bahwa dia merasa tidak rela untuk berpisah dengan Surya yang saat ini akan kembali ke kediaman keluarganya.
Marcella dan Zidane terus memperhatikan interaksi dua sejoli itu yang telah memutuskan untuk menikah satu minggu lagi.
" Hazel biarkan dia pulang. Kalau tidak, tidak akan ada waktu yang cukup untuk keluarga mereka melamar kemari pada esok hari!" ucap Zidane yang merasa lega karena akhirnya Hazel menemukan laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab dan mau menikahi putrinya.
Kevin dan Qiara memiliki tiga orang anak, yang pertama bernama Kenzo Atmajaya, yang kedua Sheilla dan yang ketiga adalah Surya.
Untuk saat ini Kenzo sedang berada di luar negeri karena harus mewakili ayahnya menghadiri seminar bisnis.
Kevin yang sudah tua mau tidak mau harus berbagi tugas bersama dengan putra sulungnya yang semakin matang dan mantap di dunia bisnis.
Surya tidak seperti Kenzo yang sejak kecil memang sudah di didik untuk menjadi seorang CEO oleh ayahnya.
Surya lebih mirip dengan Qiara yang kalem dan anteng.
Setelah berpamitan kepada keluarga Hazel Surya pun kemudian langsung menemui kedua orang tuanya dan membicarakan tentang rencana pernikahan yang sudah disetujui oleh Zidane dan Marcella.
Qiara dan Kevin benar-benar terkejut mendapatkan kabar tersebut dari putra mereka. Bagaimana mungkin surya yang berpamitan kepada mereka untuk berlibur ke Pangandaran tiba-tiba saja pulang dengan membawa berita pernikahan dan itu adalah satu minggu dari sekarang. Apakah ada yang lebih gila daripada hal itu?
" Anakku katakan sama mama! Apakah kau sudah menghamili anak orang lain? Mama tidak mendidikmu untuk menjadi seorang seperti itu nak!" ucap Qiara dengan air mata yang mulai berderai di pipinya.
Surya sampai mengucap istighfar berkali-kali dengan pertanyaan dari ibunya yang benar-benar tidak masuk akal baginya.
" Astagfirullah Mah! Surya saja baru bertemu dengan Hazel saat kami sama-sama berada di Pangandaran dan kami belum melakukan apapun. Bagaimana mungkin bisa hamil? Mama ini ada-ada saja sih! Menebak sesuatu Kok tidak pakai aturan!" ucap Surya sambil menggelengkan kepalanya.
" Habisnya kamu aneh sayang! Kakakmu saja belum menikah masa iya adiknya mau menikah sih?" tanya Qiara sambil menatap tajam kepada Surya yang langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Bagaimana kalau Kenzo yang menikah? Rasanya aneh sekali kalau adiknya menikah duluan!" ucap Kevin sambil menatap kepada Surya.
Surya terkejut mendengarkan perkataan dari ayahnya yang seperti petir di pagi hari.
" Papa jangan macam-macam ya! Hazel itu Cinta Pertamaku dari aku masih SMP Pah! Kalau Papa ingin berniat menghancurkan kebahagiaanku maka lakukanlah! dan Papa pasti akan melihat mayatku berada di atas ranjang kematian!" serta mengatakan itu Surya pun kemudian pergi menuju ke kamarnya dan tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh kedua orang tuanya.
__ADS_1
Kemarahan dan emosi pada diri Surya saat ini benar-benar sudah memuncak. Mendapatkan pertanyaan dari ayahnya yang ingin mengalihkan Hazel untuk menjadi calon istri dari Kenzo, kakaknya yang berusia 5 tahun lebih tua darinya.