
Volkan jadi bingung sendiri. Karena tidak biasanya sang ayah marah seperti itu pada dirinya yang notabene adalah anak kesayangan sang ayah tercinta.
" Ada apa?" tanya Maura bingung melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Volcan setelah dia menerima telepon dari ayahnya.
Volkan hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian dia menggenggam telapak tangan Maura dan menciumnya dengan lembut.
" Kamu mau aku antar langsung ke cafe atau mau ke kontrakanmu dulu?" tanya Volkan.
Maura kemudian meminta untuk diantarkan ke kontrakan saja. Karena dia harus segera mempersiapkan dirinya sebelum berangkat ke kafe. Aementara itu Volkan langsung pulang ke rumahnya. Karena dia merasa penasaran dengan perintah sang ayah yang terdengar begitu marah terhadapnya.
Begitu sampai di rumah, Volkan langsung mencari kedua orang tuanya yang ternyata sudah menunggunya sejak tadi. Di sana juga terdapat Hazel dan kedua orang tuanya.
Melihat ekspresi semua orang yang berada di dalam ruangan Itu tampak begitu serius. Membuat Volkan menjadi tidak nyaman dibuatnya.
" Ada apa ini? Kenapa kalian semua berada di tempat ini?" tanya Volkan yang masih bingung dan keheranan melihat Hazel yang sekarang menangis di pelukan ibunya.
Marcella menatap tajam kepada Volcan kemudian dia menunjukkan sebuah artikel yang ada di sosial media tentang Volkan dan seorang wanita yang berada di hotel yang sama dengannya.
" Tolong kau Jelaskan tentang masalah ini Volkan!" ucap Marcella sambil menatap tajam Volcan yang tampak bingung.
Volcan pun kemudian menerima ponsel yang tadi diberikan oleh Marcella dan membaca berita yang ada di dalam artikel tersebut.
" Kenapa kau tega melakukan ini Volkan? Padahal pernikahan kita sebentar lagi! Hiks hiks!" ucap Hazel yang begitu kecewa dengan perbuatan Volkan di luar sana ketika tidak bersama dengan dirinya.
__ADS_1
Volkan begitu frustasi melihat semua orang menatapnya dengan amarah dan kebencian.
" Wanita itu adalah pacarnya Ardan. Aku di sana hanya menemani dia sambil menunggu Ardan datang menjemputnya. Dia baru datang dari luar kota!" dusta Volcan sambil menatap kedua orang tuanya yang langsung melotot kepadanya.
Bagaimanapun Raffi dan Dinda sudah mengetahui identitas wanita yang berada di dalam berita itu. Dia adalah gadis yang bekerja di cafe milik mereka yang baru bekerja selama beberapa hari.
Akan tetapi Raffi dan Dinda tetap diam. Karena mereka pun tidak ingin merusak nama baik anaknya di hadapan calon menantu dan juga calon besan mereka.
" Apa benar kalau perempuan itu adalah pacarnya Ardan? Ayo cepat buktikan padaku kalau dia adalah pacarnya Ardan!" ucap Hazel dengan menatap tajam kepada Volkan yang sontak gugup dan mulai gelisah.
' Bagaimana ini? Siapakah orang yang iseng sekali mengambil fotoku bersama dengan Maura saat di hotel tadi malam? Ya ampun orang bodoh pun bisa melihat bahwa foto ini adalah foto mesra antara dua pasang kekasih.' bathin Volkan merasa sudah salah ambil langkah dengan mengakui Maura sebagai kekasih Ardan, sepupunya yang selama ini selalu menjadi kambing hitam di dalam petualangannya ketika berselingkuh dari sang tunangan yang baik hati itu.
" Aku akan menghubungi Ardan dan membuktikan bahwa perempuan itu adalah kekasihnya!" ucap Volkan dengan nada suara yang bergetar. Karena sejujurnya dia pun merasa ragu. Apakah saudara sepupunya itu bersedia membantunya atau tidak.
Volkan kemudian menghubungi Ardan untuk datang ke kediaman keluarga besarnya. Sementara itu Raffi dan Dinda terus menatap putranya yang dia ketahui sedang berbohong.
' Benar-benar tidak gentle!' batin Raffi ketika dia melihat putranya yang melarikan diri dari perbuatannya yang tidak menghargai hubungan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun dengan Hazel
' Aku tidak menyangka kalau Putraku ternyata seorang pengecut!' bathin Dinda sambil menggelengkan kepalanya dan menata folkan yang saat ini sedang menghubungi Ardan.
Terdengar percakapan antara Volkan dan Ardan di dalam ponsel yang sengaja di loudspeaker oleh Volcan agar semua orang bisa mendengarkan percakapan mereka.
" Bro! Apakah kau bisa datang ke kediamanku sekarang? Kami mempunyai masalah yang ingin didiskusikan denganmu!" ucap Volkan meminta Ardan untuk segera datang ke kediamannya.
__ADS_1
Sekitar 20 menit kemudian Ardan pun datang dengan menggunakan mobil pribadinya. Dia tampal terburu-buru dan juga bingung.
" Ada apa Bro?" tanya Ardan begitu dia sampai di hadapan Volcan.
Volkan kemudian memberikan berita yang saat ini sedang menjadi viral kepada Ardan.
" Mereka semua sedang penasaran tentang pacar barumu Bro. Wanita yang tadi malam aku jemput di hotel. Tolong kau jelaskan kepada mereka semua. Bahwa perempuan itu adalah Kekasihmu!" perintah Volcan sambil mengedipkan matanya kepada Ardan.
Ardan yang sudah mengerti dengan tingkah laku sepupunya yang selalu saja mencari masalah diluar sana dengan para gadis. Akhirnya dengan sangat terpaksa dia mengakui bahwa Maura adalah kekasihnya.
" Benar Dia adalah kekasihku. Tadi malam aku memiliki pertemuan bisnis. Jadi aku tidak bisa menjemputnya ketika dia datang dari luar kota. Aku meminta kepada Volkan untuk mengantarkannya ke hotel agar dia bisa beristirahat di sana!" ucap Ardan sambil menatap semua orang yang saat ini sedang menatap dirinya dengan penuh tanda tanya.
Raffi dan Dinda terkejut mendengarkan pengakuan Ardan yang mengakui bahwa Maura adalah kekasihnya.
' Apakah benar kalau Gadis itu adalah kekasih Ardan?' tanya Raffi merasa bingung.
Dinda pun terus menatap suaminya dengan perasaan bingung dan heran. Karena dia tahu bahwa gadis yang ada di foto itu adalah karyawannya yang kerja di cafe miliknya. Tetapi dia baru mengetahui kalau ternyata Maura adalah kekasih dari Ardan.
" Apakah kau yakin Ardan kalau perempuan yang ada di foto itu adalah Kekasihmu? Dia bukan selingkuhan Volcan?" tanya Hazel sambil menatap tajam kepada Ardan berusaha mencari kejujuran di wajah tampan pria itu yang selama ini selalu menjadi sahabat terbaiknya dan Volkan.
Volcan, Ardan dan Hazel adalah sahabat sejak kecil. Kemanapun mereka selalu bersama dan nyaris tidak pernah berpisah. palagi mereka bertiga sejak kecil selalu sekelas di masa sekolah dasar sampai SMA.
" Benar Hazel Dia adalah kekasihku!" ucap Ardan yang kemudian duduk di depan volcan yang sejak tadi terus tersenyum kepadanya karena merasa berterima kasih sepupunya kembali menyelamatkan dirinya di hadapan keluarga besar mereka.
__ADS_1
" Itu benar Hazel. Maura adalah kekasih baru Ardan! Aku juga baru berkenalan dengannya tadi malam ketika menjemput Gadis itu di bandara dan mengantarkannya ke hotel!" ucap Volkan sambil tersenyum kepada semua orang yang ada di sana.